
Di kediaman Lance.
Fara bergegas masuk rumah, ia menengok kanan dan kiri lalu ia menghela napas melihat keadaan rumah sangat sepi seperti tidak berpenghuni.
Tuan besar Lance, Mattheo Omar Lance, atau biasa di panggil Theo sedang berada di kantor karena harus lembur. Moza Veronica Lance sedang menginap di rumah teman sekolahnya.
Sedangkan Finn saat ini sedang menyendiri di kamar, memeriksa laporan kerja dari Justin via email. Sedangkan pembantu hanya berada di kediaman sampai sore saja, tidak ada yang menginap.
"Finn!!!" teriak Fara memanggil putranya.
Finn yang sedang melihat laporan pun terkejut mendengar suara melengking nan merdu milik mamahnya itu.
"Astaga mamah, jangan teriak-teriak! Finn nggak budeg" teriak Finn dari dalam kamar cemberut sembari membuka pintu kamarnya dan melangkah menuju mamahnya berada.
"Kau sedang apa sih di kamar? kaya gadis perawan aja ngerem mulu dalam kamar. Sekali-kali ngadem di ruang tamu kek, taman kek. Cowok kok jadi anak rumahan" Omel Fara melihat putra semata wayangnya itu.
"Hais, Finn lagi sibuk ngerjain tugas kuliah mah. Lagian lagi malas keluar, kan baru juga Finn pulang beberapa waktu lalu setelah kuliah dan jalan" ucap Finn
"Kau ini jawab aja kalau di bilangin... Eh, kenapa tangan kamu di perban gitu?" tanya Fara terkejut melihat tangan putranya yang terluka dan di balut perban.
"Luka ringan kok mah nggak usah khawatir" ucap Finn dengan santai
"Luka ringan kok di perban gitu, coba mamah lihat sini!" ucap Fara
"Nggak apa-apa mah beneran, ini cuma luka kecil karena nolongin calon gebetan he-he" ucap Finn memperlihatkan senyum tiga jarinya pada sang mamah.
"Oh iya mamah lupa tanya, apa calon menantu mamah namanya Aurelie?" tanya Fara dengan tatapan keponya.
"Loh kok mamah bisa tahu? Mamah mata-matain Finn ya?" ucap Finn penuh selidik.
"Hais, nggak ada kerjaan mata-matain kamu, Mamah bukan Detektif. Lagian mamah tahu Elie karena mamah lihat dia pakai mobil kamu" ucap Fara
__ADS_1
"Mamah lihat Elie di mana?" tanya Finn terkejut dan penasaran.
Fara pun menceritakan kejadian di taman tadi, saat dirinya hendak menyebrang dari taman menuju ke mobilnya yang terparkir di seberang jalan, setelah beli makanan ringan di sana.
Namun malah mendapat musibah hampir di jambret. Aurelie menolongnya dan Fara bertanya tentang mobil Finn.
Finn yang mendengar itu memasang telinganya dengan benar, ia tidak ingin tertinggal satu katapun yang keluar dari mulut Fara yang menceritakan tentang gadis pujaannya itu.
"Finn, boleh mamah tahu Elie dari keluarga mana?" tanya Fara.
Sebenarnya Fara tidak mempertimbangkan status sosial calon menantu, hanya saja ia wajib tahu untuk mengenal karakter si calon lebih baik lagi, begitu yang di pikir Fara.
Finn menatap mamahnya heran, untuk apa mamahnya bertanya soal keluarga Aurelie, Pikirnya. Namun Finn tetap memberitahu Fara tentang identitas Aurelie.
"Nama lengkapnya Queen Aurelie Adhisti, mamah pasti bisa menebak siapa keluarganya" ucap Finn
"Keluarga Adhisti? Jangan-jangan Elie anak Auristella?" ucap Fara terkejut mendengar nama keluarga Aurelie.
"Tentu saja mamah tahu dan kenal, Dia kan teman arisan mamah" ucap Fara terkekeh dan senang setelah tahu Aurelie anak dari Stella.
"Mamah setuju kamu PDKT sama Elie" ucap Fara melanjutkan ucapannya, membuat Finn terbelalak kaget plus bahagia tentunya.
"Mamah kasih restu buat aku?" tanya Finn sumringah
"Tentu, mamah suka karakter dan sifat Elie. Dan juga mamah tahu keluarga Adhisti adalah keluarga baik-baik. Jadi mamah akan menjadi pemandu sorak kamu yang pertama untuk mendapatkan hati Elie" ucap Fara semangat membuat Finn terkekeh melihat betapa antusiasnya sang mamah akan hal ini.
"Terimakasih mah, tapi mamah harus janji jangan lagi jodoh-jodohin Finn sama anak teman mamah apalagi di Mel-mel itu. Finn nggak suka" ucap Finn
"Iya mamah janji, Lagian kan mamah Udah setuju kamu kejar Elie" ucap Fara
"sih iya apa mamah tahu, jika Kak Sean juga menyukai Elie?" tanya Finn
__ADS_1
"Haaahhh? Maksudmu Sean si manusia kutub? Eh kamu juga bekunya, Sama-sama nggak bisa di deketin cewe. Cuma Yah kamu sedikit mendingan sih bisa di ajak bercanda sama mamah dari pada Sean, tuh anak susah banget di ajak bercandanya. Lurus, lempeng aja datar nggak ada ekspresi" ucap Fara terkejut namun ia selanjutnya terkekeh mengingat keponakannya yang super dingin dan juga Finn yang sangat dingin jika dengan orang yang tidak ia kenal.
Sebenarnya, baik Sean maupun Finn memiliki karakter yang sama. Sama-sama dingin dan tidak dekat dengan wanita manapun kecuali keluarga mereka dan termasuk Aurelie tentunya.
"Sama Anak sendiri suka gitu. Yaakkk mamah! Berhenti Ish rambut Finn berantakan" ucap Finn menghela nafasnya dan cemberut saat Fara mengacak rambutnya karena gemas.
"Mamah tetap dukung kamu mengejar cinta Elie. Tapi ingat pesan mamah! Jangan memaksakan kehendak jika suatu hari nanti pilihan Aurelie bukan padamu, entah pada Sean atau pada pria lain" ucap Fara menasehati putranya.
"Mamah tenang saja, Finn memang mencintai Elie, tapi Finn juga tidak akan memaksanya menerima Finn sebagai kekasihnya, meskipun Finn menginginkannya bahkan ingin menjadikannya istri. Tapi kebahagiaan Elie lebih dari segalanya buatku, meskipun bukan dengan ku. Namun aku akan selalu melindungi dan mencoba membahagiakannya semampu yang aku bisa" ucap Finn berjanji.
"itu baru anak mamah, selalu ingat untuk menjadi pria sejati, oke" ucap Fara
"Tentu mah, Finn mengerti" ucap Finn mengangguk paham.
...
Di sisi lain, Sean bersama William berada di dalam mobil. Setelah mengurus pengkhianat dan juga hama di D.G Entertaiment. Sekilas William melirik ke arah spion tengah mobil, yang terlihat bayangan Sean yang tengah terdiam sedari tadi menatap ke luar jendela.
"Apakah mereka pacaran?" tanya Sean mengeluarkan suaranya yang sejak tadi hanya diam itu.
William paham yang di tanyakan Tuan mudanya itu pasti terkait Aurelie.
"Saya tidak tahu tuan muda, tapi menurut ucapan nona Aurelie dia tidak memiliki kekasih dan belum pernah jatuh cinta. Bukannya saat bertemu di bioskop nona mengatakan jika Tuan muda Lance hanya seorang teman" ucap William
Entah mengapa mendengar jawaban William membuat Sean membuatnya merasa sedikit lega dan tenang.
"Apa dia akan menyukaiku?" tanya Sean lagi
"Mungkin saja tuan muda, anda hanya perlu berjuang lebih keras meluluhkan hati nona Aurelie" ucap William
"Kau benar Will, aku hanya harus bekerja lebih keras untuk meluluhkan hatinya" ucap Sean bertekad untuk terus mendapatkan hati gadisnya itu.
__ADS_1
...