Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Anak dan ayah


__ADS_3

Melihat Adrian menangis, Queen ingin sekali memeluk tubuh yang terlihat kurus di banding terakhir kali saat ia bertemu dengan ayahnya itu. Namun ia hanya menggenggam angin, ia tidak berani untuk memeluk dan juga mengakui bahwa dirinya adalah putrinya.


Bukan tanpa sebab Queen tidak ingin mengakui jika ia adalah Airani pada Adrian. Karena baik Queen menceritakan hal sebenarnya.


Tapi kisah reinkarnasi atau transmigrasi jiwa, banyak orang berfikir jika itu hanyalah karangan fiksi semata di dalam dunia novel atau komik. Dan tentu saja orang-orang tidak akan mempercayainya dan menganggap hal itu jualan semata.


"Jangan menangis tuan, ingatlah seperti yang di ucapkan guruku dulu padamu. 'Ayah jangan pernah menangis lagi, Rani akan hidup penuh dengan kebahagian. Asalkan ayah selalu bahagia dan hidup dengan senyum yang selalu mengembang di wajah tampan ayah'. Jadi saya harap anda terus bahagia, Tuan Eleanor. Agar Airani bisa melanjutkan kehidupan selanjutnya dengan bahagia, setelah kematian nya" ucap Queen.


Tangis Adrian makin pecah, ia sangat ingat ucapan putri bungsunya yang bilang hal itu padanya, tepat sebelum ia menikah dengan Rico saat itu.


"Ya, saya akan hidup bahagia mulai saat ini. Terimakasih nona Queen. Bolehkah saya memelukmu sebentar, jujur saja entah mengapa semenjak bertemu denganmu, hati saya menghangat, seperti bertemu dengan putriku sendiri" ucap Adrian berharap


"Tentu saja" ucap Queen yang sama menginginkan nya. Ia sangat merindukan ayahnya. Mereka berdua berpelukan dengan erat seperti layaknya anak dan juga orang tua. Yang sebenarnya hal itu benar adanya. hanya saja jiwa sang anak berada di tubuh orang lain.


"Aku bersyukur, Rani masih memiliki sahabat seperti anda dan juga saya tidak menyangka jika Rani adalah guru orang kaya nomer satu di negara ini" ucap Adrian.


"Anda terlalu menyanjung saya tuan. Ngomong-ngomong bagaimana dengan permintaan saya yang saya sampaikanengenai Air Hotel?" tanya Queen


"Saya tidak merasa keberatan, pasalnya hotel itu memang milik Rani. Dan aku mempercayakan hotel itu dalam pengelolaan anda, saya yakin itu akan lebih maju d ia tangan anda" ucap Adrian


"Terimakasih tuan, untuk pemindahan saham dan lain-lainnya akan di urus oleh asisten ku nanti. Dan..." ucap Queen sambil membuka masker wajahnya.


Melihat Queen membuka masker di wajahnya, Adrian terkejut. Ia sangat tahu jika orang kaya nomer satu di negara ini, Queen. Tidak pernah menampakan wajahnya di depan orang lain.


Saat melihat wajah cantik dan muda Queen, Adrian lebih terkejut. Ia tidak menyangka, sosok legendaris di depannya adalah seorang gadis yang masih sangat muda.


"Maaf membuat anda terkejut, Tuan Eleanor. Sebagai seorang murid dan orang terdekat guru saya Airani. Izinkan saya memperkenalkan diri saya secara pribadi pada anda yang adalah ayah dari Guruku. Perkenalkan nama lengkap saya Queen Aurelie Adhisti, putri bungsu keluarga Adhisti yang juga pendiri dan pemegang saham mayoritas Q.A Group" ucap Queen memperkenalkan dirinya


"A-Adhisti?" ucap Adrian terkejut.


"Benar, Bolehkah saya memanggil anda paman Ian mulai sekarang?" tanya Queen

__ADS_1


"Te-tentu Nona Queen bisa memanggilku Paman Ian" ucap Adrian terharu, pasalnya yang memanggil dirinya Ian hanya putri bungsunya, Rani.


"Ini kartu nama saya, saya harap paman Ian jika bertemu denganku saat saya tidak menjadi Queen atau wajah asliku, bisa memanggilku dengan sebutan Elie. Dan jangan sungkan meminta bantuan dari ku jika paman memerlukan pertolongan. Anggap saja saya seperti putri paman sendiri, sekarang" ucap Queen


"Tentu, terimakasih. Namun jika kau putri angkatku saat ini, boleh aku minta kau memanggilku ayah, bukan paman" ucap Adrian


"Ayah Ian" ucap Queen mengangguk dengan menahan tangisnya.


"Anak baik, putri ayah yang baik" ucap Adrian yang kini tengah memeluk Queen dan mengelus kepala Queen dengan sayang. Queen hanya membalas pelukan erat sang ayah.


...


Cheryl tengah menggerutu kesal dalam hatinya, karena ia baru mengetahui jika kartu-kartu miliknya, baik itu kredit card ataupun Debit card tidak bisa di gunakan alias di blokir.


Ia harus menanggung malu karena tidak jadi membayar bayar belanjaannya di supermarket terdekat.


Tuuutttt!!! Tuuuuuttt!!!


"Ini lagi, kenapa Rico tidak memberikanku mobil yang lebih layak sedikit sih. Kenapa dia malah memberikanku mobil murah begini. Tahu begitu aku tidak akan meninggalkan mobil mewahku di kediaman ayah" ucap Cheryl kesal saat melihat mobil Toyota Agya dan membanting pintu itu keras-keras saat ia masuk ke dalam kursi kemudi.


Dia kemudian melajukan mobilnya menuju rumah kecil, namun terlihat asri karena berada di sekitar perbukitan. Udara di sana juga cukup sejuk, namun itu tidak bisa menyejukkan hati Cheryl saat ini, karena kejadian di supermarket tadi.


Tepat saat mobilnya di depan gerbang rumah, mobil Cheryl mogok kehabisan bensin.


"Sial! Sial! Kenapa aku sial banget sih hari ini. Udah lah biarin aja ini mobil di sini aja, mana dari gerbang ke rumah jauh lagi, apes banget" gerutu Cheryl lagi.


Baru saja ia sampai di depan pintu dan hendak membukanya. Cheryl menghentikan gerakkan tangannya dan menoleh ke arah gerbang.


Tin!!! Tin!!!


"Cheryl!!! Kenapa mobilmu menghalangi jalan. Pindahkan sekarang juga!!!" teriak Rico dari kemudi mobilnya yang baru saja pulang.

__ADS_1


"Mobilku mogok! kehabisan bensin!!!" balas teriak Cheryl.


"Kau bilang apa?? kemari kau!!" teriak Rico lagi kesal karena tidak mendengar suara jelas dari istrinya itu.


Cheryl menghela nafasnya dan kembali berjalan menuju ke arah Rico, percuma ia berteriak karena suaranya tidak sekencang Rico, dan tidak akan terdengar karena jarak gerbang ke pintu kurang lebih 100 meter dengan jalan menanjak.


"Pindahkan mobilmu, sekarang! Apa-apaan kau memarkirkan nya sembarangan" perintah Rico menggerutu.


"Mobilku mogok kehabisan bensin" ucap Cheryl dengan nada kesal.


"Kamu b*go ya? Udah tahu bensin minim bukannya di isi dulu, dasar T*lol" ucap Rico kesal tak habis pikir dengan istrinya itu.


"Bukannya tidak mau, tapi aku nggak punya uang, kartu ku semuanya di blokir. Kartu dari kamu ketinggalan di rumah saat aku keluar" ucap Cheryl sama kesalnya


"Siaaal, kamu itu cuma bisanya nyusahin aja, dasar benalu. Balik kamu ke rumah, bebenah rumah sampai bersih, awas kalau sampai aku kembali rumah masih kotor. Aku keluar dulu" ucap Rico


"Kamu mau kemana lagi? ini udah hampir gelap" ucap Cheryl


"Punya otak tuh di pake jangan cuma di pajang! Tentu saja aku mau beli bensin untuk isi tangki mobilmu. Tidak mungkin ini mobil di biarkan di tengah jalan begini. Di dorong lebih tidak mungkin lagi" ucap Rico benar-benar kesal


"Oh begitu, baiklah" ucap Cheryl mengangguk


"Dasar istri t*lol" maki Rico.


Cheryl yang mendengar itu hanya menahan rasa sakit di hatinya, kesal dan juga rasa marah yang ia tahan. Namun ia tidak bisa membantah, karena Rico tidak segan untuk menampar atau memarahinya nanti, jika ia menentangnya atau membalas memaki.


...•••...


Author hari ini update 1 Bab dulu. Alhamdulillah badan author udah mending, kepala juga sedikit pling. Nanti besok kalau nggak ada halangan, update seperti biasa 2 BAB.


Terimakasih atas dukungannya, dan selamat membaca 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2