Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Keindahan Dunia


__ADS_3

Momen bulan madu sangat disambut antusias oleh Sean dan Lexa, dia begitu semangat untuk mencetak gol yang banyak.


Meskipun sangat melelahkan, tapi mereka sangat bahagia dan menikmatinya. Terlebih keindahan dunia yang mereka cari bersama menuju puncak kepuasan.



"Sayang ayo kita ke pantai" ucap Lexa dengan semangat, ia sudah mengenakan topi pantainya yang cukup lebar itu.


"Dengan pakaian seperti ini? Tidak!" ucap Sean menolak.


Matanya melebar saat melihat pakaian yang di pakai Lexa, yang ia pikir itu terlalu terbuka di matanya. Bagaimana dia sanggup menahan Emosi nya sepanjang jalan, saat nanti akan ada banyak laki-laki yang menatap lapar ke arah sang istri nya yang cantik dan Se*si itu.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan yang aku pakai?" tanya Lexa dengan wajah polosnya.


"Kalau mau jalan-jalan, ganti baju yang lebih tertutup. Aku tidak suka dengan yang kamu pakai yang mengundang banyak laki-laki melihat mu nantinya" ucap Sean



Yang di kenakan Lexa


"Astaga sayang, ini tidak terlalu terbuka. Ini pakaian normal" ucap Lexa


"No! Pakai pakaian yang lebih panjang sayang, atau kita tidak usah jalan keluar!" ucap Sean.


Lexa menghela nafas, ia memilih mengalah dari pada ia berdebat panjang yang membuat mood nya memburuk. Ia kembali masuk ke kamar mencari baju yang lebih panjang yang ia bawa.


Tak lama ia muncul lagi dengan pakaian yang lebih tertutup, membuat Sean mengangguk puas.


"Nah, begini kan cantik, Aku tidak ingin keindahan dunia yang ada padamu di lihat oleh orang lain. Ayo sayang, katakan kau ingin jalan-jalan kemana, aku akan setia menemanimu" ucap Sean sambil memeluk pinggang sang istri posesif.


...


Finn dan Elie kini sudah sampai di Gili Trawangan, mereka menikmati keindahan bawah laut dengan melakukan snorkeling.


"Sangat indah mas" ucap Elie tersenyum cerah pada suaminya.


Ia sudah mengganti bajunya setelah puas melakukan snorkeling bersama dengan Finn.


"Iya sangat indah, tapi kamu lebih indah" ucap Finn.

__ADS_1


"Gombal aja terus" ucap Elie bersemu merah.


"Aku nggak gombal sayang, itu kenyataan" ucap Finn.


"Ya-ya, Terimakasih atas pujiannya mas, Yuk kita jalan-jalan, melihat pusat jajanan dan oleh-oleh" ucap Elie.


Keduanya berjalan dengan bergandengan tangan, menuju ke pusat oleh-oleh. Namun sebuah suara menghentikan langkah mereka berdua.


"Finn, hai..!! Ternyata ini benar kamu, aku kira aku salah lihat tadi" sapa seorang wanita cantik yang berwajah bule dengan senyum cerah di wajahnya, menggunakan bahasa Inggris.


Elie dan Finn menoleh ke sumber suara, Finn hanya diam tidak merespon panggilan wanita itu. wajahnya hanya datar tanpa ekspresi.


"Hei, kenapa kamu diam saja?? Aku tidak menyangka bisa bertemu kamu di sini, aku senang akhirnya mengenal orang di sini. Jadi aku tidak lagi sendirian" ucap Wanita itu dengan senyum cerah.


"Oh, maaf aku sibuk, permisi!" ucap Finn dengan nada yang datar dan juga dingin, ia hendak melangkah pergi namun di tahan oleh wanita itu yang saat ini memegang ujung pakaian Finn.


"Bisa kah kau menemaniku jalan-jalan di sekitar sini? Aku tidak terlalu paham jalanan di sini, aku mohon, aku takut tersesat" ucap wanita itu dengan raut wajah memelas.


"Lepaskan tanganmu!!! Jika kau ingin jalan-jalan, panggil tour guide!, kau pikir aku bertugas travel??" ucap Finn pedas dengan nada sedikit meninggi.


"Dan apa kau tidak punya mata?? Apa kau ingin membuat istriku salah paham dengan kelakuanmu? Kau berperilaku menjijikan seperti wanita murahan! Kita tidak sedekat itu, jadi jangan bersikap sok dekat denganku!" ucap Finn menyentak tangan wanita itu hingga terlepas dari ujung pakaian Finn.


"Siapa wanita yang di peluk Finn? Tadi dia bilang istri? Ah, tidak mungkin!! Aku tahu dia hanya bercanda karena tidak ingin aku mendekatinya!" ucap wanita itu sambil menatap tajam punggung Elie yang kian menjauh.


...


Mereka kini tidak jadi ke pusat oleh-oleh, dan berjalan menuju hotel. Setelah sampai di hotel, Finn langsung Menganti bajunya dan membuang baju yang ia pakai barusan ke tempat sampah.


Ia kemudian berjalan mendekati Elie yang tengah menatap hamparan laut dari balkon kamar.


"Dia anak dari mantan Ketua Royal Group, yang saat ini menjabat wakil CEO setelah di turunkan jabatan nya" ucap Finn yang sudah mendekat ke arah sang istri.


"Aku tidak bertanya" ucap Elie datar tanpa menoleh.


"Aku tahu, tapi aku yang ingin memberi tahu, aku tidak ingin kau salah paham" ucap Finn yang kini memeluk dari belakang dan menggenggam lembut tangan istrinya yang masih diam saja.


Finn meletakan dagunya di ceruk leher Elie, lalu di hirupnya. Wangi tubuh sang istri sangat menenangkannya.


"Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita manapun selain kamu. Aku hanya bertemu dengannya sekali saat aku mengakuisisi saham Royal Group. Saat itu dia di sana bersama dengan ayahnya, karena ia menjabat sebagai direktur operasional di sana saat itu" ucap Finn

__ADS_1


"Tapi, sekarang ia sudah tidak bekerja di perusahaan. Karena posisinya sudah aku gantikan dengan orang-orang yang ku percaya di sana" ucap Finn


"Siapa nama wanita itu?" tanya Elie.


"Grace Emanuel" jawab Finn


"Dia menyukaimu" ucap Elie


"Aku tidak peduli, yang jelas aku hanya mencintaimu seorang" ucap Finn


Elie menghela nafasnya, jika di pikir memang sangat berat memiliki suami yang sangat tampan dan juga kaya raya.


Rico yang dulu hanya tampan rata-rata saja banyak yang suka, apalagi Finn yang sangat tampan paripurna.


Namun ia bersyukur karena Finn hanya mencintai dirinya seorang dan tidak pernah melirik wanita lain.


"Kamu cemburu?" tanya Finn yang di jawab anggukan kepala.


"Hmm, bohong jika aku mengatakan tidak, apalagi dia adalah wanita yang sangat cantik. Tapi bukankah itu sudah resiko yang harus aku tanggung saat memiliki suami tampan seperti mu, mas?" ucap Elie


"Aku senang kamu cemburu sayang, tapi percayalah aku hanya mencintaimu. Lagian bukan hanya kamu yang merasakan cemburu, aku pun sama saat melihat ada laki-laki lain yang menginginkanmu dan menyukai mu seperti teh Rio temannya teh Arinda dan Ale-Ale itu" ucap Finn membalikan tubuh sang istri.


Ia kemudian menyesap rasa manis dari bibir merah ceri milik Elie. Ciuman itu berlanjut dan sangat panjang, Finn mengangkat Elie dan menggendongnya masuk ke dalam kamar.


Dengan lihai, tangannya membuka satu persatu pakaiannya dan juga pakaian yang Elie pakai.


Cetak!


Kaitan kacamata kuda yang menutupi gunung kembar sangat menantang itu kini sudah terlepas.


Finn merasa sangat haus hingga ia meneguk sumber mata air yang masih kering itu. Karena sumber air nya belum di produksi.


"Sayang!" ucap Finn yang kini menatap wajah istrinya, seperti meminta izin.


"Lakukanlah! Aku juga menginginkannya" ucap Elie membuat Finn tersenyum merekah.


Tanpa ba-bi-bu lagi, Finn langsung melancarkan serangan demi serangan. Ia membuat Elie berteriak merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Finn.


Sore itu ia mengulangi kegiatan manis yang sebelumnya pagi tadi sudah mereka lakukan, sebelum mereka keluar jalan-jalan dan menikmati indahnya Gili Trawangan.

__ADS_1


......•••......


__ADS_2