
Acara sudah selesai, kini semua tamu satu persatu keluar dari Aula. Banyak bisik-bisik tentang kejadian Putri dari tuan Rinto yang melakukan perbuatan asusila di kamar.
Berita itu cepat sekali menyebar dari mulut ke mulut.
GREP!!!
Tangan Alexa di tarik ke arah lorong di dekat Aula, Alexa hendak berteriak namun mulutnya di bekap, hingga suaranya teredam.
Setelah sampai di lorong yang sunyi, bekapan tangan itu terlepas. Alexa yang marah hendak memaki orang yang menariknya, pandangannya tertegun saat ia berbalik dan melihat siapa orang yang menariknya.
"Tuan muda" ucap Alexa terkejut.
"Alexa..." suara Deep Voice yang terdengar mengalun lembut, sorotan mata yang sama lembutnya memanggil nama Alexa.
"Kenapa tuan muda menarikku ke sini?" tanya Alexa bersidekap dada dan menatapnya tajam ke arah pelaku penarikan itu.
"Jangan terlalu formal, kau bisa memanggilku Sean tidak perlu ada embel-embel tuan muda, Sasa" ucap Sean
"Sasa?" beo Alexa mengerutkan kening
"Itu panggilan khususku untukmu" ucap Sean sembari tersenyum.
Alexa tertegun melihat si tuan muda kutub Utara itu berkata lembut dan juga tersenyum padanya. Tidak bisa di pungkiri jika senyuman itu sungguh sangat menggoda.
"Apa matahari terbit dari barat?" ucap Alexa tiba-tiba
"Hah?" beo Sean tidak mengerti.
"Karena tidak ada angin dan tidak ada hujan. Tuan muda yang terkenal dingin, sedingin kutub Utara bisa tersenyum pada orang lain selain pada Elie, adikku" ucap Alexa heran
"Ah" ucap Sean menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Ucapan Alexa memang benar adanya, dan dia tidak menyangkal itu semua.
"Sekarang katakan apa yang ingin tuan muda bicarakan padaku" ucap Alexa langsung.
"Sean" ucap Sean
"Panggil aku Sean, Sasa" ucap Sean lagi.
"Ya-ya-ya terserah, apa yang ingin kau bicarakan padaku?" ucap Alexa memutar matanya jengah
"Aku ingin kau menjadi pacarku!" ucap Sean to the point
"Uhhuukkkk....Hah??? Apa kau bilang tadi?" tanya Alexa terkejut dan tersedak Saliva nya sendiri.
__ADS_1
"Aku bilang, jadilah pacarku Sasa" ucap Sean sungguh-sungguh.
"Apa kau waras? Atau kau salah minum obat hari ini?" tanya Alexa lagi
"Tentu saja aku waras, aku sadar dengan apa yang aku ucapkan padamu" ucap Sean.
"Kau ingin aku jadi pelampiasanmu, setelah kau tidak berhasil mendapatkan Elie, begitu?" ucap Alexa kesal.
"Maaf, aku tidak bisa!!" ucap Alexa lalu beranjak pergi.
Namun Sean menahan tangan Alexa, ia menggenggam nya dan membalikkan tubuh Alexa hingga jatuh ke dalam pelukannya.
Alexa memberontak namun Sean tidak bergeming dan tidak melepaskan pelukannya.
"Aku tidak berniat menjadikanmu pelampiasan atau pelarian Sasa. Aku sadar dan mengakui, dulu aku pernah menyukai Elie, adikmu. Namun saat ini pikiran dan hatiku di penuhi dengan dirimu, hanya dirimu, hanya nama Alexa yang terukir di sini. Aku telah merenungi apa yang aku rasakan padamu, dan aku yakin jika saat ini aku sudah jatuh cinta padamu" ucap Sean membuat Alexa berhenti memberontak karena tertegun dengan ucapan Sean.
"Jadilah kekasihku, bukan! Jadilah calon istriku Sasa. Aku sungguh-sungguh mencintaimu" ucap Sean mengungkapkan perasaannya.
Alexa tidak bisa berpikir saat ini, ucapan Sean membuatnya terkejut terus-terusan.
"Maaf, aku tid..." ucap Alexa terpotong.
"Jangan terburu-buru menolakku. Tolong berikan kesempatan untukku membuktikannya padamu, tentang kesungguhanku, tentang perasaanku padamu" ucap Sean.
"Bisakah kau memberikanku kesempatan untuk mengejar cintamu, Sasa?" tanya Sean lagi.
Alexa menghela nafas, ia masih dalam keadaan di peluk Sean, ia berpikir jika tidak ada salahnya ia memberikan kesempatan untuk Sean. Siapa tahu hatinya bisa terbuka suatu hari nanti.
Alexa kemudian ia mengangguk menyetujui itu, senyum bahagia terpatri di wajah Sean. Setidaknya ia punya kesempatan untuk membuktikan cintanya.
"Terimakasih, aku akan membuktikannya padamu" ucap Sean mengeratkan pelukannya sebelum melepaskannya, karena takut calon kekasihnya tersakiti karena terlalu erat ia peluk.
...•••...
Keesokan harinya, berita tentang pergumulan Melinda dengan seorang pelayan magang di hotel tersebar.
Meskipun itu berdampak bagi nama baik AIR Hotel, namun dengan itu sudah di antisipasi oleh Keegan dan Daniel.
Pelayan magang pun di berhentikan masa magangnya dan di blacklist dari perusahaan manapun dari cabang Q.A Group.
Yang berarti, secara tidak langsung Q.A Group menutup akses berkarir Pelayan magang itu di negara ini.
Siapa juga yang ingin bermasalah dengan perusahaan terbesar di negara ini, bukan?
Dan bukan hanya berita tentang pergumulan di AIR hotel malam itu. Namun juga di jagat Maya, banyak sekali beredar photo dan juga video amatir dan juga video CCTV yang memperlihatkan sosok melinda yang suka One Night Stand dan tidak puas dengan satu laki-laki.
__ADS_1
BRAK!!!
Melinda menghempaskan semua barang yang berada di meja riasnya. Ia menggeram marah saat melihat postingan dirinya yang beredar di jagat Maya.
"Si*l!!!! Siapa yang menyebarkan berita tentangku!" makinya marah.
Ia segera menelepon ayahnya, ia ingin meminta bantuan untuk memblokir berita yang saat ini beredar di media sosial.
Namun beberapa kali ia menelepon namun ayahnya tidak juga mengangkatnya, begitupun dengan ibunya.
"Sial, sedang apa sih mereka??" umpat Melinda, ia menggigit jarinya. Ia bingung meminta bantuan pada siapa.
Vera? tidak mungkin.
Wanita itu tidak ada keahlian apapun.
...
Yang tidak di ketahui Melinda, saat ini kedua orang tuanya di perusahan tengah gelimpungan. Nilai saham perusahaan mereka anjlok hingga ke titik terendah, membuat mereka bangkrut hanya dalam sekejap mata.
Bukan hanya perusahaan yang gulung tikar, namun ia juga terlilit hutang, hingga semua aset berupa uang dan harta tidak bergerak lainnya akan di sita oleh Bank.
"Bagaimana ini yah?" tanya Penti gusar, ia tidak menyangka perusahaan suaminya gulung tikar dalam sekejap.
Mereka juga di tekan oleh para mitra yang menuntut uang mereka kembali.
"Ayah juga tidak tahu Bu" ucap Rinto mengusap wajahnya kasar.
"Aku akan menelepon teman-temanku, barangkali mereka bisa membantu kita" ucap Penti.
Ia segera menelepon beberapa teman di arisan atau sosialita nya. Hanya Fara yang belum ia telepon karena ia merasa malu atas kejadian semalam.
Namun bukannya bantuan yang ia dapatkan, namun justru ucapan sinis dan cemoohan. Dari situ Penti karget, ia mengetahui jika skandal putri nya tengah viral di jagat Maya.
"Astaga, ya Tuhan...." ucap Penti memegang dadanya yang terasa sesak sembari melihat ke arah gadgetnya.
BRUK!!!
Tak lama setelah mengucapkan itu, Penti langsung jatuh pingsan. Rinto terkejut melihat istrinya tiba-tiba pingsan. Ia menyadari ponsel istrinya masih menyala, Rinto terkejut melihat berita anaknya di sana.
"Aaghhhh!" jantung Rinto terasa sakit.
"Aku harus kuat, istriku sedang membutuhkan pertolongan saat ini" ucap Rinto memegang dadanya dan mencoba meraih tubuh istrinya dan berjalan keluar, membawa istrinya ke rumah sakit.
...••••...
__ADS_1