Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Gerald tahu semuanya


__ADS_3

Mendengar kenyataan tentang penyakit yang di deritanya, membuat Gista terpukul. Ia meringkuk di atas brankar rumah sakit.


Entah bagaimana ia akan melanjutkan hidupnya setelah ini. Ia baru saja menanyakan pada dokter, tentang segala upaya untuk penyembuhan dirinya.


Sayangnya Dokter menjawab jika penyakit ini belum di temukan obatnya. Hal itu membuat kondisi Gista semakin Drop.


Karena penyakit HIV/AIDS yang di deritanya, sangat memungkinkan dia bisa dengan mudah terserang berbagai penyakit.


Dengan tubuh lemah tidak berdayanya, juga kesedihan dan rasa tidak percaya dengan yang di alami dirinya saat ini yang seperti mimpi.


Gista hanya bisa menangis, ia bingung. Ia tidak tahu kemana ia akan mengadu, dan kemana ia akan pulang setelah ini.


Jika ia kembali ke apartemen, ia takut dengan Sugar Daddy nya. Bagaimana jika Didi tahu tentang penyakitnya? Sudah pasti dia akan di usir bahkan lebih buruk dari itu.


Pulang ke rumah juga tidak akan mungkin, karena mengingat perlakuannya pada orang tua dan adiknya dulu. Ia begitu sombong karena memiliki uang lebih banyak dari mereka. Bahkan tidak sungkan untuk menyakiti hati mereka dengan ucapan kasarnya.


Terlebih karena di sana ada kakak laki-laki bejatnya itu. Ia tidak tidak tahu kakaknya itu terinfeksi HIV atau tidak. Karena mereka memang sempat berhubungan belum lama ini.


....


Di waktu yang sama, Gerald tengah duduk di cafe bersama dengan anak buahnya yang ia suruh untuk memantau kehidupan Gista dan mencari bukti tentang malam panasnya bersama Gista.


Bawahan mengatakan jika ia tahu di mana Gista menyimpan buktinya. Namun ia begitu terkejut saat mendapati berita lain yang di sampaikan anak buahnya mengenai wanita yang masih berstatus Kekasihnya itu.


"Kamu bilang apa barusan?" tanya Gerald untuk memastikan pendengarannya baik-baik saja.


"Saya mengikuti Nona Gista yang pergi ke rumah sakit dia di rawat. Saya memantau di sana sembari menunggu hasil lab milik nya keluar. Dan hasil lab mengatakan jika dirinya terkena penyakit menular HIV/AIDS" ucap Anak buah Gerald

__ADS_1


"Astaga, Ya Tuhan!!!!" ucap Gerald menutup mulutnya setengah berteriak.


Untungnya cafe relatif masih sepi dan bangku mereka berada di ujung dan tidak ada orang lain di sekitarnya yang berjarak dekat.


Di tambah mereka berdua sebelumnya berbicara dengan nada pelan, jadi tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka.


"Kamu yakin itu hasil test yang sebenarnya?" tanya Gerald masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Benar tuan muda, saya sudah memastikan jika laporan hasil test itu asli" ucap Anak buah Gerald.


"Kalau begitu ada kemungkinan aku juga terinfeksi. Tapi aku belum lama ini check menyeluruh dan hasilnya tidak memiliki penyakit apapun" ucap Gerald takut jika dirinya tertular penyakit itu.


"Kalau tebakan saya benar, kemungkinan besar Nona Gista terjangkit saat melakukan hubungan badan dengan para pelanggannya belum lama ini. Mungkin saja saat ia melakukan itu dengan tuan muda dia masih bersih dan ia tertular oleh orang lain setelahnya" ucap Anak buah Gerald memberikan tanggapan.


"Itu bisa saja terjadi. Tapi jujur saja, aku merasa takut jika ada kemungkinan aku terjangkit penyakit yang sama, meskipun aku sudah memeriksanya. Tapi aku masih takut" ucap Gerald.


"Kau benar, sepertinya aku harus menjadwalkan ulang medical check up di rumah sakit lain yang lebih bagus" ucap Gerald mengangguk.


Meskipun ia yakin dirinya baik-baik saja, namun tidak ada salahnya ia melakukan check up ulang.


"Selagi aku melakukan check ulang, kamu harus berhasil mengambil bukti dari tangan Gista. Terlebih saat ini dia tengah lengah karena kondisinya yang tengah rapuh" ucap Gerald


"Baik tuan muda. Aku yakin kali ini aku akan berhasil mengambil bukti yang anda inginkan" ucap Anak buah Gerald yakin.


....


Di sebuah Club' Malam terbesar di ibukota, Dareen tengah duduk di depan sebuah bangku di meja bar. Bartender dengan sigap memberikan minuman beralkohol berkadar cukup tinggi hasil racikannya atas pesanan Dareen yang ke sekian gelas malam ini.

__ADS_1


Di samping Dareen duduk seorang laki-laki yang sedikit lebih tua darinya, berwajah pribumi dan bertubuh tinggi tegap. Laki-laki itu berusaha mencegah Dareen minum, namun Dareen tetap menenggak minuman itu, tanpa menggubris nya.


"Tuan muda, sudah cukup, hentikan! Anda sudah sangat mabuk" ucap laki-laki yang ternyata adalah asisten Dareen yang bernama Rimba.


"Jangan halangi aku, Rimba!!! Aku jelas belum mabuk, aku adalah peminum yang hebat" ucap Dareen dengan wajah yang sudah memerah.


"Tuan muda, sebaiknya kita pulang. Bagaimana kalau Daddy Tuan muda tahu? Anda mabuk-mabukan di sini, bukannya belajar dengan baik dan membatu mengelola perusahaan cabang di sini" ucap Rimba memperingati


"Pria tua itu tidak akan tahu jika kamu tetap diam dan tidak melapor padanya, Rimba! Jangan pikir aku tidak tahu, jika pria tua itu selalu menanyakan tentangku padamu" ucap Dareen.


Sedangkan Rimba hanya diam dan menghela nafasnya, tuan mudanya itu sangat keras kepala dan tidak bisa di nasaheti.


"Rim Hik... apa aku salah tertarik padanya? Aku tahu jika aku bukan pria baik-baik yang suka mempermainkan Hik, hati gadis-gadis dulu saat di Sidney. Tapi kali ini aku benar-benar tertarik dan menyukainya sejak pandangan pertama. Tapi Hik, kenapa dia tidak menoleh padaku, bahkan ia sudah memiliki kekasih? Kau tahu Rim Hik, aku baru kali ini merasakan hatiku sangat sakit dan kecewa" ucap Dareen menceritakan kegelisahan di hatinya, sambil menepuk dadanya yang sakit dan juga cegukan.


"Mungkin dia bukan jodoh anda, Tuan muda bisa mencari wanita lainnya yang lebih baik dari wanita itu. Karena seperti yang tuan muda katakan dia sudah punya kekasih. Lebih baik anda tidak menganggu hubungan mereka apalagi merusaknya" ucap Rimba memberikan nasihat lagi dengan lembut.


"Aku tidak ingin gadis lain!! Aku hanya menginginkan dia menjadi milikku!" ucap Daren berteriak keras.


"Tuan muda, itu tidak baik. Jika anda menyukainya, sebaiknya anda membiarkan dia bahagia dengan pilihannya. Jangan sampai anda menjadi orang ketiga yang membuat hubungan mereka retak, jangan memaksakan hati seorang untuk mencintai kita" ucap Rimba lagi.


"Tidak!! Aku sudah bilang tidak!! Aku hanya ingin dia! Aku akan membuat keduanya berpisah dan menarik Aurelie ke dalam pelukanku. Aku akan memberikan waktu untuk pria itu merasakan bahagia sementara. Aku akan merebut yang sudah seharusnya menjadi milikku, Aurelie adalah milikku!! Milik Dareen!!!" ucap Dareen berteriak.


Dareen kemudian tertawa dan bersikukuh jika ia akan mengambil Aurelie dari tangan Finn.


Sedangkan Rimba hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuan mudanya yang tidak bisa ia nasehati.


Karena entah kenapa, perasaan Rimba mengatakan. Jika akan ada badai yang menghantam tuan mudanya jika tuan mudanya itu tetap nekad melakukan apa yang dia utarakan tadi.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2