Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Coba saja!


__ADS_3

Alexa menatap wajah Sean yang pucat itu, ia menghela nafas. Ternyata kekuatan cinta sungguh sedahsyat itu, satu sisi bisa membuat hidup seseorang merasa paling bahagia, satu sisi lainnya mampu memporak porandakan kehidupan seketika.


Alexa menaruh peralatan kedokterannya di atas nakas, samping ranjang Sean. Ia menoleh ke arah William yang berdiri di belakangnya.


"Tuan William, boleh minta tolong buka tirai dan juga jendelanya. Biarkan sinar matahari dan udara segar pagi hari masuk ke dalam kamar!" ucap Alexa


"Tentu" ucap William yang langsung menuruti perintah Alexa untuk membuka tirai dan jendela. Hingga udara segar masuk ke dalam kamar.


Alexa mulai memeriksa kondisi Sean, ia mengambil tangan Sean, mengecek denyut nadi dan sesekali melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Ia juga memeriksa detak jantung, mata dan mulut.


"Tubuh tuan muda sangat lemah" ucap Alexa


"Lalu kita harus melakukan apa nona?" tanya William khawatir.


"Aku akan memberikan tuan muda cairan nutrisi terlebih dulu, jangan khawatir meskipun lemah tapi ia masih bisa tertolong" ucap Alexa membuat William bernafas lega.


"Boleh saya minta riwayat penyakit tuan muda dari diagnosis dokter sebelumnya? Agar saya tidak salah dalam mengambil tindakan untuk tuan muda" tanya Alexa


William merasa sedikit canggung, pasalnya riwayat pemeriksaan sebelumnya hanya dari dokter psikologi. Bukan dari dokter umum.


Melihat wajah William yang ragu, Alexa hanya tersenyum ringan mengerti kemudian ia berucap lagi.


"Tenang saja, saya sebagai dokter akan menjaga kepentingan atau rahasia pasien, segala sesuatu yang berhubungan dengan pasien akan saya rundingkan terlebih dahulu dengan pasiennya sendiri atau keluarga terdekat, saat saya akan mengambil tindakan" ucap Alexa


"Baik, tunggu sebentar, nona. Saya akan menanyakan hal ini pada Nyonya terlebih dulu" ucap William


"Silahkan" ucap Alexa.


William beranjak pergi dari kamar Sean dan memberitahu yang tadi di minta oleh Alexa. Meriana pun mengizinkannya, karena itu demi kebaikan putra satu-satunya itu.


Alexa yang melihat riwayat itu terkejut, namun ia berusaha terlihat tenang. Meskipun psikologi bukan bidang yang ia geluti, setidaknya ia akan berusaha menyembuhkan Sean dari penyakit fisiknya terlebih dulu.


...


Pemandangan yang sudah seminggu ini tidak terlihat di kampus, yaitu kemesraan Finn dan Elie. Kini semua orang di kampus kembali melihat pasangan yang sangat serasi itu.


Dareen yang ikut melihat itu mengepalkan tangannya, karena merasa cemburu.


Sejak bertemu dengan Elie pertama kali, Dareen sudah merasa tertarik dengan Elie. Dia wanita satu-satunya yang menolak pesona yang ia miliki.

__ADS_1


Dareen tentu saja berpengalaman dalam cinta, terlebih pergaulan di Australia sebelumnya sangat bebas. Dia tidak munafik beberapa kali pernah meniduri wanita yang saat itu menjadi kekasihnya. Tapi Dareen tidak pernah sembarangan celap-celup, tidak semua mantan pacarnya dulu, merasakan tongkat sakti miliknya.


"Siapa sebenarnya pria itu? Kenapa ia terlihat dekat sekali dengan Aurelie?" gumam Dareen kesal, namun suaranya masih terdengar meskipun samar-samar oleh orang di sebelahnya.


"Finn dan Aurel memang sangat dekat, tapi kami juga tidak tahu mereka sudah official atau belum. Tapi kami bisa menebak jika keduanya sudah jadian, lihat saja mereka terlihat sangat mesra dan serasi" ucap mahasiswa yang mendengar gumaman Dareen.


"Jadi nama pria yang dekat dengan Aurelie itu namanya Finn?" tanya Dareen.


"Ya, apa kamu tertarik dengan Aurel?" tanya Mahasiswa itu


"May Be" ucap Dareen mengangkat kedua bahunya.


"Aku sarankan jangan, karena setahuku Finn sangat menjaga Aurel dari dulu" ucap Mahasiswa itu, namun Dareen tidak peduli hal itu


...


Finn mengantarkan Elie ke kelasnya, kemudian ia sendiri beranjak ke kelas nya berada. Tidak ia sangka ternyata ia sekelas dengan Dareen.


TTernyata Dunia memang sesempit itu!


"Hei, Kamu ada hubungan apa dengan Aurelie?" tanya Dareen langsung pada Finn saat ia mendekati tempat duduk Finn, hingga yang berada di kelas menoleh ke arah mereka berdua


"Jauhi Aurelie dan jangan dekati dia! Dia sudah aku tandai dan cepat atau lambat ia akan jadi milikku!" ucap Dareen dengan santainya mengatakan itu.


Finn menatap tajam Dareen, yang membuat Dareen terkejut karena tekanan Finn sangat kuat, hingga nafasnya tercekat.


"Dia adalah kekasihku, Mi-lik-Ku!!! Jangan bermimpi untuk mendekatinya" ucap Finn.


"Kau yang bermimpi, Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya!" ucap Dareen


"Listen, Mr. Dareen. Don't touch her!!! Dare to touch it, you will die!!!" ucap Finn


"I don't believe it!" ucap Dareen


"You can try it!" ucap Finn menyeringai, membuat bulu kuduk Dareen dan mahasiswa lain bergidik.


Finn tidak pernah main-main dengan ucapannya, siapapun yang berani menyentuh kekasihnya, maka ia harus bersiap-siap bertemu dengan Yama.


Terlebih Finn sangat tahu jika kekasihnya tidak pernah menoleh ke pria lain selama bersama dengannya, dan Elie-nya tidak suka di tempeli pria macam Dareen.

__ADS_1


....


Setelah selesai dengan mata kuliah hari ini. Sesuai janjinya dengan Elie, Finn mengajak kekasihnya itu ke perusahaan.


Finn sudah memberi tahu Eveline agar menunggunya di ruang kerja bersama dengan Arthur dan Justin.


"Finn, ada apa? Sepertinya sangat kesal saat ini" tanya Elie saat mereka baru sampai di area parkir F.A Corporation


Cup!


Bukannya menjawab, Finn kini mel*mat bibir Elie. Elie yang tahu kekasihnya tengah kesal mengimbangi ciuman itu. Ia sama sekali tidak menolak, karena meskipun Finn sedang kesal. Ciumannya tidak pernah kasar dan tetap lembut dan bergairah seperti biasanya.


"Haaahhh" Elie mengambil nafas saat Finn melepas ciuman mautnya dari bibir manisnya itu.


"Maaf, apa aku menyakitimu?" tanya Finn, merasa bersalah karena tiba-tiba ia mencium bibir Elie.


"Tidak, kau tidak pernah mengasariku ataupun menyakitiku. Ada apa hmm? Kau kepikiran sesuatu?" tanya Elie menyentuh pipi Finn lembut


"Hmm, ini soal Dareen" ucap Finn jujur


"Dareen?" tanya Elie terkejut dan juga heran.


"Ternyata aku dan dia satu jurusan dan satu kelas. Dia mendatangiku, menanyakan hubunganku denganmu dan memintaku untuk menjauhimu, dia juga mengatakan jika dia sudah menandaimu dan ingin memilikimu" ucap Finn


"Lalu?" tanya Elie, jujur ia saat ini terkejut dan tidak menyangka jika Dareen seberani itu mengatakan langsung di depan Finn.


"Tentu saja aku menjawab kau adalah kekasihku. Aku juga mengancamnya agar jangan pernah mencoba untuk menyentuhmu, jika tidak m, aku ia akan mati" ucap Finn


"Lalu kenapa kau kepikiran jika kau sudah mengancamnya? Kau takut aku akan mengkhianatimu dan bersamanya?" tanya Elie, Finn menggeleng


"Aku percaya padamu sepenuhnya, aku percaya kau tidak akan meninggalkanku demi laki-laki seperti dirinya. Aku hanya takut dia bertindak nekad dan menyakitimu, saat aku tidak berada di sampingmu saat itu" ucap Finn apa adanya.


"Kau tidak perlu takut, sebelum dia menyentuhku dan kamu membunuhnya. Aku yang terlebih dulu mengambil nyawanya dan menyerahkannya di pintu neraka" ucap Elie tersenyum.


"Hmm aku percaya kau adalah wanita hebat, tetaplah menjadi wanita kuat dan jangan sampai lengah dengan hal apapun." ucap Finn mengelus pipi Elie lembut dan mendekap tubuh Elie


"Ya, aku akan mendengarkan mu" ucap Elie tersenyum dalam pelukan hangat Finn


...••••!!...

__ADS_1


__ADS_2