Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Meminta tolong pada Alexa


__ADS_3

Alexa kini berada di D.G Entertainment. Ia merasa bingung saat Gio mengabari dirinya untuk datang ke perusahaan saat ini juga.


Karena Jadwal pemotretan di lakukan lusa, Alexa tentu saat ini sedang menikmati bersantai di rumahnya.


Namun karena ia adalah model profesional yang di bawah naungan D.G Entertainment. Dan perusahaan memanggil dirinya, ia pikir pasti ada sesuatu yang perlu di bahas dengannya.


Jadi di sinilah Alexa sekarang, ia berada di depan pintu ruangan Direktur utama D.G Entertainment.


Alexa tidak takut meskipun hampir di lecehkan di ruangan ini. Lagian Direktur sudah di ganti dengan orang-orang yang baik dan lebih kompeten.


Dan juga karena ia yakin pasti Elie akan datang menolongnya saat dirinya berada dalam bahaya.


Tok! Tok! Tok!


Alexa mengetuk pintu itu, terdengar suara yang mempersilahkan ia untuk masuk.


Saat ia masuk, ia terkejut saat melihat William dan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, duduk di kursi kebesaran Direktur utama.


Sedangkan Direktur utama yang baru entah kemana, Alexa tidak melihat keberadaan Direktur di ruangannya saat ini.


"Hallo nona Alexa, anda pasti sudah pernah bertemu dengan saya. perkenalkan saya, William Asisten pribadi tuan muda Sean. Dan yang duduk di sana adalah Nyonya Demetri, ibu dari Tuan muda" ucap William


Mendengar nama nyonya Demetri, Alexa sedikit terkejut. Namun ia tetap tenang, ia tidak tertekan sama sekali meskipun di hadapannya adalah istri dari orang terkaya nomer dua di negaranya.


Lalu apa? Toh, adiknya lebih kaya. Tapi meskipun begitu, Alexa tetap menghormatinya sebagai seorang senior dan juga orang tua.


"Hallo salam kenal juga tuan William dan nyonya Demetri" sapa Alexa sopan.


Meriana memandangi Alexa, bibirnya sedikit terangkat namun tidak terlalu jelas.


"Gadis ini cantik, kepribadian juga menarik. Jarang ada Gadis seusianya, terlihat tenang saat berhadapan denganku. Meskipun Aurelie lebih unggul baik dari fisik, pemikiran yang luas dan juga aura yang mendominasi dan misterius. Tapi Alexa juga tidak kalah menarik dan juga terlihat seperti gadis cerdas, apalagi dia seorang model dan juga dokter" ucap Meriana dalam hati


"Silahkan duduk Nona Alexa!" ucap Meriana


Alexa duduk di Sofa dengan tenang menatap kedua orang yang saat ini di depannya. Ya, Meriana sudah beranjak dari kursi kebesarannya dan sekarang ia duduk di sofa juga


"Maaf sebelumnya, ada hal apa meminta saya datang kemari?" tanya Alexa langsung.


"Sebelumnya, saya minta maaf menganggu waktu anda nona. Saya dan nyonya memanggil anda karena ingin minta tolong sesuatu pada anda" ucap William.

__ADS_1


"Minta tolong apa?" tanya Alexa mengerutkan keningnya


"Saya dengar anda adalah seorang Dokter yang lulus dengan gelar camlaude di universitas ternama. Jadi saya ingin meminta tolong anda bersedia menjadi dokter pribadi tuan muda" ucap William


Tentu saja hal itu membuat Alexa terkejut, pasalnya tidak ada yang tahu gelar itu kecuali keluarganya. Lalu dari mana kedua orang di depannya tahu tentang gelarnya itu?


"Maaf, tapi kenapa harus saya? Bukankah ada banyak dokter hebat dan berpengalaman di rumah sakit? Sedangkan saya, meskipun benar saya lulus kedokteran, tapi saya belum pernah bekerja menjadi Dokter semenjak saya lulus setahun yang lalu" ucap Alexa


Ia tidak menutupi jika benar dirinya adalah seorang dokter, meskipun belum pernah terjun ke lapangan menangani orang yang sakit. Tapi permintaan mereka membuatnya sangat terkejut.


"Nona Alexa, kasus tuan muda sangat berbeda dengan orang sakit pada umumnya. Karena dia tidak bisa di sentuh sembarangan orang yang akan berakibat fatal" ucap William lagi.


"Kenapa mesti saya yang harus menjadi dokter pribadi nya?" tanya Alexa.


"Karena hanya anda bisa menyentuh Sean tanpa ada reaksi berbahaya di tubuhnya" ucap Meriana angkat suara.


"Hah..." Alexa menghela nafas ia ingat tentang itu, memang benar ia bisa menyentuh Sean saat itu tanpa menimbulkan reaksi.


"Saya minta tolong, karena Sean harus segera di beri tindakan medis. Kau tahu, adikmu yang merekomendasikan kau untuk membantu kami" ucap Meriana


"Elie? Kenapa Elie meminta ku melakukan ini? Tapi Elie tidak akan meminta hal ini jika tidak memiliki alasan yang kuat. Apa aku iya in aja kali ya, bukankah membantu seseorang adalah perbuatan yang sangat mulia" ucap Alexa dalam hati.


"Biar itu akan menjadi urusan William. Ia akan mengatur jadwal pemotretan dengan manager mu. Agar bisa leluasa menjaga Sean juga" ucap Meriana lega, Alexa mau merawat Sean.


"Terima kasih nona Alexa, sudah bersedia membantu kami" ucap Meriana tulus.


"Sama-sama. Semoga saya tidak mengecewakan anda dan saya berharap Sean cepat sembuh" ucap Alexa


Setelahnya mereka membicarakan kapan di mulainya perawatan Sean. Dan karena hari ini waktu sudah sore, Meriana meminta Alexa datang ke kediamannya besok pagi.


...


Finn dan Elie saat ini berada di Rooftop AILIE Resto, menikmati waktu berduaan mereka. Elie duduk seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Finn yang memeluknya dari belakang.


"Apa ada yang mengusik pikiran mu, sayang?" tanya Finn.


"Hmm, Nyonya Demetri siang tadi menemuiku" ucap Elie, Finn mengangkat sebelah alisnya.


"Untuk?" tanya Finn

__ADS_1


"Ia memintaku menerima Sean dan memberikan ia kesempatan. Namun aku menolaknya" ucap Elie.


Finn mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Elie lembut


"Lalu?" tanya Finn lagi.


"Dia mengatakan jika Sean sangat terpukul dan jatuh sakit. Dan memintaku untuk datang menjenguk, mungkin itu bisa membuat Sean sehat. Nyonya Demetri bilang, sangat sulit merawat Sean yang sakit karena penyakit OCD miliknya" ucap Elie menghela nafas.


Finn terus mendengarkan dan mengelus tangan Elie dengan lembut. Ia ingin berbagi beban dengan Elie.


"Aku menolak untuk datang karena hanya akan memperburuk keadaan. Jadi aku menyarankan mereka untuk meminta bantuan kak Lexa" ucap Elie


"Kak Lexa?" Beo Finn tidak mengerti


"Iya, sentuhan Kak Lexa juga tidak bereaksi pada Sean selain aku. Karena Kak Lexa seorang dokter, jadi aku pikir Kak Lexa bisa menolongnya dan mungkin saja mereka cocok satu sama lain" ucap Elie


"Kau ingin menjodohkan mereka?" tanya Finn


Elie mengangkat kedua bahunya.


"Entah, tapi. jika mereka benar-benar cocok. Aku tidak keberatan mereka bersama" ucap Elie


"Hmm... Aku juga mendukung yang terbaik untuk keduanya, biarkan takdir dan diri mereka sendiri yang menentukan" ucap Finn


"Kau benar..." ucap Elie.


Keduanya pun menghentikan pembahasan Sean. Lalu saling mengobrol, bercanda dan menikmati momen bersama berdua.


Ting!


Bunyi pesan dari ponsel Finn, Finn langsung membuka pesan itu dan mengerutkan keningnya.


"Ada apa?" tanya Elie.


"Salah satu rekanku dari Inggris mengirim pesan. Ia mengatakan jika ia ingin bertemu dan bicara dengan mu" ucap Finn


"Bicara denganku? Siapa memangnya Finn?" tanya Elie terkejut.


"Namanya Eveline" ucap Finn.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2