
Sebelumnya di toilet saat Elie mencoba untuk menenangkan dirinya setelah bertemu dengan masa lalunya, Cheryl dan Rico.
Elie menyalakan westafel dan membasuh wajahnya dengan air dingin, namun rasa panas di hatinya belum juga padam. Lalu ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tuuutttt Tuuuutttt
"Halo sayang, kamu sudah selesai?" ucap lembut suara di seberang telepon, tak lain dan tak bukan adalah Finn.
"Finn" ucap Elie dengan lemas dan gemetar.
"Sayang, El. kamu kenapa? Apa yang terjadi?" ucap Finn terdengar sangat panik dan khawatir di seberang sana.
"Aku tidak apa-apa, ha-nya saja tubuhku tidak berhenti gem-metar" ucap Elie duduk berjongkok.
"Apa yang terjadi? Kamu ada di mana? Aku menjemput mu sekarang!" ucap Finn dengan tergesa-gesa mengambil kunci mobilnya.
"Aku ada di Kantor Ayah. Aku..A-aku bertemu Rico dan Cheryl., entah kenapa tubuhku gemetar. Aku menelepon mu agar aku merasa sedikit tenang, aku tidak tahu har-rus mengatakannya pada siapa selain kamu" ucap Elie
"Sayang, dengarkan aku. Coba sekarang kamu Tarik nafas dalam-dalam, hembuskan dengan pelan, terus ulangi sampai kamu tenang. Usahakan kamu tidak berpikir tentang kedua orang itu dulu. Biarkan kamu rileks dulu" ucap Finn yang di turuti Elie.
Perlahan Elie mulai tenang, nafasnya sudah mulai stabil.
"Dengarkan aku, mereka hanya masa lalumu, aku yakin kamu bisa menghadapinya. Lagian mereka tidak akan mengenalimu dengan penampilan mu yang sekarang. Kamu harus lawan trauma itu, yang harus kamu ingat, ada aku di sini! Ada aku yang selalu di sisi mu dan mendukung mu, apapun yang terjadi" ucap Finn
"Elie sayang, Jika kau tidak sanggup menghadapi mereka, biarkan aku yang melakukan nya. Aku akan menuruti semua keinginanmu, apapun itu. Jika kau mau, aku lenyapkan mereka berdua, atau membuat mereka tersiksa sedikit demi sedikit, Sampai mereka memohon untuk mencabut nyawanya" ucap Finn
"Kau benar, aku pasti bisa menghadapinya. Aku pasti bisa! Untuk ini, biar aku saja yang melakukan nya, aku akan membalasnya dengan caraku sendiri" ucap Elie
"Baiklah, jika itu keinginanmu" ucap Finn mengikuti keinginan kekasihnya
"Finn... Terimakasih, aku beruntung memiliki mu" ucap Elie
__ADS_1
"Sama-sama, untukmu aku akan melakukan semua yang aku bisa. Aku yang sangat beruntung memiliki wanita hebat seperti dirimu." ucap Finn
"Selesai kan masalahmu, aku akan ke sana sekarang, aku tunggu di area parkir. Jika ada apa-apa, telepon saja aku. Aku akan segera datang" ucap Finn
"Oke" ucap Elie.
Setelah mematikan telepon nya, ia segera kembali ke ruangan Adrian. Namun ia mendengar percakapan antara Adrian dan Rico, Elie mengepalkan tangannya mendengar ucapan tidak tahu malu Rico.
"Terserah Tuan ingin mengatakan apa, aku tetap akan mempertahankannya. Apa yang bisa anda lakukan jika aku tidak tanda tangan? Aku pastikan Aset Rani akan aku jaga sampai aku mati" ucap Rico tetap mempertahankan ego-nya.
"Aku tidak butuh tanda tanganmu untuk memiliki Air Hotel, tuan Sebastian" ucap Elie ia memutuskan untuk angkat suara sekarang.
Kedatangan Elie membuat Rico terkejut, namun ia berusaha bersikap biasa.
"Maaf Nona Queen, meskipun anda adalah orang terkaya nomer satu di negara ini. Anda tidak berhak memutuskan secara sepihak tentang pengambilan alih saham istriku" ucap Rico dengan percaya dirinya
"Seharusnya aku yang minta maaf Tuan Sebastian yang terhormat. Saya harus mengatakan, jika anda terlalu percaya diri dalam menilai sesuatu. Saya tahu jika pemindahan kepemilikan saham, harus atas nama pemillik terdahulu atau pewarisnya yang sah setelah pemilik sebelumnya meninggal" ucap Elie diam sejenak.
"Tapi, apakah anda tahu, hotel ini sudah menjadi milik saya secara Sah. Karena mendiang Airani secara hukum tertulis, menyerahkan kuasanya untuk saya untuk mengelola semua asetnya, dan semua itu atas nama saya, setelah beliau tiada. Termasuk kediaman yang dulu kalian berdua tempati dan juga kediaman yang saat ini kamu dan istrimu sekarang tempati" ucap Elie dengan tersenyum mengejek di balik maskernya.
"K-kau bohong! Itu tidak mungkin!!" ucap Rico terkejut dan menyangkalnya
"Kau bisa membodohi semua orang tuan Sebastian, mengklaim jika rumah kecil di perbukitan adalah milikmu. Tapi, aku tahu semuanya, jika rumah itu milik Guruku Airani, yang ia beli untuk ia tinggali setelah masa tuanya, karena ingin hidup dengan tenang di daerah pegunungan yang sejuk" ucap Elie membuat Rico dan juga Adrian terkejut.
"Ke-ken-kenapa kau bi-sa tahu?" ucap Rico terkejut.
"Karena saat Airani membeli rumah itu, aku yang mengantarnya dan aku juga merekomendasikan rumah itu padanya" ucap Elie
"Si-siapa kamu se-sebenarnya?" tanya Rico dengan perasaaan takut.
"Aku? Aku murid, saudara sekaligus sahabat Airani satu-satunya. Dan aku memiliki surat wasiat Airani, itu sah di mata hukum. Baca salinan wasiat itu baik-baik! Aku yakin kau mengenali tulisan tangan mantan istrimu, bukan?" ucap Elie.
__ADS_1
Badan Rico gemetar saat melihat surat wasiat itu, ia tidak percaya jika istrinya sudah menyiapkan wasiat sehari sebelum ia memergoki dirinya dan Cheryl.
Tentu saja bisa, Karena Elie melakukan manipulasi dengan menulis itu beberapa hari yang lalu dan memalsukan tanggalnya. Dia juga sudah memberikan surat itu ke kuasa hukum Q.A Group. Dan itu sah secara hukum, karena tulisan itu tulisan tangan asli Airani dan juga tertera tanda tangannya di atas materai.
...
Finn sudah sampai di area parkir perusahaan Eleanor Group. Ia menunggu dengan setia di sana, tanpa keluar dari dalam mobil. Ia selalu memantau ponselnya, agar jika Kekasihnya membutuhkan dirinya, dia sudah siap dan langsung datang.
TING!
sebuah pesan masuk.
Finn segera melihatnya, takut itu pesan dari Elie. Namun ia mendengus kesal karena pesan itu dari sang tangan kanannya, Justin.
💬Ketua tolong pertimbangkan lagi dengan yang kita bicarakan di perusahaan. Jika perlu, anda coba meminta izin ke nona muda. Hal ini tidak bisa di biarkan terlalu berlarut dan harus di selesaikan. Mengingat date line harus di kejar sebelum proyek itu di mulai. - Justin
"Justin sialan, kenapa masalah sepele seperti ini harus aku sendiri yang selesaikan" maki Finn kesal
"Si tua Bangka sialan itu menganggap rendah diriku, kurang ajar! Lihat saja, akan ku buat dia hancur berkeping-keping beserta keluarga nya" teriak Finn di dalam mobil dan memukul stir.
Finn kemudian menghela nafasnya dan emosinya mereda saat telepon nya kembali berbunyi dan melihat nama kekasihnya tertera di sana.
"Halo sayang" ucap Finn dengan lembut
"...."
"Aku di area parkir blok A, Kamu yang kemari atau aku yang menjemputmu di dalam?" tanya Finn
"...."
"Baiklah aku tunggu di sini" ucap Finn yang sudah bersiap-siap bertemu sang kekasihnya tercintanya
__ADS_1
...••••...