
Elie baru saja merebahkan badannya setelah pulang dan membersihkan diri. Tak sengaja matanya melihat ke arah tas miliknya.
Seharian ini, jangankan melihat isi ponselnya yang berada di dalam tas, membuka tasnya saja tidak. Karena segala sesuatunya saat jalan bersama Finn, Finn yang menghandle semuanya. Bahkan belanjaan miliknya yang ia beli sebelum mereka berdua resmi jadian, Finn yang memaksa untuk membayar semua belanjaannya.
"Wooohh, banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab. Pantas aja, HP ku lupa masih aku silent jadi terlihat sepi" ucap Elie terkejut melihatnya.
"Astaga... " ucap Elie makin terkejut saat melihat banyaknya chat dari Keegan.
Elie langsung menekan telepon, meskipun ia tidak bersalah karena Keegan mengabarinya secara mendadak. Namun Elie tetap saja tidak enak karena mengingkari janjinya untuk menjemput saudara angkatnya itu.
Tuut! Tuut!
Dengan sabar Elie menunggu telepon itu di angkat oleh empunya. Sekali tidak di angkat, dua kali juga tidak, Elie menelepon lagi untuk yang ketiga kalinya dan akhirnya di angkat juga.
"Halo Queen... Kemana aja kamu baru hubungi abangmu ini? Kau tahu, abangmu ini menunggu kamu lebih dari 6 jam di airport. Sms dan telepon juga tidak ada respon sama sekali" ucap Keegan begitu telepon langsung terhubung.
"Maaf hari ini aku sibuk dan aku juga nggak tahu kalau jadwal kepulangan kamu di majuin Egan" ucap Elie tanpa embel-embel abang seperti yang di ingin kan oleh Keegan.
"Sibuk apa? Saat kakakmu di rawat saja kau masih sempat kuliah dan melihat kantor walaupun hanya sebentar. Kenapa saat tidak ada kegiatan bahkan kelasmu di kampus hari ini sedang kosong, kau bilang sedang sibuk? Sibuk apa?" ucap Keegan mengomel seperti ibu-ibu menawar sayuran.
"Astaga tante Keegan yang terhormat, aku sibuk dengan urusan yang lain. Lagian salah sendiri mengajariku dadakan" ucap Elie watados.
"Ngeles aja kaya bajaj. Dan jauh-jauh dari panggilan tante. Astaga Queen, aku laki-laki tulen! Aku masih suka menjelajah goa dari pada beradu pedang apalagi pergi melalui jalan pintas" ucap Keegan.
"Ha-ha-ha, makanya buktiin dong kalau kau memang seorang pria tulen. Bilangnya aja pria tulen, sudah setua ini masih aja jomblo akut" ucap Elie dengan tawanya yang pecah.
"Ketawain terus sampai puas!! Aku tuh masih dalam pencarian, nggak banyak wanita yang seperti kamu Queen, setidaknya aku ingin punya pasangan yang kuat secara mental dan fisik" ucap Keegan.
"Tentu saja yang seperti aku persis, tidak akan ada Egan" ucap Elie bersungut
"Setidaknya wanitaku bukan wanita lemah, Queen" ucap Keegan
"Ya-ya, apa katamu saja" ucap Elie malas berdebat.
__ADS_1
Tipe wanita yang Keegan sukai memang kurang lebih seperti sosok Queen, yang kuat dan mandiri. Namun bukan berarti Keegan mencintai Elie, keegan tentu saja sayang dan menyukai kepribadian Elie. Tapi hanya sebatas rasa sayang pada adik sendiri tidak lebih.
"Tunggu kenapa kita jadi membicarakan hal tidak penting seperti ini. Ya sudah, besok aku tunggu kau di Mansion milikmu, aku sudah membawakan kamu oleh-oleh dari kalimantan" ucap Keegan.
"Sepertinya aku tidak bisa, aku ada urusan besok" ucap Elie.
"Urusan apa lagi Queen? Sepertinya jika aku tidak memajukan kepulanganku dan tetap pulang besok, kamu juga tidak bisa menjemputku" ucap Keegan kesal
"Kata siapa? Tentu aku akan tetap menjemputmu jika kau pulang sesuai jadwal" ucap Elie
"Kau pintar cari alasannya, aku tidak mau tahu pokoknya besok jam 10 pagi. Aku tunggu di mansion milikmu, titik! " ucap Keegan kemudian menutup teleponnya.
Elie menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya, tentu hal seperti berdebat sering terjadi di antara mereka sejak dulu.
Elie melihat adanya pesan masuk, ia membukanya dan terlihat jika itu dari Finn.
💬 Elie sayang, aku tadi meneleponmu, tapi bernada sibuk. Oh iya, aku sudah sampai rumah dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, hanya kurang adanya kamu di samping aku he-he. Aku mandi dulu ya El, kabari aku jika kau sudah selesai telepon. -Finn
Pesan itu 15 menit yang lalu, tepat 1 menit setelah Elie menelepon Keegan. Elie segera mengirim pesan balasan, tak lama ponselnya bergetar tanda adanya telepon masuk.
"Hmm, aku baru saja selesai mandi dan melihat pesanmu. Kau sedang apa sekatang sayang?" ucap Finn membuat wajah Elie memerah karena malu.
"Aku sedang bersiap untuk tidur. Maaf aku tadi menelepon Keegan untuk minta maaf karena aku tidak menjemputnya di Airport. Sesuai janjiku padanya beberapa hari yang lalu" ucap Elie
"Apa aku membuat kesalahan hingga kau melupakan janjimu? Aku minta maaf" ucap Finn
"Jangan minta maaf, kau tidak salah. Lagian Ia mengabariku kepulangannya secara mendadak, yang tidak sesuai jadwal sebelumnya pagi tadi dan aku belum sempat melihat ponsel sama kita jalan tadi" ucap Elie
"Hmm, kalau begitu kamu istirahatlah, ini sudah malam. Besok aku akan menjemputmu nanti" ucap Finn lembut
"Iya kau juga istirahatlah" balas Elie
"Selamat malam My El, mimpi indah. Aku mencintaimu" ucap Finn dengan tulus dan lembut.
__ADS_1
"Selamat malam dan mimpi indah juga Finn" ucap Elie dengan sama lembutnya.
...
Rico tidak bisa tertidur lagi, sebab saat ini ada rubah penyusup yang menyusup ke dalam kamarnya. Siapa lagi kalau bukan Cheryl.
Rico berdecih, ia lupa jika Chery masih memiliki kunci cadangan rumah ini. Saat wanita itu masihlah kekasih simpanannya waktu Airani masih hidup. Ia menyerahkan kunci cadangan itu ke wanitanya.
"Kau sedang apa? Dan apa sebenarnya maumu?" ucap Rico dengan kesal
"Tentu saja aku datang untuk menemui kekasihku. Dan jelas keinginan aku hanyalah satu, segera nikahi aku!" ucap Cheryl
"Tidak akan pernah! Itu tidak akan pernah terjadi!" ucap Rico setengah berteriak.
"Kau harus bertanggung jawab Rico, ini adalah anakmu, darah dagingmu sendiri. Kau tega membiarkannya hidup tanpa seorang ayah, hah? Ayah macam apa kamu?!" ucap Cheryl dengan sama setengah teriak di depan Rico.
"Gugurkan saja kalau begitu" ucap Rico dengan entengnya
"Gila! Kau sungguh gila! Kau ingin membunuh darah dagingmu sendiri? Aku tidak akan pernah melakukannya" ucap Cheryl kesal dan marah.
"Terserah padamu kau ingin melakuakan apa, asal kau tidak lagi mengusik hidupku dan menjauh dariku" ucap Rico menyesap rokok yang terselip di kedua jarinya.
"Bedebah!!! Aku tidak mau tahu, nikahi aku atau aku akan katakan semua ini pada ayahku!" ucap nya lagi.
"Katakanlah, bukankah aku sudah pernah mengatakan aku sudah tidak peduli lagi kau mau membongkar hubungan kita di depan umum juga. Sekarang kau pergi!" teriak Rico mengusir Cheryl.
"Baik, aku akan pergi. Karena kau tidak ingin bertanggung jawab, aku akan membongkar makam adikku, dan membuang mayatnya ke kandang buaya agar mayatnya tidak lagi tersisa" ucap Cheryl lalu melangkah pergi.
Rico yang mendengar itu tercengang, ia menoleh ke arah Cheryl yang sudah melangkah keluar dengan cepat, mengabaikan panggilan Rico yang berusaha mengejarnya. Setelah keluar dari mansion itu, Ia masuk ke dalam Mobilnya.
"Cheryyyyllll, jangan berani kau menyentuh makam istrikuuuu... Aarrrggghhhh!!! Cheryyyyllll" teriak Rico saat menyaksikan Cheryl pergi melanjukan Mobilnya.
....
__ADS_1
Maaf update 1 Bab, hari ini pekerjaan Author dari pagi baru kelar sore tadi menjelang maghrib, jadi baru sempet nulis sekarang 🙏