
Dareen terdiam, dia tidak terpikirkan sampai ke sana. Begitu pun Tri yang saat ini hanya diam dengan keringat dingin di telapak tangannya.
Bisik-bisik pun terdengar, mereka semua membenarkan ucapan Finn. Jika semuanya di telisik secara detail.
"Itu tidak bisa membuktikan apapun. Pasalnya hanya kamu dan Tri saat itu yang berada di sana" ucap Dareen.
Finn menyunggingkan senyum mengejeknya ke arah Dareen.
"Kenapa sepertinya kamu begitu memojokanku? Ya, aku memang ada di sana! Tentu saja aku yang bersama DIA, orang bodoh pun tahu jika aku sekelompok dengan DIA untuk mencari kayu bakar" ucap Finn terkekeh.
"Dan lagi, bagaimana cara aku memaksanya dan melecehkannya. Sedangkan pakaianku saja tetap rapih? Oh mungkin aku melecehkannya dengan menggunakan ilmu kanuragan seperti adegan di sinetron ikan terbang" ucap Finn membuat semua orang menahan tawanya, termasuk Elie.
Dareen mengeram kesal karena lagi-lagi gagal menjebak Finn. Ia merasa jika Finn sangat pandai memainkan kata-katanya.
Sedangkan Tri sudah gemetar, karena sudah di pastikan ia akan di keluarkan dari kampus dan juga kemungkinan ia juga akan di penjara dengan pasal pencemaran nama baik.
"Ya, kamu benar, Aku bodoh hingga tidak melihat kenyataan itu. Jadi ternyata kita semua di tipu oleh air mata buaya wanita ini. Dasar wanita bermuka dua!! Menyesal aku membela, tidak tahunya kau sengaja merusak nama baik Finn" ucap Dareen menatap tajam ke arah Tri.
Ia lepas tangan dan mengkambing hitamkan Tri sepenuhnya. Ia tidak ingin nama baiknya hancur apalagi di depan Elie.
"*Si*l!!! Aku harus mundur terlebih dulu dan membuat Tri menanggung semuanya. Dia tidak akan bisa mengelak dan melemparkan kesalahan padaku" ucap Dareen dalam hati*
"Dasar Bule si*lan!!! Dia melemparkan semua kesalahannya padaku. Jika aku membongkar semua ini dia dalangnya. Semua foto tentang pekerjaanku akan tersebar, bukan hanya di kampus tapi di media. Lalu bagaimana kelanjutan hidupku nantinya? Bahkan Bule si*lan itu juga mengancam keselamatan keluargaku jika aku sampai membocorkan kesepakatan aku dan dia. Ya Tuhaaaannn" ucap Tri dengan gigi gemertak.
Finn dan Elie berdecih dalam hati, tentu saja mereka tahu semua yang terjadi adalah rencana Dareen.
"Bagaimana Tri, apa ada yang ingin kamu sampaikan dengan apa yang di ucapkan Finn?" tanya Dosen
Tri yang di tanya hanya meremas kedua tangannya, ia menunduk tak sanggup duduk tegak. Terlebih hampir seratus orang berada di sana tengah menatapnya.
"Maaf, aku mengaku salah" ucap Tri semakin menunduk dan menangis.
Ia tidak punya pilihan lain selain mengakuinya. Dosen yang mendengarnya menghela nafas panjang, ia tidak habis pikir dengan pola pikir mahasiswinya itu.
__ADS_1
"Kau tahu akibat yang kamu lakukan ini sangat Fatal? Jika Finn tidak bisa membuktikan kebenarannya, kau sama saja menghancurkan hubungan orang lain. Bahkan menghancurkan nama baiknya seumur hidupnya, atas perbuatan yang tidak pernah ia lakukan" ucap Dosen geram.
"Maaf Pak, aku melakukan hal ini karena saya gelap mata begitu menyukai Finn dan ingin bersama dengannya" ucap Tri.
"Astaga!!! Bukan begitu caranya TRI!! Kau membuat bapak malu sebagai penanggung jawab acara ini" ucap Dosen lagi mengusap wajahnya.
"Finn, maafkan bapak karena sebelumnya menyalahkan kamu. Semuanya menjadi saksi jika kau tidak bersalah dalam kasus ini. Jika kau ingin melanjutkan ke jalur hukum, silahkan saja. Dan untuk mengeluarkan Tri dari kampus, bapak akan melaporkan hal ini pada Rektor setelah kita kembali ke kampus " ucap Dosen tulus dan merasa tidak enak hati.
Tri mendongakkan kepalanya saat Dosen mengatakan hal itu.
BRUK!!
"Finn, tolong maafkan aku kali ini saja. Tidak apa-apa jika aku di keluarkan dari kampus. Tapi tolong jangan laporkan aku ke polisi" ucap Tri memohon sembari berlutut.
Sedangkan Dareen yang melihat itu hanya diam saja. Tidak ada rasa kasihan dan rasa bersalah karena melempar semua kesalahannya pada Tri.
"Sesuai kesepakatan, pihak universitas akan mengeluarkan dalang dari kejadian ini. Dan aku akan melaporkan hal ini pada kepolisian" ucap Finn. Membuat Tri menangis karena sudah tidak memiliki kesempatan lagi.
"Tapi, bukan hanya kamu yang aku laporkan dan pihak universitas keluarkan. Tapi juga dalang utama dari kejadian ini juga" ucap Finn lagi.
"Apa Finn tahu jika aku adalah dalang utamanya? Tidak! Tidak mungkin! Mungkin Finn hanya menggertak. Ya, Finn hanya menggertak saja" ucap Dareen mencoba untuk tetap tenang.
"Dalang utama? Siapa?" tanya Dosen.
"Kalian semua akan tahu" ucap Finn.
Finn kemudian tepuk tangan, dan tak lama keluar dua orang yang masuk ke dalam tengah kerumunan di mana sidang di lakukan.
Dua orang itu membawa proyektor, laptop, layar atau kain putih, speaker aktif dan alat khusus sebagai daya pengganti listrik. Karena di tempat camping masih belum ada listrik, jika pun ada letaknya jauh yaitu di pos atau warung terdekat.
Dua orang itu menyiapkannya dan mulai menyalakannya. Karena waktu sudah beranjak sore dan sedikit gelap. Layar pun terlihat cukup jelas oleh semuanya.
Semua terkejut saat melihat dan mendengar video percakapan antara Tri dan Dareen di lorong kampus.
__ADS_1
Video itu menjelaskan jika Dareen adalah pelaku atau dalang utama dalam rencana penjebakan Finn.
Dareen yang melihat itu terkejut, ia langsung berdiri dan berteriak.
"Itu bukan aku!!! Itu hanya rekayasa!! Itu Editan!!!" teriak Dareen tidak percaya jika perbuatannya terendus.
"Oh ya? Lihat waktu yang berjalan di sudut bawah sebelah kanan. Video itu adalah real yang di ambil dua hari sebelum kita semua berangkat camping. Itu bisa di buktikan oleh ahlinya jika video itu asli" ucap Finn bersidekap dada.
Dareen menggeram kesal, karena tindakannya kini sudah di ketahui semua orang. Ia juga tidak bisa menyangkal dan menutupinya lagi.
"Ya, aku yang melakukannya, aku membencimu karena kau sudah merebut wanitaku!!!" ucap Dareen dengan kesal dan mengungkapkan semuanya, ia tidak peduli dengan pandangan orang di sana.
"Wanitamu?" tanya Finn dengan nada meledek.
"Ya, Aurelie adalah wanitaku" ucap Dareen tanpa tahu malu.
"Maaf tuan Dareen yang terhormat, aku bukan wanitamu. Bangunlah dari mimpi panjangmu dan cuci sampai bersih otakmu itu, agar tidak lagi kotor bahkan berlumut" ucap Elie dengan nada datar.
"Apa yang kamu lihat dari dia? Aku lebih dari segalanya dari dia! Aku lebih tampan dan juga kaya raya" ucap Dareen tidak terima ucapan Elie.
"Ya, dan kau juga lebih menjijikan dari ulat bulu ataupun benalu" ucap Elie sarkas.
"Kau!!!" bentak Dareen tidak terima.
"Mekipun aku menyukaimu, jangan pernah kau merendahkanku!" lanjut Dareen dengan nada tinggi, karena ia paling tidak suka di rendahkan.
"Jangan membentak kekasihku, Dareen!! Kalian, bawa orang ini dan jebloskan dia ke penjara" teriak Finn.
Anak buah Finn langsung menyeret Dareen yang saat itu masih memberontak.
"Jangan sentuh aku, kalian tidak tahu siapa aku!!! Aku adalah tuan muda terkaya di Australia!!! Kalian akan mendapatkan balasan" teriak Dareen.
"Simpan tenagamu, kau bebas memanggil bala bantuan saat di kantor polisi. Itu pun jika bala bantuanmu sanggup!" ucap Finn dengan senyum mengejek.
__ADS_1
Jika Dareen memiliki backingan keluarganya di Australia.Tentu saja Finn menggunakan koneksi dan kekuasaannya. Bahkan Jika perdana menteri Australia turun tangan, Finn tidak gentar dan tetap jebloskan Dareen ke penjara, sesuai yang di ucapkannya
...••••...