Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Official


__ADS_3

Setelah Dani keluar, Angga dan Tari hanya diam saja tanpa ada salah satunya yang berani membuka suara selama beberapa menit.


"Maaf Kakakku hanya bercanda saja tadi" ucap Tari memecah keheningan.


Ia merasa tidak enak dengan Angga, terlebih ia tahu jika perasaannya pada Angga hanya bertepuk sebelah tangan. Dan rasanya sakit karena masih belum bisa menghilangkan rasa cintanya pada Angga.


"Tidak apa-apa" ucap Angga tersenyum


"Oh iya, kamu tahu dari mana kalau aku ada di sini?" tanya Tari


"Dari Elie" ucap Angga jujur


"Elie?" tanya Tari, hatinya sakit mendengar Angga menyebut nama wanita lain.


"Adik bungsuku, Aurelie" ucap Angga menjelaskan agar Tari tidak salah paham.


"Oohh..." perasaan Tari mendadak lega saat mendengar jika itu adalah Adik Angga.


Meskipun Tari belum bertemu Elie ataupun Alexa, ia tahu jika Aurelie dan Alexa adalah dua adik Angga.


Tari tahu jika Alexa adik pertamanya yang di panggil Lexa. Sedangkan Aurelie di panggil Aurel saat itu oleh Angga.


Laki-laki yang di cintai nya itu sempat menceritakan betapa berartinya kedua adik perempuan baginya.


"Ada apa kamu menemuiku, tidak mungkin kamu merindukanku, bukan?" tanya Tari yang terkekeh dan mengajak Angga bercanda.


"Benar, aku merindukanmu" ucap Angga


Degh!


Jantung Tari berdetak kencang, namun ia seketika menggelengkan kepalanya agar dirinya sadar. Jika Angga hanya bercanda padanya.


"Terimakasih, ucapanmu sangat menghibur" ucap Tari memaksakan senyumnya


"Aku serius Tari" ucap Angga


"Kamu ini bercanda terus" ucap Tari tertawa dan memukul bahu Angga pelan.


GREP!!!


Tangan Tari di genggam oleh Angga, membuat Tari terdiam kaku karena syok.


"Maafkan aku Tari, maaf dulu aku terlalu pengecut dan tidak berani mengatakan apa yang aku rasakan padamu" ucap Angga menatap tari dengan perasaan penuh cinta.


"A-apa mak-sudmu Ga?" ucap Tari terbata-bata, jantungnya berdetak kencang. Ia mengharapkan jika Angga akan menyatakan perasaan padanya.


"Aku mencintaimu Tari, sejak dulu. Maaf aku sudah menyakiti hati kamu karena aku terlalu pengecut untuk mengakuinya" ucap Angga


"Hikss...Hikss..." Tari kini tidak sanggup menahannya dan menangis bahagia, ia tidak menyangka penantian akan cintanya 5 tahun akhirnya terbalas juga.


"Jangan menangis, aku mohon!" ucap Angga yang kini kedua tangannya menopang wajah cantik Tari yang di penuhi air mata dan mengusapnya dengan kedua ibu jarinya.


"Ak-aku bahagia Ga, ak-akhirnya kau mem-balas cintaku. Ak-aku mencintaimu Angga" ucap Tari sesenggukan dan menorehkan senyum manis di sela Isak tangisnya.

__ADS_1


"Aku tahu, sayang. Sudah jangan menangis lagi, sekarang maukah kita memulainya dari awal dan memberikan kesempatan untukku menebus semuanya, hmm?" tanya Angga tersenyum hangat


Tari hanya mengangguk dengan semangat, membuat Angga tersenyum, ia memeluk dan mencium kening Tari lembut.


Keduanya saling menatap, tak lama Tari menutup matanya. Angga paham apa yang di inginkan gadisnya.


Dengan lembut ia menempelkan bibirnya di bibir gadis yang saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya itu. Angga me**mat dan ciuman itu di balas oleh Tari, hingga keduanya ciuman panjang dan tidak ingin mengakhirinya.


....


Kelvin sudah kembali ke kantor, Sean mengantar kekasihnya Alexa ke tempat pemotretan. Sedangkan Elie dan Finn masih di resto, menikmati momen berdua.


Finn memeluk tubuh Elie dari belakang, keduanya menikmati keramaian dari lantai tiga resto.


"Sayang, aku ingin segera menikahimu" ucap Finn


Elie yang mendengarnya tersenyum dan mengelus tangan kekar yang melingkar di perutnya itu.


"Kita akan segera menikah, bersabarlah" ucap Elie


"Hmm, aku sangat mencintaimu" ucap Finn


"Aku tahu" ucap Elie


"Bukan begitu jawabannya sayang" ucap Finn merajuk, membuat Elie terkekeh.


"Aku juga mencintaimu Finn, aku beruntung mendapat kesempatan hidup dan bertemu denganmu" ucap Elie tulus.


"Justru aku yang yang sangat beruntung karena bertemu denganmu sayang" ucap Finn mengeratkan pelukannya dan mencium kening Elie.


"Kemana?" tanya Elie bingung.


"Kita minta restu ke ayah" ucap Finn


Mendengar itu Elie merasa rindu dengan ayahnya dan juga senang karena Finn mengingat tentang ayahnya.


mereka berdua kemudian pergi ke Eleanor Group. Saat mereka sampai area parkir gedung perusahaan Adrian. Mereka melihat Rico keluar dari sana.


Finn menggenggam tangan Elie lembut.


"Aku sudah tidak apa-apa" ucap Elie tersenyum menatap Finn


"Sungguh?" tanya Finn, ia takut kekasihnya itu masih trauma dengan masa lalunya.


"Aku sudah melepas trauma itu berkat kamu, Terimakasih sayang" ucap Elie memeluk Finn.


"Ucapkan sekali lagi" ucap Finn.


"Terimakasih" ucap Elie lagi


"Bukan itu" ucap Finn


"Aku sudah lepas dari trauma?" tanya Elie

__ADS_1


"Bukan itu, coba kamu ulangi panggil aku apa tadi" ucap Finn, membuat semburat merah di wajah Elie karena malu.


"Finn ih kamu ini" ucap Elie


"Ayolah, aku ingin mendengarnya lagi" ucap Finn.


"Sayang" ucap Elie dengan malu


"Ya sayang" jawab Finn, yang di balas kekehan dari Elie.


"Sudah, Ayo kita turun!" ucap Elie kemudian ia turun dari mobil Finn.


...


Elie dan Finn sampai di ruangan kerja Adrian, ia langsung masuk setelah di persilahkan masuk oleh Adrian setelah mengetuk pintu.


"Ayah" panggil Elie pada ayahnya itu.


"El, ternyata kamu. Kamu juga datang Finn, ayo duduk!" ucap Adrian dengan tersenyum menyambut putri angkatnya dan juga Finn.


"Ada apa hmm? Tumben datang ke sini?" tanya Adrian


"Apa aku harus ada apa-apa baru boleh datang melihatmu, ayah?" ucap Elie


Adrian sedikit tertegun, tingkah dan ucapan Elie sangat mirip dengan putri bungsunya. Namun ia mengenyahkan pikiran itu, ia hanya merindukan putri kesayangannya itu.


"Tentu saja boleh sayang" ucap Adrian gemas .


"Ayah, ada yang ingin kami bicarakan" ucap Finn serius


Adrian terkejut Finn memanggilnya ayah, namun ia tidak keberatan dengan panggilan itu


"Tentang apa, Finn?" tanya Adrian.


"Kami datang ingin meminta restumu, Ayah. Aku ingin segera menikahi Elie" ucap Finn


Adrian tersenyum bahagia, ia senang mendengar Finn dan Elie akan segera menikah dan meminta restunya, meskipun itu terdengar sedikit aneh menurut nya.


"Bukankah lebih baik kau melamar Elie pada orang tuanya langsung Finn" ucap Adrian


"Aku sudah mengatakan akan melamar Elie pada Daddy, Ayah. Dan saat ini aku ingin meminta restumu" ucap Finn


Adrian mengangguk paham, ia juga terharu karena dengan kedatangan Finn dan Elie. Ia merasa di anggap sangat penting oleh keduanya.


"Aku merestui kalian berdua" ucap Adrian tersenyum. Finn sangat senang mendengar itu, karena ia mendapat restu dari orang tua calon istrinya.


"Ayah, ada yang ingin aku katakan" ucap Elie menghela nafasnya.


"Apa itu nak?" tanya Adrian mengerutkan keningnya.


Elie beranjak dari duduknya dan duduk berlutut di bawah kaki Adrian. Adrian terkejut melihatnya namun ia lebih terkejut dengan apa yang di dengarnya.


"Maafkan aku ayah, aku baru berani mengatakannya padamu sekarang. Sebenarnya aku adalah Rani, putrimu" ucap Elie yang meneteskan air matanya.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2