Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pemberian Finn


__ADS_3

"Eveline" Beo Elie mengerutkan keningnya saat mendengar nama asing di telinganya.


Cup!


Finn mencium kening Elie, ia tidak ingin kekasihnya salah paham karena menyebut nama wanita lain saat sedang bersamanya.


"Dia adalah salah satu kerabat Ku di Inggris, dia dan yang lainnya pernah aku selamatkan 6 tahun lalu. Kami sepakat menjadi saudara dan sahabat sejak itu. Tapi meskipun begitu, aku jarang berkomunikasi dengan Eveline. Bukan hanya karena aku yang tidak suka dekat dengan wanita selain keluarga dan kamu tentunya. Tapi itu karena dia sifatnya juga yang sangat tertutup dan hanya berbicara seperlunya" ucap Finn menjelaskan.


"Salah satu? Apa bukan hanya dia yang kamu selamatkan?" tanya Elie penasaran, karena Finn belum menceritakan tentang ini padanya.


"Ya, ada 14 orang. 12 laki-laki termasuk Azel, dan 2 perempuan, hanya saja satu dari mereka meninggal dan tersisa Eveline Satu-satunya perempuan" ucap Finn


Elie mengangguk, dia tidak sepicik itu melarang Finn untuk berkomunikasi atau bersosialisasi dengan orang lain, meskipun itu adalah seorang wanita sekalipun. Elie yakin jika Finn tahu batasannya dalam berteman atau bekerja dengan lawan jenis.


Terlebih Elie sendiri banyak berkomunikasi atau berhubungan dengan laki-laki, baik itu di keluarga ataupun di pekerjaan. Sebut saja Daniel dan Keegan sebagai contohnya.


"Kenapa Eveline ingin bertemu denganku? Aku tidak memiliki kenalan bernama Eveline" tanya Elie heran.


"Aku juga tidak tahu, ini kali pertama ia menghubungiku. Biasanya dia tidak pernah berbicara sebelum di tanya, ini juga membuatku heran. Ini juga hal pertama ia berinisiatif bicara padaku lebih dulu, dan ia meminta ingin di pertemukan denganmu" ucap Finn


"Hmm, aku jadi penasaran. Bagaimana kalau besok kamu pertemukan aku dengannya" ucap Elie


"Kamu yakin?" tanya Finn ragu


"Tentu. Aku pikir dia tidak memiliki pikiran dan niat yang buruk padaku, apalagi ia memintanya secara langsung padamu, bukan?" ucap Elie tersenyum.


"Hmm, baiklah aku akan mengaturnya besok. Biarkan hari ini waktumu tersita untukku, kau tahu betapa beratnya beberapa hari kemarin. Karena menahan rindu yang sangat berat padamu" ucap Finn terkekeh.


"Begitupun denganku" ucap Elie.


Finn melepaskan pelukannya, namun Elie masih bersandar di dada Finn. Finn kemudian menunjukan sebuah kalung bertahtakan berlian di depan Elie.



"Apa kamu suka?" ucap Finn


"Untukku?" ucap Elie terkejut saat melihat kalung itu.


"Tentu saja ini untuk kamu sayang, kalung ini adalah kalung Putri Elf. Kata Elf yang berarti Peri melambangkan dirimu, dan arti lainnya adalah melambangkan cinta kita. Tentunya ELF adalah singkatan nama kita Elie & Finn. Apa kau menyukainya?" tanya Finn tersenyum hangat


"Hmm, aku sangat menyukainya. Terimakasih" ucap Elie tersenyum haru.

__ADS_1


"Sama-sama, sini aku pakaikan!" ucap Finn kemudian memakaikan kalung itu hingga terlihat sangat indah dan cantik di leher jenjang Elie


"Sangat cantik, seperti pemakainya" ucap Finn, ia menangkup wajah Elie dan mencium bibirnya mesra. Menyalurkan rasa cinta dalam dirinya pada gadisnya itu.


....


Di sebuah apartemen di pusat ibukota.


"Ughhh...." Rintih Gista


Akhir-akhir ini tubuhnya semakin terasa tidak enak, di mulai demam, sakit di area tenggorokan. Awalnya ia mengira hanya flu biasa dan mengobatinya dengan obat yang ia beli di apotek.


Namun akhir-akhir ini tidak juga membaik, bahkan sudah dua hari terakhir ini ia mudah sekali kelelahan saat berhubungan badan dengan pelanggannya.


Otot tubuhnya terasa pegal dan tulangnya terasa nyeri. Dan hari ini ia merasakan sakit perut yang luar biasa karena diare yang terus menerus hingga berat badan nya menurun dengan Drastis.


"Maaf Daddy, sepertinya aku sedang tidak enak badan" ucap Gista menolak berhubungan badan saat Didi, Sugar Daddy nya datang ke apartemen.


"Kita sudah lama tidak berhubungan sejak pulang dari Kalimantan, aku sangat merindukan mu. Tapi aku bisa menunggu sampai kamu sembuh sayang. Sebaiknya kamu periksa ke dokter agar cepat sembuh. Maaf, Daddy tidak bisa antar, Takut nanti ada yang melihat dan mengenali kita" ucap Didi, tidak mempermasalahkan karena Gista menang terlihat pucat.


"Iya Daddy, nanti Gista periksa ke rumah sakit" ucap Gista.


"Kalau begitu, Daddy pulang dulu. Daddy sudah transfer uang ke kamu untuk biaya pergi ke Dokter" ucap Didi yang kemudian meninggalkan Gista di apartemen nya sendirian.


Didi sudah cukup baik memberikannya fasilitas seperti apartemen yang cukup mewah, yang ia tempati saat ini.


Gista memesan taksi online, berjalan perlahan mengambil tas miliknya kemudian berjalan keluar dari apartemen nya.


...••••...


Keesokan pagi nya, Finn sudah menjemput Elie di kediaman Adhisti, untuk berangkat ke kampus bersama. Ia juga tidak lupa membawa buah tangan dari London untuk keluarga sang kekasih.


"Ya, Tuhan. Merepotkanmu saja nak Fin, terimakasih oleh-olehnya" ucap Stella tidak enak saat menerima banyaknya Oleh-oleh.


"Terimakasih Finn, sebenarnya tidak perlu repot-repot membawa oleh-oleh sebanyak ini. Om jadi tidak enak" ucap Kelvin


"Tidak merepotkan sama sekali Om, Tante. Finn justru senang membawa ini untuk kalian" ucap Finn tersenyum ramah.


"Finn kau, sudah pulang?" tanya Angga yang baru turun dari kamarnya dan siap berangkat ke kantor.


"Iya kak, sudah sampai kemarin. Tadinya ingin ke sini kemarin malam saat mengantar Elie pulang, hanya saja sudah larut. Jadi Finn tidak mampir" ucap Finn

__ADS_1


"Syukurlah kamu sudah pulang dengan selamat. Dan selamat, aku mendengarnya dari Elie dan berita, tentang yang terjadi di sana" ucap Angga


"Terimakasih kak, oleh-oleh kak Angga dan Kak Lexa sudah Finn siapkan" ucap Finn memberikannya pada Angga.


"Oh ya? Terimakasih sudah mengingatku He-he" ucap Angga tidak sungkan dan kemudian mereka tertawa.


Setelah Elie turun dari kamarnya, Finn dan Elie pamit berangkat ke kampus. Dan menitipkan Oleh-oleh untuk Lexa yang masih berada di kamarnya.


...


Alexa tengah bersiap dengan stelan rapih yang ia kenakan. Entah mengapa ia merasa gugup, terlebih ini kali pertamanya akan mulai perannya menjadi Dokter setelah ia lulus setahun lalu.


Dulu ia pernah koas sebelum resmi bergelar dokter, tapi itu sudah sangat lama. Dan yang akan menjadi pasiennya saat ini, bukan pasien kaleng-kaleng.


"Aku harus tenang, ingat perkataan Elie semalam. Kamu bisa Lexa, tunjukan kemampuan terbesarmu, kamu bisa!!!" Ucap Alexa menyemangati dirinya sendiri.


Ya, semalam dirinya berbicara panjang lebar mengenai permintaan ibu dari Sean. Dan Elie membenarkan jika dirinya yang memberikan saran itu pada Nyonya Demetri.


Elie menceritakan jika karena dirinyalah Sean sakit. Elie meminta kakaknya untuk merawat Sean, ia tidak terlalu mengharapkan Alexa bisa meluluhkan hati Sean. Itu tergantung bagaimana mereka berdua menciptakan peluang untuk hubungan. Elie akan mendukung apapun yang terbaik untuk keduanya.


"Selamat pagi Nona Alexa" sapa William


"Selamat pagi tuan William" sapa Alexa balik.


"Mari ikut saya ke kamar tuan muda, nona" ucap William


William membuka salah satu pintu di lantai dua, Alexa masuk kedalam kamar mewah dengan nuansa maskulin itu.


Alexa memandang wajah Sean yang terlihat pucat dan lebih kurus dengan mata tertutup itu. Ada rasa kasihan menyelusup di hatinya. Hanya karena cinta yang begitu besar pada adiknya di tolak, ia sampai sakit sedemikian parahnya.


...••••...


Hi, teman-teman semua 👋


Maaf banget update hari ini hanya satu BAB🙏


Kemarin setelah pulang Aerobik, kehujanan dan masuk angin.


Awalnya Author pikir tidak update untuk hari ini sama seperti novel 'Sistem Dewi' yang sama tidak update.


Tapi Author tidak enak kalau sampai dua-duanya tidak update. Jadi Author buat satu episode untuk 'Rebirth Of Queen'.

__ADS_1


Besok Author usahakan update seperti biasanya.☺️🙏


Terimakasih untuk dukungan kalian semua untuk karya Author yang masih Newbie ini, Selamat membaca🤗


__ADS_2