
SELAMATKAN TRANSPORTER
KYEV, UKRAINA
Malam ini bulan tidak muncul. Bintang bertaburan dilangit yang begitu jernih tanpa awan sedikitpun. Ketidakmunculan bulan membuat cahaya bintang begitu kentara. Berkelap-kelip bagaikan jutaan butir berlian yang ditebar diatas kain hitam. Kadangkala keberadaan orang-orang baik tertutupi oleh satu orang legenda yang penuh artifisial dan kamuflase: Kepalsuan dan kepura-puraan.
Pranaja menjejakkan kakinya di kota pusat peradaban Eropa Timur, Kyev. Kota yang menyimpan banyak sejarah besar dunia. Pernah menjadi pusat perdagangan Konstatinopel dan bangsa-bangsa Skandinavia pada abad pertengahan, menjadi pusat kebudayaan Islam di Eropa Timur pada jaman pendudukan Turki Utsmaniyah, dan kini ada dalam ancaman Rusia.
“Selamat Datang,” kata seorang resepsionis hotel saat menyambut kedatangannya.
“Terimakasih,” sahutnya sambil menggandeng tangan Miracle.
Mereka berdua memang sedang menyamar sebagai sepasang Turis yang berkunjung ke Kiev, ibukota Ukraina.
“Good couple,” katanya sambil mengacungkan jempolnya.
“Owh yeah,” ucap Pranaja sok fungky.
Lalu tangannya iseng mengacak-acak rambut Miracle, hingga awut-awutan.
“She is beautiful, isn’t she? Dia cantik kan? Dan dia tidak pernah marah,” bisiknya.
Resepsionis cantik tadi memandang Miracle sambil memujinya sebagai istri yang penyabar dan sayang suami. Bahkan sebagai hadiah, dia telah menyediakan kamar khusus pengantin baru untuk mereka berdua.
“Wow! We love it. The problem is she likes screaming! Istriku suka sekali menjerit diatas ranjang,” kicau Pranaja menjadi-jadi.
Tentu saja tingkah Pranaja membuat hati Miracle kesal bukan kepalang. Tapi dia tahan semua kemarahannya itu karena M menyuruh mereka menjadi pasangan yang mesra.
“What? She likes screaming? How lucky you are, sir!” ujar resepsionis lagi.
Pranaja lalu mencubit pipi Miracle keras-keras. Miracle yang kaget langsng menjerit.
“Auuw!”
Pranaja tertawa lebar.
“Do you trust me?”
“Yes, I do, sir!”
Si resepsionis ikut tertawa. Ah, betul-betul romantic couple. Lalu dia memanggil roomboy untuk mengantar mereka ke kamarnya.
“Oke terimakasih cantik,” kata Pranaja sambil mengerlingkan salah satu matanya kea rah resepsionis. “Bye”
“See you,” sahut resepsionis.
__ADS_1
Pranaja berbalik sambil menyunggingkan senyum nakalnya yang menggoda. Si resepsionis jadi gelagapan. Lalu tangannya yang usil memeluk erat pinggul Miracle dan memukulnya keras-keras.
“Auuw!”
Miracle berteriak sekali lagi.
“PRANAJA!”
***
Pranaja duduk terpekur di depan layar monitor. Dia terus memantau pergerakan Tong Pi. Shield juga terus mendeteksi keberadaannya. Tapi memang ada kekuatan tersembunyi yang menyelubungi tubuh manusia transporter itu. Untung dia mengenali suhu tubuh Tong Pi yang memang sedikit lebih dingin dibanding manusia lainnya. Itu yang masih bisa membuatnya mampu mendeteksi keberadaannya, walaupun hanya bayang-bayang berwarna merah.
“Menurut perhitungan, setiap tiga ribu kilometer, Tong Pi harus muncul dan menginjakkan kakinya di bumi. Jadi kita bisa memperkirakan dimana dia muncul dari saat terakhir dia muncul,” katanya.
“Kalau dia masih punya misi ke Eropa kemungkinan besar dia memang akan ke Ukraina,” sahut Miracle.
“Aku yakin dia kesini. Karena dia butuh pertolongan kita,” ujar Pranaja.
Ngungg..tiba-tiba Shield mendengung. Rupanya dia menangkap pergerakan Tong Pi.
“Tong Pi sudah muncul. Shield, kita sergap dia!” teriaknya.
Srrr..terdengar desiran halus. Shield mengaktifkan sistemnya. Lalu tubuhnya berubah menjadi cahaya.Miracle merasa berada di dalam ruang penuh cahaya menyilaukan. Gadis itu memeluk tubuh Pranaja erat sekali sambil memejamkan matanya. Sedetik kemudian cahaya itu padam. Pranaja dan Miracle membuka matanya. Mereka sudah berada di depan sebuah Katedral tua.
Srr..tubuh Shield bergetar lagi. Beberapa detik kemudian, Pranaja dan Miracle mendapati tubuh mereka berada dalam sebuah mobil truk.Pranaja turun dari mobil, diikuti Miracle lalu duduk di tempat tersembunyi.
‘Jleg!”
Benar perhitungan Shield. Tong Pi muncul di tempat itu diikuti lima orang berpakaian seba hitam dan menutup kepalanya dengan kain merah layaknya Ninja. Tangan-tangan mereka terlihat menempel di tubuh bocah gundul itu. Hampir saja mereka berpindah lagi kalau Pranaja tidak menghentikannya.
“Kekuatan Tirtanala!”
Pranaja mengibaskan kedua lengannya. Seketika hawa yang sangat dingin menyebar dengan cepat. Meresap ke dalam pori-pori, dan membekukan aliran darah serta urat syaraf mereka. Untuk sesaat tubuh mereka menjadi beku. Termasuk orang-orang yang berada di sekitar Katedral dan Miracle sendiri.
Pranaja bergerak cepat. Dia melompat tingga, lalu meraih tubuh Tong Pi dan membawanya melayang pergi. Lalu dimaskkan kedalam truk.
“Shield, bawa dia pergi ke M!” teriaknya.
Setelah itu dia menarik kekuatan Tirtanala, takut membahayakan orang-orang yang tak bersalah. Hawa dingin hilang, dan suhu kembali normal. Tubuh-tubuh yang beku itu kini bisa bergerak lagi. Sesaat mereka seperti kebingungan, tapi kemudian melupakannya. Hanya para pengawal Tong Pi yang betul-betul bingung karena mereka kehilangan tawanannya.
__ADS_1
Shield menghilang bersama tubuh Tong Pi. Pranaja dan Miracle bersikap seperti mereka pasangan biasa. Tapi mata dan telinga mereka fokus pada pergerakan lima orang pendekar Ninja itu.
“Eh, apa yang terjadi bro?” mereka masih belum menyadari apa yang terjadi.
“Sabotase! Lacak dan bentuk formasi tempur!” teriak komandan mereka.
Mereka mengaktifkan jam kamera yang ada di tangannya. Dari tayangan kamera kecil itu mereka dapat melihat peristiwa lima menit sebelumnya. Nampak jelas wajah Pranaja yang mengangkat tubuh Tong Pi dan dimasukkan ke dalam dump truck. Dan mereka langsung menemukan Pranaja yang sedang duduk berdua dengan Miracle.
“Itu mereka! Hajar!” teriak komandannya.
Wud! wud! wud!
Mereka melemparkan senjata-senjata rahasia berbentuk bintang emas. Pranaja langsung membalasnya dengan kekuatan dinding bayangan.
“Kekuatan Dinding Bayangan!”
Dinding angina setbal satu meter, langsung merangsek maju dan melindungi tubuh Pranaja dan Miracle. Senjata-senjata itu langsung mental kembali dan jatuh ke tanah.
Kling! Kling! Klng!
Kelima bintang emas itu jatuh kemudian meledak.
Bum!
Asap tebal membumbung tinggi menutupi pandangan. Tiba-tiba kelima Ninja itu muncul dari balik asap dan menyerang Pranaja dengan pedang sinar laser. Dam sekejap tubuh Pranaja sudah dikepung cahaya-cahaya laser yang terus menyerangnya dari segala penjuru. Senjata berbentuk cahaya itu tidak bisa dibendung dengan kekuatan Dinding Bayangan. Beruntung tubuhnya dilindungi T-Shield 313216. Ada pelindung tak terlihat yang meyelubungi wajahnya. Serangan cahaya laser itu selalu mental tak berhasil menyentuh tubuhnya.
Dia lalu melompat tinggi. Melemparkan pukulan Geni Sawiji dari udara
Wud!
Seberkas api berwarna biru, menyapu ke bawah dalam bentuk lingkaran. Semakin ke bawah semakin melebar. Ninja-ninja itu berlompatan kesana kemari, formasi tempur mereka buyar. Lalu tubuh Pranaja terbang dengan kecepatan super. Satu persatu kelima Ninja itu dilumpuhkan dengan menotok syaraf di bawah tengkuknya. Akibatnya sungguh dahsyat, mereka langsung tergeletak tak sadarkan diri.
Pranaja turun kembali ke tanah. Tersenyum kepada Miracle yang menyambutnya dengan wajahah lega.
__ADS_1