
Setelah meminum habis orange juice, Finn meletakan kembali gelas kaca itu di meja tak jauh darinya. Dirinya kemudian kembali berbincang dengan calon kakak iparnya.
Wanita 2 itu melihat Finn yang masih mengobrol dengan pemuda tampan lain di depannya.
"Kenapa lama sekali obat itu bekerja, apa itu benar-benar manjur???" gumamnya tidak sabar, terlebih wanita 1 sudah beranjak dari tempat acara cukup lama.
Ia tidak ingin tugasnya kali ini gagal, terlebih setengah uang yang masuk, sudah ia habiskan untuk bersenang-senang dan bershopping ria sebelumnya.
Setelah melihat Finn seperti gelisah, wanita 2 itu tersenyum miring, ia memanggil pelayan yang sudah ia bayar sebelumnya.
"Kerjakan tugasmu!!! Pastikan tidak salah kamar" ucap Wanita itu
"Baik" ucap pelayan itu.
Pelayan itu berdiri stand by di posisinya, jika sewaktu-waktu ia di wajibkan untuk bergerak.
"Kak, aku ke toilet sebentar, aku kebelet" ucap Finn pada Angga
"Kau ini ada ada saja, ya sudah sana!" ucap Angga terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
Finn melangkah ke arah toilet, di sana ia bertemu dengan staf atau pelayan yang menawarkan untuk membuka kamar agar dirinya bisa istirahat. Setelah berbicara beberapa kata Finn mengikuti staf itu ke arah pintu keluar dan berpura-pura reservasi kamar di kasir.
Wanita 2 itu tersenyum dan mengirim pesan pada rekannya si wanita 1. Jika targetnya kini sudah menuju tempat eksekusi.
"Apa pacarku sudah di dalam?" tanya wanita 1 pada pelayan yang baru saja keluar dari kamar di mana Finn berada
"Iya Nona" ucap pelayan itu
"Kerja bagus, ini bonus untukmu karena sudah bekerja dengan memuaskan" ucap wanita itu memberikan segepok uang di dalam amplop coklat pada pelayan.
"Terimakasih nona, senang bekerja sama denganmu" ucap pelayan itu mengecup uangnya tersenyum lalu beranjak pergi
Wanita itu memegang duplikat kartu akses masuk. Dengan cepat ia masuk ke kamar itu dan menutupnya kembali.
Ia melihat seorang tengah berguling-guling tidak nyaman dengan posisi tidurnya. Wanita itu tersenyum dan mendekati Finn yang terbaring yang terbaring gelisah.
Ctak!!!
Saat ia berjalan, tiba-tiba saja lampu di dalam kamar itu padam. Wanita itu mengerjapkan mata karena terkejut lampu padam.
"Aarrgghh... panasss..." Suara erangan laki-laki yang tidak nyaman dengan rasa panas di tubuhnya.
Setelah menetralkan pandangannya selama beberapa menit. Wanita itu tetap berjalan di antara kegelapan, hingga ia berhenti di ujung tempat tidur.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa memiliki mu Finn sayang" ucap Wanita itu, meskipun gelap ia masih bisa melihat siluet dari cahaya bulan yang masuk ke dalam kamar.
Dupa di meja nakas yang sudah di berikan obat perangsang sudah di nyalakan. Wanita itu langsung melucuti pakaian Finn dan pakaiannya sendiri. Di bawah pengaruh aroma dupa, Finn dan wanita itu bercumbu dengan panasnya. Hingga mereka orgasme beberapa kali dan tertidur.
...
Di ruangan Aula, wanita 2 menunggu hampir 1 jam lamanya, merasa sudah cukup lama. Ia melaksanakan tugas terakhirnya. Yaitu mempersatukan wanita 1 dengan Finn.
Ia segera meneteskan air mata palsunya hingga membuatnya seakan-akan habis menangis.
"Huuu huuu huuu" tangis wanita itu pecah.
"Kamu kenapa, Vera? Mana Linda?" tanya ibu Melinda yang bernama Penti
"Huuu huuu Om, Tante, aku tadi melihat Linda di bawa orang ke dalam kamar hotel" ucap Vera sedikit kencang, membuat beberapa orang mendengarnya.
"Apa??? Siapa yang berani berbuat hal itu pada putriku??" ucap Ayah Melinda yang bernama Rinto murka.
"Aku tidak tahu Om, sebaiknya kita sekarang ke sana!" ucap Vera.
"Ayo pah, aku takut anak kita kenapa-kenapa" ucap Penti panik dan khawatir.
Beberapa orang yang mendengarnya bergegas mengikuti keluarga Melinda. Termasuk keluarga Lance, Adhisti dan Eleanor. Jangan lupakan Elie yang ikut beranjak ke sana juga.
"Minta staf hotel bawa kartu akses pintu duplikat" ucap Rinto lagi
Tak lama pelayan datang membawa satu buah kartu akses cadangan.
CEKLEK!!!
Ctak!!!
Begitu pintu di buka, Lampu secara otomatis di nyalakan.
Semua orang terlonjak kaget saat lampu di nyalakan. Ia melihat Melinda tengah duduk meringkuk dengan akting menangis tersedu-sedu dan hanya menutupi tubuh tel**jangnya bagian depan dengan selimut.
Namun bekas ternak Ikan hias bernama cu*ang itu terlihat sangat jelas tercetak di leher dan juga tubuh lain seperti pundak dan juga di atas pay*daranya.
Begitu pula dengan laki-laki pasangannya.
"Melinda!!! Apa yang kamu lakukan???" teriak Rinto terkejut
"Ayah hiks, aku takut ayah, aku sudah kotor!!! Aku benci tubuh ini!!" ucap Melinda dengan menangis.
__ADS_1
"Siapa laki-laki brengsek yang berani melakukan itu padamu?" tanya Rinto mengepalkan tangannya.
"Hiksss...Hiksss..." bukannya menjawab, Melinda terus menangis memasang wajah sedih yang mendalam. Layak mendapat piala buaya award.
"Katakan pada ayah siapa laki-laki itu??!!!" teriak Rinto sambil memegangi dadanya.
Sedangkan laki-laki yang sudah menghabiskan malam dengannya masih tertidur karena kelelahan dan wajahnya tidak terlihat karena sedang membelakangi pintu.
"Ayah, aku ingin mati saja!!! Aku kotor, aku tidak ingin hidup lagi..." Isak Melinda.
"Jangan berpikiran sempit, kamu adalah satu-satunya anakku, Ayah akan pastikan bajingan itu tanggung jawab dan menikahimu Meskipun kemungkinan ayah akan membenci menantuku itu" ucap Rinto dengan marah, darah tingginya kemungkinan sekarang tengah naik.
"Nak, katakan Siapa yang melakukannya" ucap Penti menangis melihat anak satu-satunya tengah kacau.
"Itu adalah tu-tuan mu-da Lance" ucap Melinda terbata-bata.
"Apaaaa???" teriak semua orang yang mendengarnya.
"Jangan bercanda Linda!" ucap Rinto sama terkejutnya.
"Itu benar ayah, Finn masih tertidur setelah penyatuan kami, jika kau tidak percaya" ucap Melinda.
Rinto mengepalkan tangannya, ia jelas tidak terima jika putri kesayangannya di rusak oleh pria brengsek, meskipun itu adalah tuan muda Lance sekalipun.
Ia ingin sekali memukul wajahnya untuk melampiaskan sakit hati orang tua yang melihat anak yang begitu di sayanginya di nodai.
"Aku akan menuntut Theo agar menikahkan kalian, dia harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia perbuat!" ucap Rinto.
Mendengar itu Melinda tersenyum dalam hati, akhirnya rencananya berjalan mulus untuk mendapatkan Finn.
"Perhatikan ucapanmu nona Melinda!!!! Aku bisa menuntut mu dengan pasal pencemaran nama baik, karena sudah menjelekkan namaku dan juga keluargaku" ucap Finn yang datang di antara kerumunan yang ada di depan pintu.
"F-Finn!!!!" ucap Melinda kaget melihat Finn ada di depannya lengkap dengan pakaian yang rapih.
Melinda lantas menoleh ke arah pria yang tengah berbaring membelakanginya dan juga yang lain itu.
Melinda menarik pria di sampingnya untuk ia lihat dengan jelas. Ia terkejut mendapati pria yang di sampingnya justru adalah pelayan yang ia bayar.
Karena gerakan Melinda yang kasar membuat laki-laki itu bangun dan mengerjapkan matanya.
"Siapa kamu???" Bentak Melinda
...••••...
__ADS_1