Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Merasa tenang


__ADS_3

Finn tersenyum melihat Elie kini tengah berjalan mendekat ke arah mobilnya yang terparkir. Ia pun segera keluar dari mobil, meskipun saat ini Elie memakai masker dan baju yang berbeda dengan yang ia pakai saat di kampus. Finn tetap mengenalinya hanya dalam sekali lihat.


GREP!!!


Elie langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Finn. Ia menghirup aroma menenangkan dari tubuh kekasihnya itu. Finn dengan senang hati membalas erat pelukan itu, setelahnya ia mencium kepala Elie sebelum melepaskan pelukannya.


"Ayo masuk dulu ke mobil!" ucap Finn yang di angguki Elie.


"Silahkan masuk my Queen" ucap Finn lagi saat membukakan pintu untuk Elie.


"Terimakasih my Finn" ucap Elie tersenyum hangat.


Setelah di mobil, Finn tidak langsung melakukan mobilnya, ia terlebih dulu memasang seat belt Elie yang belum terpasang. Namun tangannya di halangi El yang justru masuk kembali ke dalam pelukan Finn.


Finn tersenyum dan mengelus kepala Elie, terdengar Elie yang menghela nafas begitu panjang terasa di dada bidangnya.


"Kenapa menarik dan menghela nafas begitu panjang, hm?" tanya Finn.


"Nyaman, sangat nyaman. Pelukanmu memang paling bisa membuatku nyaman" ucap Elie makin memeluk erat Finn.


"Peluk aku sepuasmu, aku adalah milikmu. Aku akan selalu berada di sisimu, kau tahu itu bukan?" ucap Finn yang di angguki Elie


"Aku tahu" ucap Elie.


Setelah sesi peluk-pelukan di dalam mobil, Finn melajukan mobilnya menuju ke AILIE Resto untuk mengajak Elie makan malam, meskipun waktu masih sore.


Namun karena mereka ingin menikmati waktu santai mereka dengan menikmati pemandangan matahari terbenam di rooftop resto, setelah makan malam. Lebih tepatnya makan sore karena saat ini masih jam setengah 5 sore.


Sejak di dalam mobil, Finn tak pernah melepas pegangan tangannya pada kekasihnya itu. Tentu saja kecuali mereka turun dari mobil. Jika masih berpegangan, bagaimana cara mereka berdua turun dari mobil?


"Siapkan makanan kesukaan nona muda!" ucap Finn yang langsung mengatakan pada pelayan, saat ia masuk ke dalam Resto.

__ADS_1


"Baik Tuan muda, nona muda. Kami akan mempersiapkannya" ucap Pelayan dengan ramah.


Finn langsung membawa Elie masuk ke ruangan pribadi mereka dan menunggu makanan mereka datang.


"Bagaimana dengan masalah pertemuanmu dengan mereka?" tanya Finn


"Hmm, lancar. Meskipun awalnya badanku terus gemetar saat melihat dua orang yang paling aku benci itu" ucap Elie


"Syukurlah, aku yakin kamu bisa melewatinya" ucap Finn dan mengelus kepala Elie dengan sayang.


"Berkat kamu juga" ucap Elie tersenyum


"No, itu karena diri kamu sendiri sayang. Kamu adalah wanita yang kuat dan tegar, aku yakin kamu bisa melewati apapun rintangan yang ada di depanmu" ucap Finn, Elie hanya membalas nya dengan senyuman


"Lalu bagaimana dengan Ayahmu? Apa dia terkejut mengenai surat wasiat itu?" tanya Finn


Sebenarnya Finn sudah mengetahui perihal surat wasiat itu, karena dirinyalah yang mengusulkan hal itu pada Elie. Karena ia percaya feelingnya tidak pernah meleset, dan benar saja tebakannya jika Rico sebagai ahli waris tidak akan mau menyerahkan aset mendiang istrinya itu


"Ya, awalnya Ayah terkejut saat aku mengatakan aku memiliki surat wasiat Airani. Tapi setelah bajingan itu pergi, aku menjelaskan pada ayah. Meskipun aku memiliki surat wasiat Airani, aku akan tetap memberikan uang itu pada Eleanor Group sesuai harga saham Air Hotel saat ini" ucap Elie menarik nafas


"Kau sudah tenang dan lega sekarang?" tanya Finn


"Hmm, setidaknya aku bisa mengamankan aset milikku dan juga melihat ayah tidak sedih lagi. Aku akan meluangkan waktu untuk menemaninya." ucap Elie


"Lalu apa yang ingin kau lakukan pada kedua bajingan itu?" tanya Finn


"Aku akan membuat mereka tersiksa pelan-pelan. Aku meminta Rico untuk meninggalkan rumah milikku yang berada di perbukitan. Aku memberinya waktu 1x24 jam untuk membawa semua barang-barang miliknya keluar" ucap Elie


"Kalau begitu besok aku akan mengirim orang untuk memantau mereka, dan mengusirnya secara paksa jika perlu, seandainya mereka tidak mau pergi setelah waktu yang di tentukan" ucap Finn


"Hmm, terimakasih" ucap Elie tidak menolak bantuan dari Finn.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan pintu di ruangan pribadi, lalu masuk dua pelayan yang mengantarkan makanan dan minuman untuk keduanya.


Keduanya pun menyantap makanan mereka dengan lahap. Sebelum menikmati pemandangan matahari terbenam di rooftop.


...


BRAK!!!


Pintu mobil di tutup dengan keras setelah Rico keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah di perbukitan. Cheryl yang duduk di samping kemudi melonjak terkejut, karena tingkah suaminya yang begitu tiba-tiba.


"Kemasi barang-barang kita, besok kita akan pergi dari rumah ini!" ucap Rico pada Cheryl


"Kita mau pindah kemana lagi sayang? Apa ke kediaman Eleanor atau mansion kamu dengan Rani dulu, atau rumah keluarga Sebastian?" tanya Cheryl dengan mata yang berbinar.


"Tidak perlu banyak omong, cepat kemasi barang-barang! Besok pagi kita akan pergi dari sini, urusan kemana itu terserah padaku nanti. Kau hanya perlu mengikuti ku" ucap Rico langsung melangkah ke kamarnya.


Kamarnya? Ya semenjak menikah dengan Cheryl, Rico tidak mau berbagi kamar dengan istrinya itu, apalagi menyentuhnya. Perasaan bersalah pada mendiang istrinya, membuatnya begitu membenci Cheryl, wanita yang dulu ia cintai itu.


"Cih, dasar arogan! kan bisa bicarakan dengan baik-baik, tidak perlu pakai emosi. Tapi nggak apa-apa, yang penting aku keluar dari rumah kecil yang jauh dari pusat kota ini. Kehidupan mewah ku akan kembali lagi" ucap Cheryl dengan penuh percaya diri dan bersemangat.


Dengan senang hati ia membereskan barang-barangnya dan suaminya itu, untuk pindah ke rumah baru.


...


Di kediaman Adhisti, Alexa menatap penuh tidak Percaya dengan apa yang di lihatnya. Begitu pun dengan Angga yang baru saja pulang dari kantor, dan ikut duduk di sofa ruang tamu.


Ia menatap adiknya itu dengan penuh tanda tanya, lalu beralih pada dua orang laki-laki paruh baya yang duduk di depannya dan juga ke arah dokumen yang kini ada di tangan Alexa.


Ia lalu mengambil dokumen itu dan membacanya. Saat membacanya, itu sukses membuat mata Angga terbelalak, saking terkejut nya.

__ADS_1


"I- ini... Lexa apa ini?" tanya Angga dengan suara dan ekspresi wajah terkejutnya. Sedangkan Alexa masih terbengong dan mencoba mengumpulkan kesadarannya.


...••••...


__ADS_2