
Melihat Carmila berlari mengejar Finn, Robert meminta Asisten dan sekretarisnya mengejar cucu perempuannya itu agar tidak membuat masalah dan mempermalukan nama keluarga di depan umum.
Sedangkan dirinya yang tidak sanggup berlari karena faktor usianya, hanya mampu berjalan dengan bantuan tongkatnya, menyusul mereka.
"Fiiinnnn...." Teriak Carmila yang sudah sampai di lobby hotel.
Tentu saja, teriakannya membuat semua orang di sana menoleh ke arahnya, namun ia tidak peduli dan terus berlari ke arah Finn.
GREP!!!
Azel mencekal tangan Carmila agar tidak mengejar bosnya lagi. Dia tidak habis pikir, kenapa ada wanita yang putus urat malunya hingga menggila seperti Carmila ini.
"Lepaskan aku, dasar babu Sialan!!!" teriak Carmila.
Meskipun kesal dan ingin menampar mulut wanita yang di cekalnya itu. Namun Azel menahannya, karena banyak orang di sana yang melihat.
Tak lama Asisten dan sekretaris Robert datang, dan jauh di belakangnya Robert yang berjalan menggunakan bantuan tongkat menyusul ketiganya.
"Lepaskan nona Mila!" ucap Addy asisten pribadi Robert.
Duk!!
"Aakkhh, Awws sakiiiit... Azel sialan, beraninya kau!!" teriak Carmila yang jatuh terduduk.
Karena saat ia memberontak, dan Addy datang. Azel sengaja melepaskan tangannya hingga Carmila terjatuh.
"Mila..!! Azel beraninya kau!!" teriak Robert
"Saya hanya menuruti ucapan asisten anda, yang meminta saya melepaskan cucumu. Saya hanya melepaskan genggaman tangan, saya tidak salah!" ucap Azel watados
Orang-orang di lobby juga tidak menyalahkan Azel, pasalnya mereka juga melihat jika Azel benar-benar hanya melepaskan tangannya, tidak mendorong Carmila.
"KAU!!" ucap Robert kesal.
"Lebih baik anda simpan amarah anda itu tuan, dan bawa cucu kesayanganmu itu dari sini. Sebelum ia membuat masalah dan membuat malu dirinya sendiri dan juga keluarga anda" ucap Azel.
Meskipun sedang marah, Robert membenarkan perkataan Azel. Cucunya itu bisa saja membuat nama baik keluarga malu lagi. Jadi ia memutuskan untuk pergi.
"Bawa Carmila pulang!" ucap Robert yang di angguki asistennya.
"Tidak kakek! Aku harus menemui Finn. Aku mau menikah dengannya....Kakeekk!!!" teriak Carmila yang memberontak saat Eddy membawanya pergi dari Hotel.
Semua orang di sana berbisik-bisik, mencibir dan menghina keluarga Kiel. Mereka jelas tahu siapa yang menjadi pusat tontonan di depan mereka saat ini.
"Tuan Robert" panggil Azel saat Robert melangkah melewati dirinya, ia menatap punggung si tua Bangka itu.
__ADS_1
Robert menghentikan langkahnya, namun tidak berbalik untuk melihat Azel.
"Saya hanya ingin memberi tahu anda sesuatu, Tuan besar Kiel yang terhormat, saat ini anda salah dalam memilih lawan. Dan saya sarankan lebih baik anda bersiap-siap, karena sesuatu yang besar telah menanti anda dan sekeluarga. Semoga anda menyukainya" ucap Azel menyeringai
Azel lalu melangkah mendahului Robert keluar dari hotel. Ia menuju mobilnya yang di mana Finn sudah ada di dalamnya.
Robert tidak memikirkan ucapan Azel, ia melanjutkan langkahnya. Namun ia merasa bahwa semua orang tengah menatap dirinya dengan tatapan mencemooh dan merendahkan.
Ia tidak tahu mengapa, namun ia mengabaikan itu. Karena ia pikir mungkin itu hanya perasaan dirinya saja. Atau mungkin orang melihatnya karena masalah Carmila tadi.
...
Elie saat ini berada di toko buku terbesar di ibukota. Ia mengambil beberapa buku pelajaran untuk sekolah dasar dan menengah, novel, dan juga buku cerita dongeng.
Ia membeli buku-buku itu, untuk ia isi di perpustakaan mini di belakang panti. Dirinya di kehidupan yang lalu yang membangunnya. Bahkan ia (Airani) merenovasi total Panti asuhan Harapan Kasih, yang dulu bangunannya hampir roboh karena sudah tua di makan usia itu.
"Totalnya Tiga juta delapan puluh lima ribu, kak" ucap mbak kasir.
Saat Elie membuka dompetnya mengambil kartu miliknya. Sebuah tangan menyodorkan sebuah kartu ke kasir. Elie terkejut juga merasa kesal di buatnya.
"Pakai kartu ini!" ucap Pria tampan pada kasir.
"Tolong gesek kartu ini mbak, terimakasih" ucap Elie mengabaikan pria itu dan menyodorkan kartu miliknya pada mbak kasir.
"Aku juga membeli buku, jadi sekalian saja bayarnya pakai kartu ku" ucap Pria itu memperlihatkan buku di tangannya sambil tersenyum manis ke arah Elie.
"Mbak, bisa tolong gesek kartu saya sekarang? Atau saja cancel saja membelinya" ucap Elie.
Mbak kasir mengangguk dan mengambil kartu milik Elie dan menggeseknya. Setelah menekan pin, dan transaksi pun selesai.
"Ini kartu dan struknya kak, terimakasih banyak" ucap mbak kasir tersenyum ramah.
"Sama-sama" ucap Elie, yang langsung membawa dua kantong plastik besar berisi buku.
"Aku bantu bawa" ucap Pria itu melihat banyaknya buku yang Elie beli dan pastinya Berat.
Elie tidak menggubris dan bergegas keluar membawa kntong plastik berisi buku itu sendiri. Pria itu terkejut saat melihat Elie sanggup membawa buku itu sendiri, tanpa terlihat berat sama sekali.
Tak!
"Maaf mbak, lain kali saja belinya" ucap pria itu meletakan buku yang awalnya mau ia beli di depan kasir, lalu berlari mengejar Elie.
"Heeyyy, cantik.. tunggu!!" teriak pria itu membuat mbak kasir menggelengkan kepalanya.
Di luar toko buku, Elie berjalan menuju ke mobilnya berada. Elie membuka pintu co.driver dan menaruh kantong plastik itu.
__ADS_1
"Hei, kita ketemu lagi" ucap pria itu.
Elie membalik tubuhnya, ia menghela nafas melihat pria blasteran kurang kerjaan yang selalu mengganggunya seharian ini. Siapa lagi kalau bukan Dareen.
Di kampus, di manapun Elie ketemu Dareen, pasti pria setengah bule itu mengganggunya. Mengajaknya bicara dari menggunakan bahasa Inggris sampai akhirnya ia menggunakan bahasa Indonesia.
Elie mengabaikan dan masuk ke mobil, namun Dareen justru berdiri di depan mobil. Klakson di bunyikan berkali-kali, tapi tidak juga membuat Dareen beranjak.
"Bisa anda minggir!" ucap Alyssa datar.
"Cantik, kau akhirnya bersuara padaku" ucap Dareen senang, Elie hanya bisa menghela nafasnya lagi dan lagi. Orang di depannya jelas-jelas minta di sleding.
"Minggir!" ucap Elie lagi kesal
"Tidak sebelum kau memberi tahu namamu" ucap Dareen.
Dareen bisa saja bertanya pada orang-orang di kampusnya tapi dia tidak mau. Ia ingin mendengarnya secara langsung dari orangnya.
"Aurelie. Sekarang minggir!" ucap Elie berbalik dan masuk ke mobil.
Dareen menggeser tubuhnya dan tidak lagi menghalangi mobil Elie. Elie langsung tancap gass meninggalkan Dareen.
"Hati-hati Aurelie cantikk!!!" teriak Dareen.
"Aurelie, nama yang cantik" gumam Dareen.
...
Kota London.
Semua orang di negara Inggris gempar dengan berita yang beredar di media masa secara besar-besaran, tanpa bisa di tahan.
Kiel Group, perusahaan raksasa terbesar di negara itu. Kini tengah Viral, bukan hanya di Inggris namun juga di seluruh dunia memberitakan Kiel Group. Tak terkecuali di Indonesia.
Semua data penting perusahaan bocor ke publik, Tindakan ilegal pun tak luput dari bocornya data pribadi ke media masa.
Video dan photo mesum kepala keluarga Kiel, Robert Kiel dengan puluhan wanita tersebar luas. Riwayat penyakit kejiwaan Carmila juga tersebar, meskipun dalam tahap menengah dan masih bisa di obati.
Nilai saham Kiel Group turun anjlok. Yang orang lain tidak tahu, Dana/Kass perusahaan maupun simpanan pribadi baik berbentuk tunai maupun barang berupa Emas ataupun Berlian di bank Swiss, semuanya hilang.
Sebenarnya tidak benar-benar Hilang, hanya saja semua itu berpindah tangan.
Dan kini Keluarga Kiel sudah hancur hanya dalam waktu kurang dari setengah jam setelah Finn keluar dari hotel xxx.
...••••...
__ADS_1