
Mansion pribadi Finn terletak di pusat kota London, Inggris. Finn tengah bersiap-siap berangkat ke perusahan induk miliknya.
Azel, asisten pribadinya sudah menunggu dirinya di lantai bawah mansion.
Jika Justin sebagai orang kepercayaan Finn yang di jadikan CEO F.A Corporation, yang di minta Finn untuk menghandle semua cabang termasuk perusahaan induk yang berada di Inggris. Namun sekarang di fokuskan untuk mengembangkan perusahaan cabang yang ada di Indonesia.
Azel, seorang pria muda tampan berkulit putih, berusia 26 tahun dan masih lajang, juga seorang keturunan murni warga Inggris. Azel merupakan asisten Pribadi Finn yang sudah mengenal dan bersahabat dengan Finn sejak 6 tahun yang lalu.
Dia minta Finn untuk membantu Justin menghandle perusahaan induk sementara, selama Justin berada di Indonesia untuk mengurus perusahaan cabang di sana.
"Selamat pagi ketua" sapa Azel saat pintu Lift terbuka dan Finn keluar dari sana.
"Selamat pagi Azel" balas Finn.
"Sarapan anda sudah di siapkan Ketua, silahkan di nikmati" ucap Azel mempersilahkan Finn untuk sarapan terlebih dahulu, yang di sudah di siapkan oleh koki ternama yang di atur Azel.
"Duduklah dan makan juga sarapanmu!" ucap Finn dengan nada datarnya.
Azel menurut, ia tidak berani menolak perintah Finn meskipun dirinya adalah sahabat dari bosnya itu. Ia kemudian ikut sarapan dengan lahap dan tenang.
Setelah sarapan, keduanya langsung berangkat menuju perusahaan induk F.A Corporation, tak jauh dari mansion. Hanya butuh sekitar 10 menit dari mansion miliknya.
F.A Corporation adalah Perusahaan terbesar ke dua di Inggris yang merupakan perusahan terkaya terbesar ke 6 di di dunia.
Jika di Indonesia Finn berpenampilan bad boy dengan sifat yang sangat dingin. Dan jika di depan Elie, ia akan menjadi sosok yang lembut, bucin akut dan tampil menyenangkan di depan wanita yang di cintainya.
Berbeda saat Finn muncul di perusahaannya di Inggris. Penampilannya terlihat sangat rapih mencirikan dia sebagai seorang pebisnis muda yang sukses, lengkap dengan Aura mendominasi yang mengelilinginya, hingga membuat orang di sekeliling nya merasa tertekan.
Seluruh karyawan di F.A Corporation, mengenal Finn sebagai sosok bos yang sangat tampan, tapi sangat dingin, tegas tidak pandang bulu dan sulit untuk di dekati kaum hawa.
Lantai paling atas adalah ruangan kerjanya, namun di sana hanya ada karyawan laki-laki. Area tersebut adalah area terlarang untuk wanita, karena Finn tidak mengizinkan perempuan mana pun masuk ke sana.
Bahkan yang membersihkan lantai atas adalah Office boy, Office Girl tidak di perbolehkan untuk masuk. Jika ada yang melanggar, harus siap menyediakan surat Resign dan mengucap kan Bye pada perusahaan ini.
"Selamat datang ketua" semua karyawan menyambut kedatangan Bos besar mereka.
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Finn, ia terus berjalan di dampingi Azel di belakangnya menuju lift dan naik ke lantai atas
"Kau lihat tadi, astaga. Bos kita sangat muda dan tampan bukan?" ucap pegawai wanita
__ADS_1
"Auranya sangat mendominasi sekali, aku sulit bernafas saat ia lewat. Astaga, bukankah dia terlihat sangat se*si?" seru yang lain.
"Tapi bos kita sangat dingin dan sulit di dekati. Andai saja aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku dan membuatku menjadi satu-satunya wanita yang paling beruntung" ucap lainnya
"Jangan terlalu banyak menghayal, kau tidak dengar jika Camila Kiel model cantik yang sangat terkenal dan cucu dari orang terkaya di negara ini, sangat tergila-gila dengan bos? Tapi bos selalu mengacuhkannya, apa lagi wajah burik seperti kita-kita ini. Jangankan jatuh cinta, di lirik pun kemungkinan nya kurang dari 1%" ucap lainnya.
"Sudah-sudah, ayo kembali bekerja!! Apa kalian tidak takut jika bos mengetahui kerjaan kalian hanya ngerumpi, kalian bisa di pecat saat ini juga" ucap karyawan lain mengingatkan.
Semua karyawan bubar ke tempat kerja nya masing-masing. Tentu saja khayalan dan mimpi selalu ada di pikiran karyawati yang terpesona dengan ketampanan dan juga kekayaan Bos besar. Namun itu hanya lah mimpi dan khayalan semata mereka, yang tidak mungkin menjadi kenyataan pada akhirnya.
...
"Ini berkas yang harus di lihat dan di tanda tangani, Ketua. Dan ini kontrak kerja sama dari beberapa perusahaan dengan perusahaan kita, yang sudah mulai berjalan di tahun ini" ucap Azel
Finn mengangguk dan memeriksa semuanya satu persatu dengan teliti.
"Kenapa kau masih berdiri di sana? Apa ada yang ingin kamu sampaikan lagi?" tanya Finn
"Ah itu ketua, mengenai kontrak kerja sama kita dengan perusahaan Kiel" ucap Azel sedikit ragu.
"Lanjutkan!" ucap Finn.
"Kenapa kalian tidak bisa menangani tentang itu? Bukankah aku sudah memberikan Delegasi saat aku tidak ada" ucap Finn
"Saya sudah berusaha untuk memenangkan proyek itu Ketua. Tapi untuk kesepakatan, Tuan Robert meminta anda sendiri yang menanganinya" ucap Azel.
"Si tua Bangka itu. Huufftt... Kamu telepon sekretaris si tua Bangka itu, buat janji pertemuan dengannya. Aku ingin lihat, apa yang sebenarnya ia mau, hingga harus aku yang turun tangan" ucap Finn merapatkan kedua tangannya yang bertumpu di atas meja.
"Baik, saya permisi Ketua" ucap Azel pergi keluar dari ruangan Finn.
Finn mengabaikan berkas di depannya, lalu ia mengambil dan membuka Laptop miliknya. Jarinya mulai mengetik dengan cepat di atas keyboard, dia terus melakukannya hingga 5 menit.
Setelah berhenti mengetik, Finn menutup kembali Laptop dengan sudut bibir yang terangkat jelas membentuk sebuah seringai yang membuat orang bergidik jika melihatnya.
Setelahnya Finn kembali fokus melihat berkas yang berada di depannya.
...
Area parkir kampus Q.A University.
__ADS_1
Gista menunggu target selanjutnya keluar dari kelas. Bukan Gerald, karena Gerald hari ini tidak masuk kuliah karena ada acara keluarga. Tentu saja Gista menunggu Dareen, Gista yakin Dareen membawa kendaraan ke kampus seperti yang ia dengar dari gosip terkini.
Jadi ia menunggunya di area parkir untuk melancarkan aksinya.
"Akhirnya datang juga" gumam Gista saat ia melihat Dareen melangkah menuju area parkir.
Gista berjalan berlawanan arah dengan Dareen, ia melangkah dengan gaya sok anggun bak model berlenggak lenggok. Tapi sayangnya Dareen tidak mempedulikannya dan terus berjalan dengan acuh tanpa melihatnya.
BRUK!!!
"Awwsss" teriak Gista, saat ia pura-pura terjatuh tepat di sisi kanan Dareen.
Dareen menatap heran wanita yang terjatuh di sampingnya
"Anda kenapa nona? Kenapa anda begitu ceroboh seperti bayi yang baru belajar berjalan. Sepertinya anda harus pulang dan meminta pengasuh bayi untuk mengurus dan mengajari anda cara berjalan yang benar" ucap Dareen menggunakan bahasa Inggris dengan aksen Australia.
Gista yang otaknya pas-pasan tidak mengerti apa yang di ucapkan pria tampan di depannya. Pemahaman bahasa Inggrisnya hanya sekedar, Yes, No, What, dan Thank You saja.
Namun karena gengsi, Gista tidak ingin terlihat seperti wanita bodoh di depan calon targetnya. Dengan percaya dirinya, Ia yakin jika Dareen saat ini menanyakan keadaannya setelah terjatuh.
"Oh, Yes, tengkyu. ay Oke. Helef mi" ucap Gista sok mengucapkan bahasa Inggris dengan senyum manisnya dan mengulurkan tangannya pada Dareen dengan wajah malu-malu.
Dareen mengerutkan kening dan tawanya hampir meledak, melihat kelakuan wanita itu.
"Aku sudah sering bertemu dengan wanita bodoh tidak tahu malu, tapi aku baru kali ini bertemu gadis yang bodohnya sampai ke akarnya dan bermuka tebal seperti ****** panci rongsokan" ucap Dareen menggunakan bahasa Inggrisnya.
"Universitas nomer satu di negara ini, tidak aku sangka memiliki mahasiswi bodoh wanita gila ini" ucap Dareen lagi lalu beranjak pergi.
"Hah???" Gista melongo saat ia di tinggal pergi oleh Dareen begitu saja, bahkan Dareen mengejek dirinya wanita bodoh dan gila.
Jelas Gista tahu yang di ucapkan Dareen, karena Dareen menggunakan bahasa Indonesia yang sangat lancar sebelum ia pergi.
"Sial, dia berani mempermalukanku. Dia bahkan lancar berbahasa Indonesia, tapi berbicara padaku dengan bahasa planet" ucap Gista marah dan kesal.
Saat Gista ingin berdiri, kepalanya sedikit pusing. Gista menggelengkan kepalanya sambil berjongkok agar pusingnya cepat hilang.
Setelah di rasa lebih baik, Giat berdiri dan berjalan menuju ke gerbang sekolah dan memesan taksi online. Ke apartemen yang di sediakan sugar Daddy untuknya.
...••••...
__ADS_1