Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Jatuh sakit


__ADS_3

Setelah luka di telapak tangan kanan Finn sudah di obati dan mendapat jahitan. Mereka bertiga bergegas ke luar rumah sakit, tanpa harus mengurus prosedur administrasi rumah sakit.


Tentu saja karena Q.A Hospital Milik Airani dan sekarang tentunya milik Aurelie.


Aurelie mengendarai mobil dengan pelan, mengantarkan Alexa pulang dengan selamat terlebih dahulu, karena mansion Adhisti lebih dekat dari QA Hospital daripada mansion Lance.


"Kak Leka, El tinggal sebentar nggak apa-apa?" tanya Aurelie


"Nggak apa-apa dek, sebentar lagi juga Mommy pulang. Lagian di rumah ada banyak maid dan penjaga, jadi kamu nggak usah khawatir" ucap Alexa tersenyum


"Ya sudah, kalau begitu El anter Finn dulu ya kak" ucap Aurelie


"Ya, hati-hati. Finn jagain adikku baik-baik ya, jangan berani macam-macam" ucap Alexa dengan santai, karena keduanya sudah kenalan saat di mobil tadi.


"Siap Ka'Ip" ucap Finn sambil mengambil sikap hormat.


"Apaan itu Ka'Ip?" tanya Alexa bingung


"Maksudnya itu Kakak Ipar" bisik Finn, namun masih terdengar oleh Aurelie yang berada di kursi pengemudi, yang kini terbelalak kaget.


"Ha-ha ya-ya baik kalau begitu De'Ip" tawa Alexa yang pecah mendengar bisikan Finn dan memanggil Finn dengan sebutan De'Ip, alias Adek Ipar.


Aurelie menghela nafasnya pelan dengan wajah yang sudah terasa panas karena ucapan Finn barusan. Lalu memacu mobil milik Finn menuju ke kediaman Lance setelahnya.


"Mobilmu sangat nyaman di pakai" ucap Aurelie jujur, karena memang mobil Finn sangat nyaman di pakai.


"Hmm, ini mobil pertama buatanku sendiri" ucap Finn


Aurelie tentu saja terkejut, pasalnya mobil tipe sedan ini memiliki fitur yang sangat lengkap, bahkan dirinya sendiri yang sebagai perancang mobil utama Q.A Automobile tidak kepikiran sampai sana.


Saat ini Aurelie sesekali melirik ke arah Finn, sungguh perasaan penasaran itu semakin kuat. Finn memang sangat misterius. Pantas saja merek mobil ini tidak ada di pasaran, nama merek mobil ini adalah F.A hanya dua huruf itu saja namun terlihat elegan dan mewah.


"Mobil ini aku buat dua tahun lalu saat baru kembali ke Indo, awalnya aku ingin buat mobil sport. Hanya saja saat itu aku memikirkannya kembali saat aku memiliki beberapa barang yang aku bawa, jadi aku memutuskan untuk membuat tipe Sedan, agar bisa mengunakannya dengan nyaman" jelas Finn


"Kau tahu? Mobil ini tidak pernah aku perbolehkan siapa pun memakainya, bahkan kursi penumpang selalu kosong" ucap Finn lagi.


"Maaf, aku tidak tahu jika mobil ini sangat berarti bagimu, dan aku malah lancang mengendarainya" ucap Aurelie merasa tidak enak.

__ADS_1


"Tidak perlu minta maaf, karena aku membuatnya memang khusus untukmu dua tahun lalu. Aku tidak pernah membawa siapapun naik mobil ini kecuali kamu, dan kakakmu barusan. Aku senang bisa duduk berdua denganmu di mobil ini, meskipun dengan posisi terbalik. Kau yang menyetir, bukan aku he-he" ucap Finn terkekeh kemudian tersenyum hangat.


Deg! Deg!


"Astaga jantung, Are you Oke?" ucap Aurelie dalam hati


Bagi Aurelie di kehidupan ini atau sebelumnya, ia belum pernah di perlakukan seistimewa ini oleh seseorang.


Perlakuan tulus Finn membuat jantungnya semakin tidak sehat karena selalu berdetak dengan cepat. Di tambah senyuman manis yang selalu Finn tamparan hanya kepadanya.


"Kau ingin mampir?" tanya Finn


"Tidak, aku harus menemani Kak Lexa di rumah" ucap Aurelie


"Hmm, Baiklah aku mengerti, kalau begitu hati-hati. Bawa saja mobilnya! Besok kalau kau tidak keberatan, bisakah menjemputku untuk berangkat kuliah?" ucap Finn


"Kau ingin kuliah dengan tangan seperti ini?" ucap Aurelie melihat tangan kanan Finn yang di balut perban.


"Tidak apa-apa, aku harus menghadiri kelas besok. Aku hanya menyimak saja, untuk catatan aku bisa pinjam ke yang lain nanti" ucap Finn


"Hmm, terimakasih El" ucap Finn tersenyum kemudian keluar dari mobil.


Aurelie kembali melajukan Mobilnya dengan kecepatan sedang. Dalam pikirannya ia menerka-nerka apa yang terjadi padanya belakangan ini pada Finn.


Bahkan ia sempat kepikiran dan khawatir, bagaimana cara Finn makan, mandi dan mengambil sesuatu dengan tangannya yang terluka karena dirinya.


...


Di tempat lain, di kediaman Airani & Rico


Rico tidur bergulung selimut di kamar, keringat dingin membasahi dahinya. Mulutnya meracau memanggil nama seorang.


"Rani... Rani... " racaunya


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, seorang laki-laki paruh baya masuk ke dalam kamar di mana Rico terbaring.

__ADS_1


"Rico... Astaga, panas sekali badannya. Pantas saja ia tidak berangkat kerja dan aku panggil tidak ada yang menyahut, ternyata dia sedang demam" ucap pria paruh baya itu yang tidak lain adalah Adrian Bagas Eleanor, ayah dari Airani.


Adrian sebelumnya berangkat ke kantor siang tadi untuk mengecek, namun ia tidak mendapati menantunya itu di sana. Dia mencoba menelepon Rico, namun nomernya tidak aktif.


Karena merasa khawatir jadi ia memutuskan untuk ke rumah Rico dan mendiang anak bungsunya itu.


Dan dia di sana mendapati Adrian yang tengah bergulung di dalam selimut dengan tubuh menggigil.


"Rani... sayang... Maafkan aku Hiks, aku salah, tolong jangan tinggalkan aku... Rani..." Rico mengigau lagi.


Adrian mengerutkan keningnya heran, saat mendengar Rico yang mengigau memanggil anak bungsunya. Yang membuat Adrian bertanya-tanya, mengapa Rico mengigau dengan mengucapkan kata maaf, apa yang sebenarnya terjadi?


"Rico... " panggil Adrian mencoba membangunkan sambil menepuk lengan Rico pelan.


"Rico bangun nak, ayo kita ke rumah sakit" ucap Adrian lagi.


Karena Rico tidak merespon ucapannya setelah beberapa kali di bangunkan, Adrian memutuskan untuk menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, dokter langsung memeriksanya di ruangan IGD.


"Bagaimana keadaan menantu saya dok?" tanya Adrian saat dokter selesai memeriksa.


"Pasien mengalami demam sangat tinggi, tubuhnya lemas dan juga kekurangan cairan. Itu sebabnya, meskipun ia dalam keadaan sadar, pasien tidak memiliki tenaga untuk merespon panggilan di sekitarnya. Saya sarankan untuk di rawat minimal 2 hari untuk memantau perkembangannya agar tidak terjadi dehidrasi parah dan juga bisa di cek secara keseluruhan untuk mencegah segala kemungkinan buruk" ucap Dokter


"Kalau begitu lakukan yang terbaik dokter, dan berikan ruangan dan juga perawatan yang terbaik" ucap Adrian.


"Tentu tuan, Silahkan anda mengurus administrasinya terlebih dahulu. Saya akan meminta perawat untuk menyiapkan ruangan rawat inapnya" ucap Dokter lagi.


"Baik, terimakasih dokter" ucap Adrian


"Sama-sama Tuan" balas dokter, kemudian pergi untuk memeriksa pasien yang lain.


Adrian menepuk keningnya setelah mengingat ada meeting dengan kolega bisnis sore ini. Harusnya Adrian yang mewakilinya, karena Adrian sudah di angkat menjadi CEO Eleanor Group yang baru, menggantikan istrinya Airani.


Karena keadaan mendesak, Adrian menelepon putri sulungnya, memintanya untuk menjaga Rico sementara saat ia harus bekerja mengantikan menantunya itu.


...

__ADS_1


__ADS_2