Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Singa yang mengamuk


__ADS_3

Elie melajukan mobilnya ke perusahaan, tentu saja kedatangannya di sambut hangat Daniel dan Keegan di sana. Karena pekerjaan mereka akan sedikit ringan karena kedatangan Elie.


"Queen, kau datang" ucap Keegan dengan wajah sumringah


"Aku tahu yang di pikiranmu, dasar. Mana berkas yang harus aku periksa dan di tanda tangani" ucap Elie to the point.


"Kau paling pengertian hehe. Aku akan membawanya ke sini, tunggu sebentar" ucap Keegan yang bersemangat dan kembali ke ruangan kerjanya untuk mengambil dokumen yang di sebutkan Elie


"Nona, ada apa? Anda terlihat gelisah?" tanya Daniel yang menangkap kegelisahan Elie


"Kau peka sekali Niel. Ya, aku memang sedikit tidak nyaman saat ini. Oh iya, nanti malam kau ikut denganku" ucap Elie


"Kemana?" tanya Daniel


"Nanti juga kau akan tahu. Niel tolong buatkan aku coklat panas" ucap Elie


"Tentu, tunggu sebentar" ucap Daniel yang bergegas keluar membuat minuman yang Elie mau.


Elie menghela nafasnya, ia meregangkan jemarinya. Lalu ia mulai mengotak-atik komputer di depannya. Dia menyelidiki identitas dua remaja yang ada di tempat makan tadi.


Tidak sulit baginya meretas identitas kedua remaja itu, terlebih Mini CCTV miliknya merekam semua percakapan dan menangkap wajah keduanya Dan terpampanglah kini identitas keduanya di layar komputer.


Nama : Roni Adam


Usia : 18 tahun


Status : Pelajar Senior di Demetri Internasional School


Keterangan : anak bungsu dari dua bersaudara, anak dari pengusaha Ritel PT. Adam Jaya.


Nama : Lusiana Saraswati


Usia : 18 tahun


Status : Pelajar Senior di Demetri Internasional School


Keterangan : anak pertama dari tiga bersaudara, anak dari keluarga menengah. Orang tuanya membuka Toko grosir di daerah xxx pusat kota.

__ADS_1


"Demitri Internasional School? Baik, aku akan melacaknya data semua siswa di sana. Jika benar yang mereka maksud adalah Moza adik dari Finn. Aku akan pastikan seluruh keluarganya hancur tidak bersisa" ucap Elie menyeringai dan melanjutkan tarian jemarinya di atas keyboard.


Done!


Hanya butuh waktu 1 menit, kini terpampanglah Data semua murid Demetri Internasional School. Elie mencari yang bernama Moza, dan ia hanya menemukan satu yang bernama Moza di sana, Moza Veronica Lance!!


Tangan Elie mengepal, ternyata target mereka benar-benar Adik Finn satu-satunya. Meskipun Elie belum pernah bertemu dengan Moza, bagaimana pun Gadis itu adalah adik dari kekasihnya.


Elie awalnya ingin memberi kabar pada Finn, namun ia urungkan. Meskipun mungkin di pesawat tertentu memperbolehkan penumpang mengaktifkan gadget mereka.


Namun Elie tidak ingin Finn panik, dan kepikiran. Elie memutuskan akan menghubungi Finn nanti. Setelah ia selesai menyelamatkan Moza.


Kemungkinan Finn akan sampai di Inggris jam 5 pagi esok hari jika di lihat dari waktu Indonesia Barat. Sedangkan di London waktu jelas berbeda, Finn akan mendarat pukul 11 malam waktu setempat.


"Coklat panas anda Nona, silahkan" ucap Daniel menaruh coklat panas itu di atas meja.


Tak lama Keegan juga datang dengan membawa setumpuk dokumen yang cukup banyak di tangannya.


"Queen, ini semua dokumen yang yang harus kamu periksa dan di tanda tangani" ucap Keegan.


Melihat aura di sana yang mencengkam hingga serasa mencekik leher dan udara yang tiba-tiba terasa begitu dingin menusuk. Daniel dan Keegan bergegas keluar dari ruangan itu. Mereka sadar jika saat ini Elie tengah dalam mode singa mengamuk.


"Siapa manusia blo'on yang berani mengusik singa betina yang sedang tidur?" tanya Keegan saat keduanya sudah berada di luar ruangan.


"Entahlah, mungkin orang itu sangat tidak beruntung karena salah berurusan dengan seseorang seperti Nona Queen" ucap Daniel.


"Lebih baik kita jangan ganggu Queen. Sebelum dia yang memanggilmu, jangan berani kamu masuk ke dalam ruangannya!" ucap Keegan menasehati adiknya itu.


"Tentu saja aku tidak berani masuk, aku belum mau sekarat!" ucap Daniel merinding.


Daniel dan Keegan sangat tahu jika saat ini mereka tidak bisa menganggu Elie. Jika tidak, resiko yang mereka terima mungkin akan menjadi samsak hidup.


Lalu keduanya kembali ke tempat kerjanya masing-masing, tak berani mengganggu Singa betina yang sedang bersiap-siap untuk memangsa korbannya. Mereka berdua hanya kasihan pada korban dari Bos mereka setelah ini.


...


Gerald terkejut saat ia baru saja keluar dari kelasnya, ia melihat Gista sudah menunggunya di luar kelas. Padahal dia sangat yakin jika wanita itu tidak memiliki kelas hari ini.

__ADS_1


"Sayang" ucap Gista dengan nada manja yang kini tangannya sudah melingkar di lengan Gerald.


Gerald dengan cepat melepas tangan Gista, ia merasa jijik dengan wanita yang dulu sering ia bela itu.


"Kenapa kamu ada di sini?" ucap Gerald ketus


"Apa yang salah, hiks, aku hanya merindukan pacarku yang sulit di hubungi akhir-akhir ini" ucap Gista memasang wajah sendu dan hampir menangis.


"****!" umpat Gerald pelan.


Ia menarik tangan Gista menjauh dari kelasnya, ia tidak ingin orang lain tahu jika ia memiliki hubungan dengan Gista.


"Katakan ada apa kamu menemuiku?" tanya Gerald saat mereka berdua berada di lorong kampus yang cukup sepi


"Kan aku sudah bilang, aku kangen sama kamu sayang" ucap Gista hendak memeluk Gerald


Namun Gerald dengan cepat menghindar, Gista yang memeluk angin mendengus kesal.


"Kenapa kau selalu menghindariku? Kita pacaran bukan? Tapi kenapa kita tidak terlihat seperti orang pacaran pada umumnya? Aku juga ingin bermanja-manja an dengan mu" ucap Gista dengan nada yang jelas terlihat jika dirinya marah.


"Kau tahu sendiri, jika aku menerima kamu menjadi pacarku karena terpaksa bukan? Bukan karena aku menyukaimu! Jadi sudah cukup dengan memberikan kamu status saja,jangan mengharapkan yang lainnya dariku" ucap Gerald.


"Oh begitu, baiklah tuan Gerald, sepertinya ada sedang bermain-main dengan ku. Aku tinggal menyebarkan Video dan photo kita berdua ke media sosial. Lihat siapa yang akan menyesal sudah berani memainkanku" ucap Gista berlalu pergi.


Gerald terkejut, ia kemudian dengan sigap menarik Gista dan memeluknya. Ia tidak punya pilihan lain, sebelum ia berhasil mengambil dan melenyapkan bukti itu. Ia harus bersikap baik dengan wanita yang sedang di peluknya saat ini, meskipun ia enggan dan terpaksa.


"Maafkan aku, jangan marah" ucap Gerald melembut.


Gista tersenyum menang, dia bisa mengendalikan Pria yang dulu ia cintai itu. Cukup dengan mengancam dirinya, dan semua yang ia inginkan dapat ia dapatkan.


Gerald dengan terpaksa hari ini mengikuti apapun Gista inginkan, ia mengumpat dalam hati. Saat ia menolak tidur dengan Gista dengan alasan kurang tidur dan mungkin senjatanya tidak bisa bangun karena kondisi tubuhnya kurang Fit.


Gista justru mengambil keuntungan dengan membawa dirinya ke pusat perbelanjaan dan membeli barang-barang branded untuk dirinya sendiri. Sudah lebih dari 10 juta yang Gerald keluarkan saat ini, ular betina ini ingin menguras kantongnya ternyata.


"Dasar parasit! Sial, aku harus cepat melenyapkan bukti itu dan terlepas dari wanita ular ini" gumam Gerald.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2