
"Finn... " Gumam Aurelie terkejut melihat Finn berada di depannya.
Aurelie berdiri karena terkejut, ia menatap Finn yang tengah tersenyum padanya. Di tangan kirinya membawa dua paper bag besar.
"Ka-kamu kok ada di sini?" tanya Aurelie masih dengan tatapan terkejutnya
"Aku mengkhawatirkan kamu, aku kesini membawakan kamu selimut, takut kamu kedinginan saat menginap di sini. Aku juga bawain makanan untuk kamu dan sekeluarga, kamu pasti belum makan malam, kan?" ucap Finn tersenyum sambil menunjukan paper bag di tangannya.
Perasaan Aurelie menjadi menghangat, ia belum pernah merasa di perhatikan seperti ini sebelumnya. Dan tentunya perlakuan Finn sangat terasa tulus dan menyentuh.
"Terimakasih" ucap Aurelie tersenyum tulus dan berkaca-kaca karena terharu.
"Tentu, untuk kamu aku akan melakukan apapun semampu yang aku bisa" ucap Finn seraya mengelus kepala Aurelie.
Daniel terkejut melihat Aurelie tersenyum tulus dan berkata lembut pada orang lain, selain keluarga, dirinya dan juga sang kakak, Keegan.
"El, kenapa kamu ada di luar? Dan ini siapa?" tanya Finn menatap ke arah Daniel dengan tatapan biasa saja, tidak ada kecemburuan di matanya.
Dia hanya pura-pura tidak tahu tentang Daniel, karena Finn sebelumnya sudah mencari tahu tentang Aurelie. Jadi dia sudah tahu jika pria tampan di samping Aurelie adalah asisten pribadinya.
"Dia teman sekaligus asisten pribadiku, namanya Daniel. Niel perkenalkan dia Finn, dia itu..." ucap Aurelie bingung mengatakan Finn temannya atau calon pacar.
"Halo salam kenal, saya teman dekat Aurelie" ucap Finn dengan nada tegas namun tidak dingin sama sekali dan mengulurkan tangannya.
"Daniel" ucap Daniel menyambut uluran tangan Finn.
Dia menelisik wajah Finn dan juga menoleh ke arah Aurelie dan menelisik wajahnya. Daniel mengerutkan kening sekilas lalu ia tersenyum sangat tipis, mengerti sesuatu.
"El, aku pulang dulu ada keperluan yang harus aku tangani saat ini. Sampaikan salamku pada orang tuamu" ucap Daniel, ia sangat peka dan tidak ingin menganggu keduanya.
"Ah iya, terimakasih Niel untuk bantuannya" ucap Aurelie, Daniel hanya mengangguk dan melambaikan tangannya dengan lambang OK kemudian pergi.
...
Empat orang di dalam ruangan terkesima dan memandang Finn penuh dengan kekaguman, tentu saja karena wajah Finn sangatlah tampan.
Kecuali Aurelie yang menepuk keningnya dan Alexa yang terkekeh melihat keluarganya terpesona oleh ke tamparan Finn.
Finn yang di tatap oleh keluarga dari gadis yang di cintainya, merasa kikuk sendiri dan tentu saja gugup.
"Hei, kalian menatap tamu seperti hendak menerkamnya saja" ucap Aurelie
"Siapa pria tampan itu El?" tanya Angga, yang beberapa menit lalu sadar itu.
__ADS_1
"Namanya Finn" yang menjawab bukan Aurelie, melainkan Alexa
"Halo, salam kenal nama saya Finn, teman Elie" ucap Finn sedikit kaku, dia sebenarnya gugup namun sebisa mungkin ia tenang. Ia juga salim dengan kedua orang tua Finn sebagai bentuk kesopanan pada yang lebih tua.
Kelvin tersentak kaget saat tahu di depannya adalah pria yang sudah menyatakan perasaannya pada putri bungsunya itu. Seketika wajahnya berubah menjadi tegas, namun melihat sifat sopan dan ketulusan Finn dia sedikit puas karenanya.
"Saya bawakan makan malam untuk semuanya, semoga kalian menyukainya" ucap Finn tersenyum tipis.
"Aduh kenapa repot-repot sekali nak, terimakasih sudah membawakannya. Ayo duduk dulu" ucap Stella ramah menyambut Finn
Finn kemudian duduk, meskipun udara di ruangan itu cukup hangat. Namun telapak tangan Finn terasa dingin karena baru kali ini ia merasakan gugup, berhadapan dengan calon mertua (pengennya ya finn🙊).
"Tangan kamu kenapa?" tanya Kelvin yang memperhatikan perbanan di tangan kanan Finn.
"Ini... " ucap Finn bingung menjelaskannya.
"Dia terluka saat melindungi Elie saat di gedung agensiku dad" ucap Alexa memotong
Kelvin terkejut saat mendengar ucapan Alexa. Memang Alexa saat itu berencana untuk tidak memberitahu keluarganya, namun dia tidak bisa menyembunyikannya lagi, saat Gio menceritakan hal itu pada Kelvin.
Kevin marah? Tentu saja! Namun karena masalah itu sudah di selesaikan dan putrinya tidak kenapa-kenapa, dia tidak menyebutnya lagi.
"Jadi..." ucap Kelvin memandang ke arah Alexa.
"Terimakasih sudah menyelamatkan kedua putri saya" ucap Kelvin tulus. Rasa kagum pada Finn meningkat setelah tahu hal ini.
"Sama-sama om" balas Finn
"Apa lukamu sangat serius?" tanya Stella khawatir, bagaimana pun Finn sudah menyelamatkan nyawa putrinya.
"Tidak kok tante, sebentar lagi juga sembuh" ucap Finn
"Dad, Mom, Elie ingin bicara dengan Finn di luar sebentar, apa boleh?" tanya Aurelie
"Tentu, tapi jangan malam-malam kembalinya" ucap Kelvin, ia percaya jika Finn bisa melindungi putrinya.
...
Saat ini Finn dan Aurelie sudah berada di taman rumah sakit. Keduanya duduk di salah satu bangku panjang di sana.
"Cuaca sedang dingin, kenapa kau tidak memakai pakaian yang lebih tebal?" ucap Finn
Jaket yang di kenakan Finn kini sudah pindah di badan Aurelie. Aurelie hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
"Finn" panggil Aurelie
"Hmm, ada apa El? Katakan saja, aku tahu kau menyimpan sesuatu hal yang ingin kau bicarakan padaku. Kalau tidak, tidak mungkin kamu ingin datang ke rumahku jika tidak ada hal penting yang ingin kamu sampaikan" ucap Finn
Ia sangat peka, namun ia tidak bisa menebak apa yang ingin di katakan gadisnya itu.
"Kau janji akan mengatakan yang sebenarnya padaku? Semuanya?" tanya Aurelie
Finn mengerutkan keningnya heran, namun ia mengangguk sebagai jawabannya.
"Kenapa kau menamakan restoran itu dengan nama AILIE?" tanya Aurelie langsung
Finn terkejut namun setelah itu menghela nafas dan tersenyum manis. Ia menoleh menatap lekat wajah ayu di depannya itu.
"Kau sudah memiliki jawabannya dan jawaban itu sama dengan jawaban milikku" ucap Finn
Ia menatap wajah Aurelie yang sempat terkejut lalu menghela nafasnya dan dengan mata yang mengerjap tidak percaya.
"Mengapa kau menggabungkan namaku dan Airani?" tanya Aurelie
"Karena kalian adalah orang yang sama" ucap Finn tanpa basa basi.
Ia selalu menepati ucapannya, yang artinya ia akan menjawab apapun yang Aurelie tanyanyakan padanya tanpa adanya kebohongan.
Tentu saja jawaban Finn membuat Aurelie terkejut, jantungnya kini berdebar kencang.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Aurelie dengan bibir bergetar
"Aku sudah bilang jika apapun yang ada padamu aku mengetahuinya. Bahkan hanya dengan perubahan kecil yang ada padamu aku mengetahuinya" ucap Finn
"Jadi kau percaya adanya reinkarnasi, transmigrasi, atau semacamnya?" tanya Aurelie yang di balas gelengan kepala Finn
"Aku tidak percaya, namun anehnya aku percaya tentang itu setelah apa yang terjadi padamu" ucap Finn jujur
"Sejak kapan kau tahu jika aku bukan Aurelie yang asli?" tanya Aurelie
"Sejak kejadian di pemakaman dan di bioskop, aku pikir saat itu aku memiliki pikiran aneh tentang kalian adalah orang yang sama. Apalagi perilaku dan kesukaan kalian sangat timpang dan tidak memiliki kesamaan sama sekali. Namun setelah bangun dari koma, kau berubah seperti orang lain, aku tebak kau mulai menjadi Aurel sejak saat itu. Apa aku benar?" ucap Finn
"Huuufftt, ya, kau benar. Aku adalah jiwa dari seorang Queen Airani yang masuk ke tubuh ini setelah ia kecelakaan" ucap Aurelie mengakuinya.
"Boleh aku menanyakan satu hal lagi?" tanya Aurelie
"Tentu, tanyakan apapun yang mengganjal di hatimu, aku akan menjawab semuanya jika aku tahu" ucap Finn
__ADS_1
...