Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Masa kecil


__ADS_3

Kedua sejoli itu keluar dari mobil dan masuk ke lantai paling atas menggunakan lift khusus. Dan saat ini di buka lah pintu ruangan kerja Justin, CEO F.A Corporation.


Yang sebentar lagi akan Sertijab dengan Arthur yang akan memegang perusahaan cabang di Indonesia itu.


Terlihat di sana dua orang laki-laki yang tampan dan seorang perempuan cantik berambut sebahu tengah duduk di sofa tamu.


Melihat Finn dan Elie datang, ketiganya langsung berdiri.


Elie menatap wajah Eveline yang tengah menatapnya dan mata yang berkaca-kaca.


"Kak Queen..." gumam Eveline bergetar dalam hati.


Elie yang mendengar batinan Eveline terkejut, bukan hanya Eveline mengetahui namanya. Tapi juga dari nada suaranya, tersirat jika ada kerinduan yang besar di sana.


"Duduklah!!" ucap Finn.


Ketiganya langsung duduk kembali, tatapan mata Eveline tidak lepas dari Elie. Elie tahu itu, ia juga merasakan perasaan tidak asing saat melihat Eveline.


"El, perkenalkan. Yang pria itu namanya Arthur, dia yang akan membackup perusahaan cabang Indonesia. Justin akan kembali ke Inggris besok lusa. Dan yang perempuan namanya adalah Eveline, dia akan menjadi penjaga bayangan Moza" ucap Finn menjelaskan


"Salam kenal Nona... Nama saya Arthur" ucap Arthur bingung memanggil Elie.


"Salam kenal juga tuan Arthur. Panggil saja aku Elie" ucap Elie


"Baik nona Elie" ucap Arthur sopan


"Sa-salam kenal, ak-aku Eve" ucap Eveline gugup dan juga menahan diri, karena sangat ini menghamburkan diri ke pelukan Queen.


"Aku rindu, aku ingin peluk kak Queen, hiks" gumam Eveline.


"Hi Eve, salam kenal" jawab Elie meneliti Eveline dari atas sampai bawah, entah mengapa ia merasa tidak asing. Tapi ia tidak memiliki kenalan bernama Eveline.


"Finn boleh aku bicara sebentar dengan Eve?" tanya Finn

__ADS_1


"Hmm, kau boleh menggunakan ruangan lain di sebelah" ucap Finn


"Baik, terimakasih" ucap Elie lembut dan tersenyum ke arah Finn. Finn membalas senyuman tak kalah manis, membuat Arthur menelan Saliva nya susah payah.


Kedatangannya ke Indonesia banyak hal yang tidak ia duga terjadi. Selain rekor tentang Eveline yang saat itu banyak bicara dan bisa menangis, ternyata bosnya juga mencetak rekor karena sudah ada yang mencairkan balok es dalam hatinya.


Elie mengajak Eveline ke ruangan sebelah, di sana hanya ada sofa, meja panjang dengan TV di atasnya. Ada juga beberapa rak buku lengkap dengan isinya.


Elie menebak jika Ruangan itu adalah ruangan baca pribadi atau perpustakaan kecil.


GREP!!!


Terkejut? Tentu saja, siapa yang tidak terkejut saat Eveline tiba-tiba memeluknya sambil menangis. Gadis yang terkenal pendiam dan tertutup itu kini tengah menangis dalam pelukannya.


"Kak Queen, Lia kangen kakak hiks..." ucap Eveline


Degh!


Jantung Elie berdegub, bukan karena jatuh cinta tapi karena terkejut saat Eveline menyebut dirinya Lia.


"Lia yakin kalau ini kak Queen. Hiks... Jangan pura-pura tidak kenal Lia, Kak" ucap Eveline


"Eve, jujur aku tidak mengerti" ucap Elie tenang meskipun hatinya bergemuruh, ia menerka-nerka jika di hadapannya adalah benar-benar orang yang ia kenal.


Eveline melepaskan pelukannya dan menatap manik indah Elie.


"Aura kakak, Gelang itu, dan nama kakak. Semuanya sama seperti 12 tahun yang lalu kita bertemu. Hiks... Kakak tidak mungkin lupa Lia bukan? Huuu huuu... Kakak sendiri yang memberikan nama dan memanggilku begitu dulu" ucap Eveline terisak.


"Adelia..." Satu nama di sebut Elie secara lirih, namun masih terdengar oleh Eveline.


"Kak Queen, ternyata ini beneran kakak, huuuu huuuuu kak Queen, Lia kangen kakak, Lia takut tidak bisa bertemu kakak dalam hidup ini" tangis Eveline pecah ia kembali memeluk erat gadis yang justru lebih muda satu tahun dari nya yang di sebut kakak itu.


Elie membalas pelukan Eveline, ia terkejut, tidak percaya, namun ia juga sangat bahagia saat ini. Adelia, nama itu adalah nama gadis yang tidak bisa di lupakan Elie atau lebih tepatnya Airani sejak hampir 7 tahun yang lalu.

__ADS_1


#Flashback


Keberanian Airani muncul saat dirinya berumur 5 tahun, saat ia di selamatkan seorang pasangan suami istri saat dirinya hampir di culik orang jahat. Pasangan itu terluka cukup parah, namun masih bisa di selamatkan.


Sampai saat ini ia belum tahu tentang identitas penyelamatnya itu, dan merasa berhutang nyawa pada keduanya. Sejak saat itu, Airani kecil bertekad untuk menjadi gadis kuat dan berani untuk melindungi orang-orang yang ia sayangi.


Tanpa sepengetahuan ayahnya, Airani kecil belajar ilmu bela diri dari berbagai aliran. Otak kecilnya yang sangat cerdas, mulai berpikir lebih dewasa dari pada anak seusianya.


Ia bahkan belajar merakit senjata dan bom, lewat buku dalam usia 6 tahun. Lambat laun ia sangat terbiasa melatih tubuhnya sedari kecil hingga keterampilan dan kekuatannya terbentuk.


Airani kecil tidak berpuas diri, ia selalu mencoba hal-hal baru. Ia mencoba banyak keahlian yang sangat mustahil di lakukan oleh anak kecil seperti dirinya.


Kehidupannya yang bebas, tanpa ibu dan kesibukan sang ayah di tambah kakak yang tidak peduli. Membuatnya semakin leluasa mengasah kemampuannya tanpa ada yang menganggu.


Sampai suatu hari saat ia berumur 11 tahun lebih, ia menyaksikan seorang ayah tega menjual anaknya sendiri pada penengadah anak.


Itu adalah pertemuan pertama Airani dan Adelia atau Eveline saat ia berumur 9 tahun. Airani menyelamatkan Adeline yang saat itu tidak memiliki nama, dari segerombolan penengadah anak kecil dan membunuh hampir 8 orang dewasa termasuk ayah Adelia.


"Jangan takut adik kecil, kakak tidak akan menyakitimu. Siapa namamu, adik kecil? Bisa ceritakan tentang keluarga mu dan mengapa kamu di sini?" tanya Airani, anak itu tidak lagi takut dan menatap Airani kecil yang memakai topeng dan menggeleng pelan.


"Dari aku lahir ibu sudah meninggal dan ayah tidak pernah memberikan ku nama. Hanya saja ayah sering memanggilku anak sialan, dan aku di bawa kesini untuk di jual" ucap Anak itu sambil terisak


Airani mengepalkan tangannya erat, ia tidak menyangka ada anak yang nasibnya sama dengannya, dari lahir ibunya meninggal.


Namun kehidupannya lebih baik, setidaknya ayahnya masih menyayangi dirinya walaupun sangat sibuk dan jarang memberikan waktu. Sedangkan ayah anak ini tega menjualnya.


"Kamu mau menjadi adikku? Aku akan memberikan nama untukmu, bagaimana dengan nama Adelia? Aku akan memanggilmu Lia" ucap Airani yang di balas anggukan semangat Adelia.


Sejak saat itu Airani dan Adelia menjadi saudara angkat. Airani membawa Adelia tinggal bersama Keegan dan Daniel yang saat itu baru ia selamatkan juga 3 bulan sebelumnya.


Gelang yang di pakai Elie adalah gelang buatan Eveline. Dan mereka berempat punya satu masing-masing.


Namun, hampir 7 tahun lalu. Adelia menghilang dan tidak pernah kembali lagi. Meskipun sudah di lacak keberadaannya, namun tidak pernah di temukan jejaknya.

__ADS_1


Kejadian itu membuat Airani, Keegan dan Daniel sedih dan terpuruk. Lalu mulai bangkit lagi setahun kemudian dan membangun Q.A Group.


#Flashback Off


__ADS_2