RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 106 BLACK HOLE


__ADS_3

EPS 106 BLACK HOLE


Pranaja harus berjuang menahan rasa saat mendengarkan cerita Wyona, peri cantik yang berpakaian sangat minimalis tersebut. Sudut mata Wyona mengerling menangkap espresi wajah Pranaja. Matanya melotot, mulutnya terbuka dan wajahnya yang semakin merah menyala. Mungkin kalau di belah akan keluar asap dari dalam otaknya.



“Kenapa kau memandangku begitu rupa?” tanya peri Wyona dengan wajah heran.


“Ups! Eh! Anu..!” Pranaja tergagap. “Aku terpana mendengar ceritamu tentang naga.”


Pranaja langsung berkilah. Tapi dia menarik nafas lega. Nampaknya Wyona percaya dengan kata-katanya.



“Oke. Teruskan ceritamu,” ujarnya.


Wyona tersenyum kembali sambil menganggukkan kepalanya. Di usapnya air mata yang membasahi kedua pipinya.



“Melihat tubuh Drag dan Gon yang sudah terkulai tak berdaya, pasukan gabungan dari berbagai planet itu beramai-ramai membantai tubuhnya. Mereka menggunakan berbagai senjata terkuat untuk menghancurkan tubuh sang naga. Di akhir sisa hidupnya Drag berhasil membuka pintu portal menuju putaran lubang hitam.”


“Black Hole maksudmu?”


“Ya.”


Pranaja terhenyak. Seperti lubang yang tercipta ditengah pusaran air, seperti itulah gambaran lubang hitam. Ditengah benda-benda langit yang terus berputar muncullah lubang yang mengerucut ke dalam yang disebut sebagai lubang hitam atau Black Hole. Sesungguhnya itulah pusat galaksi, yang menggerakkan galaksi sehingga dapat berputar bagaikan roda raksasa.


“Apa yang terjadi selanjutnya Wyona?”


Wajah Pranaja terlihat tegang tetapi juga takjub. Peri Wyona menghela nafas panjang.


“Seluruh kehidupan yang ada di galaksi tersedot ke masuk ke dalam portal lalu terjebak dalam pusaran lubang hitam.”


“Semua?”



Wyona mengangguk cepat.


“Seluruh makhluk hidup yang menghuni galaksi Bima Sakti habis terssedot ke sana. Kecuali manusia yang menghuni kerajaan Bumi, karena mereka terlindungi oleh kekuatan sihir Shamtek. Penasehat spiritual kerajaan Bumi.”



“Shamtek?”


__ADS_1


“Ya. Kau mengenalnya Pranaja?”


Pranaja menatap wajah bening itu dalam-dalam. Pantas tidak ada makhluk hidup yang menghuni planet-planet dalam tata surya kita, batinnya. Rupanya mereka tersedot ke dalam lubang hitam. Secara teoritis, ketika makhluk hidup terhisap ke dalamnya, mereka akan mengalami pembengkokkan ruang dan waktu.


Pada saat itu mereka dapat menyaksikan segala hal yang terhisap ke dalamnya sebelum dan sesudah terhisapnya mereka. Itu artinya mereka akan menyaksikan seluruh asal-usul alam semesta, mulai dari awal hingga berakhirnya riwayat alam semesta itu sendiri. Artinya hingga saat ini mereka masih hidup abadi hingga alam semesta ini mengalami kehancurannya.


“Namun ada yang lebih mengerikan lagi,” ujar peri Wyona.


Wajah Pranaja semakin diliputi ketegangan.


“Lubang hitam bukan hanya menghisap obyek-obyek yang hidup, tetapi juga energi galaksi bahkan cahaya matahari pun ikut terhisap ke dalamnya.”


“What? Apa akibatnya?”


“Seluruh tata surya langsung membeku, permukaan matahari dan planet-planet di selubungi lapisan es tebal yang mengubur tanah di dalamnya.”


Pranaja langsung teringat teori jaman es yang memusnahkan binatang-binatang purba penghuni bumi. Rupanya inilah yang terjadi, saat energi dan cahaya matahari tersedot ke dalam lubang hitam. Akibatnya tata surya menjadi beku, dan kehidupan di bumi musnah, hanya menyisakan jejak fosil-fosil.


“Lalu apa hubungan semua ini denganku?” tanya Pranaja tak mengerti.


Peri Wyona terdiam sejenak, pikirannya seperti melayang ke masa lalu.


“Setelah Drag membuka pintu portal menuju lubang hitam, kekasihnya Gon juga berhasil membuka pintu portal menuju lorong waktu. Dengan sisa tenaganya dia melemparkan batu mustika yang berisi kekuatan darah Naga dan juga sebutir telur naga ke dalam pusaran lorong waktu.”


Pranaja mengangguk-anggukkan kepalanya, fokus mendengarkan penjelasan Wyona.


“Maksudmu di dalam darahku mengalir kekuatan Mustika Darah Naga?”


Wyona menganggukkan kepalanya.


“Itulah mengapa kau bisa hidup di dalam air tanpa bernafas, atau diluar angkasa tanpa udara. Semuanya karena kekuatan Mustika Darah Naga”


Pranaja kini semakin paham dengan kekuatan yang dimilikinya. Menurut para peneliti di M16, komposisi oksigen di dalam butir darahnya tetap stabil walaupun tidak bernafas. Alasan mengapa dia bisa hidup di dalam air ataupun di luar angkasa tanpa alat bantu pernafasan.


“Apalagi kelebihan lainnya, Wyona?”


“Seperti para naga, manusia yang memiliki darah naga juga mudah menyerap kekuatan Api.”


Pranaja terdiam mendengarkan kata-kata Wyona. Satu per satu misteri kekuatan yang dimilikinya mulai terungkap.


“Tapi kau belum menjawab pertanyaanku Wyona. Apa hubunganku dengan semua tragedi yang terjadi di masa lalu itu?” Pranaja masih tak mengerti.


“Telur naga yang terlempar ke lorong waktu akhirnya jatuh ke pulau ini. Makanya Shamtek mengirimkan tiga manusia yang dihidupkan dari sisik naga untuk menyelidiki dan memancingmu datang kemari.”


“Baik aku bisa memahami ceritamu. Jadi aku didatangkan kemari untuk merawat naga gendut itu?”


“Bukan hanya merawat Pranaja, tapi kau adalah penunggang sang Naga.”

__ADS_1


“Maksudmu?”


“Seekor naga hanya bisa dikendalikan oleh manusia yang memilki darah naga, yaitu kau. Makanya Spot sangat suka kepadamu.”


“Terus apa yang harus aku lakukan?”


“Kau dan Spot akan bahu membahu menyelamatkan manusia yang terjebak lapisan es yang menutupi permukaan Bumi,” ujar Wyona. “Kekuatan sihir Shamtek akan habis besok malam saat purnama.”


“Apa!” Pranaja terkesiap kaget. “Maksudmu aku dan Spot akan kembali ke jaman es?”


Puteri Wyona menganggukkan kepalanya. Pranaja menepuk kepalanya, dengan wajah beribu tanya yang tak terucapkan.


“Ya. Kau harus menyelamatkan mereka demi kehidupan manusia sekarang. Jika mereka mati, maka kehidupan manusia di bumi pun akan musnah pula.”


“Hah? Menyelamatkan manusia di jaman Es? Bagaimana aku bisa melakukannya?” kata Pranaja.


Kali ini peri Wyona tersenyum.


“Dengan membuka pintu portal menuju lorong waktu.”


Pranaja mengangguk-angukkan kepalanya tanda setuju. Hm..agak masuk akal. Dengan masuk ke lorong waktu, dia bisa kembali ke jaman es.


“Baik Wyona. Aku tidak takut. Aku siap melakukannya, siap kembali ke jaman es,”


ujar Pranaja. “Tapi apa yang harus aku lakukan seterusnya Wyona?”


Wyona tersenyum lembut.


“Shamtek akan menjelaskannya kepadamu.”


Shamtek? Pranaja teringat terakhir bertemu shamtek dicandi yang mengelilingi makam Begawan Wanayasa. Dia mengaku sebagai pembimbing dirinya.



“Kau dan Spot akan bekerjasama mencairkan lapisan es yang menutupi matahari. Sehingga sinarnya akan menghangatkan sekaligus memecah kebekuan tata surya.”



Pranaja dan Wyoana mendongak ke atas. Terlihat bayangan tubuh Shamtek. turun ke arah mereka. Memakai jubbah serba putih, dan topi penyhir yang mengerucut ke atas, Shamtek terlihat sangat berwibawa.



“Karena kau memiliki kekuatan untuk kehidupan dunia Pranaja”



Pranaja berdiri memberi hormat dengan takhdzim kepada lshamtek.

__ADS_1


__ADS_2