Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Mencari bukti


__ADS_3

"Kak..." panggil Alexa, mengguncang badan kakaknya itu.


"Ya, hmmm mana Elie?" ucap Angga menoleh kanan dan ke kiri mencari keberadaan adik bungsunya, namun nihil.


"Udah berangkat tadi di jemput Finn, kakak sih dari tadi bengong Mulu, di panggilin juga diem aja, kesambet ya" ucap Alexa


"Mana ada kesambet pagi-pagi gini. Be te we, yang kakakk denger tentang Elie bener nggak sih? Apa kakak mimpi ya?" tanya Angga


"Itu kenyataan ka, Elie memang orang terkaya di ne-ga-ra ini" ucap Alexa.


"Ya Tuhan, aku masih tidak percaya dengan kenyataan ini. Orang kaya nomer satu di negara ini, orang misterius yang legendaris. Tak lain dan tidak bukan adalah adikku sendiri. Ya Tuhan, mana satu rumah, ketemu tiap hari., tapi nggak sadar. Astaga...." gumam Angga menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Ya, tapi nggak sampe bengong kaya tadi juga, kali Kak" ucap Alexa memutar matanya


"Kan wajar, namanya juga kaget, syok, sampe terbengong-bengong. Emang kamu nggak kaget apa?" tanya Angga


"Kaget sih, tapi B aja tuh. Lagian Lexa udah kebanyakan terkejut gara-gara El. Lexa udah lama curiga, dia pasti punya perusahaan besar, meskipun kenyataannya jauh luar biasa besar sih. Gila juga, aku pikir pasti Finn juga bukan orang biasa" ucap Alexa menebak


"Kan Finn dari keluarga terkaya nomer 5, pasti dia bukan orang biasa, oneng" ucap Angga.


"Bukan gitu, tapi entah mengapa Feeling ku mengatakan jika Finn lebih dari itu" ucap Alexa


"Ya-ya-ya terserah kamu saja, yang jelas siapapun dia, kalau berani sakitin adik kakak, habis dia" ucap Angga


"Di hajar gitu?" tanya Alexa


"Habis tak makan. Udah ah, kakak berangkat ke kantor dulu, bye Xa" ucap Angga melangkah pergi setelah mengambil tas dan kunci mobilnya.


"Kanibal dong, hiiihhh. Kak Angga bercandanya nggak lucu ah" ucap Alexa bergidik.


...


Di sebuah kafetaria, Gerald bertemu dengan orang kepercayaan nya, yang bernama Toni.

__ADS_1


Toni di minta oleh Gerald untuk mengawasi Gista, bukan karena dia peduli dengan pacarnya itu. Melainkan ia tidak ingin terkena jebakan untuk kedua kalinya oleh gadis licik seperti Gista.


Tentu saja, ia juga mencari bukti terbaru, agar bisa lepas dari jeratan Gista. Setelah memutuskan untuk kembali merajut jalinan kasih dengan Gista karena terpaksa. Gerald sebisa mungkin menghindari kontak dengan Gista, baik di kampus maupun di luar.


"Ini tuan, hasil penyelidikan saya" ucap Toni.


Gerald langsung melihat photo dan juga Video yang Toni sodorkan. Ia tidak menyangka jika ternyata, Reza bekerja sama untuk menjebak dirinya malam itu bekerja sama dengan Gista.


"Kurang ajar Reza! Beraninya dia bermain-main dengan ku" ucap Gerald geram, saat tahu kenyataan, jika temannya itu ikut terlibat.


Tuuutttt....


Gerald langsung menghubungi seseorang. Tak lama telepon nya pun tersambung.


"Halo, tuan muda Gerald, ada yang bisa saya bantu?" ucap orang di seberang.


"Katakan pada ayahku, aku memintanya untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan ayahnya Reza. Jika ayah bertanya alasannya, bilang saja, Reza berani bermain licik di belakangku untuk merusak nama baikku. Jadi aku ingin keluarga Reza tidak lagi berdiri kokoh di kota ini" ucap Gerald.


"Baik Tuan muda, saya akan sampaikan hal ini pada tuan besar" ucap orang yang tak lain adalah asisten ayah Gerald.


Ayah Gerald, tuan Samudera, tentu saja akan mengabulkannya. Bagi keluarga Samudera, nama baik keluarga mereka adalah hal paling penting. Dan Reza sudah menyinggung putranya, bahkan ingin merusak nama baik putranya. Yang berarti sama saja ingin merusak nama baik keluarganya juga.


"Lalu apa ini?" tanya Gerald pada Toni.


"Itu photo yang saya ambil semalam Tuan muda" ucap Toni


Gerald melihatnya, dan dia melempar berkas itu dengan jijik.


"Cih, seorang j*l*ng tetap saja J*l*ng!! Dia selalu obral selang**ngan hanya untuk beberapa lembar uang. Menjijikan!" ucap Gerald


"Awasi terus dia, aku tidak ingin dia hamil dan mengaku bahwa aku yang menghamilinya. Aku tidak Sudi menyentuh wanita kotor itu lagi, cukup sekali aku terkena jebakannya. Dan segera temukan bukti Video antara aku dan dia! Jika sudah ketemu hancurkan bukti itu, tanpa tersisa" ucap Gerald.


"Baik Tuan muda" ucap Toni

__ADS_1


Gerald aslinya bukan orang yang bodoh, sudah cukup dirinya bertingkah bodoh sebelumnya, karena terlalu mempercayai orang yang salah.


Setelah kejadian malam itu dengan Gista, Gerald yang tidak memiliki pilihan selain kembali bersama. Karena Gista mengancamnya dengan Photo dan video saat mereka melalukan perbuatan asusila saat itu.


Namun Gerald dengan cepat memberikan obat racikan anti hamil yang ia dapatkan secara ilegal di forum gelap, dan diam-diam ia campurkan obat itu ke minuman Gista saat mereka bertemu terakhir kali.


Gerald juga sudah memeriksakan kesehatan nya, ia tidak mau tertular penyakit dari Gista yang suka berganti-ganti pasangan.


Beruntung, Gerald di nyatakan bersih, ia tidak memiliki penyakit apapun, dan ia merasa lega karenanya. Untuk melawan wanita licik seperti Gista, Gerald juga harus bermain lebih licik darinya, agar ia tidak lagi di bodohi seperti sebelumnya.


...


Berbeda dengan Gerald yang tengah sibuk mencari bukti. Gista justru saat ini masih bergelung di dalam selimut.


Ia terbangun, kala tangan pelanggan barunya terus bergerilya menyentuh titik sensitif miliknya. sehingga membuatnya On dan kembali melakukan kegiatan kesukaan mereka berdua, entah untuk yang keberapa kalinya.


Gista tidak memikirkan hal itu, kelas mata kuliah yang harus ia hadiri hari ini ia abaikan. Yang terpenting saat ini dirinya merasakan puas, di Hujam benda tumpul di antara kakinya.


"Terimakasih untuk servis mu sayang, kau memang sungguh luar biasa" ucap pelanggan itu


"Permainan om juga luar biasa, sering-sering ajak Gista ke surga dunia ya om" ucap Gista sambil meraba dada pelanggan barunya itu dengan gerakan yang Sen*ual.


"Ha-ha-ha, tentu saja sayang, kita akan bartemu lagi nanti" ucap Pelanggan itu


TING!


Bunyi pesan di ponsel Gista, tertera di sana transferan sebanyak 70 juta. Gista terbelalak kaget melihat nominal itu.


"Om tambahkan, karena servis kamu yang luar biasa. Bisa kita main sekali lagi sebelum kita pulang?" ucapnya.


"Terimakasih banyak om, tentu saja bisa. Aku juga masih ingin di gempur oleh milik om yang menakjubkan itu" ucap Gista.


Dan terjadilah gempa kecil di dalam kamar, terutama di atas ranjang hotel itu. Di selingi teriakan dan juga Des*han demi des*han yang bersahutan.

__ADS_1


...


__ADS_2