Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Permintaan Queen


__ADS_3

Setelah sesi perkenalan, Queen mempersilahkan perwakilan dari Eleanor Group untuk mempresentasikan kelebihan dari perusahaan mereka, agar bisa menarik minat Q.A Group untuk berinvestasi di dalamnya.


Sedangkan Q.A Technologi sudah di pastikan akan bekerja sama dengan Eleanor Group dalam bidang keamanan data seperti kesepakatan mereka sebelumnya.


"Kenapa aku begitu nyaman berada di dekat dengan Nona Queen. Apa karena namanya sama dengan nama depan putriku? Entah mengapa ada perasaan hangat yang mengalir di hati ini saat melihatnya" ucap Adrian dalam hati.


Untuk presentasi, Adrian mempercayakan semuanya pada Diki untuk mewakili dirinya juga perusahaan. Queen sendiri mendengarkan presentasi itu dengan dengan fokus, meski pun beberapa kali ia mencuri pandang ke arah ayahnya.


Betapa merindunya seorang putri kepada cinta pertamanya di dunia itu. Meskipun Adrian sangat sibuk dengan pekerjaannya dulu. Tapi Queen tidak pernah lupa kasih sayang Adrian yang begitu besar padanya. Terlebih Queen hanya mendapatkan kasih sayang dari ayah, namun tidak dengan ibu.


"Ayah, aku begitu merindukanmu, Kenapa kau terlihat sangat kurus sekarang?" ucap Queen dalam hati.


Presentasi berjalan dengan lancar, Queen juga puas dengan apa yang di sampaikan oleh Diki. Hingga kesepakatan investasi pun di sah kan dengan penandatangan oleh kedua belah pihak.


"Nona, silahkan di nikmati makanannya, saya memesan menu paling enak di sini" Ucap Dirga saat acara makan di mulai, tepat setelah selesainya presentasi.


"Tentu, terimakasih banyak Pak Dirga. Tapi maaf, lebih baik ganti menu Tuan Eleanor. Dia alergi udang, jadi dia tidak bisa memakan makanan itu" ucap Queen.


"Ba-bagaimana anda tahu jika aku alergi dengan makanan yang mengandung udang?" tanya Adrian yang terkejut karena Queen mengetahui perihal dirinya alergi udang.


Berbeda dengan Dirga, Ia tidak terlalu terkejut, yang di pikiran adirga, apa yang tidak bisa di ketahui oleh atasannya itu? Tentu saja tidak ada yang tidak bisa di ketahui seorang Queen.


"Aku mengetahui lebih banyak tentang anda Tuan. Saya harap anda tidak keberatan jika setelah acara makan ini, anda tidak terburu-buru untuk pulang. Karena ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan anda secara pribadi. " ucap Queen.


"Tentu" ucap Adrian dengan mantap, meskipun ia terkejut juga bingung dengan orang nomer satu di negaranya itu, ingin membicarakan sesuatu dengannya. Namun ia tetap mengiyakannya.


...

__ADS_1


Seperti yang sudah di janjikan saat acara makan berlangsung. Setelah acara makan dengan yang lain selesai. Kini tinggal Queen dan Adrian yang masih berada di dalam ruangan.


Entah mengapa, Adrian merasa nyaman di dekat Queen. Ada perasaan hangat saat Queen berbicara padanya. Terlebih ia juga penasaran mengapa Queen bisa mengetahui tentang alergi miliknya. Bahkan hal itu tidak ada yang tahu kecuali keluarganya saja.


"Maaf nona, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?" tanya Adrian langsung


"Sebelumnya saya minta maaf tuan Adrian, mungkin yang akan saya bicarakan saat ini sedikit menyinggung masalah pribadi anda" ucap Queen


"Hmm? Masalah pribadi?" tanya Adrian mengernyit dan bingung.


"Ya, aku tahu jika anda telah memutuskan hubungan antara orang tua dengan putri sulung anda. Dan anda juga sudah mengubah surat wasiat anda dan akan menyerahkan semua harta anda ke dinas sosial begitu anda meninggal" ucap Queen.


Yang tentu saja mengejutkan Adrian yang mendengarnya. Bagaimana Queen tahu? begitu pikirnya.


"Bagaimana mungkin anda mengetahui hal itu?" tanya Adrian dengan ekspresi wajah yang kini terlihat lebih serius.


"Lalu apa sebenarnya tujuan anda mengatakan hal itu pada saya?" ucap Adrian to the point.


"Saya menginginkan Air Hotel. Saya ingin mengakuisisi hotel itu" ucap Queen


"Apa??" ucap Adrian terkejut mendengar permintaan Queen


"Maaf, tapi hotel itu tidak..." ucap Adrian setengah emosi.


"Jangan terburu-buru menolaknya, Tuan. Apa Tuan tidak ingin tahu alasan mengapa saya menginginkan hotel itu?" ucap Queen memotong ucapan Adrian.


"Katakanlah apa alasannya" ucap Adrian masih dengan emosi dalam nada suaranya. Karena yang di bahas saat ini adalah properti milik putri bungsu nya.

__ADS_1


"Itu karena mendiang putri bungsu anda tuan" ucap Queen


"Apa maksud anda?" ucap Adrian, entah mengapa jantungnya berdetak cepat saat Queen mengatakan hal itu.


"Saya tahu jika hotel itu adalah hasil jerih payah Airani semasa hidupnya. Bahkan tidak ada orang yang tahu selain anda, jika hotel itu bukanlah atas nama anda, melainkan atas nama Queen Airani Eleanor. Dan saya pribadi, tidak ingin Hotel itu nantinya terbengkalai, atau di kelola oleh orang lain" ucap Queen


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kau bisa tahu segalanya tentang hal itu?" ucap Adrian terkejut lagi dan lagi.


"Jujur saja, saya adalah murid sekaligus teman juga saudara tidak sedarah yang Airani akui" ucap Queen


Degh!


Jantung Adrian makin berpacu dengan kencangnya.


"Tidak mungkin! Kau pasti berbohong. Rani tidak pernah bercerita tentang ia memiliki seorang murid yang suksesnya melebihi dirinya sendiri" ucap Adrian tidak percaya.


"Saya sukses seperti sekarang, tentu saja itu tidak terkecuali karena peran dari guruku, Airani" ucap Queen yang tidak sepenuhnya berbohong. Karena memang Q.A Group besar karena tangannya saat menjadi Airani.


"Saya mengetahui semuanya tentang rahasianya, begitu pun dirinya yang sangat tahu tentang diriku. Bahkan saya tahu jika dirinya meninggal karena pengkhianatan suami dan juga kakak perempuannya" ucap Queen, yang lagi-lagi sukses membuat Adrian terkejut.


"Saya yakin jika anda juga sudah mengetahui hal ini bukan? Karena itu anda memutuskan hubungan anda dengan putri sulung anda? Dan anda bertanya-tanya dari mana saya tahu? Saya akan menjawab nya. Karena saat itu terjadi, saya berada di sana melihat semuanya" ucap Queen


"Anda tahu, jika saat itu aku dan Airani menerima kabar gembira tentang kehamilannya setelah aku mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya yang sering mual dan pusing. Namun saat ia ingin berbagi kabar gembira itu dengan suaminya. Justru ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Suami dan kakak tercintanya tengah berhubungan badan di kamarnya. Aku di minta untuk bersembunyi saat itu, dan aku tidak bisa berbuat banyak karena Rani melarangku dan mengatakan padaku untuk tidak ikut campur dalam urusannya. Hingga aku hanya menjadi penonton sekaligus saksi hidup di sana" ucap Queen menangis karena menceritakan itu, hal itu mengingatkan dirinya saat ia menyaksikan sendiri kedua orang yang ia sayangi mengkhianati dirinya.


"Dan aku harap anda mengabulkan permintaan Airani untuk memberikan hak hotel itu pada saya, saya akan memberikan bayaran yang mahal sebagai gantinya. Semua itu saya lakukan demi mewujudkan keinginan terakhir Rani, yaitu melihat hotel miliknya berkembang dan juga di kelola oleh orang yang ia kenal dan menjaganya dengan baik" ucap Queen.


Adrian yang mendengar itu sangat sesak di dadanya, ia menangis. Ia tidak tahu jika saat meninggal Airani tengah mengandung cucunya.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2