RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 69 ISTANA BARU


__ADS_3

EPS 69 ISTANA BARU


Dan ketika saat yang tepat itu datang, kamu akan tahu alasan kenapa Tuhan menyuruhmu untuk menunggu. Karena segala sesuatu itu butuh proses dan akan menjadi indah pada waktunya.



Dewi Salju berdiri di atas menara es, di samping Pranaja. Di bawah menara, ratusan pengikutnya berkumpul menunggu perintahnya. Mereka memang tidak tahu kalau selama ini Dewi Salju dikendalikan oleh kekuatan jahat yang ditiupkan penyihir Sarju. Yang mereka tahu, hari ini sikap junjungan mereka begitu aneh. Wajah cantiknya sangat ramah dan penuh senyum. Tidak seperti biasanya yang dingin dan dipenuhi aura mistis.



“Hari ini Istana Es Dewi Salju akan di hancurkan. Kalian di bebaskan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing,” kata Pranaja dari atas menara.



Dikelilingi dinding-dinding gunung-gunung yang puncaknya tertutup salju, suaranya begitu gamblang menggema diantara perbukitan, merasuk ke dalam benak para prajurit Istana Es. Wajah-wajah mereka terlihat bingung dan saling memandang. Banyak dari mereka yang sudah tidak punya rumah dan kehilangan keluarganya. Dan Pranaja bisa membaca kegelisahan mereka.



“Tapi bagi kalian yang masih setia dan ingin mengabdi kepada Dewi Salju, kalian boleh tetap tinggal disini,” kata Pranaja.



Dipandangnya wajah gadis itu beberapa saat, dan sang Dewi menganggukkan kepalanya.



“Dewi Salju akan membangun Istana Es baru yang dekat dengan rumah-rumah kalian. Sehingga kalian bisa singgah kapanpun kalian mau,” sambung Pranaja. “Dia akan tetap menjadi ratu kalian untuk melindungi desa-desa di atas pegunungan Allbush yang tak tersentuh peradaban dari luar.”



Suasana langsung hening. Mereka seperti meragukan kata-kata Pranaja. Dewi Salju akan menjadi pelindung desa-desa di pegunungan Allbush? Bukankah yang selama ini melakukan penghancuran adalah Dewi Salju sendiri?



“Baiklah. Aku memahami bila kalian meragukan Dewi Salju. Sekarang aku mau bertanya, adakah diantara kalian yang pernah melihat Dewi Salju membunuh warga desa?”



Suasana semakin hening. Ya, mereka memang belum pernah melihat Dewi Salju menyambangi desa-desa, apalagi melakukan pembunuhan.

__ADS_1



“Siapa yang menghancurkan desa-desa kalian?” tanya Pranaja lagi.


“Pasukan Istana Es,” sahut mereka.


“Siapa yang memberi perintah?”


“Perdana Menteri Sarju.”



“Nah, jelas kan? Otak dibalik penghancuran dan penculikan adalah penyihir Sarju, bukan Dewi Salju. Dan sekarang setelah kematian penyihir Sarju, Dewi Salju bertekad menutup istananya dan membangun istana baru untuk melindungi kalian dari pengaruh jahat atau kekuatan asing yang ingin menghancurkan negeri ini. Apa kalian paham?”



Suasana masih hening. Namun perlahan mulai terdengar suara bisik-bisik diantara mereka. Rupanya ada perdebatan-perdebatan kecil diantara mereka tentang peran Dewi Salju.Namun pada akhrnya mereka saling menganggukkan kepalanya. Lalu terdengar suara tepukan dari barisan belakang yang diikuti barisan di depannya.Suara tepukan itu semakin lama semakin ramai.



“Apa kalian setuju Dewi Salju tetap menjadi Ratu kalian?”


“Setuju!” teriak mereka serempak. “Hidup Ratu Istana Es!”



***


Di bawah pengawalan Pranaja, prajurit-prajurt yang ingin pulang pulang ke desanya dibantu Istana Es dengan sepenuh hati. Mereka mulai membangun kehidupan baru, mendirikan tempat tinggal dan mengumpulkan warga desa yang tercecer dimana-mana, Desa-desa diatas pegunungan Allbush pun mulai menggeliat hidup kembali. Apalagi Pranaja memberikan pelatihan cara bercocok tanam di lahan yang lembab dan berbatu.



“Tanamlah talas, itu bisa menjadi bahan makanan pokok pengganti gandum yang sulit di dapat disini. Kandungan gizinya cukup tinggi. Dalam setiap umbinya terkandung sekitar 200 kalori, 7 gram serat, 4 gram protein, lalu ada Kalsium, Kalium, Magnesium dan Fosfor.”


Dengan kandungan serat yang tinggi, umbi talas malah jauh lebih sehat dijadikan bahan makanan pokok dibandingkan nasi dengan gandum.



“Dan tentu jauh lebih murah, karena kalian bisa menanamnya sendiri disetiap sudut pekarangan,” sambung Pranaja. “Carilah makanan alternatif yang ada di sekitar kita. Alam telah menyediakan segalanya, tinggal bagaimana kita pandai-pandai memanfaatkannya.”

__ADS_1



Mereka memang harus mencari bahan makanan pokok selain gandum dan padi yang sulit didapat, karena tidak bisa tumbuh di daerah dingin dan berbatu. Dan Pranaja telah menunjukkan bagaimana cara memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada disekitar mereka. Dia juga mengajarkan bagaimana mengolah makanan yang sehat, higienis, bergizi seimbang dan tentu saja lezat. Sebab kalau tidak enak, anak-anak tidak akan mau memakannya.



“Buah-buahan di daerah perdu dapat kalian peroleh dari berbagau tanaman semak yang tumbuh didataran tinggi yang dingin. Banyak buah dari keluarga Berry yang lezat dan cocok ditanam disini. Ada Thimbelberry, Salmonberry, Cloudberry, Blueberry, Cranberry, Strawberry dan Gojinberry yang asalnya dari pegunungan Himalaya.”


Pranaja merunduk dan mencabut salat satu tanaman perdu yang dia lihat di jalan.


“Dan ini adalah Atherton Raspberry atau Arbei. Daunnya bisa digunakan untuk makanan ulat sutera, penghasil serat sutera. Bahan pakaian yang bernilai tinggi yang banyak disukai para pembesar di negeri Timur Tengah”


Para penduduk terlihat tak percaya. Tanaman yang selama ini dibiarkan tumbuh liar, ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi.


“Wah, Chef Rich. Anda benar-benar tuan Segala Tahu,” puji mereka.


Tidak hanya kekuatan dan ilmu kesaktian mumpuni, tapi juga kecerdasan dan penguasaan pengetahuan yang tinggi, membuat orang-orang semakin hormat dan kagum kepada Pranaja. Disamping itu dia juga sangat santun dan rendah hati. Walaupun kadang tingkahnya terkesan nyeleneh, tapi Pranaja adalah pemuda yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai. Sangat relijius dan menjalankan ajaran-ajaran Tuhan dan para leluhurnya.


***


Pranaja kembali ke Istana Es baru yang sedang dibangun oleh Dewi Salju. Baru melewati pintu gerbangnya dia sudah dibuat kagum. Gerbang yang keseluruhannya terbuat dari es batu itu begitu megah, indah dan kokoh. Banyak ornament-ornamen dan ukiran-ukiran dengan motif daun, bunga dan binatang.



“Wow! Indah sekali. Dewi Salju cocok juga menjadi arsitek,” batinnya.



Dia meneruskan langkahnya masuk kehalaman Istana. Ada sebuah taman yang sangat indah. Dihiasi tanaman-tanaman bunga yang berasal dari berbagai wilayah pegunungan Allbush. Ditengahnya ada seekor kuda putih yang dinaiki seorang pemuda berwajah imut. Anehnya di atas kepalanya tersemat makhkota seorang raja. Apa maksudnya? batinnya.



Cukup lama Pranaja terhenyak menatap wajah patung penunggang kuda itu.


“Mirip aku? Tapi kenapa diatas kepalanya tedapat mahkota?” batinnya lagi.



Pranaja semakin mempercepat langkah kakinya, untuk masuk ke dalam istana. Setelah melewati jalan berundak yang cukup tinggi, dia masuk ke ruang depan istana. Beberapa pengawal yang berjaga langsug memberikan rasa hormat. Setelah itu, dia melewai lorong yang gelap sebelum sampai di balairung istana.

__ADS_1


Tiba-tiba hatinya berdesir. Instingnya yang tajam menangkap pergerakan dari belakang tubuhnya, tapi tidak berbahaya. Sepasang tangan dari belakang datang langsung memeluknya dengan erat. Pranaja dapat merasakan sepasang benda kenyal menyentuh punggungnya. Begitu lembut dan hangat. Lalu desah nafas memburu yang menyerbu telinga dan lehernya, Membuat bulu kuduknya berdiri.


Dan Pranaja hanya terdiam. Merasakan sensasi luar biasa yang tiba-tiba bangkit dari alam bawah sadarnya. Auwwhh…


__ADS_2