Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Prahara rumah tangga


__ADS_3

Di rumah kontrakan, Rico memandang heran lampu depan yang gelap. Ia pikir itu karena sekarang musimnya negara lembing menyerang. Hingga lampu sengaja di matikan agar tidak di jadikan target penyerangan.


Rico yang duduk di kursi depan rumah memanggil istrinya agar menyiapkan air hangat untuk ia mandi. Tubuhnya terasa sangat leleh seharian bekerja di perusahaan ayahnya itu, terlebih saat ini sudah jam 8 malam, ia baru selesai bekerja lembur.


Meskipun ingin sekali ia memprotes pada ayahnya agar jabatannya di naikan, terlebih dengan kemampuannya yang sebenarnya mampu untuk menjadi seorang General Manager.


Di tambah pengalamannya menjadi CEO di perusahaan mertuanya saat menggantikan Rani dulu. Cukup membuatnya berpengalaman memimpin sebuah perusahaan.


Namun pengaruh sang kakak sangat besar di perusahaan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah dengan posisinya sekarang sebagai staf biasa. Setidaknya ia ingin membuktikan pada ayahnya jika dirinya juga mampu, sama seperti Ferdi, kakak tirinya itu.


"Cheryl...!!!" Panggil Rico untuk kesekian kalinya.


Tapi jangankan orangnya muncul, menyahut pun tidak terdengar dari dalam rumah.


"Sedang apa sih tuh orang, di panggil nggak nyahut-nyahut" ucap Rico kesal.


Ia kemudian masuk ke dalam rumah setelah melepas sepatu kerjanya. Pintu tidak di kunci, Ia menyalakan lampu karena memang masih belum dinyalakan.


Ia kemudian memanggil dan mencari sang istri di dalam, namun tidak ia dapati istrinya berada di rumah.


"Cih, jam segini dia masih keluyuran di rumah, bukannya sambut suami pulang kerja. Lagi capek di tanyain kek mau makan, mau di buatin kopi atau siapin air mandi. Ini malah nggak ada di rumah kelayapan sampai lupa waktu, bahkan pintu tidak di kunci. Sangat berbeda sekali dengan Rani dulu" Ucap Rico dengan kesal.


Akhirnya Rico memasak air sendiri untuk ia mandi, agar penat dan pegal nya menghilang dengan mandi air hangat.


setelah mandi ia buat mie instan untuk ia makan sendiri, karena tidak ada makanan di atas meja. Membuat Rico terus mengoceh sendiri tentang istrinya dan kebodohan dirinya dulu.


...


Di sudut gang sebelum rumah kontrakan Rico, sebuah mobil SUV berhenti. Suara decakan bibir yang saling bertabrakan terdengar dari dalam mobil itu.

__ADS_1


"Haaahh, Kamu serius ingin pulang ke rumah kecil itu, tidak ingin pulang bersamaku saja?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah Ari. Yang terendah saat melepaskan pagutan bibirnya


"Aku harus pulang, bagaimana pun Rico masih suamiku saat ini. Apa kamu mau sabar menungguku sampai aku bercerai darinya?" tanya Cheryl.


"Tentu aku akan menunggumu sayang. Tapi bagaimana kalau kamu di sentuh olehnya, kau tidak memikirkan perasaanku?" tanya Ari dengan ekspresi wajah terkesan tidak rela.


"Ari, Honey, Aku tidak akan berhubungan badan dengan Rico. Lagian semenjak Rani meninggal, Rico tidak lagi menyentuhku bahkan sampai sekarang, saat aku sudah sah menjadi istrinya. Jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan hal-hal tidak perlu di khawatirkan" ucap Cheryl sambil mengelus wajah laki-laki di depannya.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama bersama dengan Rico. Aku tidak suka saat wanitaku dekat dengan laki-laki lain, aku cemburu" ucap Ari.


"Tentu, sayang" ucap Cheryl.


Setelah selesai saling memagut sebelum berpisah. Kini Cheryl turun dari mobil Ari dan berjalan menuju rumah kontrakannya yang berjarak kurang lebih 50 meter itu.


Di tangannya ia menenteng tiga kantong belanjaan. Satu kantong berisi bahan makanan dua kantong adalah pakaian dan juga kosmetik bermerek yang di belikan Ari saat di Mall.


Cheryl tersenyum senang, ia merasa kehidupan glamornya dulu akan segera kembali lagi. Ia tidak sanggup hidup melarat dengan Rico.


Dan ia pikir Ari bisa memenuhi semuanya, dari materi dan juga hasrat se**ual nya.


CEKLEK!


"Kemana saja kamu???" Suara bariton itu menggema di seluruh ruang tamu membuat Cheryl terlonjak kaget.


"Sa-sayang, kamu sudah pulang?" ucap Cheryl terkejut saat mendengar dan melihat suaminya duduk di kursi tamu.


"Aku tanya dari mana saja kamu? Jam segini baru pulang, kau itu seorang istri bukan seorang gadis, terlebih kamu tengah hamil. Bukannya sambut suami di rumah malah kelayapan sampai malam" omel Rico.


"Ak-aku habis beli bahan makanan" ucap Cheryl

__ADS_1


Kening Rico berkerut saat menyadari istrinya itu membawa kantong belanjaan di tangannya. Matanya menatap ke plastik berlogo merek yang cukup terkenal yang tersebar di seluruh Mall di negara ini (Seperti Matahari, Sogo, Centro, Metro dll).


"Uang dari mana kamu beli belanjaan bermerek seperti itu?" ucap Rico curiga.


"Te-tentu saja aku memakai uangku sendiri" ucap Cheryl gugup


"Uang sendiri? Kau tidak bekerja, dari mana uang itu? Aku memberikan kamu uang 5 juta hampir 3 Minggu yang lalu. Bahkan kemarin kamu merengek meminta uang padaku karena uang yang aku berikan sudah habis. Bahkan mobil yang kamu kendarai sudah aku jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Katakan, sekarang kamu belanja barang bermerek dan bilang memakai uang kamu? Kamu pikir aku bodoh hah?" ucap Rico dengan nada sedikit meninggi.


"Ak-aku dapat arisan yang dulu aku ikuti saat masih belum menikah denganmu" ucap Cheryl saat menemukan alasan yang tepat.


"Arisan?" ucap Rico memicingkan matanya.


"Be-benar Arisan" ucap Cheryl lagi.


"Kalau kau dapat arisan, kenapa kau tidak berhemat hah? Tidak bisakah kau pikirkan keuangan kita tengah minim sekarang? Terlebih kamu membutuhkan uang untuk lahiran nantinya, bukan malah foya-foya yang terus kamu pikirin" ucap Rico kesal


"Suka-suka aku lah, uang-uang aku. Untuk lahiran kamu lah yang cari uang untuk itu nanti, bukan aku yang harus menyimpan uang" ucap Cheryl tak bisa membendung rasa kesalnya lagi.


"Kau mulai lagi Cheryl! Aku bahkan sudah memberi setengah gajiku untuk kamu. Bahkan listrik, air, itu memakai uang jatahku tidak mengusik uang yang ku kasih padamu. Aku memang wajib mencari uang, untukmu dan kelahiran anak kamu. Tapi setidaknya kamu juga punya simpanan uang untuk berjaga-jaga, jika saat aku tidak ada uang. Dasar wanita bodoh, manja. Bisanya hanya menyusahkan saja" ucap Rico mengepalkan tangannya.


"Jangan memakiku Rico, kamu yang bodoh!! Kamu bahkan menjadi laki-laki pengecut yang takut dengan kakak tirimu itu hingga kehidupan kita melarat begini. Aku menyesal memilihmu. Dasar Keparat! Kau pikir kau siapa memakiku, dasar bajingan Sialan" ucap Cheryl emosi dan membentak Rico.


PLAK!!!


Tamparan itu kini melayang di pipi Cheryl


"Kau!!! Dasar parasit, kau hanya bisa mengeluh saja, kau tidak pernah bersyukur bahkan kau sekarang berani membentakku!" ucap Rico kesal


"Dasar Kep*rat!!! Kamu berani menamparku lagi? Aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin kita bercerai!!! Aku akan menggugatmu dan aku akan menuntut mu karena melakukan KDRT pada istrimu. Aku tidak sanggup hidup denganmu lagi!!" ucap Cheryl kemudian berbalik keluar rumah.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2