Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Merakit motor


__ADS_3

Benar saja setelah Elie mengetahui tentang hal yang sebenarnya terjadi di dalam mimpinya, yang ternyata berhubungan dengan pemilik tubuh asli.ia merasakan tidurnya nyenyak sampai pagi.


Berhubung hari ini Elie tidak memiliki mata kuliah di kampus, ia bergegas turun setelah mandi untuk menemui kakak perempuannya.


"Pagi Dad, mom, Kak Angga, Kak Lexa" sapa Elie sembari mencium pipi mereka satu persatu.


"Pagi El" sapa kembali yang lainnya dengan senyuman.


Mereka berlima kemudian menikmati menyantap sarapan bersama. Setelah selesai sarapan, Elie langsung beranjak menyusul kakak perempuan nya, ia menahan kakaknya yang hendak pergi ke kamarnya itu.


"Kak Lexa" panggil Elie


"Kenapa dek?" ucap Alexa berhenti melangkah dan menoleh ke arah adiknya itu.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Elie


"Hmm tentu saja, kita bicara di dalam kamar saja biar nyaman" ucap Alexa dan di angguki oleh Elie.


Elie mengikuti langkah sang kakak masuk ke dalam kamar Alexa yang bernuansa violet itu. Photonya tercetak besar di sana. Dan juga wangi lavender menyeruak di Indra penciumannya, memenangkan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan El?" tanya Alexa menatap adik satu-satunya itu.


"Kak, jujur saja. Katakan yang sebenarnya, apa yang terjadi sama kakak? Kenapa akhir-akhir ini kakak lebih pendiam tak seperti biasanya?" Tanya Elie langsung to the point.


"Hah, masa sih? Ah, Itu mungkin cuma perasaan kamu saja dek, kakak biasa saja kok" ucap Alexa berusaha tenang.


"Kakak bisa bohongi yang lain, tapi tidak denganku" ucap Elie, lalu ia menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Aku tahu, ada yang kakak sembunyikan. Kalau kakak nggak mau cerita, nggak masalah. Tapi melihat hal itu membuat kakak terlihat seperti menanggung beban dan berubah menjadi lebih pendiam dan dingin. Mungkin aku akan mencari tahunya sendiri, kenapa alasannya. Aku tidak ingin kakakku menanggung pikirannya sendiri" ucap Elie


Alexa menggigit bibir bawahnya, ia tentu saja tahu jika adiknya memiliki kemampuan untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya.


Sesaat kemudian Alexa menghela nafasnya panjang, ia memutuskan untuk memberitahu Elie, tentang apa yang terjadi padanya di rumah Sean.


"Kakak sedang kesal dek" ucap Alexa jujur

__ADS_1


"Kesal? Dengan siapa dan kenapa?" tanya Elie lagi, seperti petugas sensus.


"Kesal, ka-karena ada yang mencuri ciuman pertama ku" ucap Alexa jujur dan menundukan kepalanya, membuat Elie menganga Karena terkejut saat mendengar hal itu.


"What? Siapa yang cium kakak? Apa kakak sudah punya pacar sekarang?" tanya Elie penasaran. Karena memang ia tidak mendengar batinan Alexa saat ini.


"Siapa yang punya pacar sih de, orang kakak dekat sama cowok aja belum pernah, apalagi pacaran" ucap Alexa cemberut.


"Lalu siapa yang mencuri ciuman pertama kakak kalau bukan pacar kakak?" tanya Elie lagi.


"Janji kau jangan kaget" ucap Alexa, Elie hanya mengangguk ringan.


"Yang cium kakak itu, hmmm itu, anuuu... hmmm tu-tuan mu-da Demetri, alias Sean" ucap Alexa yang membuat Elie makin terkejut dan melebarkan matanya.


"Woaaahhhh , Sean???" ucap Elie terkejut menutup mulutnya.


"Kamu kaget kan? Sama kakak juga" ucap Alexa lesu.


"Memang bagaimana ceritanya kakak bisa di cium Sean?" tanya Elie penasaran.


"Kakak juga nggak ngerti, saat itu kakak lihat dia seperti mimpi buruk. Ia sangat gelisah padahal saat itu ia masih tidak sadarkan diri. Kakak mencoba membangunkan dia, ternyata berhasil. Ehhh... Setelah ia bangun, ia justru langsung mencium kakak secara tiba-tiba" ucap Alexa.


Elie mengangguk paham apa yang di rasakan Alexa, dan ia juga memikirkan mimpi tentang penculikan itu. Mungkin saja itu berhubungan dengan tiba-tiba Sean mencium kakaknya.


Ia ingin memberi tahu kakaknya itu mengenai kejadian penculikan, namun ia urungkan. Ia memutuskan untuk menanyakan hal itu langsung pada Sean, dan pasti ia membicarakan hal ini dulu dengan Finn untuk menanyakan pendapat.


Tidak sekarang, tapi nanti. Melihat situasi dan kodisi Sean agar tenang terlebih dulu. Elie menanyakan hal itu, untuk memastikan perasaan Sean pada kakaknya.


....


Mata Cheryl berdecak kagum saat memandangi villa cukup besar di kota yang berdekatan dengan Ibukota.


Setelah ia di jemput di hotel Prima, tempat ia menginap sesaat keluar dari rumah Rico oleh Ari. Kini ia berada di vila mewah daerah puncak.


Merasakan udara yang sejuk, juga di perhatikan dan juga di perlakukan bak Ratu. Tentu saja Cheryl sangat bahagia, karena dirinya mengira, jika keputusan nya memutuskan untuk bercerai dan kembali kaya karena kekasih gelapnya itu.

__ADS_1


"Aku akan tinggal di sini?" tanya Cheryl dengan mata yang berbinar menatap Ari.


"Ya, tentu saja, nanti segala urusan Vila, biar bibi yang akan menyiapkan apapun yang kamu inginkan." ucap Ari mengelus kepala Cheryl yang kini tengah bersemu merah.


"Kamu juga tinggal di sini?" tanya Cheryl


"Tidak, kita bukan suami istri, sayang. Tapi tenang saja, aku akan sering kemari hmm!" ucap Ari


"Kenapa kita tidak secepatnya menikah saja?" tanya Cheryl berharap


"Sabar sayang, aku pasti akan menikahi kamu. Tapi tunggu kamu resmi bercerai dari Rico dan anak kita lahir dulu. Setelahnya, aku akan menikahimu dan menjadikanmu ratu di hatiku" ucap Ari mencium bibir Cheryl.


Mendapati serangan itu, Cheryl dengan senang hati menerima dan membalas. Ia lupa jika saat ini, ia masih berstatus istri orang.


💬 Wanita ini sudah berhasil aku taklukan dan berada di genggaman ku. Jadi, kita lakukan sesuai rencana yang kita diskusikan terakhir kali- Ari


Ari mengirim pesan itu tanpa ketahuan oleh Cheryl, dia menyeringai penuh teka teki di wajahnya.


...


Finn masih berada di dalam kamarnya, sebelum berangkat kuliah. Sebenarnya ia merasa malas, karena tidak penting kuliahnya karena dia saja sebenarnya sudah lulus S2 di Inggris.


Ia hanya mengulang untuk berdekatan dengan Aurelie.


Terlebih saat ini sang kekasih tercintanya tidak ada kelas dan tidak masuk kuliah. Jadi ia mencoba bersabar untuk tidak bertemu kekasih nya itu selama setengah hari. Karena setelah selesai jam mata kuliah, Finn tentu saja akan mengapel pada Elie.


Karena kelasnya di mulai jam 10, Finn tetap bersiap keluar pagi ini, ke rumah keduanya. Mansion yang ia beri nama Mansion Elf itu.


Mansion Elf, adalah mansion miliknya yang ia beli di lelang dengan harga ratusan milyar itu. Dan ia membeli itu dulu dengan menggunakan uang hasil jerih payahnya sendiri.


Dan kini ia sudah berada di Mansion Elf, Finn langsung berjalan menuju salah satu ruangan di gedung sebelah mansion utama.


"Sepertinya aku harus menyelesaikan segera rakitan motor ku, aku tak sabar ini ingin berkendara bersama Elie" ucap Finn sendiri.


Ia membayangkan saat Elie menaiki motornya dan berpegangan padanya, itu membuat Finn tidak sabar.

__ADS_1


Finn lalu mengambil pekakas dan mulai merakit motornya untuk bagian Finishing.


...••••...


__ADS_2