
Setelah selesai makan malam di salah satu gerai Makanan tradisional. Saat ini Finn dan Elie masuk ke bioskop karena sebentar lagi filmnya akan di mulai.
Tidak seperti pertama kali menonton saat bersama dengan Sean juga William yang menonton Horor. Finn dan Elie kai ini menonton film Action-Romantic.
"Kenapa kamu pesen 4 kursi?" tanya Elie
"Film ini sepertinya sedang booming, pastinya akan penuh. Aku tidak ingin jika nanti tidak sengaja ada wanita lain di sebelahku, aku tidak akan nyaman. Dan aku juga tidak ingin jika ada laki-laki lain duduk di sebelahmh karena udara di sekitarku akan naik menjadi panas. Untuk teater VIP penuh hari ini, jadi kita menonton yang umum, tidak apa-apa kan?" ucap Finn
"Ha-ha baiklah, aku tidak masalah dengan itu. Kamu atur saja, yang penting kita nyaman menontonnya" ucap Elie.
Mereka berdua fokus ke film yang akan mereka tonton. Tidak biasanya Elie menonton sambil menitikkan air matanya karena suatu adegan di mana ada adegan yang bukan pemeran utama namun sebagai pemeran pendukung.
Jalan cerita itu mengalami hal yang sama persis dengan dia dulu. Bedanya di dalam cerita itu, artis itu di bunuh oleh suami yang ternyata selingkuh dengan sahabatnya. Ia di bunuh tak lama setelah ia melahirkan anak mereka, dengan cara yang sadis dan anaknya di telantarkan begitu saja setelah kedua bajingan itu menikah.
Untungnya pemeran utama wanita mengambilnya dan merawat anak itu seperti anaknya sendiri dan membalas kematian sahabatnya.
Finn menggenggam tangan Elie, ia yakin jika gadisnya tengah teringat masa lalunya yang kelam dan menyakitkan. Ia bahkan menyalahkan dirinya memilih film itu, dan mengingatkan kenangan buruk pada gadisnya.
Finn menutup mata Elie saat melihat Elie meneteskan dua butir air matanya. Finn menarik Elie dalam pelukannya, Elie terisak karena teringat anak yang masih belum terbentuk saat itu di dalam perutnya dulu yang harus ikut meninggal dengan dirinya.
Setelah Elie tenang, Finn melepaskan pelukannya dan melanjutkan menonton. Sampai suatu adegan lagi yang membuat Elie terdiam cukup lama.
Ternyata bukan hanya Elie saja yang menangis, bahkan beberapa penonton juga ada yang menangis menghayati peran itu.
Film itu selesai dengan happy ending. Mereka berdua langsung pulang karena waktu sudah malam. Namun tiba-tiba Finn mengerem mendadak mobilnya saat mendengar sesuatu mengejutkan karena ucapan Elie.
"Maaf, apa kau baik-baik saja?" ucap Finn khawatir dan refleks menahan kepala Elie agar tidak terbentur saat ia mengeram tadi.
Untung jalanan sudah mulai sepi dan tidak ada mobil ataupun kendaraan roda dua di belakang mobilnya.
"Aku tidak apa-apa" ucap Elie
Finn langsung mengarahkan Mobilnya untuk ia parkir di tempat aman.
"Bisa kau ucapkan ucapan kamu tadi El" ucap Finn dengan tatapan mata yang menatap Elie dan jantungnya yang berdebar.
__ADS_1
"Itu siaran langsung Finn, tidak ada siaran ulang" ucap Elie terkekeh.
"El, aku serius" ucap Finn
"Aku juga serius" ucap Elie mengedipkan kedua matanya menggemaskan
"El, tolong katakan sekali lagi ya" ucap Finn lagi memohon
"Wani piro?" ucap Elie serius.
"Semua hal yang aku punya termasuk diriku aku kasih padamu" ucap Finn serius membuat Elie tertawa renyah, ia tidak menyangka candaannya di anggap serius oleh Finn.
Setelahnya Elie menetralkan dirinya sendiri sebelum bicara lagi.
"Aku bilang, sepertinya aku sudah bisa membuka hatiku lagi" ucap Elie
"Apa itu artinya kau sudah mulai mencintaiku?" tanya Finn dengan antusias dan mata berbinar.
"Aku tidak tahu, Sejujurnya aku tidak tahu apa itu cinta" ucap Elie.
"Apa kau merasakan jantung berdebar saat bersamaku? Apa kau nyaman saat bersamaku?" tanya Finn yang di balas anggukan kepala, membuat Finn tersenyum semringah.
"Karena film yang kita tonton tadi, ada salah satu adegan di mana kita telat menyadari seseorang yang kita cintai, lalu kita menyesal setelah orang itu meninggalkan kita untuk selamanya. Dan aku tidak mau menyesal sama sepertinya" ucap Elie, Finn hanya diam mendengarkan.
"Jujur saja aku bisa menjadi diriku sendiri saat bersamamu, tapi aku juga bisa seperti bukan diriku saat bersamamu. Contohnya saat wanita itu mengatakan jika ia calon tunanganmu, jujur saja perasaan ku sakit dan tidak rela. Tanpa sadar aku justru mengaku di depan semua orang jika aku adalah pacarmu. Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa melakukannya. Aku merasa tidak suka ada wanita pun di dekatmu, aku marah, aku kesal dan merasa tidak tenang juga takut kehilangan" ucap Elie jujur
GREP!!!
"Kau cemburu..." ucap Finn tersenyum lebar dan memeluk Elie setelah melepaskan seat beltnya.
"Aku? Cemburu?" tanya Elie yang hanya terdiam saat Finn memeluknya dan mencerna ucapan Finn.
"Aku juga merasakan hal yang sama saat kau di dekat laki-laki lain, El. Aku juga cemburu saat kau pergi bersama Sean" ucap Finn
"Apa kita sudah resmi sekarang?" tanya Finn lagi, menempelkan dahinya di dahi Elie.
__ADS_1
Elie hanya menahan nafasnya saat jaraknya begitu dekat dengan Finn. Aroma mint dari mulut Finn begitu menyegarkan membuat jantungnya berdetak sangat cepat. Membuat Elie tanpa sadar mengangguk mengiyakan ucapan Finn.
"Aku mencintaimu" ucap Finn
Entah dorongan dari mana Elie memejamkan matanya. Finn tersenyum melihatnya, namun bukannya mencium bibir Elie. Finn justru mencium lama kening gadis yang telah resmi menjadi pacarnya itu.
Cup!
"Terimakasih untuk memberikan aku kesempatan, aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah kamu berikan. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, tapi aku akan membuktikannya dengan sikap dan perbuatanku" ucap Finn
"Hmm, jangan kecewakan aku" ucap Elie memeluk Finn
"Tentu, aku tidak akan mengecewakanmu sayang" ucap Finn tersenyum dan membalas pelukan hangat Elie dan bersyukur mengajak Elie menonton film itu.
...
Di sebuah BAR ternama di ibukota
"Linda, berhenti minum. Kau sudah mabuk!" ucap teman Melinda yang ikut dengannya berbelanja di Mall tadi.
"Berikan gelapnya, aku masih mau minum! Kau jangan meremehkanku, aku masih sanggup minum berapa botol lagi, aku kuat minum" ucap Linda yang cukup mabuk dan wajah yang memerah.
"Kau sangat keras kepala" ucap Temannya itu.
"Aku sedang sedih Yola... Kau lihat tadi bukan, Finn mengabaikan aku lagi dan lagi. Bahkan ia sudah memiliki kekasih sekarang" ucap Melinda
"Masalah itu jangan terlalu di pikirkan Linda, aku yakin wanita itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan diri mu" ucap Yola menenangkan temannya, padahal di dalam hatinya ia menyangkal yang ia ucapkan barusan.
Jelas Elie terlihat lebih cantik dengan wajah pokoknya di bandingkan dengan Melinda yang notabene nya wanita bekas yang sudah di pakai banyak orang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Melinda
"Bagaimana jika...... " bisik Yola yang membuat Melinda tersenyum.
"Kau memang sahabatku yang terbaik Yol. Besok aku akan mengirim tas keluaran terbaru yang kami inginkan untukmu" ucap Melinda yang tentu membuat Yola bersorak kegirangan mendengarnya.
__ADS_1
"Aku akan senang-senang dulu" ucap Melinda kemudian melangkah menghampiri salah seorang laki-laki, kemudian tidak lama keduanya melangkah menuju ruangan VIP di BAR itu, untuk mendaki nikmatnya dunia.
...