Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Panggilan yang berbeda


__ADS_3

Elie menoleh ke arah stan makanan, ia melihat Keegan yang tengah bersama Daniel dan juga Eveline di pojokan. Ia melihat Keegan terus menatap Moza dengan tatapan memuja.


Elie menggelengkan kepalanya, bahkan Keegan tidak sadar dirinya tengah menjadi objek cuci mata kaum hawa.


"Finn, aku ke sana sebentar ya" ucap Elie menunjuk ke arah Daniel, Eveline dan Keegan berada


"Apa perlu aku temani?" tanya Finn


"Tidak perlu, aku akan mengajak Moza ke sana, tidak apa-apa kan?" tanya Elie


"Tentu saja sayang, pergilah" ucap Finn tersenyum lembut pada gadis yang di cintai nya itu.


Elie kemudian beranjak ke arah Moza dan mengajak gadis itu ke arah kakak dan adik angkatnya itu.


Keegan yang melihat Elie dan Moza mendekat, jantungnya berdetak sangat cepat. Ia berusaha mengukir senyum di wajahnya, namun ia tidak sadar jika senyumnya itu bukan membuatnya menjadi tampan, melainkan senyuman yang terlihat aneh.


Elie menggelengkan kepalanya melihat hal itu, ia tertawa dalam hati dan mengumpat.


Keegan bodoh!!


Elie menyadari jika Keegan sangat minim tentang ilmu cinta. Maka dari itu ia mencoba membuat jalan bagi keduanya.


"Hai, Niel, Egan, Lia" sapa Elie


"Hai, El/Kak" ucap mereka bertiga serempak.


"Kenalin, ini adik perempuan Finn, namanya Moza" ucap Elie memperkenalkan Moza pada ketiganya.


"Hai, salam kenal, kamu bisa memanggilku Eve atau Lia" ucap Eveline mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.


Tentu saja Eveline sudah mengenal Moza, karena ia saat ini menjadi pelindung bayangan Moza atas permintaan Finn, hanya saja Moza tidak tahu hal itu.


"Hai Kak Eve, salam kenal, aku Moza" ucap Moza membalas jabatan tangan Eveline.


"Hai, salam kenal, aku Daniel" Ucap Daniel


"Hai kak Daniel, aku Moza" ucap Moza


"H-hai, aku K-Keegan, salam kenal" ucap Keegan gugup dan tersenyum.


Seumur hidup baru kali ini ia gugup bertemu wanita, Selain Elie. Kerena dia pernah gugup dan takut, saat buat Elie kesal dan marah padanya.


"*Dia tampan, tapi k*****enapa senyumnya aneh?" gumam Moza dalam hati****.

__ADS_1


Elie yang melihat itu hanya menepuk keningnya dan bergumam dalam hati.


Bodoh!


"Halo, salam kenal juga Om, aku Moza" ucap Moza tersenyum


"Pffffttt... ha-ha-ha..." Tawa Eveline tidak bisa di tahan lagi.


"Kamu kenapa yang?" tanya Daniel pelan


"Kak Egan kasihan, lihat wajahnya dan juga senyum anehnya itu. Dan Moza memanggil dia om, sedangkan kita di panggil kakak. Ia terlihat seperti om-om ha-ha-ha" ucap Eveline


"Liaaa" ucap Keegan menatap tajam, seketika membuat Eveline kicep.


Keegan menghela nafas saat mendengar dirinya di panggil Om, oleh gadis yang ia suka. Seketika bayangan indahnya runtuh.


"Niel, kau hutang penjelasan denganku" ucap Elie membuat Daniel diam tak berani menatap Elie, sama halnya dengan Eveline.


"Za, kenapa kamu panggil Egan Om?" tanya Elie lembut


"Emang berapa umurnya kak?" tanya Moza penasaran


"28 Tahun" jawab Elie.


Keegan menunduk malu, ia baru sadar ia setua itu untuk mengalami yang namanya cinta pertama.


Elie menepuk bahu Keegan dan berbisik,


"Aku tahu kamu suka adik iparku, Bang. Berusahalah, jangan ambil hati ucapan Moza, karena dia juga sama sepertimu, belum pernah merasakan apa itu cinta, jadi dia belum paham tentang itu semua" ucap Elie


Keegan menatap Elie dengan tatapan yang mengisyaratkan Terimakasih, aku akan tetap berjuang.


Elie kemudian mengajak Moza pergi dan di perjalanan Elie menanyakan sesuatu pada Moza.


"Za, bagaimana menurutmu Egan?" tanya Elie


"Om itu?" tanya Moza


"Panggil dia kakak Za, itu membuatnya merasa sangat tua kalau kamu panggil dia om" ucap Elie


"Hmm, baiklah, akan aku usahakan" ucap Moza merasa tidak enak.


"Sekarang jawab" ucap Elie

__ADS_1


"Pertanyaan tadi?" tanya Moza yang di angguki Elie


"Dia sangat tampan, dewasa dan juga keren. Tapi senyumnya terlihat aneh kak" ucap Moza jujur apa adanya


"Ha-ha... Kau tahu kenapa senyumnya seperti itu?" tanya Elie yang di balas gelengan kepala.


"Egan belum pernah senyum pada seorang gadis selain aku dan Lia. Dan ia berusaha senyum manis di depanmu, tapi ia sangat canggung dan kaku, hingga menampilkan senyum seperti itu. Aku rasa Dia tertarik padamu Za" ucap Elie membuat Moza terhenyak kaget


"Suka? Padaku? Kenapa?" tanya Moza terkejut.


"Hmm, aku tidak tahu kenapa? avinta datang tanpa harus ada alasan bukan? Aku sangat mengenalnya, Keegan laki-laki yang sangat baik. Aku juga tidak memaksa kamu apalagi kamu baru saja lulus dan sebentar lagi kuliah, tapi kau harus tahu, jika Kamu adalah Cinta pertamanya" ucap Elie


"Moza nggak tahu kak, Moza tidak mengerti tentang Cinta seperti apa" ucap Moza menunduk


"Jangan di pikirkan, biarkan itu mengalir apa adanya. Dan semua jawaban ada di hatimu, ikuti saja alur dan perasaan yang kamu miliki" ucap Elie mengelus kepala Moza pelan.


Moza hanya mengangguk, kemudian mereka bergabung dengan yang lain.


...


Di sebuah rumah sakit, Cheryl baru saja melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik.


Cheryl masih berada di dalam ruang perawatan, ia masih dalam pengaruh obat dan belum bangun sampai saat ini.


Ari menatap Bayi perempuan yang sedang ia gendong. Di sampingnya ada wanita cantik yang tengah mengelus pipi bayi cantik yang masih merah itu.


"Anak kita sangat cantik, Wajahnya sangat mirip denganmu sayang, sama sekali tidak ada miripnya dengan wanita itu" ucap wanita di samping Ari dengan senyum merekah dan tatapan penuh kasih pada bayi itu.


"Tentu saja, dia anakku. Tentu saja ia sangat mirip denganku. Boleh aku menamainya dengan nama itu sayang?" ucap Ari pada wanita di sampingnya.


"Tentu, kita namai anak kita dengan nama yang kamu mau" ucap wanita itu


"Terimakasih sayang sudah mengerti aku. Kita akan membesarkan anak kita bersama-sama" ucap Ari mencium kening wanita itu dengan lembut dan sayang.


"Sama-sama, terimakasih juga sudah memberikan aku kesempatan dan juga tetap bertahan denganku, dengan semua kekuranganku Ari" ucap wanita itu berkaca-kaca dan memeluk Ari dengan erat.


"Bawa putri kita pulang dulu sayang, jaga dan rawat anak kita dengan baik" ucap Ari


"Lalu bagaimana dengan Dia?" ucap wanita itu.


"Aku akan mengurusnya sampai ia pulang dari rumah sakit" ucap Ari


"Baiklah, aku dan putri kita menunggumu di rumah, sayang" ucap Wanita itu sembari mengambil bayi itu dari gendongan Ari lalu keluar dari rumah sakit membawa bayi dalam gendongannya.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2