Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Makan siang


__ADS_3

Mobil Finn memasuki halaman restoran, terlihat dekorasi yang begitu modern dan elegan di sana.


Aurelie keluar dari sedan mewah itu, Aurelie baru sadar saat dirinya sudah berada di mobil dan sudah setengah jalan dan sekarang ini ia berada di mobil Finn.


"Ayo turun! Kita sudah sampai" ucap Finn dengan lembut dan sudah membuka pintu mobil untuk Aurelie.


Aurelie turun dari mobil dan berjalan beriringan dan masuk ke dalam restoran. Ia menatap restoran di depannya, sangat indah dan sesuai dengan tempat favoritnya saat ia berkunjung ke Eropa beberapa tahun lalu.


"Kita pesan dua porsi Fullblood Wagyu Tenderloin, medium Well. Romanee conti 1 dan juga air mineral merk xx dua" ucap Finn pada pelayan


Mata Aurelie terbelalak mendengar itu.


"Bagaimana mungkin Finn bisa tahu menu kesukaanku dengan sangat tepat" ucap Aurelie dalam hati.


"Bagaimana kamu tahu jika yang kamu pesan itu semuanya kesukaanku, Finn?" tanya Aurelie


"Aku tahu semua tentang kamu El" ucap Finn tersenyum tak menyembunyikan apapun.


Aurelie berpikir dengan keras, bagaimanapun semua itu adalah makanan kesukaannya bukan makanan kesukaan dari pemilik tubuh asli. Meskipun Aurelie yang asli tidak suka pilih-oilih makanan, tapi ia sangat jarang memakan Steak.


"Nggak usah di pikirin, Oh iya apa aku boleh tanya sesuatu" ucap Finn


"Tentang apa?" tanya Aurelie


"Apa pendapatmu tentang Sean?" tanya Finn


"Sean?" ucap Aurelie menatap Finn


"Hmm, aku yakin kau mengerti apa yang aku maksud" ucap Finn


"Aku tidak tahu" ucap Aurelie mengangkat bahunya


"Apa kau menyukainya?" tanya Finn lagi


"Entahlah, Aku nggak tahu" ucap Aurelie yang menang kenyataannya dia tidak tahu.


"Lalu bagaimana denganku?" ucap Finn menatap netra Aurelie dengan tatapan teduh dan hangat.


Aurelie tersentak, ia terdiam karena tidak tahu harus berkata apa. Beruntungnya ada pelayan yang masuk mengantarkan pesanan makanan.


Pelayan itu menata makanan di meja kemudian pamit keluar lagi.

__ADS_1


"Lupakan pertanyaanku tadi, ayo makan" ucap Finn tersenyum manis di wajah tampannya. Aurelie mengangguk dan mulai memakan makanannya.


"Aku mencintaimu El, baik itu kamu yang dulu maupun sekarang. Bagiku kau selalu menjadi Queen, ratuku. Aku akan melindungimu, meski nyawa taruhannya" ucap Finn dalam hati dengan sengaja.


Aurelie yang mendengar itu tersedak dalam makannya. Finn dengan sigap menepuk pelan punggung Aurelie dan memberinya minum.


"Makannya hati-hati jangan terburu-buru" ucap Finn


"Hmm, terimakasih" ucap Aurelie setelah minum air mineral yang di berikan Finn.


"Apa maksud Finn? Kenapa aku merasa seperti kena Gep saat sedang menyamar atau ketahuan saat tengah berbohong" ucap Aurelie dalam hati.


Aurelie menatap Finn dengan lekat, entah mengapa ada perasaan nyaman dan aman saat ia berada di dekat Finn. Perasaan yang belum pernah ia rasakan pada siapapun, termasuk kedua orang tuanya baik dulu maupun sekarang. Perasaan itu sangat asing namun sangat hangat dan nyaman.


Mereka kemudian menyelesaikan makannya dengan tenang. Sesekali Finn menanyakan apakah ia suka makanannya, suka tempatnya atau yang lainnya.


Aurelie memberi tanggapan positif sebagai pencinta Steak, ia sangat menyukai hidangan di sini terlebih makanannya yang enak, yang mungkin akan menjadi tempat favoritnya di masa depan.


Yang Aurelie tidak tahu, restoran ini baru saja di bangun oleh Finn sebagai bentuk cintanya untuk Aurelie. Nama resto ini AILIE Resto. Ia ingin di masa depan Aurelie bisa menikmati steak terlezat kesukaannya di sini.


Bip!


Matanya menyipit saat melihat seekor nyamuk di dalam ruangan. Ia segera paham apa yang terjadi. Bagaimana mungkin ada nyamuk di tempatnya?


Finn menoleh ke arah Aurelie yang sempat tertegun sejenak. Lalu terlihat membuka ponselnya dengan tergesa setelahnya.


"Bangsat!!!" teriak Aurelie, emosinya tiba-tiba meledak.


"Ada apa El?" tanya Finn dengan tenang meskipun ia cukup kaget dengan teriakan Aurelie yang cukup menyeramkan itu, bahkan auranya di ruangan itu sangat menekan semua orang di dalamnya.


"Aku pergi dulu!" ucap Aurelie tanpa menjawab Finn lalu keluar, namun Finn malah mengejar dan juga menggenggam erat tangan Aurelie.


"Aku akan mengantarmu, jangan menolak! Aku yakin kau sedang tidak baik-baik saja saat ini, terutama emosimu" ucap Finn


Aurel terdiam, ia hanya mengangguk dan membiarkan Finn menariknya menuju Mobilnya berada.


"D.G Entertaiment" ucap Aurelie setelah ia duduk di kursi samping pengemudi.


Finn mengangguk paham dan melajukan Mobilnya menuju D.G Entertaiment. Ia tahu jika kakaknya Aurelie menjadi salah satu artis di sana, dan tebakannya jika saat ini Kakak Aurelie yaitu Alexa, tengah dalam kondisi darurat.


Aurelie langsung berlari masuk ke gedung tinggi itu, ia sempat di berhentikan oleh security dan resepsionis. Namun ia tetap mencoba menerobos masuk ke dalam.

__ADS_1


"Biarkan dia masuk" ucap Finn menunjukkan kartu anggota Demetri yang di miliknya dari sang ibu.


Di mana kartu itu menyatakan jika ia salah satu keluarga dari Demetri. Resepsionis dan security tidak berani membantah perintah dari keluarga bos besar.


"Kau mau kemana sekarang?" tanya Finn mengejar Aurelie yang tengah menekan tombol di lift


"Ruangan Direktur" ucap Aurelie.


"Ikut aku, aku akan membawamu kesan dengan cepat" ucap finn


Aurelie mengangguk dan ikut masuk ke lift khusus. Meskipun Sean sebagai pewaris utama Demetri Group. Namun ia juga memiliki saham di sana sebanyak 10% dari ibunya. Jadi ia memiliki hak untuk datang ke perusahaan yang berhubungan dengan Demetri Group. Dan sidik jarinya terdaftar di sana.


Ting!


Pintu lift terbuka, Aurelie langsung berlari menuju pintu satu-satunya yang merupakan ruangan direktur.


Mengetahui pintu itu terkunci, Aurelie geram. Ia takut kakaknya di lecehkan di dalam sana. Jadi dia mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu. Namun di hentikan oleh Finn.


"Kamu lebih baik hubungi Sean, biar aku yang mendobrak pintunya" ucap Finn


Aurelie menatap Finn sejenak kemudian mengangguk. Lalu ia dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi Sean.


BRAK!!!


Pintu itu berhasil di dobrak dan terbuka lebar, Finn dan Aurelie masuk. Melihat Kondisi kakak nya, Aurelie berlari dan menerjang tubuh laki-laki yang kini setengah berte***jang.


BUGH!!!


"Bangsat!!!" teriak Aurelie memukul semua orang yang ada di sana tanpa terkecuali.


Finn tidak berusaha mencegah atau membantu Aurelie melawan 6 orang laki-laki di depannya sekaligus. Dia tahu jika Aurelie tengah dalam emosi dan melampiaskan ke orang yang berada di ruangan itu. Dan Finn yakin Aurelie bisa mengatasinya sendiri dan justru ia akan marah jika dirinya turun tangan membantu.


6 orang laki-laki itu tergeletak dengan luka memar parah di wajah dan tubuhnya karena pukulan dan tendangan Aurelie yang sangat keras.


Kecuali Gio yang sudah babak belur dengan posisi terikat sebelum Aurelie datang karena mencoba melindungi Artisnya. Aurelie tahu dari rekaman yang ia dapat bahwa Gio yang melindungi kakaknya.


"Elie..." suara lirih di ujung sofa membuat Aurelie menghentikan tinjunya dan berbalik melihat kakaknya.


"Kak Lexa... " ucap Aurelie melangkah menghampiri sang kakak dan memeluk tubuh yang bergetar di pelukannya itu.


...

__ADS_1


__ADS_2