
Di kantin kampus semua orang sedikit heboh melihat Finn dan Aurelie yang berjalan beriringan menuju salah satu meja yang kosong di ujung.
Tersebar rumor tentang hubungan romantis Aurelie dan Finn yang di kabarkan sudah Official. Terlebih mengingat sifat Finn yang dingin dan sudah di dekati wanita dan hanya dekat dengan Aurelie, membuat spekulasi hubungan mereka kian menguat.
Mereka berdua yang tengah menjadi bahan gosip hanya santai melangkah menuju meja kantin, tanpa menggubris bisik-bisik mahasiswa lainnya.
"Aku pesan makanan dulu, mau makan apa?" tanya Aurelie
"Soto betawi pakai nasi dan es teh manis" ucap Finn
"Oke, tunggu di sini" ucap Aurelie, Finn hanya mengangguk dan menatap punggung Aurelie yang berjalan menjauh menuju ibu kantin, tempat pemesanan makanan berada.
Setelah pesanannya selesai di buat, Aurelie membawa nampan yang berisi soto betawi plus nasi, semangkok bakso dan dua gelas es teh manis, di tangannya. Ia melangkah di mana Finn duduk dan menaruh makanan di atas meja.
"Makanlah!" ucap Aurelie
"Boleh minta suapin?" ucap Finn manja dengan mata penuh harap akan di suatu gadis pujaannya.
Aurelie menaikkan sebelah alisnya, ia menoleh ke arah Finn yang tengah menatapnya hingga kedua mata itu bertemu.
"Tanganku masih terluka" ucap Finn dengan menunjukan tangannya yang di perban.
"Kau bisa menggunakan tangan satunya" ucap Aurelie cuek, sambil memakan bakso di depannya.
"Aku tidak kidal, aku tidak terbiasa makan menggunakan tangan kiri. Baiklah aku tidak meminta di suapi, maaf tadi aku hanya bercanda saja" ucap Finn tersenyum kecil menatap Aurelie.
"Apa aku nanti aja ya makannya, saat sudah pulang ke rumah? Ya begitu aja, nanti aku minta mamah suapi aku saat pulang nanti, aku nggak mau repotin Elie dan terkesan menjadi cowok manja dan tidak bisa di andalkan. Ssshh, tanganku mana masih terasa sakit lagi jika di gerakin" ucap Finn dalam hati, sambil setengah meringis.
Aurelie yang mendengar itu menghentikan tangannya yang hendak menyuapkan bakso ke dalam mulutnya. Ia merasa tidak enak hati, bagaimana pun Finn terluka karena dirinya.
Sebenarnya Aurelie mau saja menyuapi Finn, tapi karena di sini tempat terbuka ia merasa malu pada mahasiswa yang lain yang melihat nanti.
__ADS_1
Aurelie menghela nafasnya, masa bodo jadi tontonan yang lain. Ia mengambil nasi dan soto betawi punya Finn yang berada di depannya itu lalu menyuapinya ke arah Finn.
"Buka mulutmu!" ucap Aurelie menyodorkan sendok berisi nasi dan juga soto ke arah Finn.
Finn menatap penuh Aurelie penuh tanya, yang ternyata hanyalah akting. Finn sebenarnya memanfaatkan kemampuan Aurelie yang bisa membaca pikiran orang lain, jadi dia sengaja berkata seperti itu dalam hatinya.
Luka di tangan Finn tidak sedikit itu, dan dia hanya pura-pura kesakitan demi mendapat perhatian Aurelie. Ia tahu, jika Aurelie tahu dirinya sudah mengetahui kelebihannya itu dan sengaja menarik perhatiannya menggunakan ini. Entah apa yang akan di lakukan singa betina itu.
"Kenapa diam? Ayo makan keburu makanannya dingin dan sekarang buka mulutmu!" ucap Aurelie dengan nada yang melembut saat ini.
Finn sangat senang dan langsung membuka mulutnya. Ia merasakan makanan yang ia makan saat ini adalah makan paling enak yang pernah ia makan seumur hidup. Tentu saja alasannya karena orang yang menyuapinya adalah gadis pujaannya.
Suasana di kantin makin riuh melihat pemandangan mesra kedua sejoli yang tengah makan di ujung meja kantin. Semuanya berdecak iri, terlebih para mahasiswi yang tak lain pengagum Finn.
Para mahasiswi pengagum Finn pun merasakan patah hati masal. Cowok cool, super tampan, dan tajir di kampus sudah di cap oleh Aurelie, pikir mereka.
Di sisi lain tatapan tidak suka yang di layangkan Gerald di sisi lain kampus. Ia merasa cemburu, dan menyesal, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena perginya Aurelie tak lain adalah kesalahan dirinya di masa lalu yang mengabaikan cinta tulus Aurelie.
Dan kini ia merasakan rasa sakit nya cinta bertepuk sebelah tangan pada Aurelie. Sama seperti yang ia lakukan pada Aurelie dulu.
Yang mana salah satu most wanted di kampus, dan pastinya ketampanan Finn jauh melebihi Gerald.
"***Ja**ng sialan itu kenapa hoki banget sih, Udah lepasin Gerald sekarang jalan sama Finn yang lebih tampan dan juga keren. Sialan!! Harusnya aku yang ada di posisi dia. Tuhan benar-benar tidak adil!" ucap Gista mengeram marah dan kesal dalam hatinya.
"Aku harus bisa merebut Finn dari ja**ng itu, tapi aku harus merebut perhatian Gerald kembali terlebih dahulu buat cadangan jika aku tidak berhasil mendapatkan Finn. Aku harus susun rencana se epik mungkin" ucap Gista lagi dengan senyum seringainya yang memuakkan***.
...
Q.A Group
Keegan fokus mengerjakan laporan yang cukup banyak di atas meja kerjanya. Banyak sekali proyek yang harus ia tangani dalam waktu kurang dari satu minggu mendatang, yang mengharuskan dirinya pergi ke luar kota selama beberapa hari.
__ADS_1
"Ini dokumen yang harus segera bapak tanda tangani" ucap sekretaris
"Taruh di sana, akan aku lihat setelah ini dan tolong panggilan Daniel ke ruangan segera" ucap Keegan
"Baik Pak" ucap sekretaris lalu keluar ruangan dan memanggil Daniel sesuai atasannya.
Tak lama Daniel datang setelah sebelumnya mengetuk pintu dan di persilahkan masuk.
"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap Daniel.
"Tak perlu seformal itu pada kakakmu sendiri Niel" ucap Keegan melihat sekilas adiknya itu kemudian pandangannya menuju ke berkas lagi.
"Ini masih jam kerja, ada keperluan apa tuan memanggil saya?" ucap Daniel mengabaikan ucapan kakaknya itu.
"Hubungi Queen, kalau bisa hari ini ia datang ke kantor, ada beberapa hal yang harus di bahas dan juga meminta persetujuannya" ucap Keegan
"Baik, akan saya sampaikan nanti" ucap Daniel.
"Oh iya, bawa laporan keuangan yang sudah aku periksa ke ruangan Queen. Kau bisa mengeceknya kembali, takut ada beberapa yang terlewat" ucap Keegan lagi sembari menyodorkan map berisi laporan keuangan itu.
"Baik, terimakasih. Nanti saya akan mengeceknya lagi" ucap Daniel
"Ya, kau lanjutkan pekerjaanmu, juga jangan lupa pesan ruangan di restoran x untuk makan malam nanti" ucap Keegan
"Aku mengajakmu makan malam, tenang saja hari ini kakak tampanmu ini yang mentraktir kamu makan sepuasnya" ucap Keegan
"Oke" ucap Daniel lalu pergi begitu saja.
"Ckk... Dasar tidak tahu sopan santun. Main ngeloyor aja. Dasar adik kutub!" omel Keegan menggelengkan kepalanya melihat adik nya keluar begitu saja.
Sebenarnya jauh dalam hati Daniel merasa senang, karena hari ini ia akan makan sepuasnya di restoran favoritnya. Dan tentunya dengan gratis.
__ADS_1
Keegan memang sering mentraktirnya makan jika ia ingin berpergian jauh atau cukup lama. Jadi Daniel bisa menebak jika Keegan akan melakukan perjalanan dinasnya setelah ini.
...