
Kelvin dan Angga masih dalam mode terkejut, sudah beberapa kali Finn memanggil keduanya namun tidak di respon sama sekali.
Siapa pun pasti terkejut mendengar berita mengejutkan, terlebih Angga. Mungkin saat ini dia yang paling terkejut, pasalnya hari ini ia di kejutkan tiga kali berturut-turut.
Untung saja jantungnya kuat dan sehat. Jika tidak, entah bagaimana nasibnya saat ia terus menerus di berikan kejutan. Dan lagi, kejutannya tidak main-main kelasnya. Kelas berat!
Siapa yang akan mengira jika dia, Steven Anggara Adhisti. Yang tak lain adalah tuan muda dan pewaris dari Adhisti Group, perusahaan terkaya nomor tiga di negara ini.
Justru memiliki adik yang sangat luar biasa, selain cantik, kaya dan cerdas. Yang merupakan legenda bisnis paling di hormati dan di kagumi juga paling misterius di negaranya.
Dan lagi, kekasih dari adiknya merupakan orang terkaya ke enam di dunia. Siapapun orangnya pasti akan merasa iri pada keluarganya jika tahu tentang hal ini.
"Om Kelvin! kak Angga!" panggil Finn lebih keras.
Finn menggaruk tengkuk lehernya karena bingung harus bagaimana lagi menyadarkan keduanya. Keduanya kini bak patung dengan keterbengong-bengong an yang hakiki.
💬 Sayang, bisakah kau ke ruang kerja Daddy mu? Om Kelvin dan Kak Angga diam saja seperti patung sedari tadi. Aku bingung cara menyadarkannya. -Finn
Terpaksa Finn mengirim pesan pada Elie untuk meminta bantuannya. Tak lama Elie dan Alexa datang ke ruangan kerja. Keduanya merasa heran melihat Daddy dan kakak nya dengan mulut menganga tak bergerak sama sekali, seperti nyawanya sedang berkelana.
"Daddy dan Kak Angga kenapa Finn?" tanya Alexa
"Tadi kita sedang mengobrol, namun keduanya sudah seperti ini. Aku panggil dari tadi tapi tidak merespon" ucap Finn
"Oke, biar kakak yang menanganinya. Kalian berdua siap-siap" ucap Alexa
Finn bingung maksud dari Alexa, siap-siap untuk apa? Dia lalu menoleh ke arah kekasihnya yang memberi kode untuk menutup telinganya. Finn paham dan ia langsung menutup telinganya.
"Ekhmm,,, tes, tes, satu, dua, tiga, cek sound, cek sound, okeh bagus, kita mulai...." ucap Alexa memperagakan seperti di tangannya ada Mikrofon.
"DADDY, DADDY!!!! LIHAT ITU MOMMY DI GONDOL OM-OM GANTENG !!!! KAK ANGGA!!! ITU ADA YANG BARETIN MOBIL KESAYANGAN KAKAK, PARAH BANGET!!! Uhuk..." teriak Alexa sekuat tenaga hingga terbatuk-batuk.
__ADS_1
"***Astaga Calon ipar, unik banget. Meskipun udah tutup telinga, suaranya nembus hingga ke lapisan gendang telinga" gumam Finn dalam hati.
"Suara kak Lexa merdu sekale, ngalahin suara Giant di kartun Doraemon, Astaga" ucap Elie dalam hati***.
Keduanya sadar setelah mendengar teriakan Alexa. Mereka seketika linglung sebelum keduanya panik.
"Mana? Siapa yang berani gondok istri cantikku? Tak sunat 10x tuh orang baru tahu rasa. Gunting pohon mana gunting pohon!" Ucap Kelvin panik buka laci meja kerja, mencari-cari gunting pohon di sana , yang jelas tidak ada.
"Siapa? Siapa orangnya? Kurang ajar! bajingan Sialan mana yang berani Lukain kesayanganku??? Aku buat dia tidak bisa bangun esok hari!!" omel Angga yang langsung lari keluar ruangan menuju garasi mobil untuk memeriksa mobilnya.
"Ha-ha-ha" tawa Alexa pecah, tidak bisa di tahan lagi.
Tingkah Daddy dan kakak nya yang absurd sangat lucu di matanya.
Elie yang melihatnya, hanya bengong. Dia menahan agar tidak tertawa, ia takut di cap anak durhaka karena menertawai orang tua dan kakaknya sendiri.
Finn juga Sama, ia menahan agar tidak tertawa saat melihat tingkah konyol keduanya, sesaat setelah mendengar teriakan Alexa. Ia takut di pecat menjadi calon mantu saat ini juga, jika ia sampai kelepasan tertawa.
"Mom, siapa yang berani gondol kamu tengah malam?" tanya Kelvin yang mendekati Stella dan menodongnya dengan pertanyaan secara langsung.
"Daddy ngomong apaan sih? gondol apaan? Orang mommy baru kelar mandi, tadi luluran dan berendam dulu maka nya lama" ucap Stella.
Kelvin menoleh ke arah Alexa, ia sadar jika dirinya di kerjai oleh putri sulung nya itu.
"Lexa!" ucap Kelvin pelan tapi jelas sekali tekanan di suaranya.
"Ampun Dad, Lexa terpaksa lakuin itu karena Daddy sama kak Angga, diam saja bengong tak bergerak sama sekali, mana mulut kalian berdua terbuka lebar, Lexa takut kerbau juga bisa masuk ke sana" ucap Alexa.
Kelvin baru sadar apa yang terjadi, Kenapa ia bisa sampai bengong. Ia menoleh ke arah Finn yang duduk diam di sana, ia tidak bermimpi saat mendengar kenyataan itu.
"Maaf Om, tadi saya panik takut kalian kenapa-napa, karena saya panggil panggil tidak ada respon. Jadi saya minta Elie datang ke sini bersama Kak Lexa" ucap Finn.
__ADS_1
"Yaaaaaakkkk Lexaaaa!!! Beraninya kamu bohongin kakak!!!" teriak Angga yang terdengar dari kejauhan.
Alexa yang mendengarnya menepuk dahi, pasti urusan dengan kakaknya bakalan panjang.
Baru saja Angga masuk ke dalam ruang kerja dengan tergesa-gesa, matanya kini terpaku melihat Finn. Tubuhnya langsung berdiri tegak tidak bergerak, ia ingat apa yang dikatakan pacar dari adiknya itu tentang identitas rahasia miliknya.
Alexa bingung kenapa kakaknya tidak jadi marah padanya? Namun ia bersyukur ia lolos dari amukan kakak nya itu. Jika tidak, dia harus rela mencuci mobil kesayangan kakaknya sampai kinclong sebagai hukumannya. Dan mobil kesayangan kakaknya itu tidak cuma satu saja.
"Finn, maaf kamu harus melihat kelakuan absurd keluarga ini. Om jadi merasa tidak enak" ucap Kelvin dengan lembut dan merasa tidak enak di depan calon menantu paling berpotensial nya itu.
"Kakak juga minta maaf, he-he beginilah kelakuan keluarga ini kalau sedang berkumpul. kakak harap kamu maklum" ucap Angga dengan lembut juga.
Para wanita di sana diam tidak mengerti.
"Tidak apa-apa, justru saya merasa keluarga ini sangat hangat dan harmonis. Saya menyukai suasana seperti ini" ucap Finn tersenyum tulus.
"Ya benar, nanti kamu harus terbiasa dengan suasana seperti ini saat kau dan Elie menikah ha-ha" ucap Kelvin menepuk pundak Finn.
Wajah Finn memerah saat membahas perihal masa depannya dengan Elie. Ia senang keluarga Elie menerimanya dengan tangan terbuka.
Bukan hanya Finn, wajah Elie kini juga memerah karena malu saat mendengar ucapan Daddynya.
...
Mereka berenam kini duduk di ruang tamu, sesekali mengobrol dengan banyak ragam pembahasan.
Stella sekarang mengetahui jika Finn kini tengah menjalin hubungan dengan Putri bungsunya. Dia tidak keberatan sama sekali, apalagi dirinya dengan Fara sudah berteman sejak lama.
Finn mengutarakan jika dirinya ingin mengajak Elie ke Inggris untuk beberapa hari. Karena Finn ada urusan pekerjaan di sana.
Namun dengan banyak pertimbangan, Kelvin tidak mengizinkannya. Bukan karena ia tidak percaya dengan Finn. Hanya saja tidak baik seorang anak gadis pergi dengan seorang laki-laki yang tidak memiliki ikatan hanya berdua saja. Pamali! Begitu yang di bilang Kelvin.
__ADS_1
...••••...