
Di dalam kamarnya, Elie menatap langit-langit kamarnya. Mimpi saat ia berada di mobil Finn terus membayanginya.
"Sebenarnya mimpi apa itu?" Gumam Elie
"Bukan kah itu tempat yang dulu pernah aku datangi? Wanita di mimpi itu juga, aku ingat aku yang memukulnya sampai wanita gila itu tidak sadarkan diri, sebelumnya polisi yang aku panggil datang" ucap Elie lirih
"Tapi siapa kedua anak kecil yang berlumuran darah di kepalanya? Ah pusing sekali, biar nanti aku minta Dirga mencari tahu apa yang terjadi saat itu terjadi" ucap Elie kemudian menghempaskan tubuhnya dan terlelap dalam tidurnya.
...••••...
Keesokan harinya, Elie seperti biasa di jemput oleh sang kekasih untuk berangkat ke kampus bersama, setelah selesai Sarapan bersama.
Namun ada yang mengusiknya belakangan ini, selain tentang mimpi yang mengusiknya terakhir kali. Namun juga sifat Alexa yang belakangan ini yang berubah menjadi lebih pendiam.
Kakaknya itu tidak biasanya diam seribu bahasa, jika tidak di tanya. Biasanya Alexa yang sangat aktif berbicara di keluarga ini.
Elie sebenarnya ingin mengajak kakak perempuannya itu berbicara, untuk mencari tahu apa yang terjadi. Karena Elie benar-benar tidak tahu, karena Alexa tidak membatin apapun saat berada di dekatnya.
Karena banyak nya tugas di kampus dan juga beberapa yang harus ia selesaikan di kantor. Membuat Elie belum menanyakan hal itu pada Alexa dari hati ke hati.
"Ada apa El?" tanya Finn lembut sambil mengelus pipi kanan Elie.
"Tidak ada apa-apa" ucap Elie langsung
"Benar tidak ada apa-apa?" tanya Finn lagi dan Elie hanya merespon mengangguk saja
"Hmm, oh iya. Kau sudah tahu jika ada acara camping di kampus Sabtu dan Minggu depan?" tanya Elie
"Camping?" tanya Finn balik bingung, karena ia benar-benar tidak tahu.
Karena fokusnya pada Elie, membuat Finn tidak masuk mengikuti atau tidak update dengan forum kampus.
"Ya, itu acara dari BEM kampus, semua fakultas boleh ikut partisipasi" ucap Elie lagi.
"Kau ingin ikut?" tanya Finn menatap Elie sekilas.
__ADS_1
"Sepertinya boleh juga, sekalian cari kegiatan baru" ucap Elie
"Kalau begitu ayo ikut, aku akan mengikuti mu kemana pun kamu pergi" ucap Finn tersenyum
"Kenapa?" tanya Elie.
"Karena di mana ada Elie, di situ ada Finn. Aku akan terus menjagamu" ucap Finn mengedipkan mata dan tersenyum manis.
"Ish, gombal terus" ucap Elie terkekeh.
Keduanya pun mengobrol dengan ringan, membahas beberapa hal di dalam mobil. Termasuk acara camping yang akan mereka ikuti selama 3 hari 2 malam itu.
....
Alexa saat ini melangkahkan kakinya masuk ke sebuah ruangan pemotretan, ia menghela nafas lega karena lokasi pemotretan bukan di kantor.
Beberapa hari ini, Alexa selalu menghindar saat ia melihat Sean. Bahkan panggil telepon dari William dan nyonya Demetri ia tidak angka.
Alexa canggung, terlebih saat melihat dengan Sean, rasa marah dan kesal itu tetap ada. Karena Sean sudah mencuri ciuman pertama, yang ia ingin memberikannya pada suaminya kelak.
"Lexa, kamu baik-baik saja?" tanya Gio
Cekrak!! cekrek!!
"Bagus, tahan seperti itu Xa, ya, ganti gaya..." ucap fotograper.
Meskipun pikiran Alexa masih sering memikirkan masalah ciuman itu dan bersikap dingin tak seperti biasanya.
Namun saat berhadapan dengan kamera, Alexa secara reflek menampilkan aura mode kelas internasional yang profesional, pantas di sebut dengan sebutan kata sempurna. Ia hampir tidak memiliki salah satu pun dalam pengambilan gambar.
"Kau sangat luar biasa Alexa, sempurna seperti biasanya" puji kang fotograper mengacungkan kedua jempol nya.
"Terimakasih atas pujiannya tuan" ucap Alexa sopan.
"Ya, tidak salah perusahaan memilihmu sebagai brand ambassador dari merek internasional terkenal. Selain bakatmu sangat sangat luar biasa" puji kang fotograper lagi. Alexa hanya tersenyum saja menanggapinya
__ADS_1
"Minum ini!" ucap Gio saat mereka susah berada di salah ruangan, ia menyodorkan botol air mineral yang masih di segel pada artisnya itu.
"Makasih Gio" ucap Alexa tulus.
"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah tanggung jawabku sebagai seorang asisten model cantik" ucap Gio terkekeh.
"Lebih baik setelah ini kamu ganti baju nya. Karena Satu jam lagi kita akan melakukan pemotretan dan pengambilan video iklan" ucap Gio lagi.
"Baiklah, aku makan dulu kalau begitu, perutku minta di demo" ucap Alexa yang di angguki Gio.
....
Di dalam sebuah ruangan kerja yang besar dan rapih, Sean tidak memiliki fokusnya dalam bekerja dalam beberapa hari ini.
Kejadian saat dirinya mencium Alexa saat itu, membuat Sean terus kepikiran.
"Anda kenapa tuan muda?" tanya William sedikit khawatir.
Karena tuan mudanya itu baru sembuh dari sakitnya. William merasa ada yang berubah dengan bos nya itu.
Tuan mudanya ini bahkan sulit makan dan juga terus melihat ke arah pintu.
"Will, cari tahu di mana Nona Alexa melakukan pemotretan hari ini" ucap Sean meminta William mencari keberadaan Alexa.
"Setahu saya, nona Alexa saat ini pemotretan di gedung sebelah" ucap William yang sudah tahu kemana Alexa pergi setelah tiganya selesai.
"Will Atur pertemuan dengannya!" ucap Sean membuat William melotot kan matanya terkejut.
"Memanggil Nona Alexa?" tanya William terkejut
"Ya, siapa lagi kalau bukan dia" ucap Sean.
"Ah baik" ucap William kemudian bergegas keluar dari ruangan.
Sean melanjutkan mengerjakan berkas yang menumpuk di mejanya, meskipun ia mengerjakannya sangat lambat dari biasanya. Karena kepalanya saat ini di penuhi bayangan Alexa.
__ADS_1
"Kenapa aku terus mengingatnya? apalagi mengingat bibir manis dan lembut itu. Haissshhh astaga!!! apa yang aku pikirkan, sadar Sean!!.Sepertinya aku sudah mulai tidak waras karena memikirkan wanita yang tak lain adalah kakak dari Elie, wanita yang aku cintai. Ya Tuhan, apa yang sebenarnya aku pikirkan sejak tadi...." ucap Sean menggerutu dan mengusap wajahnya.
...••••...