
Pagi harinya, Rico memantapkan diri untuk datang ke kediaman Eleanor. Namun sesampainya di sana ia tidak melihat ayah mertuanya, yang di ketahui sudah berangkat ke perusahaan.
Cheryl sudah bersiap dengan kebaya berwarna putih yang cantik dan terlihat mewah, yang kini melekat di tubuhnya. Rico berpikir sungguh luar biasa perempuan, bisa mendapatkan kebaya cantik, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saja.
Namun seberapa pun terlihat cantiknya Cheryl, Rico tidak tertarik dan tidak tergoda sama sekali. Hatinya sudah beku dan tidak tersisa lagi walau setitik pun. Dirinya sudah tidak ada perasaan cinta ataupun sayang untuk Cheryl.
"Bagaimana, apa aku terlihat cantik sayang?" ucap Cheryl
"Ya, lumayan" balas Rico cuek dan tidak berminat.
Mendengar komentar Rico, Cheryl hanya mendengus kesal. Namun ia menahannya jika ia tetap ingin menikah dengan laki-laki yang ia cintai di depannya itu.
Ya, meskipun Cheryl tanpa sepengetahuan Rico suka main belakang dengan pria lain, hingga hamil anak dari pria lain yang menye**buhinya. Namun pria yang benar-benar di cintanya hanyalah Rico dan hanya menginginkan Rico sebagai suaminya.
"Aku ingatkan lagi, kesepakatan kita jika kau ingin pernikahan itu terjadi" ucap Rico memperingati
"Tentu saja aku ingat. Aku akan ikut kemana pun kau membawaku tinggal dan menuruti setiap ucapanmu. Tapi kenapa kau tidak mau adakan resepsi pernikahan untuk kita? Itu sama saja orang lain tidak tahu jika aku adalah istrimu nanti" ucap Cheryl.
"Kau tahu bukan jika makam Istriku masih basah. Apa kata orang-orang jika tahu aku sudah menikah lagi, bahkan dengan kakak dari mendiang istriku" ucap Rico
Cheryl terdiam dan membenarkan ucapan Rico. Setidaknya ia harus bersabar dalam beberapa waktu. Tidak akan terlambat baginya mengadakan resepsi jika ia bersabar dan menunggu waktu sedikit saja.
"Lalu, apa kita akan memberitahu ayah? Bukankah kita butuh wali dan saksi jika ingin menikah?" tanya Cheryl
"Aku sudah memberitahu ayah jika aku akan menikahimu, namun Ayah tidak bisa menjadi wali kamu dan akan di wakili wali hakim. Kau tahu ayah sibuk di perusahaan bukan. Ayo cepat kita pergi sekarang" ucap Rico
Ada perasaan sesak di hati Cheryl saat ia mengetahui ayahnya tidak ingin menjadi wali dalam pernikahannya. Ia mengepalkan tangannya erat, ia merasa lagi-lagi ia di bedakan dengan Airani.
Dulu saat Airani menikah, ayahnya sangat antusias dan menjadi wali dalam pernihakannya. Namun dirinya? Cheryl tersenyum kecut dan melangkah mengikuti Rico untuk pergi ke balai pernikahan atau kantor urusan agama.
Cheryl belum tahu jika Adrian, ayahnya. Sudah tidak ingin melihat wajahnya bahkan sudah menyiapkan surat pemutusan hubungan keluarga yang sudah di sah kan oleh hukum.
...
__ADS_1
Elie dan Finn meluncur ke Q.A Group. Berhubung Elie hanya ada kuliah siang jam 1 siang, Sedangkan Finn tidak ada kelas hari ini karena dosen membatalkan kelasnya, karena ada urgent.
Elie memutuskan untuk ke perusahaan terlebih dahulu sebelum lanjut makan siang bersama dengan sang kekasih tercinta, karena ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani di kantor.
"Kamu nggak ikut masuk?" tanya Elie pada Finn
"Nggak sayang, aku takut jadi viral karena berjalan masuk di samping legenda bisnis" ucap Finn terkekeh.
"Kau ini, suka meledek. Jika aku legenda bisnis, kamu ini di sebut apa, Dewa bisnis? Kaisar bisnis? Bahkan kekayaan kamu berkali-kali lipat lebih banyak di banding kekayaan milikku" ucap Elie
"Kata siapa? Bukannya ada pepatah yang mengatakan, jika kekayaan milik perempuan adalah milik pribadinya, sedangkan kekayaan laki-laki adalah milik wanitanya. Berarti kamu lebih kaya dong di banding aku. Kan kekayaan aku juga milikmu" ucap Finn
"Itu pepetah buat suami istri Finn" ucap Elie cemberut
"Lah sama aja dong, kan kamu calon istri aku, Calon nyonya muda Lance. Jadi milikku adalah milikmu, termasuk jiwa, raga dan hatiku" ucap Finn tersenyum sangat manis hingga nyaris membuat Elie diabetes karena saking manisnya.
Wajah Elie merona saat Finn mengatakan jika dirinya di sebut calon istri Finn.
"Udah ah kamu gombal terus" ucap Elie malu
"Hmm, beneran nih kamu nggak mau ikut masuk?" tanya Elie lagi
"Nggak sayang, aku nunggu di mobil aja. Lagian kamu cuma tanda tangan berkas aja kan? Itu tidak akan lama" ucap Finn mengelus kepala Eli
"Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu, jika kau bosan kau bisa menyusul ku ke atas" ucap Elie, Finn hanya mengangguk
Setelah memakai masker Elie kemudian keluar dari mobil menuju gedung perusahaan miliknya.
Melihat kedatangan Elie, meskipun karyawan di sana tidak mengetahui wajah dari bos besar mereka. Namun mereka bisa mengenalinya karena aura dominan khas milik Queen di dalam diri Elie.
"Selamat siang nona Queen" ucap security menyapanya sopan.
"Hmm... Siang juga" ucap Elie sambil melangkah masuk.
__ADS_1
Namun langkahnya terhenti saat melihat orang yang ia kenal berdiri di depan Resepsionis.
"Maaf nona, saya tidak bisa mengijinkan anda masuk jika anda tidak memiliki janji sebelumnya" ucap resepsionis.
"Saya temannya dan mengantar makanan untuk Keegan, dia mengatakan ingin makan makanan dari ku saat kita berada di Kalimantan. Jika kau tidak membiarkan aku menemuinya, mungkin dia akan marah padamu. Kau tahu bukan jika membuat marah boss mu, akan berakibat apa" ucap wanita itu yang tak lain adalah Gista.
Resepsionis menjadi bimbang, ia tahu jika Keegan beberapa waktu lalu ke Kalimantan. Ia bingung apa yang di katakan wanita di depannya benar atau tidak.
Elie yang mendengarkannya mengerutkan keningnya dan tertawa mengejek dalam hati. Mantan sahabat pemilik tubuh asli ternyata suka menghalu dan halunya tingkat tinggi.
Tentu saja Elie tahu apa yang terjadi pada mereka berdua di Kalimantan, karena Keegan sempat mengeluh dengan tubuh merinding disko saat menceritakannya lewat Video call.
Elie yang mendengarnya hanya tertawa saja saat Keegan bercerita dengan wajah yang sangat lucu menurutnya.
Elie berjalan mendekat ke arah resepsionis, dan mengatakan sesuatu padanya yang membuat Gista meradang.
"Perempuan ini tidak mengenal Pak Keegan, apalagi memiliki janji. Kalaupun dia mengenalnya, minta ia menghubungi Keegan terlebih dahulu. Kau juga hubungi bagian kantor wakil CEO, Setelah kau mendapat konfirmasi dari atas kau baru mengizinkannya untuk menemui Pak Keegan" ucap Elie dengan suara sedikit berbeda agar tidak di kenali Gista, yang mengejutkan resepsionis.
Resepsionis yang mengenal Queen hendak mengangkat suaranya, namun Gista sudah mendahuluinya.
"Siapa kamu? Kau hanya orang luar, Jangan sok tahu mengenai aturan perusahaan kekasihku!" ucap Gista kesal setengah berteriak
"Beberapa saat yang lalu kau mengatakan jika Pak Keegan adalah temanmu, sekarang kau mengatakan jika ia adalah kekasihmu. Mana yang benar? Mangapa ucapanmu plin-plan sekali? Dan sangat sulit untuk di percaya" ucap Elie mencibir
"Ak-aku... Ten-tentu saja aku adalah kekasih Keegan, awalnya aku hanya tidak ingin orang lain mengetahui hubungan kami. Ya seperti itu yang sebenarnya" ucap Gista mengarang cerita
"Kebohonganmu terlalu kentara Nona, dan Kau minta dia pergi! Jika dia tidak mau, kau panggil security!" ucap Elie lagi pada resepsionis
"Kau... beraninya kau" ucap Gista marah.
"Maaf nona, Silahkan, pintu keluarnya sebelah sini Nona" ucap Resepsionis mengusir Gista secara tidak langsung.
...
__ADS_1
Besok Author update normal 2 bab lagi... Maaf hari ini satu bab dulu 🙏-