Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Lebih dari sekedar yang terlihat


__ADS_3

Finn menatap ke arah kekasihnya yang tengah melihat ke luar jendela. Ia tidak tahu apa yang di pikirkan kekasih itu sekarang, sampai Finn menanyakannya secara langsung.


"Kamu kenapa El? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Finn dengan lembut


"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu. Apa keputusan ku salah menemui keluarga dari ibunya Sean?" ucap Elie


"Tidak ada salahnya, semua yang kamu lakukan adalah benar. Jika pun kamu salah, di mataku kamu akan selalu benar. Jika ada masalah di belakang, biar aku yang menghadapinya" ucap Finn


"Apa kamu benar tidak marah, kau tahu bukan jika Sean menyukaiku. Walaupun ia tidak pernah mengatakannya, tapi aku tidak bodoh untuk mengetahui dari ucapan dan tindakannya" ucap Elie jujur apa adanya


"Tentu aku tahu, bohong jika aku bilang tidak cemburu melihat kau dekat dengannya. Bukan hanya dengan Sean, tapi dengan laki-laki lainnya juga. Tapi rasa cintaku lebih besar dari pada cemburuku dan rasa percayaku jauh melebihi rasa curigaku. Jadi lakukan apa yang ingin kamu lakukan, aku akan selalu disampingmu, mendukungmu dari belakang dan mengurus sisanya" ucap Finn


"Terimakasih sudah hadir dalam hidupku Finn" ucap Elie tulus.


"Aku yang berterima kasih karena sudah hadir dan memberikanku kesempatan untuk bisa bersamamu" ucap Finn tersenyum dan menoleh sebentar ke arah Elie di sampingnya.


...


Kini Elie dan Finn sudah sampai di depan kediaman Sean. Kedatangannya di sambut hangat oleh Sean, Meriana dan keluarga Chu.


Namun kehadiran Finn yang datang bersama Elie membuat Sean mengerutkan keningnya. Namun ia menepis segala pikiran buruk, ia meyakini Finn datang karena ia berteman baik dengan Elie.


"El..." sapa Sean lembut dan senyum hangat.


Senyuman itu membuat hati Michelle panas, bagaimanapun itu senyum pria yang ia cintai. Namun senyum itu bukan di tunjukan padanya, namun pada wanita lain.


"Selamat siang" ucap Elie dengan sopan menyapa semuanya.


"Selamat siang, kau Aurelie? kau sungguh cantik sekali" ucap Jackson menggunakan bahasa Mandarin.


"Xièxiè" ucap Elie


Jackson terkesima dengan sikap Elie, gadis di depannya itu tidak gentar sedikit pun berhadapan dengan dirinya, yang notabene pengusaha sukses dan seorang patriak keluarga Chu. 4 Keluarga besar, yang merupakan pilar di negara tirai bambu itu.


"Finn, kau juga ikut kemari?" tanya Meriana saat melihat Finn, keponakannya.


"Iya Tante, apa kedatanganku menganggu?" ucap Finn

__ADS_1


"Tentu tidak, tapi kenapa kamu datang bersama nona Adhisti?" tanya Meriana


Ibu dari Sean ini memang sudah tahu identitas Elie sebagai anak bungsu dari keluarga ke empat terkaya di negara ini. Namun ia tidak tahu jika Elie adalah Queen yang adalah orang terkaya nomer 1 di negara ini, yang kekayaannya melebihi kekayaan suami dan juga ayahnya itu.


Di Beijing ada empat keluarga besar, yaitu Fu, Feng, Xiao dan Chu. Di antara ke empat keluarga besar itu, Keluarga berada di peringkat 3 setelah Fu dan Xiao. Dan kekayaan Q.A Group setara dengan keluarga Fu, yang merupakan keluarga terkaya dan terbesar di Beijing.


"Finn teman Elie mah" ucap Sean yang menjawabnya terlebih dulu.


Padahal Finn ingin mengatakan jika dirinya datang mendampingi kekasihnya. Namun ia mengurungkan niatnya saat Sean menjawabnya terlebih dulu.


"Mungkin ini belum saatnya hubungan kami terkuak" ucap Finn dalam hati


"Ayo masuk, kita makan siang dulu bersama dan mengobrol di dalam" ucap Meriana.


Semua orang masuk dan duduk mengitari meja makan. Meskipun Sean duduk di samping Elie, ia menatap Finn tidak suka. Karena Finn duduk tepat di sebelah kiri Elie.


Saat mengambil makanan, Sean dan Finn berbarengan hendak menawarkan lauk untuk Elie. Pandangan keduanya saling menatap dengan tajamnya.


"Coba ayam koloke ini El, ini sangat enak" ucap Sean


"Mau mapo tofu, ini kesukaanmu bukan?" ucap Finn tak kalah.


"Makasih Finn" ucap Elie menyodorkan piringnya ke arah Finn. Finn tentu menyambutnya dan menuangkan Mapo tahu itu ke dalamnya.


"Maaf Sean, aku sedang ingin makan makanan pedas. Lain kali aku akaan mencoba ayam koloke" ucap Elie sopan.


"Tidak apa-apa" ucap Sean mencoba untuk tetap senyum.


Di bawah meja, tangannya mengepal kesal, karena lagi-lagi ia kalah peka dengan Finn yang lebih dulu menyadari apa yang di inginkan gadisnya.


Mereka makan dengan tenang, tanpa ada yang mengeluarkan suara saat waktu makan berlangsung.


"Aurel" panggil Jackson sesaat menyelesaikan ritual makan.


"Panggil saja Elie Tuan besar Chu" ucap Elie sopan tentunya menggunakan bahasa Mandarin yang sangat halus.


Bahkan Jackson sangat kagum dengan logat Mandarin Elie yang terkesan halus seperti anggota bangsawan China.

__ADS_1


"Kalau begitu kau juga panggil aku kakek saja" ucap Jackson


"Maaf saya tidak berani" ucap Elie, Jackson hanya menghela nafas, tidak bisa memaksa Elie untuk memanggilnya kakek.


"Elie, Apa hubunganmu dengan cucuku baik-baik saja?" ucap Jackson yang terkesan jika Elie memiliki hubungan romantis dengan Sean.


"Kakek" ucap Sean dengan wajah memerah, ia tahu itu merupakan pertanyaan yang menjebak. Namun ia juga tidak ingin Elie merasa tidak nyaman dan tersinggung.


"Hubungan pertemanan kami baik-baik saja" jawab Elie ringan, tangan kirinya yang di bawah meja menggenggam tangan kanan Finn.


Finn yang sempat kesal, terkejut karena tangannya di genggam Elie. Perasaannya mulai tenang kembali, apa lagi gadisnya sudah menegaskan hubungannya dengan Sean hanyalah pertemanan.


namun ucapan Elie membuat hati Sean terasa sakit, karena hanya di anggap teman saja oleh gadis pujaannya.


"Aku pikir kalian cocok, kenapa tidak kalian coba untuk dekat dan membangun hubungan yang lebih" ucap Jackson lagi


"Kek..." ucap Sean lagi, kakeknya ini memang benar-benar.


"Aku pikir pertemanan kami tidak lah buruk, aku tidak berpikir untuk lebih dari itu" ucap Elie lagi.


"Apa kau tidak menyadari jika Kak Sean menyukaimu? Atau kau hanya pura-pura tidak tahu atau mencoba tarik ulur untuk membuatnya lebih tertarik denganmu? Sepertinya kau..." ucap Michelle dengan nada sinis.


"Tutup mulutmu!" teriak Sean, menatap tajam ke arah Michelle, bukan hanya Sean tapi yang lainnya juga.


"Kak wanita seperti ini hanya pura-pura tidak tertarik, ia mencoba membuatmu tertarik. Dia tahu jika ia bisa mendapatkan segalanya yang ia inginkan saat bisa bersanding denganmu. Siapa yang menolak pesona seorang Rava Sean Demetri? Selain tuan muda Demetri yang terkaya kedua di negara ini, dia juga seorang keturunan keluarga Chu di Beijing. Mungkin saja ia salah satu dari wanita yang mencoba berbagai cara untuk mendapatkamu" ucap Michelle.


"Cukup!!" ucap Finn yang tidak terima kekasihnya di hina seperti itu oleh wanita yang duduk di seberangnya.


Elie menepuk bahu Finn dan menggeleng ke arahnya. Lalu tatapannya beralih ke arah Michelle.


"Nona Chu yang terhormat, maaf sepertinya ucapan anda sangat salah. Saya tidak pernah mencoba menarik perhatian tuan muda Demetri.


saya tidak perlu mengandalkan laki-laki hanya karena menginginkan sesuatu. Karena saya bisa mendapatkannya dengan usahaku sendiri, tanpa harus meminta pada orang lain bahkan pada keluarga saya sendiri.


Saya tidak memandang seseorang hanya karena dari kasta dan kekayaannya. Saya menghargai Sean sebagai seorang teman, jadi saya tidak mengungkit perihal harga diri saya yang di rendahkan oleh anda.


Namun jika terjadi hal yang sama lain kali, saya tidak akan segan untuk membalasnya. Saya tidak peduli dengan latar belakangmu, karena saya lebih dari sekedar dari yang terlihat di matamu" ucap Elie membuat semua orang di sana tertegun.

__ADS_1


•••


__ADS_2