Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Kekasihku, Calon istriku


__ADS_3

Kediaman Keluarga Lance.


Setelah puas memanjakan diri dan merefreshkan pikiran dengan berbelanja, melepas letih dengan treatment di salon dan juga wisata kuliner di food court. Mereka bertiga kini sudah kembali ke kediaman keluarga Lance.


"Aku puas hari ini, sangat menyenangkan" ucap Moza


"Iya mamah juga senang. Tapi El, Tante penasaran kenapa kamu membeli banyak baju anak-anak dengan banyak ukuran, selimut juga mainan anak laki-laki dan perempuan. Memangnya kamu punya keponakan?" tanya Fara, karena setahu dirinya, anak-anak dari keluarga Adhisti belum ada yang menikah.


"Ah, ini El beli buat di bawa ke panti, tan. Sudah lama Elie nggak mengunjungi anak-anak di panti" ucap Elie tersenyum.


"Kamu sering ke panti? Panti mana?" tanya Fara cukup terkejut


"Panti Harapan Kasih. Nggak sering sih Tan, cuma sesekali Elie datang jika ada waktu" ucap Elie


"Kapan kak El pergi ke panti?" tanya Moza merasa tertarik


"Besok lusa" jawab Elie


"Aku ikut ya kak, lagian besok lusa kan hari Minggu, jadi sekolah libur dan tidak ada kegiatan di rumah" ucap Moza


"Bilang dulu ke mamah dan papah kamu, jika di izinkan. Kak El tidak masalah mengajakmu pergi ke sana" ucap Elie, Moza mengangguk dan menoleh ke arah Fara.


"Mah, Boleh ya. Moza mau ikut Kak Elie ke panti, plisss" ucap Moza


"Apa tidak merepotkan kamu El kalau Moza ikut?" tanya Fara


"Nggak kok Tan, Elie malah seneng ada yang temenin berkunjung ke sana" ucap Elie


"Ya sudah kalau begitu mamah izinkan, asal kamu tidak merepotkan kak Elie di sana" ucap Fara


"Yeeeyy makasih mah, Moza janji nggak repotin kak El" ucap Moza gembira mencium pipi mamahnya.


"Ya sudah sana mandi. Ini udah sore! Mamah juga mau siapkan makanan untuk makan malam. El makan di sini kan?" ucap Fara


"Sepertinya nggak bisa tan, El mau ketemu Sean dulu. Takutnya ada hal penting yang mau dia bicarakan dengan El perihal pekerjaan" ucap Elie merasa tidak enak menolak permintaan Fara.


"Hmm baiklah, tapi lain kali kamu mau ya makan malam di sini dan jangan kapok temenin Tante jalan-jalan ya" ucap Fara tersenyum


"Tentu nggak dong, Malah El seneng bisa temenin Tante dan Moza hari ini" ucap Elie


"Ya sudah, kamu hati-hati bawa mobilnya, jangan ngebut-ngebut" ucap Fara.


"Iya tan, Elie pamit dulu" ucap Elie sambil Salim dengan Fara lalu beranjak keluar dari mansion.


...


Finn menyelesaikan pekerjaannya, ia melihat jika saat ini sudah waktunya makan siang. Ia mengingat Elie, biasanya ia selalu makan siang bersama dengan gadisnya itu.

__ADS_1


Jika dilihat dari waktu, di sini sudah jam 12 siang, jadi di Indonesia bagian Barat saat ini sudah jam 6 sore.


Tak menunggu lama, Finn mengambil ponselnya dan menghubungi kekasihnya yang sudah sangat di rindukannya itu.


Tuuuuutt... Tuuuuuttt...


Cukup lama belum di angkat, Finn dengan sabar menunggu Elie mengangkat teleponnya.


"Halo" ucap Elie yang tengah mengendarai mobilnya, ia lalu menepikan mobilnya terlebih dulu saat tahu Finn yang menelpon.


"Halo El" ucap Finn sangat lembut, jangan lupakan senyum manis terukir di wajah tampannya.


Seketika Elie tertegun, melihat penampilan Finn yang sangat rapih dengan setelan kemeja dasi dan jas. Juga rambutnya yang sangat rapih di sisir ke belakang.


Penampilan yang sangat berbeda dengan Finn yang sering ia lihat. Saat ini Finn terlihat lebih dewasa, gagah, menarik dan sangat tampan tentunya.


Jantung Elie berdetak sangat kencang, ia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari wajah tampan yang menghiasi layar ponselnya.


Beruntung ia sudah menepikan mobilnya, kalau tidak, mungkin Elie kehilangan fokusnya saat mengemudi dan pastinya itu akan membahayakan dirinya dan pengemudi lain di jalan.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa aku terlihat tampan sayang?" tanya Finn dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda.


"Ya, kau sangat tampan Finn" ucap Elie tanpa sadar dan tanpa berkedip.


"Benarkah?" ucap Finn sangat senang, saat ia di puji oleh sang kekasih.


Tentu saja Finn merasa bahagia, kebanggaan sendiri bagi Finn membuat kekasih tercinta memuji ketampanan nya. di tambah kini jantung Finn yang berdegup kencang.


Menyadari ia sudah mengatakan secara blak-blakan yang ada di dalam pikirannya, Elie menunduk karena malu. Di dua kehidupannya ia tidak pernah terpesona dengan ketampanan orang lain, hingga secara tidak sadar memujinya.


"Ha-ha kenapa jadi kau yang malu, harusnya aku yang malu. Kenapa kau begitu menggemaskan sayang" ucap Finn tertawa saat melihat tingkah malu Elie.


"Ketua, anda ing...." ucapan Azel terpotong saat ia terkejut melihat bosnya tertawa dengan lepas dan terlihat bahagia menatap ke arah ponselnya dan berbicara menggunakan bahasa yang tidak Azel mengerti.


"Azel, ada apa?" tanya Finn terkejut saat melihat Azel di depannya. Tentu saja Finn saat bicara dengan Azel menggunakan bahasa Inggris.


"I-itu, maaf menganggu Ketua, ini sudah masuk jam makan siang, apa ketua ingin makan di luar? Jika iya, anda ingin makan di restoran mana? Saya akan mengaturnya untuk anda" tanya Azel.


"Aku ingin makan Steak, tolong reservasi restoran untukku" ucap Finn.


"Baik Ketua" ucap Azel sedikit melirik ke arah ponsel karena penasaran.


Finn mengetahui jika Azel melirik dan penasaran dengan siapa ia berbicara hingga tidak sadar jika Azel sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Kekasihku, calon istriku" ucap Finn tiba-tiba


"Ya? Apa?" ucap Azel bingung.

__ADS_1


"Aku memberitahumu, jika aku saat ini sedang melakukan panggilan video Dengan kekasihku, calon istriku" ucap Finn


Azel yang mendengar itu terkejut pastinya, ia tidak menyangka jika si bos yang juga sahabatnya itu sudah memiliki kekasih. Bahkan sudah di akui sebagai calon istri Finn.


"Siapa Finn?" terdengar suara merdu dari ponsel Finn.


"My personal Assisten, babe" ucap Finn dengan lembut dan senyum hangat di wajahnya.


Azel takjub melihat fenomena langka di dunia Finn. Bos arogan, dingin dan tak tersentuh itu kini bicara dengan lembut, memanggil kekasihnya dengan mesra dan tersenyum manis.


"Sa-saya permisi ketua" ucap Azel melangkah keluar ruangan.


"Woah, luar biasa" ucap Azel saat sudah berad di luar ruangan.


Jujur saja Ia penasaran dengan sosok hebat, wanita penakluk seorang Finn. Yang sudah di pastikan akan menjadi nyonya di F.A Corporation.


...


Kembali ke percakapan Finn dan Elie.


"Kau ingin makan siang sekarang?" tanya Elie


"Hmm, aku mendengarkan apa yang kamu pesankan bukan? Aku akan makan teratur, jadi kamu juga di sana harus makan yang teratur juga, Bukannya sebentar lagi di sana sudah masuk waktu makan malam kan?" tanya Finn


"Ya aku tidak juga akan makan dengan teratur, ya sebentar lagi aku juga akan makan malam" ucap Elie


"Kau mau kemana sayang?" tanya Finn yang tahu jika Elie ada di dalam mobil.


"Aku ingin ke restoran. Oh iya aku ingin bertemu dengan Sean, tidak apa kan? Dia bilang ingin membicarakan sesuatu hal yang penting denganku" ucap Elie


Mendengar nama sepupunya di sebut, Finn tidak mungkin tidak cemburu dan gelisah. Apalagi ia tahu jika Sean menyukai kekasihnya.


"Finn..." panggil Elie melihat Finn terdiam


"Ya sayang, tidak apa-apa. Temuilah, mungkin memang benar ada yang ingin dia bicarakan dengan mu" ucap Finn


Elie tahu jika Finn merasa kurang suka dan tidak tenang, apalagi ia bertemu dengan Sean saat Finn sedang berada di negara lain.


"Aku hanya menganggap Sean sebagai teman dan rekan kerja. Apa kau percaya padaku?" tanya Elie serius.


"Aku percaya" ucap Finn tersenyum


"Aku sudah memiliki kamu dan aku tidak menginginkan orang lain lagi" ucap Elie membuat hati Finn berdesir dan kupu-kupu di perutnya berterbangan. Ungkapan Elie yang mengatakan jika Elie hanya menginginkan dirinya, tentu saja Finn merasa bahagia.


"Jadi jangan khawatir oke" ucap Elie lagi


"Hmm, aku tidak khawatir. Karena kau adalah milikku dan tidak akan ada yang bisa mengambil dirimu dariku begitu pula sebaliknya" ucap Finn

__ADS_1


"Ya, itu benar" ucap Elie.


...••••...


__ADS_2