
Kediaman Rico atau mansion lily, milik Airani pasca menikah. Mansion ini di namakan mansion lily karena Airani semasa hidupnya setelah menikah menanam bunga lily cukup banyak di taman belakang.
Namun kini Rico tengah mengeram menahan amarah yang kini berada di ujung tanduk. Bagaimana tidak? Bunga Lily kesayangan yang dulu di tanam oleh mendiang sang istri tercintanya kini di babat habis tidak tersisa.
Siapa pelakunya?
Siapa lagi kalau bukan Cheryl. Yang saat ini tengah menjadi mandor para tukang yang tengah membersihkan halaman belakang kediaman itu.
"Apa yang kau lakukan Cheryl?!" ucap Rico setengah berteriak, karena mengingat Adrian kini berada di sebelahnya.
"Cheryl apa yang kau lakukan? Kenapa kau membabat habis tanaman kesayangan milik adikmu?" tanya Adrian yang sebenarnya sedikit marah akibat ulah sang putri sulungnya itu.
Ia juga merasa tidak enak terhadap menantunya, karena putri sulungnya melakukan tindakan yang semena-mena di rumah yang bukan menjadi kediamannya. Terlebih ia mengetahui jika taman itu di buat dan di rawat dengan penuh kasih sayang oleh mendiang putri bungsunya.
"Ayah, Rico, kalian ada di sini? Kapan kalian pulang dari rumah sakit? Kenapa tidak mengabariku? Kan aku bisa menjemput kalian" tanya Cheryl tidak menggubris pertanyaan keduanya tadi.
"Aku bilang apa yang kau lakukan dengan taman kesayangan istriku?! Punya hak apa kamu merusaknya, Hah?!" teriak Rico tidak menggubris ucaoan Cheryl, ia tidak bisa menahan emosinya lagi saat ini.
"Kenapa kau berteriak padaku, Rico? Aku hanya membantumu membersihkan taman ini, ini sudah terlihat banyak sekali rumput" ucap Cheryl dengan suara di buat sendu
"Cheryl, kau tidak seharusnya lancang di kediaman orang lain. Meskipun ini adalah kediaman adik ipar dan mendiang adikmu. Terlebih kau tahu jika taman bunga itu kesayangan mendiang adikmu, Rani" ucap Adrian mencoba menahan emosinya.
"Tapi ayah, aku hanya ingin membantu..." ucap Cheryl yang terpotong.
"Cukup!! Kau tidak membantu sama sekali, kau malah merusak semuanya. Itu adalah kenangan yang di tinggalkan oleh istriku, kau sangat lancang sekali masuk ke rumahku tanpa izin dan melakukan kesalahan fatal dengan merusak taman berharga milik Rani. Bawa orang-orangmu itu keluar!!! Kau juga keluar, mulai saat ini kau jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di kediamanku!!" ucap Rico dengan emosi yang meluap
Yang pastinya tetiakan itu membuat Cheryl dan Adrian sangat terkejut, terutama Cheryl yang tidak menyangka Rico tega mengusirnya di depan sang ayah, hanya karena semuah taman.
"Rico kau berani mengusirku!" teriak Cheryl tidak terima
"Benar, aku berani! Sekarang keluar dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di rumahku!!" ucap Rico yang sudah habis kesabarannya.
"Kau... Kau tidak takut..." ucap Cheryl lagi-lagi terpotong.
__ADS_1
"Katakan apa yang mau kau katakan, aku sudah tidak peduli lagi. Tapi jangan harap aku memenuhi apa yang kau inginkan, karena hal itu adalah hal yang mustahil terjadi" ucap Rico
Dia sudah tidak peduli lagi jika ayah mertuanya mengetahui hal yang sebenarnya. Dia sudah lelah dengan tingkah laku Cheryl yang sudah melebihi batas.
"Ada apa ini sebenarnya? Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?" tanya Adrian tidak mengerti.
Dengan rasa kesal, Cheryl menghentakan kakinya lalu keluar dari kediaman tanpa menjawab atau berbicara pada Ayahnya seperti ancamannya pada Rico.
Ia tidak ingin terbawa emosi yang justru membuat dirinya merugi. Bukannya mendapatkan Rico justru malah kehilangan laki-laki yang di cintainya untuk selamanya.
Ia tidak ingin hal itu terjadi jadi dia keluar untuk menenangkan pikirannya sebelum mengambil rencana lain.
"Ada apa sebenarnya Rico?" tanya Adrian
"Maaf ayah, aku sedang tidak ingin di ganggu . Tolong tinggalkan aku sendiri! Ayah bisa menanyakan hal itu pada putrinya ayah, karena dia yang ingin mengatakan sesuatu, bukan aku" ucap Rico tengah memandangi taman yang kini sudah tidak ada lagi bunga Lily yang tersisa di sana.
Adrian yang melihat tatapan sendu menantunya lalu melangkah keluar dari mansion, di ikuti dua orang tukang yang membabat habis taman itu.
Rico dengan gemetar melangkah ke arah taman itu lalu berjongkok, ia mengambil serangkai bunga Lily yang masih utuh. Yang teronggok di antara serpihan tangkai dan juga bunga yang sudah rusak dan kotor karena di injak-injak.
"Maafkan Aku Rani... Aku bahkan tidak bisa menjaga taman kesayanganmu yang sudah kau rawat dengan baik saat kau hidup" ucap Rico dengan rasa yang sesak di dadanya.
...
Aurelie kini tengah berada di kantor setelah mengantarkan Finn ke rumahnya setelah makan siang.
Ia memikirkan perlakuan Finn padanya, ia masih merasa sungkan menerima restoran yang kini sudah beralih nama menjadi miliknya.
Meskipun sebenarnya ia terharu, karena selama ia hidup dalam dua kehidupan. Ini pertama kalinya ada seorang pria yang memperlakukan dirinya dengan tulus.
Namun rasa takut mendera dirinya kala mengingat dirinya bukanlah Aurelie yang asli.
Lalu terlintas nama restoran yang baru saja ia kunjungi dengan Finn.
__ADS_1
"AILIE Resto... Nama ini memang sepintas mirip dengan namaku. Tapi aku merasa nama ini seperti Familier, tapi apa?" ucap Aurelie bergumam.
Ia terus memikirkan hingga tidak sadar saat ini Daniel tengah berada di dalam ruangannya. Dan menatap aneh bos nya yang tengah melamun, bahkan sapaan dirinya tidak di tanggap.
"Nonaa!!!" teriak Daniel
"Aaahhhh!!!" teriak Aurelie memegang dadanya juga karena terkejut.
"Astaga Nieeelll... Kenapa kau mengagetkanku? kalau aku jantungan bagaimana? Kau sudah seperti jelangkung datang tidak di jemput" ucap Aurelie
"Habis nona saya ketuk pintunya, saya panggil-panggil tidak ada sahutan. Saya pikir anda kenapa-kenapa di dalam jadi saya masuk, eh ternyata anda sedang asik melamun" ucap Daniel
"Ya, aku sedang ada sedikit pikiran. Kapan kamu balik ke kantor?" tanya Aurelie
"Baru saja. Karena resepsionis bilang anda sudah datang makanya saya langsung ke ruangan anda untuk menyampaikan sesuatu pada anda" ucap Daniel.
"Tentang?" tanya Aurelie
"Alpa 1 pagi tadi menelepon padaku, karena nomer anda tidak bisa di hubungi"
"Hmm, baiklah kamu boleh kembali bekerja Niel. Oh iya pulang kerja nanti antar aku ke mansion. Aku ingin mengambil ponsel khusus milikku di sana" ucap Aurelie
"Baik nona" ucap Daniel kemudian pergi.
Ponsel khusus itu memang Aurelie pakai guna adanya misi atau berita dari Mafia DN.
"Sepertinya akan ada misi khusus setelah ini, sudah lama aku tidak bergerak. Bagus, akan ada latihan khusus, sekalian melihat tubuhku yang sekarang apakah sebanding dengan tubuh lamaku atau masih berjarak jauh tingkatnya" Gumam Aurelie
"Ya Tuhan... " ucap Aurelie terkejut tiba-tiba, Ia seperti mengingat sesuatu yang penting terlintas di otaknya
"AILIE, bukannya itu artinya Airani dan Aurelie?? Kenapa Finn menamainya dengan kedua nama milikku? Apa dia sudah tahu tentang reinkarnasi ku? Ah tidak mungkin! Mustahil dia mengetahuinya. Mungkin saja kebetulan ia menggunakan nama samaran, dan nama itu hampir sama dengannya" Gumam Aurelie
Namun hati kecilnya mengatakan jika tebakannya benar, jika nama itu di ambil dari gua nama dirinya di masa lalu dan masa sekarang.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus memastikan hal itu..." ucap Aurelie
...