
Finn dan Elie baru saja sampai di halaman mansion mewah miliknya. Elie langsung mengambil masker dari tas miliknya dan langsung memakainya.
"Kau selalu mengenakan masker? Bahkan saat berada di kediamanmu sendiri?" tanya Finn
"Hmm, tidak ada yang tahu identitasku sebagai Queen, bahkan wajahmu pun mereka tidak ada yang tahu. Hanya 4 orang termasuk kamu. Tapi jika sebagai Queen A, hanya 3 orang saja" ucap Elie.
"Siapa saja 4 orang itu?" tanya Finn
"Kamu, Daniel, Keegan dan juga Sean. Tapi Sean tidak tahu kalau aku adalah ketua dari The Darkness" ucap Elie dengan jujur karena ia percaya dengan Finn.
Mendengar nama Sean, entah mengapa Finn merasa sakit. Meski sebenarnya dia sudah tahu jika sepupunya itu sudah tahu identitas Elie sebagai Queen.
"Jadi benar, dia sudah menyadari identitas El, sebagai Queen" ucap Finn dalam hati
Mendengar itu Elie menggenggam tangan Finn lembut dan tersenyum manis ke arahnya di balik masker yang ia kenakan.
"Sean tidak sengaja menyadari aku sebagai Queen saat kami bertemu di perusahaan. Kau tidak usah khawatir, bukankah kau lebih tahu segala tentangku di bandingkan orang lain?" ucap Elie
"Kau benar, aku tidak masalah tentang itu, karena aku percaya padamu" ucap Finn tersenyum dengan hangat dan menggenggam erat tangan Elie dan mengecup telapak tangannya lembut.
Drrrrttt....
Telepon Elie tiba-tiba bergetar, terlihat nama Sean terpampang di sana. Elie melihat ke arah Finn yang masih tersenyum manis padanya.
"Angkatlah, mungkin dia ada perlu berbicara sesuatu denganmu" ucap Finn mengelus telapak tangan kanan Elie, mengisyaratkan jika ia tidak masalah dengan itu.
Elie menggeser tanda jawab di layar ponselnya menggunakan tangan kiri. Elie loudspeaker teleponnya, meskipun Finn tidak meminta padanya untuk melakukan itu.
Karena Elie tidak ingin ada yang perlu di sembunyikan dalam suatu hubungan, kecuali beberapa hal yang memang harus di simpan sendiri.
"Halo... " suara merdu nan indah terdengar dari mulut Elie setelah ia membuka maskernya.
"Halo Elie" ucap Sean terdengar lembut dan antusias di seberang.
Cemburu? Tentu saja Finn merasakan hal itu, apalagi ia tahu sepupunya itu juga memiliki perasaan Cinta pada gadisnya. Tapi ia memutuskan untuk percaya sepenuhnya dengan gadisnya dalam menjaga komitmen suatu hubungan.
"Ada apa Sean?" tanya Elie sambil menyenderkan kepala di bahu Finn.
__ADS_1
Perasaan Finn menjadi menghangat, Ia tahu jika Elie takut dirinya salah paham dengan itu. Dan secara tidak langsung mengatakan untuk tidak khawatir dan percaya jika Elie hanya miliknya.
"Apa kau sibuk hari ini?" tanya Sean lembut
"Ya, aku hari ini cukup sibuk. Kenapa memangnya?" tanya Elie
"Bisa tidak ke kediaman keluargaku sebentar? Keluarga dari pihak ibuku ingin bertemu denganmu, karena sebentar lagi mereka akan kembali pulang ke China" ucap Sean
"Kenapa mereka ingin bertemu denganku? Aku bahkan tidak kenal dengan mereka" ucap Elie meskipun ia tahu maksud Sean, menginginkan ia datang.
"Aku juga tidak tahu, tapi mereka ingin bertemu sebentar sebelum mereka pergi" ucap Sean karena bingung, tidak tahu harus menggunakan alasan apa.
"Apa ini Aurelie? Bisakah kau datang ke sini sebentar? Kakek hanya ingin bertemu sebentar saja denganmu sebelum pulang ke China" terdengar suara Jackson menggunakan bahasa mandarin.
"Kakek..." ucap Sean terkejut mendengar suara kakeknya setengah berteriak di dekat ponselnya.
Elie tentu tahu yang di maksud Jackson. Karena Elie menguasai beberapa bahasa yaitu, Indonesia, inggris, jepang, mandarin, spanyol, prancis, jawa dan sunda.
Elie mendongak ke arah Finn, Finn hanya tersenyum dan mengecup singkat kening Elie dengan sayang.
"Terserah kamu" ucap Finn tanpa suara hanya gerakan mulut saja.
"Kirim alamat rumah kamu, jika aku sempat aku akan ke sana, setelah ini" ucap Elie memotong, ia hanya tidak tega saat mendengar suara Jackson.
Tidak ada salahnya ia bertemu sebentar saja dengan keluarga Chu. Untung-untung menambah rekan dari negara lain, yang nantinya akan mempermudah untuk bisnisnya.
Mendengar itu tentu saja Sean merasa sangat senang.
"Kalau begitu biar aku akan menjem..." ucap Sean
"Tidak perlu, kirim saja alamatnya. Aku tutup dulu" ucap Elie langsung menutup teleponnya secara sepihak.
"Kamu tidak marah?" tanya Elie pada Finn
"Tentu aku tidak marah, kenapa harus marah? Aku percaya padamu, sayang. Jadi jangan terlalu banyak berfikir, oke" ucap Finn.
"Terimakasih" ucap Elie sedikit lega Finn tidak marah dengan keputusan untuk datang ke sana.
__ADS_1
Jarak mereka berdua begitu dekat, Nafas masing-masing terasa dan sedikit berat karena mata mereka bertemu dan jantuk kefuanya berdetak kencang.
Dengan berani Finn menyentuh dan mengelus pipi Elie, dan sedikit memajukan wajahnya. Elie refleks memejamkan matanya.
Tok! Tok! Tok!
Kaca mobil di ketuk oleh seseorang, membuat keduanya terkejut. Padahal jarak mereka hanya kurang dari satu senti sebelum kedua bibir hangat itu saling menyentuh dan ciuman pertama mereka gagal karenanya.
Wajah keduanya menjadi memerah, beruntung kaca mobil Finn menggunakan kaca film yang orang luar tidak bisa melihat bagian dalam mobil.
Kalau tidak, mungkin mereka akan malu karena hampir kepergok berciuman.
Finn membuka kaca mobilnya, membuat Keegan pelaku yang sudah mengganggu acara ciuman itu mengerutkan kening heran melihat Finn yang sama sekali tidak ia kenal. Namun kerutan di keningnya mengendur saat melihat Elie di sampingnya.
"Qu... Ekhm... Elie ternyata kamu... Kenapa kamu tidak keluar dari mobil aku perhatikan sejak tadi?" ucap Keegan meralat panggilan Queen karena di depan orang lain.
"Aku tadi mencari masker, ini baru ketemu, ayo kita masuk! Finn ayo turun!" ucap Elie yang di angguki Finn.
Keegan sedikit bergeser karena Finn membuka pintu mobil, Ia menatap aneh ke arah Finn. Namun Finn hanya terkekeh dalam hati melihat tatapan Keegan padanya.
Itu terasa seperti tatapan seorang kakak, saat tahu adik perempuan kesayangannya jalan dengan bersama gebetannya. Mungkin saja sebentar lagi ia akan di interogasi oleh calon kakak ipar angkatnya itu.
Kedatangan Finn juga membuat Daniel dan juga pelayan di mansion sangat terkejut. Pasalnya, selama ini tidak pernah ada orang lain yang di bawa Queen ke tempat kediaman pribadinya itu. Dan Finn adalah orang pertama selain Daniel dan Keegan, yang pelayan yakini sebagai kakak Nona mudanya itu.
Finn berdecak kagum melihat tempat tinggal pribadi kekasihnya, ia mengacungi jempol terhadap selera Elie yang sangat bagus dan juga mewah.
"El..." ucap Keegan dengan tatapan tajamnya dan sesekali menatap tajam juga ke arah Finn.
Elie tahu jika Keduanya menuntut penjelasan mengenai Finn.
"Dia kekasihku" ucap Elie yang sukses membuat mata keduanya membola karena terkejut.
"Dia juga tahu identitasku sebagai Queen dan Queen A. Jadi tidak perlu ada yang di sembunyikan dari dirinya saat kalian bertemu" lanjut Elie.
"Benar begitu, bocah?" tanya Keegan ke arah Finn dengan nada dingin dan datar. Sangat berbeda saat ia bicara dengan Elie barusan.
"Benar, saya kekasih Queen kalian. Salam kenal Kak Keegan, Kak Daniel, nama saya Finn Jarvis Lance. Kalian bisa memanggilku Finn" ucap Finn dengan suara beratnya yang tegas dan sopan. Jangan lupakan juga senyum indah nan menawan itu.
__ADS_1
...