
Elie kini tengah berada di ruangan kerja Angga bersama dengan Kelvin yang juga masih berada di sana.
Mereka meminta Elie menceritakan apa yang terjadi. Elie kemudian menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi.
"Bodoh! Dia itu tuan muda dari keluarga kaya di Australia, tapi pikirannya sangat dangkal sekali" ucap Angga setelah mendengar cerita Elie.
"Hmm, Daddy juga pikir perusahaan orang tuanya akan hancur di tangan anaknya" ucap Kelvin
"Benar Dad, ternyata pesona princess kita sangat memukau. Sehingga perusahaan besar saja bisa hancur hanya karena alasan cinta" ucap Angga terkekeh.
"Itu bukan salahku, salahkan diri mereka yang tidak tahu batasan" ucap Elie cemberut.
"Iya-iya adik kakak satu ini memang tidak pernah salah" ucap Angga mengalah.
Ketiganya kemudian tertawa, sampai bunyi dering telepon milik Elie terdengar. Elie melihat nama Finn di sana, ia meminta izin mengangkat telepon tangis angguki oleh Angga dan Kelvin.
"Hallo Finn" ucap Elie
"Hallo sayang, kamu di mana? Apa perusahaan Daddy baik-baik saja?" tanya Finn, ia sudah mulai memanggil Kelvin dan Stella, Daddy dan Mommy sesuai permintaan calon mertuanya itu.
"Perusahaan Daddy baik-baik saja, ini aku masih di kantor Kak Angga" ucap Elie.
"Syukurlah kalau begitu. Aku ke sana ya? Sekalian ajakin kamu, Daddy dan kak Angga makan siang bersama, gimana?" tanya Finn
Elie menoleh ke arah Daddy dan kakaknya, yang mengangguk setuju.
"Hmm, aku tunggu di sini kalau begitu" ucap Elie.
Setelah telepon di tutup, mereka sepakat untuk makan siang bersama. Elie turun duluan menunggu mereka di lobby, karena Angga ingin ke toilet dan Kelvin ingin ke ruangannya dan mengambil tas dan ponsel miliknya terlebih dahulu.
Elie kini turun menggunakan lift sendirian, ia kemudian melangkah ke ruang tunggu di lobby perusahaan.
"Eh kamu!!!" teriak resepsionis yang berjalan mendekati Elie, teriakannya membuat semua orang melihat.
"Ada apa ya mbak?" ucap Elie datar, ia tidak suka ada orang yang meneriakinya, namun ia masih bisa menahan emosinya saat ini.
"Berani kamu bohongin saya? Kamu tidak memiliki janji dengan sayangku dan berani menerobos masuk, sekarang kamu berani duduk di sini tanpa merasa tidak bersalah sama sekali" ucap resepsionis itu.
Elie hanya membuang nafas, ia pikir masih ada saja wanita tidak tahu malu macam ini yang bekerja di perusahaan Daddynya.
"Siapa yang kamu panggil sayang?" tanya Elie
"Tentu saja Angga. Sekarang, pergi kamu dari sini!!!" ucap Resepsionis tanpa embel-embel tuan muda, pak atau bos.
__ADS_1
"Sialan, beraninya kamu usir calon istriku!!" teriakan Finn menggelegar tak jauh dari pintu utama. Hingga membuat semua orang menoleh.
Resepsionis yang melihat ketampanan seorang Finn terkesima. Ia tidak menyangka ada laki-laki yang lebih tampan dari bosnya.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Finn mendekati Elie dan berkata dengan suara lembut.
"Aku tidak apa-apa" ucap Elie tersenyum
Resepsionis tersadar dari terkesimanya pada Finn. Ia kemudian menatap keduanya dan angkat bicara.
"Apa tuan pacar wanita ini? Asal tuan tahu, calon istri anda ini datang ke perusahaan untuk menggoda bos saya, bahkan berani menerobos masuk" ucap Resepsionis mencibir ke arah Elie.
"Kau...!!!" teriak Finn yang terpotong karena sebuah suara.
"Ada apa ini?" tanya Kelvin dan Angga yang sudah turun dan melihat beberapa orang berkerumun.
"Tuan besar, Tuan muda" sapa Resepsionis dengan nada sopan dan tersenyum manis di wajahnya.
"Kenapa kau memanggilnya Tuan besar dan tuan muda? Kenapa kau tidak memanggilnya sayang atau calon mertua" sindir Elie kesal melihat wanita bermuka dua seperti ini.
Wajah resepsionis itu memerah karena marah, ia tidak menyangka wanita di depannya berani menyindir secara terang-terangan di depannya.
"Apa maksudnya?" ucap Angga mengerutkan keningnya heran.
"Ja**ng? Penyusup?" ucap Angga marah saat adiknya di katakan penyusup dan Ja**Ng.
Bukan hanya Angga yang marah, tapi juga Kelvin dan Finn.
PLAK!!!
Tamparan keras mendarat di pipi resepsionis itu. Pelakunya tak lain adalah Kelvin.
"Dapat keberanian dari mana kau mengatai putriku hah???" teriak Kelvin hingga urat-urat di leher terlihat.
Jelas sekali Kelvin sangat Murka mendengarnya.
"P-Putri???" ucap resepsionis itu terkejut.
"Angkat kaki dari Perusahaanku. Kau di pecat!!! Dewan!!!" panggil Kelvin pada manager operasional yang kebetulan ada di sana baru saja keluar dari lift.
"Pecat wanita ini, blacklist dia dari perusahaan!!!!" ucap Kelvin dengan suaranya yang lantang.
"Baik" ucap Dewan yang sebenarnya bingung apa yang terjadi, namun ia tetap menjalankan perintah bos besar nya itu.
__ADS_1
Resepsionis itu terkejut, dan ia lebih terkejut lagi dengan suara Finn yang terdengar sedang menelepon seseorang.
"Beri kabar semua cabang perusahaan F.A Corporation untuk tidak merekrut seorang wanita yang bernama...." Finn menjeda ucapannya dan menoleh ke name tag resepsionis itu.
"Marry Carolina... Blacklist dia dari seluruh perusahaan" lanjut Finn menatap tajam Marry yang tubuhnya gemetar.
Finn menutup telepon dan melanjutkan menelepon lagi.
"Pah, tolong blacklist wanita bernama Marry Carolina dari Lance Group. Jangan biarkan ia bekerja di sana" ucap Finn kembali membuat Marry syok. Belum cukup sampai di sana, Suara Elie kembali terdengar.
"Hallo Niel, Blacklist wanita bernama Marry Carolina di seluruh perusahan pusat dan cabang Q.A Group!!" ucapan Elie membuat Tubuh Marry ambruk lemas.
Ia tidak begitu mengenal perusahaan seperti F.A Corporation, namun ia sangat tahu Q.A Group yang artinya ia sudah tidak bisa lagi berpijak di negara ini.
"Aku juga akan memblack list-nya dari perusahan Demetri Group, karena sudah berani menghina calon adik iparku" ucap Sean yang ternyata entah sejak kapan ada di sana, bersama Alexa yang tangannya di genggam oleh Sean.
Ucapan permintaan maaf Marry di abaikan, dia di usir dan di seret keluar dari perusahaan oleh security secara paksa dengan tangis yang meraung di sana.
...
Kini enam orang itu berada di ruangan VIP AILIE Resto. Mereka makan siang dengan di selingi candaan dan obrolan.
"Daddy, Kak Angga dan Kak Lexa, ada yang ingin aku sampaikan" ucap Finn
"Apa itu?" tanya Kelvin dan Angga bersamaan.
"Aku berencana akan datang ke rumah Daddy dengan keluargaku untuk melamar Elie" ucap Finn serius.
Degh!
Jantung Elie berdetak kencang saat Finn mengatakan akan melamarnya.
"Tidak bisa!!!" ucap Sean mengejutkan yang semua orang dan mengalihkan tatapan mata ke arahnya.
"Apa Sean masih menyimpan perasaan untuk Elie?" Gumam Alexa merasakan hatinya sakit mendengar ucapan Sean.
Genggaman tangannya pada Sean hendak di lepaskan, namun di tahan oleh Sen yang justru di genggamnya lebih erat.
"Sebelum kalian menikah, biarkan aku duluan yang menikahi Lexa. Jadi izinkan saya melamar Lexa, tuan Kelvin. Malam nanti aku akan datang bersama keluarga untuk melamar Lexa secara resmi" ucap Sean dengan bersungguh-sungguh.
Degh!
Kali ini jantung Alexa yang berdetak kencang. Ia tidak menyangka jika Sean mengatakan akan melamarnya malam ini.
__ADS_1
...••••...