
Finn sangat kesal saat ibunya terus mendekatkan dirinya dengan Melinda. Ia tahu jika Melinda adalah anak dari sabahat dekat ibunya.
Namun ia tidak suka padanya, terlebih dengan tingkahnya yang super lengket dan juga bermuka dua.
Finn sangat tahu jika Melinda tidak sebaik yang terlihat, Melinda adalah wanita yang haus belaian. Wanita itu hampir tiap malam berada di Club malam untuk bersenang-senang, kegiatan selain teus menempel pada dirinya seperti cicak.
Wanita itu memang menyukainya sejak 5 tahun lalu bertemu, saat acara keluarga dan kebetulan dia baru pulang dari luar negeri karena belajar di sana.
Tapi kebiasaan buruk Melinda itu tidak pernah hilang. Itu yang membuat Finn tidak suka padanya, bahkan untuk sekedar berteman pun Finn merasa ilfil padanya.
Finn bukanlah pria polos, meskipun ia tidak pernah berpacaran sebelumnya. Ia sangat tahu kehidupan gelap itu seperti apa, terlebih dirinya yang tinggal lama di luar negeri.
Jadi ia tahu yang di lakukan Melinda adalah salah satu hal yang menyimpang. Di mana seseorang tidak puas berhubungan hanya pada satu orang, dan dia yakin jika Melinda hanya terobsesi ingin memilikinya.
"Setidaknya temui dia sayang, dia sudah jauh-jauh datang demi bertemu denganmu. Kalian bisa berteman" ucap Fara, ibu Finn.
"Tidak mah, dan juga berhenti mendekatkan aku dengan wanita cicak itu. Aku sudah memiliki gadis yang aku suka, dan aku sedang proses pendekatan dengannya tolong jangan buat Finn merasa terbebani dengan adanya wanita cicak itu" ucap Finn.
Finn melangkah masuk ke kamarnya dan mengambil jaket, ponsel dan juga kunci mobil miliknya lalu keluar dari kamarnya.
"Finn" sapa Melinda yang duduk di sofa dengan wajah yang berbinar saat melihat wajah tampan rupawan Finn yang menggoda iman itu.
Finn mengabaikannya dan melangkah menuju ke pintu utama.
"Mau kemana? Apa kita jalan sekarang?" tanya Melinda antusias, ia mengambil tasnya dan buru-buru mengikuti langkah Finn keluar.
"Jangan coba menyentuh dan mengikutiku, dan berhentilah menggangguku!!! Dasar Hama!!" maki Finn dengan nada tinggi dan dinginnya.
Melinda yang hendak memegang tangan Finn menghentikan gerakannya, dirinya terpaku mendengar ucapan Finn dan melihat Finn yang melangkah menuju Mobilnya, meninggalkan dirinya mematung di depan pintu.
"Linda" panggil Fara
"Ah iya tante" ucap Melinda tersadar dan menoleh ke arah Rara yang berada di belakangnya.
__ADS_1
"Maafkan Finn ya, dia memang sangat keras kepala. Sebaiknya kamu jangan terlalu berharap banyak padanya. Sepertinya kamu harus mencari laki-laki lain, Kamu gadis baik, kamu pantas mendapatkan laki-laki yang baik pula. Finn baru saja mengatakan jika ia sudah memiliki gadis yang ia sukai. Jadi tante minta maaf, karena tidak bisa mendekatkan kalian lagi" ucap Fara menyesal
"Tapi tan, Linda sangat mencintai Finn" ucap Melinda dengan mata berkaca-kaca hampir menangis. Membuat Fara memeluknya dan mencoba menenangkannya
"Maafkan tante, tante tidak bisa membantu. Tante juga memikirkan kebahagiaan Finn, dan tante tidak bisa memaksakan kehendak Finn. Segala hal yang di paksa, tidak akan berakhir baik" ucap Fara.
"Sial, aku nggak bisa ngandelin wanita sok suci ini lagi. Hais, bagaimana lagi caranya agar aku bisa mendapatkan perhatian Finn" ucap Melinda dalam hati.
...
Finn melajukan Mobilnya menuju sebuah gedung perkantoran mewah di pusat kota. F.A Corporation. Nama perusahaan itu tercetak di atas gedung.
Meskipun hari ini adalah akhir pekan, kantor itu tetap buka, hanya saja tidak memiliki karyawan yang banyak seperti yang terjadi pada saat hari kerja.
Perusahaan yang di ketahui salah satu dari 10 perusahaan terbesar di dunia. Tidak ada yang tahu siapa pemilik perusahaan itu, hanya saja orang-orang mengatakan jika pemiliknya adalah orang Inggris. Karena CEO F.A Corporation adalah seorang pria Warga negara Inggris.
F.A Corporation di negara ini merupakan cabang dari kantor pusatnya yang berada di Inggris. Dulu sebelum resmi membuka cabang di Indonesia, perusahaann ini bernama F.J Group lalu berganti menjadi F.A Corporation resmi sejak 2 tahun yang lalu.
Q.A Group memang merupakan perusahaan terbesar di negara ini, tapi jika di bandingkan F.A Corporation itu sangat jauh.
"Ketua" ucap sopan pria tampan dengan wajah bule dan bermata biru itu, menggunakan bahasa dengan lancar.
"Hmm, bawa laporan keuangan bulan ini" ucap pria yang tak lain adalah Finn.
"Baik" ucap Justin CEO F.A Corporation.
Tak lama, berkas sudah berada di meja kerja Finn. Ia dengan fokus memeriksa berkas itu, tidak ada masalah dengan keuangan perusahaan dan Finn sangat puas terhadap kinerja karyawannya.
"Tuan, lusa ada pertemuan bisnis di kanada untuk membahas kontrak kerja sama dengan perusahaan besar di sana. Apa anda akan berangkat ke sana?" ucap Justin
"Lakukan seperti biasa, aku masih belum bisa muncul di publik untuk saat ini. Aku masih harus fokus dengan kuliahku" ucap Finn
"Baik Ketua" ucap Justin
__ADS_1
"Kuliah apanya?? Tuan, kau bisa membodohi orang di seluruh dunia kecuali diriku. Aku tahu betul kau kuliah untuk siapa, bahkan kau rela mengulang kuliah, yang bahkan sudah selesai gelar S2 dan mengabaikan gelar S3 demi kuliah lagi di negara ini" ucap Justin dalam hati
"Jangan berani mengumpatku di pikiranmu, Justin!" ucap Finn
"Saya tidak berani ketua" ucap Justin langsung.
Justin berpikir jika Bosnya ini adalah cenayang, yang bisa membaca pikiran orang lain. Justin bergidik ketakutan dan dia tidak berani berpikir aneh-aneh lagi di depan Finn.
Finn tentu saja tidak bisa membaca pikiran orang lain. Hanya saja Finn adalah orang terlalu peka dengan suasana hati orang sekitarnya. Jadi dia asal menebak saja barusan.
"Selidiki, wanita bernama Queen Airani Eleanor! Aku ingin datanya paling lambat malam ini!" ucap Finn dengan perintah mutlak
"Baik" ucap Justin.
...
di Sudut kamar Aurelie tengah duduk bersandar dengan kepala bersandar di tepi tempat tidur. Di tangannya ada album photo saat dirinya tahun pertama masuk kuliah.
Ia melihat-lihat album itu satu persatu, kadang Aurelie tidak kuat menahan tawanya melihat penampilan Aurelie yang dulu dengan make up menor di wajahnya, jangan lupa baju anak TK yang ia kenakan.
"Astaga bisa-bisa aku bengek melihat ini Ha-ha-ha, Astaga Aurel parah banget" ucap Aurelie tertawa sisi perutnya terasa sakit.
Lalu tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang menarik. Ada sebuah photo dimana Aurelie yang dulu tengah berpose di sudut taman belakang sekolah. terlihat dari jauh wajah Finn yang menatapnya dengan senyum di wajahnya tampannya.
Deg! Deg! Deg!
Aurelie memegang dadanya, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang saat melihat senyum Finn di photo itu.
"Asataga Jantung, are you oke?" Gumam Aurelie pelan menepuk dadanya pelan
"Aku baru sadar jika Finn ternyata sangat tampan. Tidak kalah tampan dengan Sean, bahkan terlihat lebih manis dan entah mengapa Finn lebih terlihat misterius. Selain aku tahu dia adalah tuan muda Lance dan juga sepupu dari Sean. Data lainnya tidak bisa aku bobol sama sekali" ucap Aurelie dengan wajah memerah saat mengingat wajah Finn.
"Ah tahu lah, aku lanjut lihat photo yang lainnya saja" ucap Aurelie mengabaikan hal yang baru saja ia rasakan tadi.
__ADS_1
...