Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Draft


__ADS_3

Maaf baru update, Author lagi hiling-hiling🤭 ini baru bisa nulis, karena udah ada di atas kapal Kirana VII tujuan Lombok😁🙏


Selamat membaca semuanya🙏


...*****...


Sepanjang perjalanan ke kediaman Eleanor, Cheryl terus menerus mencuri pandang ke arah samping, di mana Arthur tengah fokus mengemudi. Arthur jelas menyadarinya dan ia sedikit merasa tidak nyaman karenanya.


Sedangkan Adrian dan Kaylee yang berada di kursi belakang yang juga sama-sama canggung, karena duduk berdua dengan jarak yang dekat.


Finn dan Elie jelas menggunakan mobil sport milik Finn yang ia kendarai untuk mengantar jemput sang istri.


Jalanan hari ini tidak terlalu macet, hingga bisa di tempuh hanya 15 menit dari rumah sakit.


"Kak, kamar kakak ada di lantai dua dekat tangga sebelah kanan" ucap Elie saat mereka sudah masuk ke dalam mansion. Ia menunjukan di mana letak kamar Cheryl berada.


"Hmm, makasih El" ucap Cheryl tersenyum, kemudian ia dengan enggan berjalan ke kamarnya berada, sudut matanya terus melirik ke arah Arthur.


Tentu saja Elie tahu itu, ia merasa lucu saat melihat kakaknya ternyata tertarik pada lawan jenis. Namun ia tetap diam seolah-olah tidak tahu apa-apa.


Cheryl masuk ke dalam kamar miliknya dulu. Namun ia sama sekali tidak bisa mengingat apapun. Lalu Ia kembali turun ke ruang tamu, ia kecewa karena sudah tidak melihat Arthur di sana.


"Kak, Elie sama Finn pamit pulang dulu ya" ucap Elie pamit untuk pulang pada Cheryl, karena sebelumnya ia sudah pamit ke Adrian dan Kaylee.


"Loh kok cepet El? Nggak makan malam bareng dulu?" tanya Cheryl.


"Lain kali ya kak, kasihan Baby Al. Takut stok ASI nya sudah abis" ucap Elie.


"Hmm, ya sudah kalian berdua hati-hati di jalan" ucap Cheryl tersenyum.


Setelah Elie dan Finn pamit, Kaylee juga ikut pamit pulang. Namun Cheryl mengerutkan keningnya dan bertanya.


"Kenapa ibu pulang? Bukannya ibu tinggal bersama ayah dan aku di sini?" tanya Cheryl.


Di tanya seperti itu Kaylee tidak tahu harus menjawab apa. Adrian yang mendengar itu pun menjadi tidak enak sendiri.

__ADS_1


"Sayang, Kaylee tidak bisa tinggal di rumah kita. Ia punya rumahnya sendiri" ucap Adrian.


Mendengar itu Cheryl bingung dan berfikir, mencoba menerka apa yang di maksud ayahnya itu.


"Ah, maksud ayah, kalian sudah bercerai, begitu? Kenapa? Bukankah kalian terlihat sangat cocok? Kenapa tidak kembali rujuk?" ucap Cheryl penuh harap, yang membuat Adrian dan Keylee tersedak saliva mereka mendengar itu.


"Uhuuukk... Itu..." ucap Adrian bingung.


"Sayang, ibu pulang dulu ya, nanti ibu janji besok ibu akan main ke sini" ucap Kaylee ingin menghindar dan langsung pulang.


Ia tidak ingin di tanya lebih detail lagi, yang pastinya tidak bisa ia jawab. Cheryl hanya mengangguk pasrah dan mengizinkan Kaylee pulang.


...••••...


Finn, Elie dan Adrian saat ini pergi ke pengadilan. Karena hari ini adalah sidang keputusan Rico yang akan segera di putuskan.


"Tuan Adrian, saya mohon tolong maafkan putra saya. Dia dalam keadaan sakit kejiwaannya, dia tidak sadar saat melakukannya. Bisakah anda mencabut gugatan anda?" ucap ibu Rico yang datang juga bersama suaminya, tuan Sebastian.


Meskipun ia tahu sudah terlambat karena kasus anaknya sudah masuk ke pengadilan dan sudah berada di tahap keputusan hakim. Namun ia tetap berusaha, setidaknya masa vonis hukuman putranya tidak terlalu berat.


"Mencabut gugatan? Teruslah berharap!!" ucap Adrian kesal saat mendengarnya.


"Keluarga? Asal anda tahu nyonya, saya sudah cukup baik tidak memenjarakan Rico sejak dulu. Kau tahu, gara-gara Rico anak bungsu ku meregang nyawa dan sekarang kau pikir aku tidak punya batas kesabaran melihat kedua putriku meregang nyawa hanya karena anakmu?" ucap Adrian dengan keras dan penuh Amarah.


Jika bukan karena dulu Cheryl tengah hamil, ia tidak akan mengubah keputusannya. Seharusnya ia memenjarakan Rico tapi malah membuat mereka menikah, karena kasihan dengan bayi tidak berdosa yang belum lahir.


Namun kali ini ia tidak memiliki alasan lain untuk tidak memenjarakan bajingan Rico itu. Terlebih saat mengetahui Putri bungsunya masih hidup dan juga Rani kecil bukanlah putri kandung Rico, jadi ia ingin memberikan pelajaran untuk mantan menantunya itu.


"Tidak mungkin Rico seperti itu!" ucap Nyonya Sebastian


"Tidak mungkin? Hah, sepertinya anda tidak mengenal dengan baik siapa putramu itu nyonya" ucap Adrian mencibir.


"Apa kau punya bukti anakku yang melakukannya?" ucap Nyonya Sebastian dengan tidak percaya.


"Tentu kami memilikinya. Jika Nyonya tidak terima tentang itu, coba bawakan buktinya jika anakmu itu tidak bersalah. Aku pastikan anakmu mempertanggung jawabkan perbuatannya dan membusuk di penjara!" ucap Elie yang sudah kesal dengan mantan mertuanya di kehidupannya yang dulu itu.

__ADS_1


Sidang pun berjalan, semua bukti dan dengan kekuasaan Finn. Rico tetap di hukum meskipun ada keterangan ia memiliki Gangguan Kejiwaan.


Rico di Vonis seumur hidup dan akan di penjara di lapas khusus dan tidak ada orang lain dalam sel nya yang pengap itu.


...••••...


Cheryl tengah malam menghubungi Elie, ia meminta bertemu dengan suara seperti sedang menahan tangis.


Elie yang mendengar kakaknya itu menangis, pastinya sangat terkejut. Jadi ia meminta izin pada Finn untuk keluar rumah saat itu untuk menemui Cheryl.


Karena waktu sudah masuk jam 11 malam, Finn merasa khawatir dan akhirnya ia yang mengantar istrinya itu bertemu Cheryl di salah satu Club' di ibukota.


Elie sangat tidak suka tempat bising seperti ini. Ia juga berpikir, untuk apa kakaknya itu mengajaknya ke tempat seperti ini.


Tak lama Finn dan Elie melihat Cheryl tengah minum di meja bar. Terlihat jika dirinya tengah mabuk berat. Banyak laki-lakinya yang menghampirinya, namun ia menolak siapapun yang menghampirinya.


Saat ia melihat Elie ia mengenalinya meski sedang mabuk, Elie pun membantu menuntun kakaknya itu untuk keluar.


"Hiks... Hiks..." tangis Cheryl pecah.


Elie dan Finn hanya saling berpandangan. Finn saat ini mengemudi mobil, sedangkan Elie dan Cheryl duduk di belakang.


"Hu-hu-hu El, aku patah hati, El. Dia menolakku berkali-kali, hatiku sakit hiks... hiks..." ucap Cheryl menepuk dadanya.


Elie dan Finn hanya diam mendengarkan ucapan Cheryl. Membiarkannya mengeluarkan uneg-uneg nya.


"Dia bilang, dia tidak memiliki perasaan apapun padaku. Bahkan dia tidak mau memberikanku kesempatan untuk berjuang. Apa aku tidak berhak untuk bahagia? Aku pikir aku sangat menyukainya sejak pandangan pertama, apa aku punya kekurangan? Apa karena aku pernah menikah dan melahirkan jadi ia tidak mau denganku?" ucap Cheryl lagi.


"Sudah kak jangan menangis lagi, Kakak pantas bahagia! Tapi dengan siapanya, kita tidak ada yang tahu. Jadi hal ini jangan membuat kakak terpuruk, jodoh tidak akan salah alamat. Jika ia jodoh kakak, ia akan kembali. Jika tidak kakak berhak bahagia dengan pria lainnya" jawab Elie


Elie tahu jika yang di maksud DIA adalah Arthur. Ia menyadari jika ternyata, cinta kakaknya bertepuk sebelah tangan.


Ia tidak menyalahkan Arthur karena hal itu, karena perasaan seseorang tidak bisa di paksakan.


"Kau benar! Aku menyerah El, aku akan mencoba melupakan cintaku padanya" ucap Cheryl tiba-tiba sebelum ia tidak sadarkan diri karena terlalu mabuk.

__ADS_1


Finn dan Elie mengantarkan Cheryl ke kediaman Eleanor. Elie membiarkan security mengangkat Cheryl ke kamarnya, karena Finn pasti menolak melakukannya.


...•••...


__ADS_2