Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Sakit hati seorang ayah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Elie dan Tari sudah di perbolehkan pulang. Lalu mereka pulang ke kediaman Adhisti. Jadi sekarang kediaman Adhisti saat ini sangat ramai dengan banyaknya bayi-bayi menggemaskan di kediaman itu.


"Sayang aku ingin buat pesta syukuran buat Baby Al, bagaimana menurutmu?" ucap Finn


"Syukuran? Ide bagus, aku juga memiliki ide yang sama. Apa kita akan mengadakan acara makan-makan bersama keluarga?" tanya Elie, namun Finn menggeleng.


"Aku ingin buat acara nya yang besar menyambut kelahiran Baby Al. Sekaligus mengumumkan pada dunia, jika Baby Al adalah pewaris F.A Corporation" ucap Finn bersemangat


"No! Aku tidak setuju" ucap Elie langsung menolak.


"Loh, Kenapa sayang, ko tidak setuju?" tanya Finn.


"Astaga mas kamu ini, semenjak aku hamil. Mas terlalu impulsif mengambil keputusan, tanpa memikirkan nya dua kali" ucap Elie kesal


"Maksudnya, aku tidak mengerti, sayang" ucap Finn bingung dan tidak mengerti.


"Kamu terlalu boros mas, aku tidak setuju di adakan acara besar untuk menyambut Baby Al.


Karena yang pertama, itu pemborosan, buang-buang uang yang jelas tidak ada manfaatnya.


Kedua, Akan sangat bahaya jika semua orang tahu Kamu pemilik F.A Corporation, aku sebagai Queen dan Baby Al sebagai pewaris kekayaan kita berdua. Itu akan mengundang orang yang jahat untuk berbuat hal jahat pada keluarga kita. Kita memang keluarga yang sangat kuat, namun kita tidak boleh mengambil resiko sekecil apapun itu, karena manusia ada kalanya lengah. Aku tidak akan melarangnya jika nanti Anak-anak kita sudah besar dan sudah mampu menjaga diri mereka sendiri. Baru boleh di umumkan.


Ketiga, aku hanya ingin acara kecil sebagai bentuk syukur. Aku ingin mengundang keluarga besar dan juga anak-anak panti untuk makan malam bersama dan berdoa" ucap Elie


Mendengar ucapan istrinya Finn mengangguk, ia juga tersenyum canggung saat menyadari tindakannya yang terlalu berlebihan dan boros tanpa pikir dua kali.


"Kan kamu duluan yang meminta pulau saat ngidam" ucap Finn


"Ya, tapi itu karena ucapan mas duluan yang memancing aku dan saat itu aku lagi ngidam dan sangat ingin itu. Tapi kamu juga terlalu sembrono dan berlebihan mengeluarkan uang 20 Milyar hanya untuk memeriksa aku beneran hamil atau tidak. Jangan seperti itu lagi nanti kebiasaan mas" ucap Elie panjang kali lebar


"He-he iya bundanya Al. maafin ayah ya, nggak lagi-lagi" ucap Finn


"Hmm aku maafin, terus aku mau acaranya nanti di gabung bareng syukuran baby Aidan dan Ariella. Aku udah ngobrol dengan kak Tari dan ia setuju" ucap Elie mutlak.

__ADS_1


"Ya sudah, apa kata kamu aku nurut saja" ucap Finn, memeluk dan mencium kening sang istri.


Pelukan mereka terganggu karena Baby Al menangis, Elie tersenyum dan melepas pelukan suaminya. Finn dengan enggan melepasnya.


"Ada apa anak bunda sayang, woohh pipis. Nggak betah ya karena lembab, ujuh ujuh sini sayangnya bunda bersihkan dan ganti popok dulu" ucap Elie sambil menggendong Baby Al.


Elie memang tidak memakaikan Pampers untuk Baby Al, ia hanya menggunakan popok bayi yang terbuat dari kain lembut.


....


Syukuran pun di gelar, tidak banyak yang datang kecuali keluarga dan anak-anak panti. Ari, Riana dan Rani kecil juga datang karena di undang.


Tidak ada kecanggungan sama sekali, karena mereka sudah melupakan kejadian dulu dan saat ini menjalin hubungan kekeluargaan dan cukup dekat.


Semuanya berkumpul kemudian berbagi makan malam bersama dengan penuh khidmat.


Adrian saat ini memangku cucu perempuannya, Rani. Terlihat keduanya sangat akrab, karena Riana mengajarkan Rani dan mengenalkan Adrian sebagai opanya.


"Pa, uap ni uka" ucap Rani mulai berbicara bahasa bayi.


Rani mengangguk lucu mengiyakan ucapan Adrian, dan Adrian membuka mulutnya menerima suapan dari tangan mungil cucunya dan pura-pura makannya.


"Uh, enak" ucap Adrian sumringah dan mengangkat kedua jempol nya.


"Nyaaakk he-he" ucap Rani kemudian ketawa. Membuat semua orang di sana merasa terhibur.


"Wah, ayah hebat bisa ngerti apa yang di ucapkan Rani yang nggak jelas itu" ucap Finn


"Itu lah kehebatan ayah Finn" ucap Adrian bangga, membuat orang lagi-lagi tertawa.


...


Keesokan harinya Adrian pergi ke rumah sakit jiwa untuk melihat keadaan putri sulung nya. Hatinya merasa sangat sakit melihat putrinya kini duduk di bangku taman di dalam rumah sakit dan berbicara sendiri di depan pot bunga.

__ADS_1


Sudah hampir setahun, tidak banyak perubahan pada Cheryl. Hanya saja ia sudah sangat jarang mengamuk jika bertemu dengan laki-laki.


Dan ia hanya akan mengamuk dan histeris kala mengingat adegan di mana anaknya di bawa pergi dan ia di paksa me**mat es krim milik dua bodyguard itu.


Adrian kini duduk di samping Cheryl, Cheryl hanya melirik sebentar lalu diam dan berbicara pada pot bunga lagi.


"Nak, kenapa kamu jadi seperti ini? Ayah merasa sakit melihatmu seperti ini" ucap Adrian meneteskan air matanya.


"Meskipun tingkah kamu susah di atur, tapi ayah sangat menyayangimu dan juga Rani. Ayah juga ingin kamu cepat pulih nak" ucap Adrian


Cheryl bagaimanapun tidak bergerak sama sekali, ia tidak mengingat orang-orang. Ia hanya asik tenggelam dalam dunianya sendiri.


Setelah satu jam berada di sana, Adrian kemudian keluar dari rumah sakit jiwa. Ia berharap Cheryl segera pulih dari sakitnya.


"Ayah.... ayah, ayah... Maaf huhu... ay-ay-ayah he-he-he" ucap Cheryl, ada sedikit bayangan tentang laki-laki yang menjadi cinta pertama dalam hidup nya itu.


Namun itu hanya bertahan dua detik, kemudian kewarasannya tenggelam dan dia kembali berbicara dengan pot, seakan-akan pot itu adalah mahluk hidup.


Yang tidak di ketahui Adrian, setelah ia pergi akan ada kejadian yang tidak terduga terjadi. Tak lama setelah Adrian melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah sakit.


Mobil lainnya berhenti di depan rumah sakit.


Terlihat dua petugas dengan seragam khas rumah sakit jiwa menyeret seorang laki-laki dengan pakaian compang-camping dan tengah berteriak-teriak.


"Lepaskan aku! Aku ingin bertemu istriku! Istriku bereinkarnasi ke tubuh gadis lain!" teriak pria itu.


"Astaga, dasar Gila! Nggak waras! percaya reinkarnasi yang hanya ada di novel-novel" ucap Perawat itu sambil menyeret pria itu masuk.


"Dia kan emang orang gila No" uca Rekannya


"Astaga, lupa kalau kita menyeret orang gila, dan kita juga kerja di rumah sakit yang penuh dengan orang gila, Ha-ha" ucap perawat itu.


"Awas aja hati-hati No, jangan sampai kamu ketularan sakit jiwa ha-ha-ha" ledek temannya.

__ADS_1


"Idiihhh Amit-amit jabang kebo" balasnya.


...••••...


__ADS_2