Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Kesempatan Angga


__ADS_3

Semua orang terkejut mendengar ucapan Sean, sedangkan Alexa hanya menunduk dan mencoba menenangkan debaran di hatinya.


"Kalian sudah official?" tanya Finn terkejut


"Hmm, kami sudah jadian. Jadi kau bersabarlah, biarkan kami menikah terlebih dulu" ucap Sean


"Ckk, kau baru juga jadian. Kita yang lebih dulu pacaran malah suruh nunggu lagi" ucap Finn tidak mau dirinya keduluan sepupunya itu.


"Finn, yang sopan! Dia kakak sepupumu" ucap Elie menegur Finn.


"Tuh dengar, bocah! Bagus adik ipar ha-ha" ucap Sean mengejek.


"Kak Sean, kakak juga jangan mengejek Finn. Atau aku tidak memberikan restu untuk menikahi kakak perempuanku" ucap Elie lagi.


Sontak membuat Sean mati kutu terdiam, ia takut ancaman Elie terjadi. Beberapa detik kemudian semuanya tertawa kecuali Angga yang sedari tadi hanya diam.


"Aku sebagai adik akan mengalah membiarkan kakakku menikah terlebih dulu. Tapi kak Sean dan Kak Lexa harus mendapatkan restu mommy, Daddy dan kak Angga terlebih dulu" ucap Elie


"Daddy tidak masalah, tapi tidak tahu Angga, bagaimana menurutmu? Alangkah baiknya jika putraku satu-satunya juga memiliki calon istri" ucap Kelvin.


"Dad..." ucap Angga lirih, ia tidak tahu harus berkata apa.


"Kak Sean lebih baik ganti hari lain untuk melamar Kak Lexa" ucap Elie


"Kenapa?" ucap Sean merasa kurang suka dengan pendapat Elie.


"Biarkan Kak Angga duluan yang melamar kak Tari" ucap Elie membuat Angga menoleh dan menatap adik bungsunya itu dengan tatapan tidak percaya.


"Dek..." ucap Angga terpotong karena ucapan Elie


"Pergilah kak, ungkapkan perasaan kakak yang selama ini kakak pendam. Kau tahu? Kak Tari lebih sakit perasaannya karena secara tidak sengaja di lukai olehmu secara terus menerus dan mengharapkan mu. Jangan sampai kakak menyesali semuanya di kemudian hari" ucap Elie menasehati.


"Elie benar kak. Meskipun aku tidak tahu siapa itu Kak Tari, tapi benar bahwa cinta harus di perjuangkan. Setidaknya ungkapkan apa yang kakak rasakan hingga hati kakak tidak tertekan. Jangan sampai waktu menghapus semuanya. Bukan hanya cinta kak Tari yang mungkin akan terhapus, bisa jadi kak Tari menghilang tanpa bisa kembali, dan kakak hanya akan merasakan penyesalan dan rasa bersalah seumur hidup" ucap Finn memberikan masukan.


Elie menatap kekasihnya dan tersenyum, ia sangat bersyukur memiliki pasangan yang sangat peka. Dan kekasihnya itu bisa membuat orang tersadar hanya dengan beberapa katanya saja.


Sebut saja salah satunya adalah Sean, yang kedua adalah Angga. Lihat saja, Angga langsung berdiri dari duduknya setelah mendengarkan ucapan Finn karena pikirannya sudah terbuka.


"Kak!!" panggil Elie membuat langkah Angga terhenti dan berbalik melihat adiknya.


"Apartemen Gloria tower A nomer 909" ucap Elie


"Terimakasih El, Finn dan semua. Kakak pergi dulu" ucap Angga tersenyum

__ADS_1


Semua orang melihat ke arah Elie dengan penasaran setelah Angga keluar dari ruangan.


"Aku sudah menyelidikinya. Kakak berbohong mengatakan dia hanya menganggap Kak Tari hanya sahabat atau teman. Kak Tari wanita baik dan dari keluarga baik-baik juga, aku yakin kalian akan menyukainya" ucap Elie paham dengan pandangan semuanya.


"Bukankah Kak Tari ada di negaranya?" tanya Alexa.


"Dia ada di sini kak, kebetulan sedang liburan" ucap Elie ambil meminum orange juice miliknya.


"Jadi kapan aku bisa melamar Alexa?" tanya Sean


"Astaga Kak, sabar sedikit napa? Kak Lexa juga nggak akan di gondol orang lewat karena kakak menunggu beberapa hari" ucap Finn kesal karena Sean tidak sabaran.


"Ha-ha-ha" tawa Kelvin tidak pecah, membuat semuanya menoleh ke arahnya.


"Ekhmmm, Sean bisa melamar Lexa setelah Angga membawa calonnya ke rumah dan meminta Daddy dan mommy melamar gadisnya. Untuk pernikahan bagaimana jika di satukan saja" ucap Kelvin


"Maksud Daddy kami berenam menikah bersamaan?" ucap Alexa


"Ya" ucap Kelvin.


"Kalau aku terserah Elie, selama dia mau aku tidak keberatan" ucap Finn menatap gadisnya dan tersenyum manis.


"Aku juga, selama Alexa mau, aku juga tidak keberatan" ucap Sean.


....


Angga kini memarkirkan mobilnya di apartemen Glory, ia menatap hunian yang menjulang tinggi itu.


Dengan langkah pasti ia melangkah menuju lantai 9 tower A, di mana Tari berada.


Ting! Nong!


Angga menekan bel dan tak lama pintu itu terbuka. Senyum Angga luntur dan di gantikan kening yang mengerut melihat seorang laki-laki tampan yang membuka pintu.


"Cari siapa?" tanya Laki-laki itu


Angga memikirkan apa ia salah mengetuk pintu. Namun jawabannya langsung dia terima kala suara wanita yang sangat ia kenali terdengar dari dalam apartemen itu.


"Siapa?" teriak Tari dari dalam.


"Tidak tahu sayang, dia diam saja ini" ucap Laki-laki itu


Mendengar panggilan sayang, Angga berdiri mematung. Sepertinya ia terlambat datang, sepertinya kesempatannya benar-benar sudah hilang.

__ADS_1


Hatinya terasa sangat sakit, ternyata benar yang di ucapkan Finn. Seharusnya ia berjuang sebelum semuanya terlambat dan membuatnya menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan.


"Angga!!" ucap Tari terkejut saat ia melihat siapa yang datang.


Angga memaksakan senyumnya, padahal dalam hati ia sangat terluka melihat kenyataan gadis yang ia cinta telah di miliki orang lain.


"Kamu tahu dari mana aku tinggal di sini? ayo masuk!" ucap Tari tersenyum manis.


Melihat Angga yang hanya diam saja, Tari menarik Angga untuk masuk.


"Duduklah, aku buatkan minum dulu" ucap Tari kemudian beranjak ke dapur.


"Hai, namaku Dani" ucap Dani tersenyum ke arah Angga dan mengulurkan tangannya.


"Angga" ucap Angga membalas jabatan Dani.


"Kau sudah lama kenal Riri?" tanya Dani


"Riri? Hmm, sejak kuliah" ucap Angga.


"Ini, silahkan di minum!" ucap Tari yang membawa minuman dan juga satu toples kue kering.


"Terima kasih sayang... Awwwss sakit Riri" ucap Dani


Hati Angga mencelos begitu saja, ia merasakan luka di hatinya bertambah menganga setelah mendengar panggilan sayang Dani.


"Jangan sembarangan ngomong Kak, nanti orang yang dengar dan tidak tahu bisa salah paham" ucap Tari, ia merasa tidak nyaman dengan panggilan Dani.


"Kak?" tanya Angga terkejut


"Ya, Kak Dani adalah kakakku" ucap Tari tersenyum sangat manis ke arah Angga.


Mendengar itu, luka di hati Angga bagaikan tertutup kembali, udara sejuk menyelimuti hatinya. Seuntas senyum tipis mengembang di wajahnya.


"Hei kenapa kau senyum bro. Lega ya denger kalau aku ternyata kakaknya Riri, bukan kekasihnya apalagi suaminya?" ucap Dani menggoda Angga. Angga gelagapan sendiri karena ketahuan oleh Dani.


"Kakak ih apa an sih. Udah sono pergi, katanya mau jemput kak Bella dan Fahmi. Kak Bella ngambek nanti uring-uringan" ucap Tari


"Astaga kakak lupa, bisa-bisa kakak ipar dan keponakanmu ngambek karena kakak telat jemput" Ucap Dani terkejut saat mengingat istri dan juga anaknya yang masih dua tahun itu.


"Aku tinggal ya bro, takut kena amukan istri kalau telat jemput. Ingat!!! Jangan sakiti perasaan adik kesayanganku, dia sudah cukup untuk bersabar dan tidak ingin menjalin hubungan dengan pria lain. Kalau kamu menyakiti nya, kamu akan habis di tanganku" ucap Dani kemudian melangkah keluar dengan tergesa-gesa, meninggalkan Adiknya dengan Angga berdua saja di apartemen.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2