Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Dilema


__ADS_3

Keesokan harinya, Elie dan Finn ke rumah sakit untuk menengok Cheryl. Karena saat malam, Kaylee menelepon jika Cheryl sudah sadar.


Elie sengaja membeli buah-buahan serta bunga untuk kakaknya itu. Meskipun Finn membawakan buah dan bunga itu, namun itu hanya sampai depan pintu kamar rawat inap dan memberikannya pada Elie terlebih dulu sebelum mereka masuk.


CEKLEK!


Elie membuka pintu dan masuk bersama Finn. Di sana ada Adrian dan Kaylee yang tengah menyuapi Cheryl dengan bubur yang ia masak di rumah.


Pandangan Cheryl ke Elie dan Finn terlihat bingung. Ia tidak mengenal siapa yang datang, jangan kan Elie dan Finn. Pria paruh baya yang mengaku sebagai ayahnya saja ia tidak ingat.


Sedangkan Saat melihat Kaylee, Cheryl justru langsung memanggilnya Ibu begitu ia melihatnya. Hal itu yang membuat Adrian dan Kaylee terkejut sekaligus canggung hingga duduk sedikit berjauhan. Dan Kaylee memilih menyuapi Kaylee makan setelahnya.


"El, Finn, kalian sudah datang" ucap Adrian tersenyum


"Ibu, mereka siapa?" tanya Cheryl polos dengan pelan.


"Dia adik angkatmu dan suaminya. Kamu bisa memanggilnya Elie dan Finn" Jawab Kaylee, Cheryl mengangguk paham.


"Bagaimana kabarmu kak? Ini bunga dan buah untuk kakak" ucap Elie.


"Terimakasih, El. Maaf aku tidak bisa mengingat semua orang kecuali ibuku" ucap Cheryl tersenyum tulus.


Elie bagaimanapun menangkap wajah canggung Kaylee. Ia segera paham, Cheryl hilang ingatan total. Namun ia hanya mengingat wajah wanita yang sebagai ibunya.


Karena Kaylee mirip dengan Ibu kandung keduanya, jadi Cheryl mengira jika Kaylee adalah ibunya.


"Tidak apa-apa kak, yang penting kakak sehat itu sudah lebih dari sekedar keajaiban" ucap Elie tersenyum dan memeluk kakaknya.


Cheryl tidak menolak, ia justru membalas pelukan Elie. Elie menahan tangisnya, sejak dulu, ini kali pertama ia dan kakaknya saling berpelukan.


Merasa Elie menangis, Cheryl menepuk punggung adik angkatnya itu dengan lembut.


"Jangan menangis El, yang penting kakak sudah tidak apa-apa. Meskipun kakak hilang ingatan dan tidak bisa mengingatmu dan yang lain. Tapi tidak bisa merubah jika kita semua adalah saudara. Aku sangat senang bisa memiliki adik cantik seperti mu" ucap Cheryl antusias


Elie merasakan ketulusan Cheryl, ia sangat senang akhirnya sang kakak bisa menerima dirinya sebagai adik.


Adrian juga terharu, mungkin di balik semua kejadian buruk yang menimpa Cheryl. Ada hikmah yang sangat baik, yang Tuhan berikan padanya.

__ADS_1


"Ini suami kamu El? Wah kamu pintar mencari suami. Ia tampan dan sangat cocok untukmu. Namamu Finn kan?" ucap Cheryl yang di angguki oleh Finn.


"Salam kenal kak" ucap Finn datar.


"Tolong jaga adik cantikku baik-baik, jangan sekali-kali kamu sakiti. Karena di belakang aku yakin, banyak pria tampan yang menunggu adik cantikku" ucap Cheryl yang membuat Elie terkekeh.


"Tentu, dan aku tidak akan membuat hal itu terjadi. Elie hanya milikku, begitupun sebaliknya" ucap Finn memberi tahu kepemilikannya.


"Ya-ya-ya aku tahu, aku tahu, jangan pamer kemesraan di depan jomblo sepertiku. Haiss..." ucap Cheryl.


Kemudian Cheryl kembali mengobrol dengan Elie setelahnya.


...


Hari-hari berlalu begitu saja, selama Cheryl di rawat di rumah sakit. Finn jarang ikut masuk, ia hanya mengantar dan menjemput sang istri saat berkunjung ke sana.


Sedangkan dirinya memilih untuk ke perusahan. Memang semenjak lulus kuliah, Finn selalu menyempatkan diri ke perusahaan setidaknya seminggu tiga kali.


Tidak seperti dulu yang sangat jarang sekali ia masuk kantor. Namun ia sekarang adalah kepala rumah tangga, jadi ia wajib bekerja untuk istri dan anaknya. Meskipun saat ini kekayaan tidak akan habis tujuh turunan, namun ia akan tetap bekerja.


Finn hari ini menjemput sang istri ke rumah sakit, Elie mengatakan jika Cheryl sudah pulih dan di izinkan untuk pulang.


"Arthur!" panggil Finn


"Ya bos" ucap Arthur.


"Kamu bawa mobil MPV, kita akan menjemput kakak istriku di rumah sakit" ucap Finn


"Baik, nanti aku minta penjaga untuk menjaga mobil bos di kantor" ucap Arthur yang paham jika bosnya tidak suka ada orang menduduki kursi mobilnya, kecuali sang istri.


"Tidak! Aku akan membawanya sekarang" ucap Finn


"Ah, ya-ya" ucap Arthur paham.


Jadi lah keduanya berangkat dengan mobil masing-masing menuju ke rumah sakit.


....

__ADS_1


Elie dan Kaylee telah membereskan pakaian Cheryl yang akan di bawa pulang. Cheryl menatap diam keluar jendela kamar.


Pertemuannya dengan Ari dan Riana beberapa saat lalu. Entah mengapa membuat merasa sakit.


Adrian sudah menjelaskan padanya terutama perihal anaknya dengan Ari yang kini di rawat oleh mantan kekasih dan juga istri mantannya itu.


Perasaannya mengatakan jika ia ingin mengambil alih hak asuh Rani kecil. Namun setelah mendengar kisah Riana yang tidak bisa memiliki anak ia merasa terenyuh dan juga sakit.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Kaylee setelah selesai membereskan pakaian, Elie melihat Kaylee menghampiri Cheryl.


"Ibu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Dalam hatiku, saat aku mengetahui aku memiliki seorang putri. Aku sangat ingin mengurusnya dengan tanganku sendiri. Namun saat mendengar kisah Riana yang tidak bisa memiliki anak sepanjang hidupnya. Terlebih saat aku mendengar jika ia memperlakukan putriku dengan sangat baik, penuh kasih sayang dan cinta. Aku ragu, aku tidak ingin menyakiti hati wanita lain dengan merebut kebahagiaannya" ucap Cheryl menangis.


Kaylee memeluk Cheryl, ia merasa kasihan dengan apa yang menimpa Cheryl. Ia tahu jika keponakannya itu tengah bimbang.


"Kak, aku tahu apa yang kakak rasakan. Tapi meskipun Rani sekarang di asuh oleh mereka, bukan tidak mungkin kakak juga bisa mengasuhnya" ucap Elie


"Maksudmu?" tanya Cheryl tidak mengerti.


"Aku sudah membicarakan hal ini dengan Riana. Dia setuju untuk membiarkan kakak ikut merawat Rani kecil. Meskipun waktunya lebih banyak condong ke mereka, tapi mereka tidak menghalangi kakak untuk bertemu, bermain atau meminta Rani memanggil kakak ibu. Rania bilang, ia akan memberikan pengertian dan edukasi dini pada Rani dengan pelan-pelan menceritakan bahwa kakak adalah ibu kandungnya" ucap Elie


"Benarkah?" tanya Cheryl dengan berbinar penuh harap.


"Tentu saja" ucap Elie


"Terimakasih El, kau adikku yang sangat baik. Itu satu-satunya jalan, agar aku bisa dekat dengan putriku tanpa harus menyakiti Riana" ucap Cheryl memeluk adiknya itu.


CEKLEK!!!


Finn dan Arthur tiba, keduanya masuk ke dalam ruangan rawat inap.


Deg-Deg-Deg


Jantung Cheryl tiba-tiba berdetak kencang saat ia melihat Laki-laki dengan wajah bule yang berdiri di belakang Finn.


"*Astaga siapa pria itu, sangat se*si, aaahh jantungku sepertinya mau sekarat" ucap Cheryl dalam hati*.


Elie mendengar batinan itu terkejut, ia segera menoleh dan mengikuti arah pandang kakaknya. Ia takut jika kakaknya menyukai Finn, namun tebakannya salah.

__ADS_1


Ternyata, yang berhasil membuat Cheryl tertarik adalah sahabat sekaligus bawahan Finn, si somplak Arthur. Seketika Elie merasa lega.


...••••...


__ADS_2