Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Menjahili Finn


__ADS_3

Di pusat jajanan dan oleh-oleh, Elie sibuk memilah barang dan makanan yang akan ia bawa untuk di berikan pada keluarga dan kerabatnya sebagai oleh-oleh khas Gili Trawangan.


Ia mengabaikan Finn yang sejak tadi mengajaknya berbicara. Jujur saja Elie sangat tidak mood setelah apa yang terjadi di depan hotel.


Tapi ia juga tidak bisa melampiaskan pada Finn, jadi ia buang jauh-jauh pikirannya buruknya, di gantikan dengan pikiran jahilnya ia sengaja mengerjai suaminya itu dengan berpura-pura mengabaikannya.


Melihat istrinya yang terus mengabaikan dirinya, Finn tidak pantang menyerah untuk mengajaknya berbicara.


Ia tidak tahan di abaikan oleh orang yang ia cintai. Ia takut istrinya marah dan terus mengabaikannya,bia tidak akan sanggup jika begitu.


"Sayang, jangan mengabaikan aku terus. Aku tidak biasa melihatmu diam, ayolah sayang maafkan aku" ucap Finn merengek seperti anak kecil.


Elie tetap mengabaikan dan asik memilih pakaian yang ingin ia belikan untuk Moza, adik iparnya.


"Sayang..." ucap Finn terus merajuk dengan wajah memelas nya.


Karyawan yang melihatnya hanya menahan tawanya karena merasa Finn sangat lucu. Mereka tahu jika Elie hanya sengaja melakukan itu untuk mengerjai suaminya.


Lihat saja Elie tengah mati-matian menahan tawanya agar tidak meledak, saatelihat ekspresi merajuk Finn.


Di rasa sudah puas mengerjai sang suami, Elie akhirnya mengangkat suaranya dan tidak tahan dengan tingkah Finn.


"Berhenti merengek, malu di lihat orang" ucap Elie dengan nada datar, meskipun dalam hati ia menahan tawanya.


Walau mendengar nada datar Elie, Finn tetap tersenyum lebar karena istrinya sudah mau bicara lagi dengannya.


"Sayang, akhirnya kamu bersuara juga. Kau tahu, aku tidak biasa kamu abaikan, aku tidak tahan, maafkan aku oke!" ucap Finn sambil memeluk pinggang istrinya.


"Issh, diamlah dan lepaskan pelukannya. Ini di depan umum! Lihat banyak orang menatap ke arah kita" ucap Elie mencoba melepas pelukan Finn.


Namun Finn enggan melepasnya malah mengeratkan pelukannya, membuat Elie pasrah saja dan tersenyum canggung ke arah karyawan di sana yang melihat ke arah mereka.

__ADS_1


"Tolong bungkus yang saya tunjuk tadi ya mbak," ucap Elie.


Mendengar itu karyawan merasa senang karena dagangan mereka di borong banyak. Mereka dengan cepat membungkusnya.


Saat ingin membayar, Finn dengan sigap mengambil kartu yang di sodorkan istrinya. Karena ia tahu itu bukan kartu yang di berikan padanya.


"Simpan kembali, aku tidak akan mengizinkan kamu membelinya uangmu sendiri. Pakai kartu yang sudah aku berikan padamu" ucap Finn tegas.


Elie hanya menghela nafas dan mengeluarkan kartu BCA yang di berikan sang suami. Karena tidak mungkin ia mengeluarkan Black Card maupun Diamond Card untuk berbelanja di sini bukan? karena ini bukan mall ataupun merek terkenal lain, ini hanya toko pusat oleh-oleh di tempat wisata.


Ya, setelah keduanya menikah. Finn memberikan tiga kartu untuknya. Black Card, Diamond Card dan satu platinum Card Bank BCA.


Black Card dan Diamond Card adalah kartu non limit. Sedangkan Platinum Card Bank BCA punya limit transaksi lewat EDC adalah 100 juta.


Meskipun begitu, uang masuk dari Finn perbulan untuk sang istri di Card BCA, mungkin bisa membeli rumah mewah di kompleks Elit. Dan itu hanya sekedar untuk uang belanja bulanan bukan untuk keperluan pribadi dan lainnya.


Dalam hati para karyawan, mereka sangat iri. Bisa kali mereka mimpi punya suami modelan Finn yang royal terhadap pasangan, tapi sayang nya itu hanya ada dalam mimpi semata.


"Terimakasih sudah berbelanja di toko kami, semoga anda puas dan kembali lagi" ucap karyawan toko dengan senyum cerah secerah cuaca Gili Trawangan hari ini.


Dan masalah bagaimana membawa barangnya? Tentu nya ada si Abang supir yang merangkap menjadi asisten gojag gajig selama mereka bukan madu.


...


Kini keduanya sudah berada di airport ingin kembali ke ibukota.


"Mas, Bagaimana dengan si Berkah namun hidupnya tidak Berkah itu?" tanya Elie.


"Hah?" ucap Finn tidak mengerti.


"Itu, cewek yang menghadang kita di depan Hotel" ucap Elie

__ADS_1


"Grace?" tanya Finn


"Hmm, siapa lagi kalau bukan dia? Kan arti nama dia Berkah bukan?" ucap Elie


"Ha-ha-ha, kau bisa saja sayang, cup!" ucap Finn mencium pipi istrinya gemas.


"Iihh mas, ini di tempat umum" ucap Elie menutup wajahnya malu.


"Biar saja, kita sudah sah ini" ucap Finn


"Sah sih Sah, tapi kan orang tidak tahu kita sudah menikah belum. Sudah ayo, itu pramugari sudah datang" ucap Elie


Tak lama pramugari khusus di pesawat jet milik Finn sudah datang memberi tahu keduanya untuk mengikutinya ke tempat di mana pesawat jet berada.


Elie mengacungi jempol terhadap pramugari cantik yang bekerja untuk mereka. Meskipun ia cantik dan menarik, tapi ia tidak murahan dan sama sekali tidak bersikap centil melihat Finn yang tampan.


Justru pramugari itu bersikap profesional. Finn paham apa yang di pikirkan sang istri, ia kemudian berbisik di telinga Elie.


"Semua staf perempuan yang bekerja dengan ku dengan jarak tatap muka kurang dari lima meter, semuanya adalah wanita yang sudah berkeluarga" ucap Finn membuat Elie terkejut dan menoleh ke arah suaminya.


"Mereka semua di seleksi ketat oleh orang-orangku. Semua staf memiliki Etos kerja dan atitude yang baik. Dan semua nya memiliki surat perjanjian kerja yang mereka tanda tangani sebelum memulai pekerjaan mereka. Di mana tidak boleh melakukan kontak fisik dengan ku, kontak mata berlebihan, juga bersikap genit, centil dan sekawannya" ucap Finn lagi


Elie hanya menganga tidak percaya apa yang ia dengar barusan dari mulut Finn.


"Aku melakukan ini karena ada perasaan yang harus aku jaga yaitu Kamu, istriku. Aku tidak ingin membuat salah paham, penyakit perkara dan kesempatan orang lain masuk dalam hubungan kita" ucap Finn tersenyum hangat.


Elie tersentuh ucapan sang suami, ia menggamit lengan Finn dan mengecup singkat pipi Finn dan tersenyum manis.


"Terimakasih" ucapnya singkat


Finn tentu saja merasa senang mendapat bonus kecupan dari sang istri. Ia ingin sekali membalas mencium sang istri dan menerkamnya.

__ADS_1


Namun ia harus bersabar, sampai keduanya berada di pesawat. Hahh, mungkin akan terjadi pesawat bergoyang.


...••••...


__ADS_2