Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Tender proyek baru.


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Pintu ruangan kerja Aurelie di ketuk dari luar. Setelah suara Aurelie terdengar mengizinkannya masuk, Keegan masuk ke dalam ruangan Aurelie.


"Queen, kau sudah lama datang?" tanya Keegan


"Baru setengah jam yang lalu" ucap Aurelie yang menghentikan memeriksa laporan keuangan dan berkas laporan lainnya.


Ia beranjak dari duduknya melangkah menuju sofa tamu dan mempersilahkan Keegan untuk duduk di sana juga.


"Apa ada hal darurat, sampai kau memintaku datang ke perusahaan? Bukan hanya untuk mengecek laporan saja, bukan?" tanya Aurelie tanpa basa-basi


"Salah satunya memang karena ada laporan yang membutuhkan tanda tangan kamu segera, Queen" ucap Keegan seperti biasa tidak menggunakan bahasa formal jika berhadapan dengan Queen atau Aurelie.


"Lalu alasan lainnya?" tanya Aurelie, ia yakin jika ada hal lain yang ingin di sampaikan Keegan padanya.


"Aku ada kunjungan ke luar kota, mengecek langsung di perusahaan cabang sekaligus bertemu mitra kerja di Kalimantan. Jadi aku harap kamu bisa sering masuk ke perusahaan dan menghandle nya sementara, setidaknya selama aku pergi" ucap Keegan


"Kapan dan berapa lama kamu pergi?" tanya Aurelie lagi


"Paling lama satu minggu, aku berangkat ke kalimantan besok siang menggunakan pesawat jet pribadi milikmu. Tidak apa-apa bukan?" ucap Keegan, Aurelie mengangguk paham.


"Tidak masalah, pakai saja jika kau membutuhkannya untuk pekerjaan. Oke, dalam satu minggu ke depan aku akan memantau perusahaan dan datang setiap hari ke kantor. Kau hati-hati lah dan jaga kesehatanmu selama di sana, jika ada masalah yang tidak bisa kau selesaikan jangan sungkan memberi tahuku" ucap Aurelie


"Tentu, terimakasih Queen adikku yang manis" ucap Keegan terkekeh.


"Ah aku lupa sesuatu, hari ini ada pertemuan tender di perusahaan. Jika kau tidak keberatan kau bisa memimpinnya menggantikan aku, jadi aku bisa menyiapkan keperluanku untuk dinas besok" ucap Keegan lagi

__ADS_1


"Tender apa?" tanya Aurelie mengerutkan keningnya.


"Tender pembangunan dermaga dan pelabuhan baru di barat laut Ibukota yang aku beri tahu padamu lewat email dua hari yang lalu" ucap Keegan


"Hmm, aku ingat. Tidak masalah, aku akan memimpin tendernya untuk kali ini" ucap Aurelie mengangguk.


Keegan menyerahkan beberapa berkas mengenai perusahaan mana saja yang akan ikut dalam tender, kurang lebih ada 12 perusahaan besar. Salah duanya adalah Demetri Group dan F.A Corporation.


Pembangunan pelabuhan baru yang di bawah naungan Q.A Group tentu saja merupakan proyek besar, dan pastinya semua perusahaan besar di negara ini ingin ikut tender apalagi bisa terpilih menjadi salah satu dari 3 perusahaan yang kerja sama dengan Q.A Group.


...


Setelah menyelesaikan dokumen yang harus di periksa dan di tanda tangani. Aurelie memanggil Daniel untuk bersiap-siap, untuk pergi tender yang sebentar lagi akan di mulai.


15 menit menuju tender di mulai, Aurelie tengah mengganti pakaiannya di ruangan pribadinya.


"Nona, apa anda sudah siap?" tanya Daniel yang menunggu di sofa tamu


Keduanya berjalan menuju ke ruangan khusus pertemuan, tepat dua lantai di bawah ruangan kerja CEO.


Di dalam sana sudah ada 24 orang dari 12 perusahaan, yang menunggu kedatangan pimpinan Q.A Group. Termasuk Sean dan Wiliam yang mewakili Demetri Group, juga Justin dan sekretarisnya yang mewakili F.A Corporation.


Kedatangan Aurelie dan Daniel membuat semua orang tercengang, mereka tahu jika Daniel adalah Assistant CEO. Berarti yang berjalan di depannya tak lain adalah Queen, CEO dan Ketua Q.A Group, terlebih masker yang di pakai memiliki pola mahkota yang merupakan ciri khas pemilik Q.A Group.


Mereka pikir tender kali ini di pimpin oleh Keegan yang tak lain adalah Wakil CEO Q.A Group. Kedatangan Aurelie tentu saja membuat peserta tender merasa lebih gugup dari sebelumnya. Berbeda yang di rasakan oleh dua orang yang duduk yang saling berlawanan arah itu.


"Woooww, auranya sangat mirip dengan ketua, memang mereka adalah pasangan yang cocok yang di takdirkan oleh langit. Pantas saja Ketua mengagumi Queen, dia wanita yang sangat luar biasa memukau" ucap seorang laki-laki bule yang sangat tampan, yang tak lain adalah Justin.

__ADS_1


"Sayang, kamu begitu menakjubkan, aura mu bahkan lebih kuat dariku. Kau memang wanita istimewa" Gumam Sean dalam hati.


Aurelie tidak menggubris batinan semua orang, dan dia juga tidak bisa mendengar jelas batinan orang yang tumpang tindih, karena mereka membatin secara bersamaan.


"Selamat sore semuanya, perkenalkan nama saya Queen yang akan memimpin tender pelabuhan baru hari ini. Silahkan presentasikan keunggulan, profit dari perusahaan kalian masing-masing. Gunakan sebaik-baiknya waktu yang kalian miliki, karena saya hanya akan memilih tiga perusahaan yang akan bergabung dalam proyek ini. Agar adil, urutan presentasi akan di lakukan secara di undi" ucap Aurelie


"Niel!" panggilnya pelan.


"Ini nona" ucap Daniel menyerahkan remote kecil, setelah Aurelie menekan salah satu tombolnya dan layar di belakang menyala menampilkan nama-nama perusahaan yang ikut tender kemudian mengundinya.


Sean tampil di urutan ke empat, sedangkan Justin yang mewakili F.A Corporation di urutan ke tujuh. Di sana juga ada Ayah Gerald yang mewakili perusahaannya juga yang mendapat urutan ke lima setelah Demetri Group.


Perusahaan Adhisti dan Eleanor tidak ada yang mewakili ikut tender, karena perusahaan mereka bukanlah termasuk perusahaan di bidang konstruksi.


"Untuk urutan nomor empat, Demetri Group di persilahkan" ucap Daniel


"Selamat sore, saya Sean selaku CEO Demetri Group yang akan mempresentasikan bla... bla... bla.. " Sean dengan lugas dan tenang mempresentasikan apa saja manfaat dan keuntungan dari kerja sama dengan perusahaan mereka.


Hampir semua perwakilan perusahaan sedikit menciut karena presentasi Sean yang sangatlah bagus dan juga terperinci. Kecuali Justin yang mendengarkannya dengan tenang, dia percaya diri jika ia bisa menjadi salah satu dari tiga perusahaan yang akan kerja sama dengan Q.A Group.


Prok! Prok!


Tepuk tangan meriah mengakhiri presentasi Sean yang memukau hampir semua orang di dalam ruangan itu. Sedangkan Aurelie mengangguk sedikit mendengarkan merasa cukup puas dengan presentasi Sean barusan.


Melihat Aurelie sedikit mengangguk, senyum Sean mengembang. Setidaknya ia yakin presentasi miliknya telah memuaskan Aurelie.


Sedangkan Ayah dari Gerald tidak terlalu percaya diri jika perusahaannya terpilih, terlebih sebelum presentasi miliknya. Presentasi dari perusahaan lain lebih menarik dari miliknya.

__ADS_1


"Urutan nomer Tujuh dari perusahaan F.A Corporation di persilahkan" ucap Daniel lagi


...


__ADS_2