Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Lampu hijau


__ADS_3

Setelah mata kuliah usai, Elie tidak langsung bergegas keluar dari kelas. Ia menunggu kelas Finn usai terlebih dulu, dan Finn pasti menghampirinya ke dalam kelas jika ia sudah selesai.


Benar saja, setelah hampir lima menit. Finn kini sudah masuk ke dalam kelas yang sebagian siswa sudah keluar, entah itu ke kantin, perpustakaan atau taman. Dan beberapa orang perwakilan kelas berangkat ke rumah duka untuk melayat.


"Sayang, yuk kita ke sana sekarang!" ucap Finn menyodorkan tangannya yang di sambut oleh Elie.


Keduanya tidak canggung lagi memperlihatkan kemesraan mereka. Malah, Finn dengan sengaja memperlihatkan kemesraan mereka pada semua orang. Secara tidak langsung ia memproklamirkan jika Elie adalah miliknya seorang.


Jadi sudah tidak aneh mahasiswa dan mahasiswi yang lain melihat kedekatan keduanya, karena terbiasa.


Finn dan Elie menyampaikan maksud mereka ke Dosen, mengajukan untuk skripsi. Dan pengajuan keduanya di setujui.


Tentu saja di setujui, karena sebelumnya Daniel sudah memberi tahu rektor mengenai hal itu.


Jika pengajuan skripsi Elie dan Finn harus di setujui. Namun bagaimana pun, hasil lulus atau tidaknya, itu tergantung hasil skripsi yang mereka buat, memenuhi syarat atau tidak untuk lulus.


Kini keduanya beranjak ke taman belakang kampus, lalu duduk di bangku sambil menikmati udara segar dari pepohonan rindang di setiap sisi taman.


Suasana di taman cukup tenang, karena tidak banyak mahasiswa yang berada di sana. Jadi keduanya nyaman untuk mengobrol.


"Kau dengar kabarnya?" tanya Finn menatap sang istri.


"Tentang?" tanya Elie balik tidak mengerti.


"Mantan sahabat Aurel" ucap Finn yang di angguki Elie


"Hmm, aku mendengarnya" jawab Elie


"Karma memang tidak semanis kurma, dan setiap perbuatan yang kita lakukan, baik atau buruknya. Cepat atau lambat pasti akan di tuai. Apa yang terjadi pada Dia, bisa di jadikan pelajaran untuk kita semua" ucap Finn


"Kamu benar, mas. Meskipun aku menyayangkan sikap Gista yang mengambil pilihan yang salah karena harta. Namun itu juga bisa di jadikan pelajaran untuk yang lain agar tidak berbuat hal yang sama seperti dirinya" ucap Elie


"Aku dengar dari gosip mahasiswa di kelas, kakak laki-laki juga saat ini sedang di rawat di rumah sakit karena diagnosa yang sama" ucap Finn kemudian

__ADS_1


"Hmm, itu pantas di dapatkannya" ucap Elie


"Kau mengenalnya?" tanya Finn


"Bukan aku, tapi Aurel. Dalam ingatannya, saat pertama mengenal Gista. Ia pernah bercerita tentang keluarganya dan sangat membenci kakak laki-laki nya. Jadi jika tebakanku benar, bisa jadi keduanya melakukan hubungan terlarang saat itu. Namun itu hanya dugaanku, tidak sepenuhnya ucapanku benar, itu hanya praduga, karena tidak mungkin keduanya memiliki penyakit yang sama jika tidak melalui hubungan se**ual" ucap Elie.


"Aku juga memikirkan hal yang sama" ucap Finn


"Oh iya, sepertinya aku bisa bernafas lega karena tidak memiliki lawan merepotkan dan menjengkelkan lagi di sini" ucap Finn lagi berbinar.


"Maksudnya?" tanya Elie mengerutkan keningnya lagi bingung.


"Mantan calon gebetan Aurel sekarang pindah ke luar negeri. dan Pengagummu yang satunya lagi di penjara" ucap Finn


"Maksudnya, Gerald?" tanya Elie yang tengah berpikir, ia tahu yang di maksud Finn salah satunya adalah Dareen yang kini di penjara.


"Ya, orang itu sudah menyerah dan memilih melanjutkan kuliah di luar negeri" ucap Finn


Elie hanya mengangguk dan terkekeh, saat melihat Finn begitu bersemangat menceritakannya.


"Aku dengar itu akan terjadi akhir pekan dan tiga hari lagi kak Angga dan Kak Tari akan berangkat ke sana. Ya itu sedikit melenceng, Mengingat kesehatan Kak Tari yang menurun, dan jadwal bulan madu kita yang juga melenceng juga. Jadi resepsi keduanya terpaksa di undur, karena mommy dan Daddy ingin semuanya berkumpul nanti saat acara di sana" ucap Elie


"Hmm, aku mengerti" ucap Finn mengangguk paham.


....


Keegan kini tengah menjalankan mobilnya menuju kediaman Lance. Tujuannya sangat jelas bertemu dan mengajak Moza makan siang bersama di luar.


Mobil yang ia tumpangi kini sudah berhenti di halaman mansion keluarga Lance. Keegan di sambut hangat oleh Fara yang saat itu berada di rumah.


Ia mengetahui jika pemuda tampan dan mapan di depannya, tengah berjuang untuk menaklukkan hati sang putri tercinta.


Meski usia mereka terpaut cukup jauh, Fara tidak keberatan dengan itu. Ia membebaskan kedua anaknya untuk memilih pasangan masing-masing, asalkan mereka saling mencintai satu sama lain.

__ADS_1


Yang terpenting calon menantu laki-lakinya haruslah mencintai putrinya luar dan dalam. Memiliki sifat baik, pekerja keras, setia, kuat fisik dan kuat mental.


Sifat baik itu wajib, pekerja keras itu harus, karena sebagai orang tua, Fara menginginkan kehidupan putrinya terjamin.


Pekerja keras dengan orang kaya itu beda. Menurut Fara, seorang pekerja keras ia akan selalu berusaha lebih baik kedepannya dan memungkinkan dirinya sukses dan kaya suatu hari nanti.


Tapi orang kaya tidak semuanya pekerja keras, ambil contoh kaya karena warisan. Namun ia enggan bekerja karena merasa sudah kaya, padahal kekayaan hanya bersifat sementara. Jika tidak di oleh dengan benar, lama kelamaan akan habis juga.


Setia? Itu wajibun minal kudu! Karena seorang laki-laki di nilai dari kesetiaannya. Jika ia tidak setia pada satu pasangan, itu artinya dia banci! dan pecundang! Dan tidak layak mendapatkan cinta tulus.


Karena pada dasarnya wanita tidak ada ingin dan ikhlas berbagi cinta.


Dan itu hanya pendapat Fara dan Author, jadi jangan di bully 🤭


Kuat Fisik dan Mental? Tentu saja harus! Karena sebagai seorang laki-laki harus bisa melindungi pasangannya, dan kuat mental karena berumah tangga banyak sekali cobaannya, dan harus bisa berpikir jernih.


Dan Keegan memenuhi semua kriteria itu, Tampan sudah pasti! Kaya dan pekerja keras itu sudah makanan sehari-hari. Baik dan setia, jangan di tanya! Kuat Fisik dan Mental, uuhh jagonya😁


...


"Keegan, silahkan masuk!" ucap Fara menyambut Keegan saat membukakan pintu.


"Siang Tante, terimakasih" ucap Keegan sopan dan beranjak masuk.


"Silahkan duduk! Moza sedang bersiap, kamu bisa tunggu sebentar dan duduk dulu" ucap Fara mempersilahkan duduk.


"Iya Tante, saya juga ingin minta izin mengajak Moza makan siang, Tan" ucap Keegan.


"Boleh, tapi jangan pulang larut malam ya" ucap Fara.


Keegan terkejut, karena ia hanya meminta izin mengajak Moza makan siang, tapi Fara justru mengizinkannya tidak sampai larut malam, bukankah itu artinya ia boleh mengajak Moza seharian?


"Ah ba-baik Tan" ucap Keegan.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2