Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
presentasi Justin


__ADS_3

#Flashback di F.A Corporation, 1 setengah jam sebelum tender di mulai.


"Selamat siang ketua" ucap Justin sopan melihat Finn berada di kantor siang ini.


"Hmm, siang juga Justin. Kau ingin pergi ke tender itu sekarang?" tanya Finn


"Iya ketua, saya akan berangkat sekarang ke gedung pertemuan Q.A Group" ucap Justin mengiyakan


"Q.A Group? Bukannya tender itu di lakukan di ruang meeting khusus hotel xx?" tanya Finn mengerutkan keningnya.


"Lokasinya di ganti tiga jam yang lalu, saya sudah mencari tahu alasannya dan mendapati Wakil CEO Q.A Group tengah mempersiapkan keberangkatannya besok siang ke kalimantan. Jadi kemungkinan pertemuan tender kali ini di wakili oleh orang lain" ucap Justin.


"Di wakili orang lain?" gumam Finn memikirkan hal itu, tiba-tiba senyum di wajahnya mengembang. Jika tebakannya benar, orang itu sudah pasti Elie-nya.


"Pakai klip ini di dasi kamu" ucap Finn menyerahkan Klip dasi berwarna hitam polos.


Justin mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba Finn memberinya Klip dasi? Dia tidak sedang ulang tahun saat ini.


"Jangan banyak tanya, itu hanya aku pinjamkan. Jadi jangan sampai rusak apalagi hilang. Itu adalah CCTV yang aku kembangkan dan aku masukan ke klip ini. Tidak akan ada yang menyadarinya, meski itu Queen sekalipun" ucap Finn yakin


"Queen?" tanya Justin.


"Hmm, jika tebakanku benar, Queen akan memimpin tender kali ini, Dia adalah calon nyonya di sini, jadi kau harus menjaga kesopananmu di depannya. Aku harap kau memberikan hasil yang memuaskan di sana, Justin" ucap Finn


"Calon nyonya? Wow... Tentu aku akan melakukan yang terbaik, proyek ini bernilai tinggi" ucap Justin cukup terkejut


Meskipun sebelumnya ia sudah menebak saat ia di minta mencari tahu identitas, Queen Aurelie Adhisti dan Queen Airani Eleanor, yang pastinya memiliki tempat khusus di hati Finn.


Yang dia tidak mengerti adalah, mengenai identitas Queen pemilik Q.A Group. Saat ia mencari tahu, ia mendapat dua identitas kepemilikan, yaitu Airani dan Aurelie.


Namun jika tebakan Finn benar jika Queen yang memimpin tender hari ini. Berarti identitas sebenarnya Queen adalah Aurelie. Karena saat penyelidikan Justin mengetahui jika Airani sudah meninggal dan tidak mungkin tiba-tiba hidup lagi.

__ADS_1


"Satu hal lagi yang harus kau ingat. Jangan pernah mengatakan dalam hati keburukan orang lain terutama Queen, terlebih mengumumkan dalam hati mengenai kamera mini di klip" ucap Finn


"Maksudnya?" tanya Justin tidak mengerti.


"Cukup kau lakukan apa yang aku katakan, jangan membatinkan apapun terutama masalah kamera mini di klip di depan Queen" ucap Finn


"Ya-ya baiklah, aku mengerti" ucap Justin meskipun dia aslinya tidak mengerti, namun ia berusaha mematuhi untuk tidak membatin mengenai kamera mini itu.


#Flashback Off


...


"Urutan nomer Tujuh dari perusahaan F.A Corporation di persilahkan" ucap Daniel


Justin melangkah maju dengan tenang, di tangannya tidak memegang berkas apapun melainkan satu buah tab kecil dan satu buah remote.


"Selamat sore semuanya, perkenalkan nama saya Justin, CEO dan juga wakil dari F.A Corporation untuk mempresentasikan di depan kalian semua" ucap Justin dengan bahasa indonesia yang sangat fasih.


"Berikut yang di tawarkan F.A Corporation untuk kerja sama di pembangunan dermaga dan pelabuhan baru, baik profit dan juga manfaat secara umum dan khususnya" ucap Justin


Lalu ia menekan tombol remote kembali yang menampilkan tampilan sketsa rancangan dermaga dan pelabuhan baru, sampai ke detail terkecil tidak terkecuali.


Bahkan di jabarkan detail mengenai manfaat, profit, juga ide lain untuk pembangunan agar tidak merusak lingkungan. Penggunaan bahan apa saja yang mampu menunjang ketahanan bangunan agar tahan lama dan lain-lain.


Aurelie atau kita sebut saat di perusahaan adalah Queen, melihatnya dengan berbinar. Ide yang di ungkapkan Justin hampir mirip dengan idenya, namun milik Justin lebih spesifik lagi dari yang ia pikirkan.


Senyuman mengembang di balik masker yang ia pakai. Ia sangat puas terhadap presentasi Justin.


Sean pun terkejut, bukan hanya kecanggihan dari cara justin berpresentasi yang berbeda dari yang lain. Bahkan ide dan cara penyampaian orang di depannya itu, jauh lebih baik dari dirinya dan Sean mengakui itu.


...

__ADS_1


Tender selesai setelah semua perusahaan melakukan presentasi. Queen langsung mengangkat suara untuk mengambil keputusan. Dia sudah memilih tiga terbaik yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan miliknya.


"Baiklah, tidak perlu mengulur waktu. Saya ucapkan terimakasih untuk semua perusahaan yang berpartisipasi. Saya sudah memutuskan Tiga perusahaan yang akan bekerja sama. Yang pertama selamat untuk F.A Corporation yang akan mengambil proyek 40% dari total proyek, yang kedua Demetri Group dan yang ketiga Swarna Tbk. Yang masing-masing mendapat 30% dari total proyek yang akan di bangun" ucap Queen


"Untuk ketiga perusahaan yang terpilih, besok siang di harapkan datang ke Q.A Group untuk membahas kontrak kerja sama. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih" ucap Queen lagi menutup tender.


Setelah acara berjabat tangan semuanya keluar dari ruang pertemuan.


"Queen!" panggil Sean lembut


Queen dan Daniel menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Sean.


"Ya, Ada yang bisa saya bantu, tuan muda Demetri" ucap Queen sopan.


"Kau terlalu sopan, apa setelah ini kau pulang? Mau aku antar pulang sekalian?" ucap Sean menawarkan diri.


"Ya Tuhan, sepertinya tuan muda lupa jika ada acara makan malam keluarga besar di rumah. Bisa kena amuk nyonya kalau sampai jam 7 malam Tuan muda belum pulang ke kediaman Demetri. Tapi aku juga nggak bisa menghalau tuan muda yang tengah di mabuk asmara di depan wanita yang ia suka" ucap William dalam hati.


Queen mendengarnya mengerutkan kening, ia menatap Sean yang mengharapkan dirinya mau di antar pulang olehnya. Tapi ia juga merasa kasihan jika William kena amuk ibu dari Sean jika telat datang. Terlebih saat ini sudah jam 6 sore.


"Maaf tuan, saya tidak bisa, setelah ini saya masih ada keperluan lain yang tidak bisa di tinggalkan" ucap Queen sopan


"Ah baiklah, lain kali aku akan mengajakmu makan malam bersama jika kau tidak keberatan" ucap Sean masih dengan senyum ramahnya.


"Tentu, jika aku tidak sibuk. Maaf saya permisi" ucap Queen kemudian berlalu meninggalkan Sean, William dan juga Justin yang masih berada di dalam ruangan.


"Sepertinya akan ada yang cemburu dengan kejadian ini, untung saja nona Queen menolak, jika tidak entah apa yang terjadi" Gumam Justin dalam hati dan menghela nafas nya.


Ia yakin jika saat ini Finn tengah melihat nya melalui kamera mini tersembunyi di balik klip dasi yang di pakainya.


...

__ADS_1


__ADS_2