
Hubungan antara Finn dan Elie masih menggantung tanpa kejelasan. Namun keduanya semakin dekat tiap harinya.
Bahkan semua mahasiswa di kampus mengira mereka sudah resmi berpacaran. Karena keduanya sudah bagaikan botol ketemu tutupnya, di mana ada Elie di situ ada Finn yang menemaninya.
"Hai El" sapa Sean yang tiba-tiba datang dan sudah berada di area parkir kampus.
"Sean" ucap Elie
"Kak Sean" ucap Finn berbarengan.
Melihat Elie dan Finn jalan berdua buat hati Sean terbakar cemburu. Namun sebisa mungkin ia menahannya di dalam hatinya saja.
"Kenapa Finn selalu lengket dengan Gadisku? Bukankah mereka hanya berteman?" Gumam Sean dalam hati
"Astaga, saingan cinta terberatku si kutub datang lagi, mau apa dia datang ke kampus?" ucap Finn dalam hatinya, ia lupa jika Elie bisa mendengar batinannya.
Sedangkan Elie yang mendengar batinan keduanya memijat pangkal hidungnya karena pusing.
Ia tahu jika keduanya memiliki ketertarikan padanya, namun ia juga tidak bisa melarang orang lain suka padanya, bukan?
Elie memandang keduanya yang kini tengah perang dingin dalam tatapan tajam mereka masing-masing.
"Ada apa kau datang kemari Sean?" tanya Elie memecah keheningan.
"Aku ingin mengajakmu makan malam bersama. Bukankah kau sudah berjanji untuk makan malam bersamaku saat kita bertemu di perusahaan?" ucap Sean sengaja menekan kata janji di depan Finn.
Ia ingin memproklamirkan jika Elie adalah gadisnya. Sedangkan Finn mendengar itu sangat jengah dan kesal, ia bukannya tidak tahu janji Elie yang bersedia makan malam dengan Sean saat ia menolak di antar pulang saat acara tender proyek pembangunan pelabuhan baru.
Tentu saja kedatangan Sean juga menjadi pusat perhatian mahasiswa dan mahasiswi di sana. Meskipun bukan selebriti, Sean sangat terkenal sebagai mengusahakan sukses dan tuan muda Demetri, orang kaya nomer dua di negara ini.
Namun sama halnya dengan Finn, semua orang di sana tidak berani mendekat karena Sean terkenal sebagai pribadi yang dingin dan tidak bisa di dekati terutama oleh wanita.
__ADS_1
Yang membuat semua orang terkejut adalah, Sean dan Finn berada di satu tempat mengapit Elie di tengahnya. Dan melihat dua laki-laki itu saling tatapan penuh permusuhan, namun nada bicara mereka berdua seketika lembut jika sedang berbicara dengan Elie.
Elie merasa kikuk, ia menjadi bimbang. Satu sisi ia memiliki janji dengan Sean, dan ia selalu menepati janji yang keluar dari mulutnya, apalagi Sean sudah datang ke kampus untuk menjemputnya.
Sedangkan dengan Finn, ia merasa tidak enak padanya karena rencana awalnya hari ini ia akan ke suatu tempat. Di mana Finn akan mengatakan semua hal tentang yang ia pertanyakan sebelumnya.
"Hmm, ya sepertinya aku lupa tentang itu, maafkan aku. Baiklah, memang kita akan makan malam di mana? Oh iya, Maaf Finn sepertinya rencana kita harus di undur, apa tidak apa-apa?" ucap Elie yang membuat kedua orang di depannya memiliki ekspresi yang berbeda.
Sean dengan wajah sumringahnya, sedangkan Finn dengan wajah sendu dan terluka.
"Ya, tidak apa-apa" ucap Finn menyembunyikan luka di balik senyuman di wajahnya.
"Yesss, Elie lebih memilih jalan bersamaku. Berarti aku unggul satu langkah dari Finn" ucap Sean dalam hati bersorak senang.
"Astaga, rasanya sakit sekali. Apa Elie sebenarnya memiliki perasaan khusus dengan Kak Sean? Tuhan, entah kenapa aku menjadi tidak rela" Gumam Finn dalam hati tanpa sengaja.
Elie bagaimanapun merasa tidak enak dengan Finn. Namun ia lebih dulu berjanji dengan Sean, ia tidak mungkin menyuruh Sean kembali, sedangkan jarak kediamannya ataupun kantornya cukup jauh dari Kampus.
"Tidak perlu, aku membawa mobil sendiri. Katakan saja kita makan malam di mana. Atau aku akan mengikuti mobilmu dari belakang" ucap Elie yang membuat Sean sedikit kecewa karena tidak bisa berduaan dengan Elie di dalam mobil.
"Baiklah" ucapnya pasrah.
Finn menatap keduanya yang tengah berbincang, seperti melupakan kehadirannya di sana. Ia mencoba menekan rasa sakit di hatinya, lagi pula ia sadar jika status dirinya di mata Elie sama dengan Sean. Jadi dia tidak mempunyai hak untuk melarang Elie untuk jalan dengan laki-laki lain.
"Aku tidak keberatan kau jalan dengan Laki-laki lain, kalau saja kau memberikan kejelasan hubungan kita terlebih dulu. Meskipun hatiku terasa sakit, namun ini adalah pilihan yang aku buat aku akan menahan sakitnya. Meskipun aku sangat cemburu melihatmu bersama pria lain" gumam Finn pelan, namun masih sempat di dengar samar-samar oleh Elie yang memiliki pendengaran yang tajam dan kini menoleh ke arahnya.
Finn tersenyum saat Elie menoleh ke arahnya, membuat Elie makin merasa tidak enak. Terlebih hatinya juga merasa sakit melihat wajah Finn, saat menatap dirinya bersama Sean dengan tatapan terluka.
"Kau duluan ke mobil, ada yang lupa aku bicarakan dengan Finn" ucap Elie kemudian berjalan mendekati Finn.
Finn terkejut saat Elie berbalik, berjalan menuju ke arahnya, yang sedari tadi tidak bergerak dari tempat semula ia berdiri.
__ADS_1
"El ada apa? Kenapa balik lagi?" tanya Finn dengan nada lembut.
"Maafkan aku, tolong jangan marah. Aku memiliki janji dengannya terlebih dulu, yang tidak mungkin aku ingkari. Jangan berpikir terlalu jauh, karena kami hanya seorang kenalan saja. Bagaimana jika besok kita pergi ke tempat yang kau maksud. Bisakah kau menjemputku di mansion?" ucap Elie lembut.
"Tentu, dengan senang hati. Aku akan menjemputmu besok pagi. Dan jangan khawatir, aku tahu hubungan kalian seperti apa dan aku juga tidak berhak untuk melarangmu, bukan?" ucap Finn tersenyum hangat
Meskipun masih terasa sakit, namun hatinya merasa lega saat Elie menjelaskan hubungan dia dengan Sean hanya sebatas kenalan.
Bukankah berarti secara perlahan Elie semakin terbuka padanya. Pikir Finn senang.
"Baiklah, aku pergi dulu kalau begitu" ucap Elie tersenyum
"Hati-hati, kabari aku saat kau sudah sampai di sana dan saat kau pulang ke mansion. Agar aku tidak khawatir" ucap Finn lembut.
"Siap bos" ucap Elie dengan sikap hormat yang membuat Finn terkekeh dan mengacak rambut Elie dengan gemas.
Melihat kedekatan Elie dengan Finn, entah mengapa Sean merasa gelisah. Ia cemburu dan takut dirinya kalah telak, juga tidak bisa mendapatkan hati Elie, gadis yang ia cintai.
Namun ia tidak menyerah untuk meluluhkan hati Elie. Ia akan melakukan segala cara agar Elie terbebas dari rasa trauma masa lalu tentang suatu hubungan romantis, kemudian membuka hatinya kembali pada seseorang, dan dia yakin seseorang itu adalah dirinya.
...
Restoran Melehoy, salah satu restoran terkenal saat ini karena membuat pengunjung yang merasakan hidangan istimewa di restoran itu melehoy hati dan juga lidahnya.
Sean sengaja mengajak Elie ke restoran ini dan sudah reservasi sebuah ruangan khusus.
Perlengkapan yang di sediakan sangat khusus, karena Sean menginginkan peralatan makan yang masih baru dan juga tidak terkontaminasi oleh sentuhan tangan pelayan, dan pelayan wajib memakai sarung tangan steril.
Sean rela merogoh kocek lebih untuk perlakuan berbeda dan istimewa ini. Dan masakannya juga khusus di buat dengan alat masak yang terpisah dari pelanggan yang lain.
...
__ADS_1