Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Nafsu makan meningkat


__ADS_3

Hari ini Elie dan Finn akan di wisuda, setelah melalui proses skripsi dan sidang yang tidak melelahkan.


Tentu saja tidak melelahkan, karena dengan otak mereka yang super jenius, mereka mungkin bisa di ibaratkan menulis sambil menutup mata. Jadi hanya butuh sedikit waktu untuk menyelesaikan skripsi mereka.


Setelah acara wisuda selesai dengan moment photo bersama keluarga dan sahabat, kini Keluarga besar Adhisti, Keluarga Lance, Adrian dan Keegan CS tengah makan bersama di restoran bintang lima.


*Keegan CS (Keegan, Daniel, Eveline)


Semuanya kini sudah berada di ruangan pribadi di lantai tiga, dengan berbagai makanan lezat tersaji di atas meja.


Mereka mulai acara makan mereka dengan di selingi percakapan.


"Mah, boleh udangnya buat El?" tanya Elie dengan mata berbinar penuh harap, menunjuk ke arah udang besar milik Fara.


Fara yang melihat menantunya sangat menginginkan makanan miliknya, tidak merasa keberatan memberikannya pada Elie.


Hanya saja ia merasa heran, karena ia melihat sejak mulai makan Elie tidak berhenti memasukan berbagai makanan ke dalam mulutnya, dan tidak merasa kenyang sama sekali.


"Tentu, ini makanlah, sayang!" ucap Fara dengan senyum dan dengan senang hati menaruh udang miliknya ke piring Elie.


Melihat itu Elie tersenyum lebar dan spontan mencium pipi mamah mertuanya itu.


"Terimakasih mah, Elie sayang mamah banyak-banyak" ucap Elie tersenyum lebar.


Tingkahnya saat ini membuat semua yang di dalam ruangan terpaku padanya dan merasa heran. Karena mereka yang kenal Elie, tidak pernah bertingkah manja seperti sekarang ini.


Tanggapan Finn juga tetap santai saja, ia tidak heran karena memang ia tahu semingguan ini, nafsu makan sang istri meningkat drastis.


Ia justru senang dengan perubahan nafsu makan istrinya itu, itu menunjukan jika istrinya bahagia bersama dengannya.


Ia tidak masalah berat badan Elie naik setelahnya, karena yang terpenting baginya adalah kesehatan dan juga kebahagiaan Elie yang merupakan prioritas nya.

__ADS_1


Dan Finn akan tetap mencintai Elie, bagaimanapun konsidi istrinya itu. Karena ia sadar, kecantikan dan ketampanan tidak berlaku selamanya.


"El, kamu lahap banget makannya. Bilang sama kakak, apa selama kalian menikah Finn jarang kasih kamu makan?" ucap Angga melirik adik ipar paling mudanya itu.


"Finn seyayu asih El maan" ucap Elie dengan mulut penuh (Finn selalu kasih El makan)


"Mana ada! Kak Angga sembarangan kalau ngomong. Aku selalu memberikan apapun yang El mau, jangankan makanan. Kalau Elie ingin beli pulau saja Finn kasih tanpa berkedip" ucap Finn.


Mendengar ucapan Finn itu Elie segera menelan makanan di mulutnya bulat-bulat dan menenggak minum di samping kanannya, yang merupakan minuman milik suaminya itu.


"Serius mas? Kamu mau beliin aku pulau kalau aku bilang mau?" tanya Elie dengan mata berbinar


"Tentu, apapun yang kamu inginkan, akan aku berikan sayang" ucap Finn tersenyum lembut ke arah Elie.


"Kalau begitu beliin pulau untukku sekarang! Aku mau pulau yang indah lengkap dengan fasilitas nya. Biar kita bisa honey moon kedua di sana" ucap Elie tanpa malu dan sangat bersemangat mengatakannya.


Tentu saja mendengar kata honey moon, mata Finn langsung cerah melebihi cerahnya matahari di siang hari. Istrinya sendiri yang mengajaknya, jadi tentu dia langsung gass pol tanpa rem, semangat nya tiba-tiba saja membara.


Seenak jidat Finn mengatakan membeli pulau sekarang juga seperti beli permen atau ciki di warung. Astaga, Dunia orang terkaya memang tidak main-main dan tidak terjangkai jika ingin beli sesuatu. Begitu yang di pikiran semua orang di sana.


"Aahh, aku mencintaimu mas, cup" ucap Elie yang mencium pipi Finn, yang membuat Finn memerah dan dalam hati bersorak riang.


Finn langsung bergegas menelepon Azel, Azel yang di perintahkan hanya bengong dan entah harus bilang apa. Namun perintah Finn adalah hal yang mutlak dan ia harus melaksanakannya sesegera mungkin.


...


Saat keluar dari restoran, sebelum masuk ke mobil masing-masing. Fara menarik Putranya untuk berbicara sebentar.


"Ada apa mah, apa mamah marah gara-gara Finn ingin membelikan Elie pulau?" tanya Finn, karena ia mengira mamahnya marah karena ia ingin beli pulau untuk Elie.


Ia tidak masalah jika mamahnya marah padanya, tapi ia tidak mau mamahnya marah pada istrinya dan membuat Elie sedih karena mamahnya tidak setuju saat ia ingin membelikan sebuah pulau.

__ADS_1


"Bukan itu, kalau masalah pulau itu terserah kamu dan Elie. Toh itu uang kalian, jadi itu hak kalian mau di pakai untuk apa, yang penting bukan untuk di gunakan untuk hal yang melanggar hukum" ucap Fara


"Lalu mamah mau bicarakan soal apa?" tanya Finn, ia merasa lega dan tenang, saat tahu Mamahnya tidak marah sama sekali tentang pulau itu.


"Finn, sebaiknya kamu bawa Elie untuk periksa ke dokter!" ucap Fara menyarankan pada putranya.


"Apa maksud mamah? Elie baik-baik saja, tidak sedang sakit. Apa mamah pikir Elie gila karena minta pulau dariku" ucap Finn


"Ish, kau ini malah berpikir terlalu jauh, sudah mamah bilang masalah pulau itu urusan kalian berdua" ucap Fara kesal.


"Mamah minta kamu bawa Elie ke dokter, karena mamah pikir istri kamu tengah ngidam" lanjut Fara.


"HAH?? Apa?? Awwwss...!!!" teriak Finn kaget karena ucapan mamahnya dan juga karena terkena cubitan maut sang mamah.


"Jangan teriak, Mamah kaget tahu, dasar anak nakal" ucap Fara mengelus dada karena terkejut teriakan Finn.


"Finn bukan anak-anak lagi mah, Finn udah nikah" ucap Finn cemberut


"Ya-ya terserah kamu bilang apa" ucap Fara memutar matanya jengah.


"Tapi mah, Elie nggak ada tanda-tanda mual-mual seperti Kak Lexa dan Kak Tari, atau orang hamil muda pada umumnya. Bagaimana bisa Elie hamil kalau ia tidak ada tanda-tanda mual-mual?" ucap Finn bingung.


Memang kemarin Finn dan Elie mendapatkan kabar bahagia lainnya. Jika saat ini Kakaknya tengah berbahagia karena Tari tengah mengandung dan sudah jalan 4 Minggu.


"Tidak semua ibu hamil mual-mual Finn. Tapi mamah lihat ada yang beda dengan istri kamu, mirip orang lagi hamil. Jadi sebaiknya kamu bawa Elie periksa ke dokter, siapa tahu tebakan mamah benar" ucap Fara.


"Hmm, kalau begitu nanti Finn bawa Elie ke dokter, mudah-mudahan benar Elie hamil" ucap Finn sumringah membayangkan jika Elie benar-benar tengah mengandung.


"Ya, mamah juga harap demikian. Ya sudah, kamu sana masuk ke mobil!" ucap Fara yang di angguki Finn.


Keduanya kemudian bergegas masuk ke mobil yang berbeda. Dan melajukan mobilnya ke arah yang berbeda pula.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2